Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Laku Prihatin: Pilar Etikal di Dunia Usaha Muhammadiyah

Laku Prihatin: Pilar Etikal di Dunia Usaha Muhammadiyah

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Brili Agung, S,ST, M.M

(Koordinator Daerah SUMU Banyumas)

SUMU (Serikat Usaha Muhammadiyah) dibangun di atas tiga nilai utama: Terbuka, Tangan di Atas, dan terutama Laku Prihatin. Laku Prihatin bukan slogan kosong—ini adalah semangat menahan diri, mengurangi tidur, meningkatkan waktu belajar, berdiskusi, dan membangun mimpi dalam keterbatasan. Ini bukan sekadar karakter orang Muhammadiyah sukses, tetapi prinsip dasar bagi setiap pelaku usaha yang ingin berkontribusi nyata dan sosial.

Dalam konteks kehidupan tokoh pendiri Muhammadiyah seperti KH Ahmad Dahlan, nilai prihatin tercermin sejak awal perjuangan. Beliau menafkahi keluarga dari hasil tipis membuka sekolah Islam sambil menahan lapar, bekerja keras tanpa pamrih, dan selalu menempatkan kepentingan umat di atas kepentingan pribadi. Prinsip siyasah syar’iyyah dan jihad dakwah beliau adalah contoh hidup laku prihatin—perjuangan dalam keterbatasan, bangkit dari kelemahan, dan menyalakan nurani sosial.

SUMU mencoba menghidupkan semangat itu hari ini. Namun, ketika kita membandingkan nilai-nilai ini dengan fenomena gaji tinggi pejabat legislatif, ada jurang moral yang mengejutkan.

Tunjangan Puluhan Juta vs Hidup Rakyat: Ketimpangan yang Menyayat

Kasus DPRD Banyumas menjadi cermin ketidakwajaran yang nyata. Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 9 Tahun 2024 (sebelum direvisi), Ketua DPRD menerima tunjangan perumahan Rp 42.625.000 per bulan, wakil ketua Rp 34.650.000, dan anggota Rp 23.650.000. Ditambah tunjangan transportasi yang mencapai Rp 13–14 juta tiap bulan.

Untuk kontras: Upah Minimum Kabupaten (UMK) Banyumas 2025 hanya Rp 2,2 juta per bulan. Artinya—tunjangan Ketua DPRD sama dengan 19 kali UMK, anggota DPRD hampir 11 kali gaji buruh lokal. Situasi ini bukan hanya soal angka: ini soal etika dan solidaritas publik yang hilang.

Gini Rasio Nasional: Distribusi yang Makin Tajam

Secara makro, ketimpangan di Indonesia terus meningkat. Menurut data BPS periode 2002–2012, Gini rasio nasional naik dari sekitar 0,33 ke 0,42 pada 2011–2012. Artinya, ketimpangan makin melebar: kelompok kaya semakin kaya, kelompok miskin sulit naik.

Di sisi norma, Kakek Presiden RI, Bapak Soemitro Djojohadikusumo, tokoh ekonomi pembangunan Indonesia, menekankan pentingnya mengatasi ketidakseimbangan struktural melalui redistribusi dan batasan wajar upah. Ia bahkan mendukung ide bahwa upah tertinggi seharusnya tidak melebihi 20 kali lipat dari upah terendah—sebuah batas etis untuk mencegah jurang sosial.

Jika diterapkan di Banyumas: dengan UMK Rp 2,2 juta, maka maksimal internal jabatan publik seharusnya sekitar Rp 44 juta. Ketua DPRD mendapatkan Rp 42 juta hanya dari tunjangan. Apakah ini wajar atau sudah memasuki wilayah polarisasi yang melanggar nilai keadilan?

Kritik Sosial: Etika Publik vs Kepentingan Publik

Prinsip Laku Prihatin vs Praktik Elit

Ketika pelaku usaha Muhammadiyah diharapkan hidup prihatin, menahan diri demi nilai yang lebih besar, pejabat publik justru tampak berpesta-mewah atas nama birokrasi. Tidak ada empati atau kesadaran bahwa sebagian besar rakyat tengah hidup serba berkekurangan.

Kesenjangan Struktural dan Legitimasi Moral

Dengan Gini rasio mendekati atau melewati 0,4 (peringatan ketimpangan), rasionalitas tunjangan besar hanya untuk reproduksi elit – melanggengkan ketidakadilan sistemik.

Soemitro vs Realitas Nyata

Ide wajar Soemitro mengekang gap upah 20x seolah tidak relevan bagi sejumlah kepala daerah atau DPRD yang selalu menghasilkan kebijakan tanpa refleksi moral.

Kesimpulan & Rekomendasi

Akhirnya, artikel ini hendak menyampaikan pesan terang:

  1. Nilai laku prihatin bukan sekadar jargon komunitas bisnis—ia adalah panggilan moral untuk melembagakan keadilan sosial.
  2. Etika publik harus menegakkan batas wajar tunjangan—jauh dari fleksing angka demi legitimasi diri.
  3. Pemerintah dan DPRD seharusnya menerapkan model upah maksimum 20 kali upah minimum sebagai cerminan kewajaran publik, sesuai pemikiran Soemitro Djojohadikoesoemo.
  4. Publik mendorong revisi kebijakan tunjangan yang sensitif terhadap nilai solidaritas, empati, dan distribusi.

Jika SUMU mengajak wirausahawan menumbuhkan rasa prihatin, memupuk solidaritas dengan sesama rakyat, maka pejabat publik seharusnya menjadi teladan dalam hal ini—bukan menjadi simbol kesenjangan yang makin akut. Opini ini berharap menjadi suara kecil yang menggema: laku prihatin bukan sekadar nilai internal Muhammadiyah, melainkan teladan untuk transformasi sosial nasional.

Catatan: Opini ini bersifat pribadi dan tidak mewakili Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU)

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PMB UMS Terima Kunjungan MBS Poncowati Lampung Tengah, Ajak Siswa Kenali Dunia Kampus dan Peluang Beasiswa

    PMB UMS Terima Kunjungan MBS Poncowati Lampung Tengah, Ajak Siswa Kenali Dunia Kampus dan Peluang Beasiswa

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) menerima kunjungan dari Pondok Pesantren Modern (PPM) Muhammadiyah Boarding School (MBS) Poncowati, Lampung Tengah, pada Rabu (12/11). Kunjungan ini diikuti oleh 41 siswa kelas 12 dan 9 pendamping sebagai bagian dari kegiatan studi kampus dalam rangka memperluas wawasan santri mengenai dunia perguruan […]

  • LDM-PM UMS Ajak Mahasiswa Berani Jadi Baik: Lawan Bullying dan Overthinking

    LDM-PM UMS Ajak Mahasiswa Berani Jadi Baik: Lawan Bullying dan Overthinking

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Mahasiswa dan Pengabdian Masyarakat (LDM-PM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Tabligh Akbar, yang bertajuk “Berani Jadi Baik: Melawan Bullying dan Overthinking” di Auditorium Mohamad Djazman Kampus 1 UMS. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Departemen Syiar LDM-PM UMS sebagai upaya menghadirkan dakwah yang edukatif, relevan, […]

  • Irwan Akib dalam Pengajian Milad ke-64 UAD, Menekankan Daya Saing Butuh Kolaborasi

    Irwan Akib dalam Pengajian Milad ke-64 UAD, Menekankan Daya Saing Butuh Kolaborasi

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 98
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Dalam rangka memperingati Milad ke-64 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), pada hari Rabu (18/12) Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD menyelenggarakan Pengajian Refleksi Akhir Tahun 2024 untuk para civitas akademika mulai dari dosen, tenaga pendidikan, karyawan dan lainnya. Pengajian ini disiarkan secara langsung di Masjid Islamic Center UAD Kampus 4 dan live streaming […]

  • Touring Bikers MU Chapter Karanganyar dalam rangka Menyemarakkan Jambore Nasional ke 3 Relawan Muhammadiyah dan Aisyiyah

    Touring Bikers MU Chapter Karanganyar dalam rangka Menyemarakkan Jambore Nasional ke 3 Relawan Muhammadiyah dan Aisyiyah

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 31
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Karanganyar, 28 Juni 2025 — Semangat dakwah dan cinta Al-Qur’an kembali menggema di Karanganyar. Bertempat di Mushola Nyono-Sumi, Jalan Onta II Karanganyar, ratusan jamaah dan komunitas Bikers Muhammadiyah (Bikers MU) Chapter Karanganyar berkumpul dalam rangka Safari Dakwah bertema “Ikhtiar Mewujudkan 1 Juta Penghafal Al-Qur’an.” dan dilanjutkan touring ke Tawangmangu menyemarakkan Jambore Nasional ke 3 […]

  • PEMIKIRAN PAULO FREIRE DI MATA ISLAM

    PEMIKIRAN PAULO FREIRE DI MATA ISLAM

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 734
    • 0Komentar

     Oleh : Audry Thalia Caroline (202110230311004) Siapa Paulo Freire? Apa isi bukunya? Bagaimana jadinya jika membedah buku Freire menggunakan pandangan Islam? Mari kita simak di bawah ini!   SIAPA PAULO FREIRE? Paulo Freire dikenal sebagai tokoh pendidikan dan teoretikus pendidikan yang  terbilang menarik dan hasil dari pemikirannya selalu diabadikan ke dalam sebuah karya buku. Paulo […]

  • Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Majenang Cilacap Resmi Dikukuhkan oleh Ketua PDM Cilacap

    Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Majenang Cilacap Resmi Dikukuhkan oleh Ketua PDM Cilacap

    • calendar_month Senin, 25 Sep 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 278
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Cilacap – Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Majenang Cilacap Jawa Tengah resmi dikukuhkan oleh Ketua PDM dan PDA Cilacap di Alun-alun Majenang, Ahad, (24/9/2023/10 Robiul Awal 1445 H). Acara bersejarah bagi warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Cabang Majenang yang dilaksanakan di alun-alun Kecamatan Majenang ini berlangsung hikmat dan ikuti oleh ribuan jama’ah persyarikatan. Acara yang […]

expand_less