Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Peringati Hari Kusta Sedunia, FK UMS Gelar Diskusi Penyakit Kusta Ajak Masyarakat Ubah Stigma Menuju Empati

Peringati Hari Kusta Sedunia, FK UMS Gelar Diskusi Penyakit Kusta Ajak Masyarakat Ubah Stigma Menuju Empati

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
  • visibility 78
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Indonesia menduduki peringkat ketiga tertinggi dengan kasus penyakit kusta dengan total 12.798 kasus baru terutama pada daerah-daerah tropis. Menjawab hal tersebut, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan seminar online kesehatan dalam rangka memperingati hari kusta sedunia sekaligus meningkatkan pemahaman kepada masyarakat mengenai kusta.

Seminar yang terlaksana pada Senin (26/1) mengangkat tema “Dari Takut Menjadi Paham, Dari Stigma Menjadi Empati”, bertujuan untuk dapat merubah stigma penyakit kusta menjadi sebuah rasa peduli. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Dekan I FK UMS dr. Ratih Pramuningtyas, Sp.KK., tenaga pendidik, mahasiswa, serta alumni kedokteran FK UMS.

Dalam sesi diskusi yang dipandu oleh Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes, Sp.DVE., Dipl. STD-HIV:AIDS., FINSDV., FAADV., ia menuturkan kusta adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae dan menyerang saraf kulit. Komplikasi utama kusta menyebabkan kelemahan jaringan otot, mati rasa, serta ulkus kronik.

Di Indonesia, terdapat sembilan kota penderita kusta terbanyak, empat diantaranya berada di Pulau Madura, dan lainnya di wilayah Timur. Kusta merupakan penyakit yang dapat disembuhkan dengan perawatan yang tepat. Namun, tantangan utama di lingkungan masyarakat adalah penyakit kusta masih dipandang negatif, sehingga menyebabkan penderita takut menjalani pengobatan dan menarik diri.

“Kusta itu, orangnya diam aja udah ketahuan kalau sakit kusta. Jadi ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga, sudah dianya sendiri sakit kusta, tetapi kok ya ternyata selain dia sakit kusta, dia juga menanggung stigma,” jelas Flora mengenai stigma yang sering dikaitkan pada penderita kusta.

Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes, Sp.DVE., Dipl. STD-HIV:AIDS., FINSDV., FAADV

Flora menjelaskan, meskipun kusta adalah penyakit menular, melalui deteksi dini dan terapi, risiko timbul kecacatan akibat kusta pada penderita dapat ditekan. Serta ketika mengalami kusta, penderita dapat mengonsumsi paket obat gratis Puskesmas yakni, Multi Drug Therapy (MDT) yang dapat digunakan selama 6-12 bulan. Paket ini dapat mengurangi risiko tingkat penularan kusta dan disembuhkan secara menyeluruh.

“Banyak masyarakat di sekitar kita, karena penyakit itu terlalu menakutkan, dan terlalu membuat kondisi kulitnya menjadi berbeda daripada yang lain, itu jadi menjauh terus dikucilkan dari lingkungan,” tuturnya.

Menanggulangi penyakit kusta memerlukan partisipasi banyak pihak bukan hanya dokter kulit saja. Mahasiswa kedokteran berperan sebagai agen edukasi dalam memberikan informasi yang bersifat netral dan mendukung kesembuhan penderita kusta.

Menutup sesi diskusi, Flora menegaskan, pada tahun 2030 FK UMS memiliki cita-cita dalam mewujudkan Triple Zero yakni, Zero New Cases, Zero Disabilities, dan Zero Stigma.

“Jadi, gimana caranya supaya gak ada kasus baru, gimana caranya supaya gak ada kecacatan, gimana caranya supaya gak ada stempel. Itu yang paling susah,” ujar Flora.

Dengan pendekatan yang kolaboratif dan komunikatif, diskusi ini dapat menghapus stigma dan memperkuat penanganan kusta serta mengurangi angka kasus penderita kusta di Indonesia.

“Akhiri stigma sekarang juga, kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi,” harapnya. (Roselia/Humas)

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gedung Baru Pondok Shabran Diresmikan Haedar Nashir, Fajar Riza Harapkan Penguatan Kader Muhammadiyah

    Gedung Baru Pondok Shabran Diresmikan Haedar Nashir, Fajar Riza Harapkan Penguatan Kader Muhammadiyah

    • calendar_month 1 jam yang lalu
    • account_circle Anqiya Zaki Mushoddiq
    • visibility 35
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., meresmikan gedung baru Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (24/10/2026). Peresmian ini menjadi momentum penguatan fasilitas pendidikan dan kaderisasi Muhammadiyah. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., Ketua […]

  • IPMAWATI Bersuaralah! Menghapus Tabu, Menyalakan Perubahan

    IPMAWATI Bersuaralah! Menghapus Tabu, Menyalakan Perubahan

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Oleh: Aulia Rahma, Ketua Bidang Ipmawati PD IPM Lampung Timur Sejak dahulu bahkan hingga saat ini, suara perempuan sering dianggap tidak penting, dibatasi, bahkan dibungkam oleh konstruksi sosial dan budaya patriarki. Tidak jarang, perempuan yang berbicara lantang dianggap tidak sopan, melawan kodrat, atau “tidak tahu tempat”. Padahal, berbicara bukan hanya sekadar hak, tetapi juga bagian […]

  • Solusi Cerdas Qur’ani untuk Membendung Peredaran Hoaks

    Solusi Cerdas Qur’ani untuk Membendung Peredaran Hoaks

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 974
    • 0Komentar

    Oleh: M. Andhim dan An-najmi FR Bagai hujan di bulan Januari. Tanpa diharapkan pun datangnya hampir setiap hari. Begitu dengan hari-hari kita yang terus dibanjiri oleh bayang-bayang hoaks. Nampaknya hoaks atau kabar bohong itu telah mewarnai kehidupan manusia modern. Karena hoaks itu sendiri sudah menjadi ciri dari era di mana manusia hidup saat ini. Era […]

  • Sri Lestari Gubes UMS Pimpin APIK 2024–2028, Tegaskan Komitmen Psikologi untuk Merawat Kearifan Lokal

    Sri Lestari Gubes UMS Pimpin APIK 2024–2028, Tegaskan Komitmen Psikologi untuk Merawat Kearifan Lokal

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 65
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Prof. Dr. Sri Lestari, M.Si., Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), resmi dilantik sebagai Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Psikologi Indigenos dan Kultural (APIK) periode 2024–2028. Pelantikan yang digelar secara daring oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) pada Sabtu (24/5) ini menjadi langkah strategis dalam mengukuhkan peran psikologi dalam merawat dan mengembangkan […]

  • Puswirasos UMS Gelar Kertonatan Leadership Camp 2025, Cetak Pemuda Desa Inovatif dan Berdaya Sosial

    Puswirasos UMS Gelar Kertonatan Leadership Camp 2025, Cetak Pemuda Desa Inovatif dan Berdaya Sosial

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pusat Studi Inovasi, Kewirausahaan, dan Kewirausahaan Sosial (Puswirasos) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Desamind Indonesia Foundation menggelar Kertonatan Leadership Camp 2025 di Balai Desa Kertonatan, Sukoharjo. Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan kepemimpinan dan inovasi sosial bagi pemuda desa dengan semangat kolaboratif dan berkelanjutan. Ketua Puswirasos UMS, Soepatini, Ph.D., mengungkapkan kegiatan dibuka secara […]

  • Ta’awun Sosial Dampak Covid-19, Aisyiyah Balikpapan Terus Bergerak

    Ta’awun Sosial Dampak Covid-19, Aisyiyah Balikpapan Terus Bergerak

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 912
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, Balikpapan – Pimpinan Daerah (PD) ‘Aisyiyah Balikpapan melakukan gerakan Ta’awun Sosial Dampak Covid-19. Gerakan tersebut merupakan intruksi dari Pimpinan Pusat Aisyiyah untuk seluruh pengurus dan warga Aisyiyah se-Indonesia untuk bergerak memberi manfaat bagi masyarakat yang terdampak wabah Covid-19. Sebagai tindak lanjut dari hal itu, PD Aisyiyah Balikpapan bersama ortom Muhammadiyah lainnya terus bergerak dan […]

expand_less