Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dosen IQT UMS Perkuat Tradisi Qira’at Bersanad, Enam Santri Al-Firdaus Raih Sanad

Dosen IQT UMS Perkuat Tradisi Qira’at Bersanad, Enam Santri Al-Firdaus Raih Sanad

  • account_circle Choiril Amirah Farida
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkontribusi dalam penguatan tradisi keilmuan Al-Qur’an melalui pembinaan tahsin dan pembelajaran qira’at bersanad di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Muhammadiyah Al-Firdaus Kartasura. Melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT), program tersebut mengantarkan enam santri memperoleh sanad Qira’at ‘Āṣim riwayat Ḥafṣ dan Syu‘bah setelah mengikuti rangkaian pembinaan, seleksi kemampuan bacaan, dauroh intensif, dan evaluasi.

Dosen IQT UMS, Dr. Ainur Rha’in, S.Th.I., M.Th.I., yang membimbing sekaligus memberikan sanad kepada para santri, menjelaskan bahwa pemberian sanad merupakan bagian dari tradisi transmisi keilmuan Al-Qur’an yang menghubungkan bacaan murid dengan jalur periwayatan melalui guru.

Ia menyebutkan, sanad yang diberikan kepada enam santri tersebut merupakan urutan ke-30 dalam jalur sanad yang dimilikinya.

“Saya yang mengajar sekaligus memberikan sanad. Kebetulan saya sudah memiliki sanad qiraah urutan ke-29, sehingga santri yang saya beri sanad ini menjadi urutan ke-30,” jelasnya, Senin (12/10/2026).

Sebelum memperoleh sanad, para santri mengikuti pembinaan secara bertahap untuk memastikan kualitas dan kesiapan bacaan. Tahap awal difokuskan pada perbaikan makharij al-huruf, yakni tempat keluarnya huruf, serta sifat al-huruf, yaitu karakteristik huruf dalam bacaan Al-Qur’an.

Pembinaan tahsin dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan melalui praktik membaca secara langsung, koreksi individual, pengulangan bacaan, dan metode talaqqi. Tahap tersebut sekaligus digunakan untuk memetakan kemampuan awal santri sebelum mengikuti pembelajaran qira’at yang lebih intensif.

Kegiatan ini turut melibatkan Ustaz Faris dari University Sains Islam Malaysia (USIM) dan mahasiswa IQT UMS. Mahasiswa berperan dalam mendampingi santri yang masih membutuhkan penguatan bacaan, sehingga pembinaan dapat berjalan sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing.

Setelah pembinaan dasar, santri mengikuti seleksi kemampuan bacaan yang meliputi ketepatan makhraj, penerapan sifat huruf, kelancaran membaca, kaidah tajwid, serta kesiapan mengikuti dauroh qira’at. Santri yang memenuhi kriteria melanjutkan ke tahap pembelajaran intensif, sedangkan santri yang belum memenuhi standar memperoleh pendampingan tahsin dari mahasiswa IQT UMS.

Tahap inti berupa Dauroh Qira’at ‘Āṣim riwayat Ḥafṣ dan Syu‘bah dilaksanakan secara intensif dengan durasi sekitar 30 jam. Pembelajaran menggunakan metode talaqqi dan musyafahah, yakni santri membaca Al-Qur’an secara langsung di hadapan pengajar untuk memperoleh koreksi dan penyempurnaan bacaan.

Dalam dauroh tersebut, santri mempelajari bacaan Imam ‘Āṣim melalui dua perawi utamanya, yaitu Ḥafṣ dan Syu‘bah. Pengajar memberikan penjelasan mengenai kaidah qira’at yang berlaku, terutama pada ayat atau kata yang memiliki perbedaan bacaan di antara kedua riwayat tersebut.

Pembelajaran riwayat Syu‘bah menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan ini. Riwayat Ḥafṣ lebih umum digunakan dalam pembelajaran Al-Qur’an di Indonesia, sedangkan riwayat Syu‘bah relatif lebih jarang dipelajari. Pengenalan kedua riwayat tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan santri terhadap khazanah ilmu qira’at.

Proses pembelajaran juga menegaskan bahwa penguasaan qira’at tidak cukup hanya melalui pemahaman teori. Praktik lisan, koreksi individual, dan pengulangan bacaan diperlukan untuk menjaga ketepatan makhraj, panjang-pendek bacaan, sifat suara, serta penerapan kaidah qira’at.

Keberhasilan enam santri memperoleh sanad menjadi capaian penting dalam rangkaian kegiatan tersebut. Sanad tidak hanya menandai capaian pembelajaran individual, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi transmisi keilmuan Al-Qur’an yang menekankan ketelitian bacaan dan kesinambungan hubungan antara guru dan murid.

Para santri yang telah memperoleh sanad diharapkan dapat berkontribusi dalam membantu pembelajaran Al-Qur’an bagi santri junior. Dengan demikian, penguasaan qira’at berpotensi mendukung kaderisasi sekaligus menjaga keberlanjutan pembelajaran di lingkungan pesantren.

Di sisi lain, pendampingan tahsin bagi santri yang belum mengikuti dauroh tetap berlangsung melalui penguatan makharij al-huruf, sifat al-huruf, tajwid, dan kelancaran membaca. Pendekatan ini membuka dua jalur pembinaan, yakni pembelajaran qira’at intensif bagi santri yang telah memenuhi standar dan penguatan kemampuan dasar bagi santri yang masih memerlukan pendampingan.

Keterlibatan dosen dan mahasiswa IQT UMS dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan Al-Qur’an di masyarakat. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang akademik, tetapi juga diterapkan melalui pendampingan langsung di lingkungan pesantren. (Fika/Humas)

Editor: Choiril Amirah Farida 

  • Penulis: Choiril Amirah Farida

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mukhoyamah Pandu Hizbul Wathon Ponpes Asy-Syifa Menyalakan Semangat, Menyatukan Langkah

    Mukhoyamah Pandu Hizbul Wathon Ponpes Asy-Syifa Menyalakan Semangat, Menyatukan Langkah

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, KUDUS- Selama tiga hari penuh di Bumi Perkemahan Taman Sardi, kegiatan Mukhoyamah Pandu Hizbul Wathon (HW) Qobilah Umar Hasyim Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa’ Muhammadiyah Blimbingrejo, Nalumsari, Jepara berlangsung dengan semangat kebersamaan dan pembinaan karakter. Mengusung tema “Anderpati Qobilah: Fastabiqul Khairat, Kreativitas, dan Solidaritas”, acara ini dimulai pada Selasa – Kamis, 30 September – 2 […]

  • Melalui Kampanye Hirup Bersih, Mahasiswa Ilkom UMS Dorong Edukasi Udara Bersih dan Pencegahan TBC

    Melalui Kampanye Hirup Bersih, Mahasiswa Ilkom UMS Dorong Edukasi Udara Bersih dan Pencegahan TBC

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 76
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan sebuah kampanye edukatif tentang bahaya asap rokok terhadap peningkatan risiko penularan TBC, terutama di kawasan permukiman padat. Kampanye tim Hirup Bersih melakukan kolaborasi bersama Kelurahan Panularan dan Puskesmas Penumping dalam peresmian Festival Srawung, Minggu (7/12). Tata Dewi, selaku anggota tim menjelaskan, kampanye mendapatkan […]

  • Khutbah Iduladha Dr. Suwoko di PCM Sebulu Angkat Nilai Kemanusiaan dan Ketakwaan

    Khutbah Iduladha Dr. Suwoko di PCM Sebulu Angkat Nilai Kemanusiaan dan Ketakwaan

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sebulu kembali menyelenggarakan salat Iduladha 1447 Hijriah di Komplek Perguruan Muhammadiyah Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (27/5/2026). Kegiatan yang diikuti warga Muhammadiyah dan masyarakat umum tersebut berlangsung khidmat serta penuh nuansa ukhuwah Islamiyah. Bertindak sebagai imam dan khatib, Dr. H. Suwoko, S.E., M.M menyampaikan khutbah bertajuk “Kemanusiaan dan Spirit Ibadah Haji”. […]

  • Pelatihan Dai Pelajar Muhammadiyah III PW IPM DKI Jakarta: Wujudkan Resiliensi Dai Masa Kini

    Pelatihan Dai Pelajar Muhammadiyah III PW IPM DKI Jakarta: Wujudkan Resiliensi Dai Masa Kini

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 44
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) DKI Jakarta sukses menyelenggarakan Pelatihan Dai Pelajar Muhammadiyah III dengan tema “Resiliensi Dai Masa Kini, Wujudkan Aksentuasi Gerakan Dakwah Pelajar Berkemajuan”. Kegiatan ini berlangsung pada 17–21 September 2025 di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi DKI Jakarta. Sebanyak 30 peserta pilihan dari kader pelajar Muhammadiyah […]

  • Instruktur Menyenangkan, Perkaderan Menggembirakan

    Instruktur Menyenangkan, Perkaderan Menggembirakan

    • calendar_month Kamis, 2 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.607
    • 0Komentar

    Oleh: Ulinnuha Ardhaniswari* Perkaderan merupakan suatu hal yang tidak luput dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), bahkan tidak bisa dilepaskan ketika kita ber-IMM atau masuk ke dunia IMM. IMM sendiri adalah organisasi mahasiswa islam yang menaungi di dalam tiga ranah gerak atau yang biasa disebut dengan ‘Trilogi IMM’. Trilogi IMM adalah keagamaan, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan seperti […]

  • Sehari Menjadi Apoteker, Siswa-Siswi SD Muhammadiyah Trayu Belajar Meracik Obat dan Memilih Jajanan Sehat

    Sehari Menjadi Apoteker, Siswa-Siswi SD Muhammadiyah Trayu Belajar Meracik Obat dan Memilih Jajanan Sehat

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Oleh: Ali Muthahari, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Indonesia Suasana berbeda terasa di SD Muhammadiyah Trayu pada Rabu pagi itu. Anak-anak berseragam putih merah tampak antusias memainkan peran baru: bukan lagi sebagai murid, melainkan sebagai seorang apotekar. Mereka belajar meracik obat, mengenali jenis-jenisnya, hingga memilah makanan sehat dan tidak sehat. Kegiatan ini […]

expand_less