BeritaInspirasi

Dosen UMY Latih Profesionalisme Berbasis Keislaman bagi Mahasiswa Keperawatan UMKLA

KABARMUH.ID, KLATEN – Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberikan pelatihan profesionalisme berbasis nilai-nilai Islam kepada 88 mahasiswa Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) pada Jumat (24/4/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat identitas profesional calon perawat Muslim sekaligus membekali mahasiswa menghadapi tantangan dunia pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat UMY yang berfokus pada penguatan profesionalisme keperawatan sejak masa pendidikan. Mahasiswa memperoleh materi mengenai etika profesi, keselamatan pasien, kualitas pelayanan kesehatan, hingga pembentukan karakter perawat yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Dosen Ilmu Keperawatan UMY, Ns. Wulan Noviani, MM., M.Kep., PhD, menjelaskan bahwa profesionalisme perawat harus dibangun sejak awal mahasiswa memasuki pendidikan keperawatan melalui proses sosialisasi profesional yang berkesinambungan.

“Pengajaran profesionalisme keperawatan merupakan aspek penting yang harus difasilitasi oleh institusi pendidikan untuk memperkuat identitas profesional sebagai perawat Muslim,” jelas Wulan.

Menurutnya, kebutuhan akan pendidikan profesionalisme semakin mendesak di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perawat generasi muda. Saat ini, banyak lulusan baru dari Generasi Z mengalami kesulitan dalam proses transisi menuju dunia kerja, mulai dari kurangnya rasa percaya diri, komunikasi yang belum efektif, hingga kebingungan dalam menjalankan berbagai peran sebagai tenaga kesehatan profesional. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan apabila tidak diantisipasi melalui pembinaan sejak masa pendidikan.

Selain itu, fenomena pelanggaran etika profesi dan penyalahgunaan media sosial oleh sebagian tenaga kesehatan juga menjadi alasan pentingnya penguatan profesionalisme berbasis nilai-nilai Islam. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk karakter perawat yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab, serta akhlak yang baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti pembelajaran melalui berbagai metode inovatif seperti studi kasus, diskusi kelompok, simulasi, video edukasi, problem-based learning, serta penyusunan identitas profesional sebagai perawat Muslim. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan perkembangan dunia keperawatan modern, termasuk peluang karier di bidang pendidikan, rumah sakit, industri, militer, hingga kesempatan bekerja di luar negeri seperti Jerman, Belanda, dan Arab Saudi. Materi tersebut turut membahas perkembangan teknologi kesehatan, robotika, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mulai berperan dalam praktik keperawatan masa depan.

Pelatihan ini mengintegrasikan pendekatan ilmiah dalam Nursing Education dengan nilai-nilai Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Materi tidak hanya disampaikan dalam bentuk teori, tetapi juga diarahkan pada implementasi perilaku profesional dalam praktik keperawatan sehari-hari sehingga lulusan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) memiliki karakteristik yang membedakan mereka dengan lulusan institusi lain.

Dr. Imam Suprabowo, S.Sos.I., M.Pd.I., menegaskan bahwa identitas profesional sebagai perawat Muslim merupakan salah satu ciri utama lulusan PTMA. Menurutnya, penguatan branding profesi perlu dibangun sejak mahasiswa menempuh pendidikan agar memiliki pemahaman yang kuat mengenai jati diri profesinya sekaligus mampu memberikan pelayanan kesehatan yang beretika dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari dosen Keperawatan UMKLA, Ns. Devi, yang menilai pelatihan ini menjadi implementasi nyata kerja sama antara UMY dan UMKLA dalam bidang pendidikan serta pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap kolaborasi kedua perguruan tinggi dapat terus berkembang melalui penelitian bersama maupun kerja sama internasional di masa mendatang.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa, tim pengabdian masyarakat UMY juga menyerahkan hibah berupa nursing kit yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan praktik dan pengabdian masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan semakin mendukung mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan klinis sekaligus memperkuat identitas profesional sebagai calon perawat Muslim yang unggul dan berintegritas.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button