FAI UMS dan PCIM Kairo Mesir Gelar Pelatihan Analisis Bibliometrik, Perkuat Kompetensi Riset Mahasiswa Al-Azhar
- account_circle Unaise Albunayya
- calendar_month 55 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ menjalin kolaborasi strategis dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kairo, Mesir, untuk menyelenggarakan Pelatihan Analisis Bibliometrik dalam Bidang Islamic Studies.
Pelatihan ini melibatkan tim ahli dari FAI UMS, dengan Dr. Kharis Nugroho, Lc., M.Ud., bertindak selaku ketua tim, didampingi oleh Muhamad Subhi Apriantoro, Lc., M.H., Asrizal Mustofa, Lc., M.A., serta Dr. Hakimuddin Salim, Lc., M.A.
Kegiatan ini secara khusus dirancang untuk memperkuat kapasitas riset dan publikasi ilmiah para mahasiswa Universitas Al-Azhar yang tergabung di dalam lingkungan PCIM Kairo. Di samping itu, program pelatihan ini bertujuan untuk membekali seluruh peserta dengan keterampilan analisis literatur ilmiah yang berbasis teknologi digital, guna menjawab berbagai tuntutan perkembangan riset kontemporer dewasa ini.
Rangkaian kegiatan edukatif ini diselenggarakan dengan sistem hybrid, memadukan pendekatan daring (online) dan luring (offline), yang berlangsung sejak tanggal 27 September hingga 3 Oktober 2026. Pada tahapan persiapan, peserta diarahkan untuk menginstal serta menyiapkan sejumlah perangkat lunak pendukung penelitian.
Perangkat utama tersebut meliputi Mendeley Desktop, VOSviewer, dan aplikasi R. Lebih dari itu, peserta juga difasilitasi untuk memanfaatkan akses pangkalan data Scopus yang secara khusus disediakan oleh tim dari UMS. Persiapan teknis yang matang ini menjadi fondasi krusial agar peserta mampu mengikuti seluruh tahapan analisis bibliometrik secara jauh lebih efektif dan komprehensif.
Dr. Kharis Nugroho, Lc., M.Ud., selaku ketua tim menjelaskan bahwa pelatihan ini memadukan penguasaan metode bibliometrik.
“Pelatihan ini memadukan penguasaan metode bibliometrik, teknik pengolahan data publikasi, visualisasi jaringan penelitian, hingga pada tahap pendampingan penyusunan naskah artikel ilmiah. Dalam sesi daring, materi yang disampaikan berfokus pada pengantar mengenai signifikansi publikasi ilmiah bagi pengembangan akademik, manajemen dataset, analisis dokumen menggunakan perangkat R atau Biblioshiny, analisis jejaring menggunakan VOSviewer, serta panduan penyusunan diagram alir PRISMA,” ungkapnya, Rabu, (28/10/2026).
Sementara itu, sesi luring lebih menitikberatkan pada praktik langsung, interpretasi data bibliometrik, serta pengembangan naskah artikel. Peserta dibekali materi seputar penyusunan bagian metode, penulisan pendahuluan, hingga mengikuti klinik draf artikel dengan format Introduction, Methods, Results, and Discussion (IMRaD).
“Pemanfaatan instrumen teknologi digital menjadi sorotan utama dalam mendukung riset studi Islam ini. Mendeley diaplikasikan untuk menunjang pengelolaan referensi yang terstruktur, Scopus dioptimalkan sebagai sumber basis data publikasi ilmiah, R dan Biblioshiny diberdayakan untuk pengolahan serta analisis bibliometrik, sementara VOSviewer difungsikan untuk memvisualisasikan jejaring penelitian yang kompleks,” tambahnya.
Terakhir, Kharis menegaskan bahwa melalui instrumen ini, peneliti dapat memetakan tren kajian, hubungan antarkata kunci, hingga menelaah pola kolaborasi antar penulis.
“Melalui instrumen ini, peneliti dapat memetakan tren kajian, hubungan antarkata kunci, hingga menelaah pola kolaborasi antar penulis. Visualisasi jejaring tersebut sangat krusial dalam mengidentifikasi tema-tema riset yang sudah banyak dikaji sekaligus mencari peluang celah penelitian yang masih terbuka lebar demi merumuskan sebuah kebaruan (novelty) akademik,” pungkasnya.
Dr. Kharis Nugroho, Lc., M.Ud., turut menegaskan pentingnya mahasiswa di Al-Azhar untuk membaca tren riset sistematis berbasis data. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Dr. Hakimuddin Salim, Lc., M.A., yang mengingatkan bahwa mahasiswa alumni Timur Tengah wajib memiliki metodologi riset yang mapan, tidak sekadar menguasai turats.
Muhamad Subhi Apriantoro, Lc., M.H., selaku pemateri utama dalam sesi daring, memberikan penekanan kuat pada urgensi membangun tradisi penelitian yang inovatif, sistematis, dan solutif. Ia menyoroti fenomena riset mahasiswa yang kerap terjebak pada pengulangan tema lama dan hanya mengubah variabel, objek, maupun periode penelitian.

“Jika kita terus mengulang penelitian yang telah dilakukan orang lain, kontribusi yang dihasilkan menjadi terbatas,” jelasnya.
Subhi mengutarakan gagasan bahwa satu orang mahasiswa seyogianya mampu menghadirkan satu solusi baru untuk bangsa Indonesia.
“Bibliometrik sebagai peta navigasi literatur yang memungkinkan peneliti menemukan jalur kajian paling relevan tanpa harus membaca seluruh teks di tahap awal, melainkan cukup memanfaatkan eksplorasi metadata,” katanya.
Lebih jauh, Subhi menggarisbawahi bahwa penguasaan literatur klasik atau turats yang menjadi ciri khas mahasiswa Al-Azhar merupakan modal akademik yang luar biasa. Namun, modal tersebut mutlak harus diintegrasikan dengan kecakapan metodologi riset yang modern.
“Pemahaman keislaman substansial dan kemampuan metodologis sejatinya saling melengkapi untuk menghasilkan riset yang kokoh. Oleh karenanya, mahasiswa terus didorong untuk berkolaborasi dengan akademisi senior dalam merangkai portofolio publikasi sejak usia muda,” tambahnya.
Memasuki sesi berikutnya, sesi luring dipimpin secara langsung oleh Dr. Kharis Nugroho, Lc., M.Ud., di Markaz Dakwah PCIM Kairo, Mesir.
Para peserta menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi saat mempraktikkan berbagai langkah visualisasi data secara konkret, mulai dari tahap penentuan tema kajian, penyaringan dan analisis data, hingga tahap visualisasi komprehensif menggunakan perangkat lunak Excel, VOSviewer, dan aplikasi Biblioshiny.
“Sinergi yang terbangun erat antara institusi FAI UMS dan PCIM Kairo ini menargetkan pencapaian penguasaan kompetensi riset yang paripurna, dengan harapan besar mampu menghasilkan draf artikel ilmiah yang memenuhi standar ketat jurnal internasional bereputasi,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua PCIM Mesir, Imbatsani Fakhrul Muttaqin, Lc., menyatakan apresiasi mendalam dan menaruh harapan besar agar mahasiswa lebih produktif menghasilkan jurnal ilmiah yang bermanfaat luas.
“Terima kasih atas program pelatihan ini, dan berharap agar teman-teman PCIM bisa lebih aktif lagi dalam aktivitas ilmiah, menghasilkan jurnal-jurnal ilmiah, dan membuat tulisan-tulisan esai yang membawa kebermanfaatan bagi kita semua,” ujarnya.
Kolaborasi strategis ini pada hakikatnya tidak sekadar meningkatkan kapasitas penguasaan teknologi analisis literatur, melainkan turut memperkokoh fondasi budaya akademik yang jauh lebih adaptif, inovatif, dan produktif. Lebih dari itu, langkah nyata ini berperan krusial dalam memperluas serta memperkuat jejaring keilmuan lintas negara antara akademisi di Indonesia dan mahasiswa di Mesir, demi mendorong kemajuan serta relevansi kajian Islam di kancah global. (Adi/Humas)
- Penulis: Unaise Albunayya
- Editor: Arina Shofiyyata
- Sumber: https://kabarmuh.id/fai-ums-dan-pcim-kairo-mesir-gelar-pelatihan-analisis-bibliometrik-perkuat-kompetensi-riset-mahasiswa-al-azhar
