Teknik Mesin UMS Perkuat Inovasi Material Berkelanjutan melalui Seminar Internasional ICOAMS 2026
- account_circle Choiril Amirah Farida
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Inovasi material berkelanjutan menjadi salah satu kunci dalam menjawab tantangan global, mulai dari transisi energi, perubahan iklim, hingga ketahanan pangan dan air bersih. Upaya pengembangan material yang ramah lingkungan dan aplikatif di industri tersebut dibahas dalam The 9th International Conference on Advanced Materials Science (ICOAMS) 2026 yang diselenggarakan Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Seminar internasional tahunan ini berlangsung di Ruang Seminar Lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah UMS. Mengusung tema “Innovate Materials, Transform Future, Together for a Sustainable World”, konferensi tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi untuk bertukar gagasan serta memperkuat kolaborasi dalam pengembangan teknologi material berkelanjutan.
Ketua panitia sekaligus Ketua Program Studi Teknik Mesin UMS, Prof. Agus Dwi Anggono, Ph.D., menyampaikan bahwa ICOAMS menjadi wadah strategis untuk mendorong pertukaran pengetahuan dan memperkuat kolaborasi lintas disiplin dalam pengembangan ilmu material.
“Sebanyak 29 paper ilmiah berkualitas telah diterima melalui proses peninjauan oleh reviewer. Seluruh makalah akan dipresentasikan dan dipublikasikan melalui konferensi ini,” ungkapnya, Senin, (26/10/2026).
Agus juga menyampaikan apresiasi kepada Trans Tech Publications selaku mitra publikasi internasional, para pembicara utama, reviewer, serta panitia yang telah mendukung penyelenggaraan ICOAMS 2026.
“Melalui ICOAMS 2026, kami berharap pengembangan ilmu material semakin mendorong terbentuknya jejaring ilmiah internasional, membuka peluang kolaborasi penelitian lintas negara, serta menghasilkan inovasi yang aplikatif. Upaya ini sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan,” imbuhnya.
Konferensi ini turut dihadiri Wakil Dekan II Fakultas Teknik UMS, Wisnu Setiawan, Ph.D., serta menghadirkan dua pembicara utama, yakni Ir. Turnad Lenggo Ginta, Ph.D., peneliti senior dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia, dan Prof. Muhammad Rasidi bin Ibrahim dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM).

Ir. Turnad Lenggo Ginta dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia
Dalam pemaparannya, Turnad menyoroti pentingnya inovasi material untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan energi, penanganan perubahan iklim, pengelolaan sumber daya alam, serta penguatan ketahanan pangan dan air bersih.
Ia menguraikan empat fokus pengembangan material berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045, meliputi pengembangan material untuk energi berkelanjutan, material ramah lingkungan, penerapan ekonomi sirkular, serta penguatan ketahanan air dan pangan.
Menurut Turnad, keberhasilan inovasi tidak cukup diukur dari capaian penelitian di laboratorium, tetapi juga dari kemampuan teknologi untuk diterapkan dan memberikan dampak nyata.
“Inovasi tidak cukup diukur dari tingginya hasil penelitian di laboratorium. Teknologi yang dikembangkan harus mampu diterapkan dalam industri, memiliki manfaat lingkungan yang terukur, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Prof. Muhammad Rasidi bin Ibrahim memaparkan materi bertajuk Advanced Material Science and Future Technologies. Ia menjelaskan bahwa perkembangan ilmu material maju berperan penting dalam mendorong lahirnya teknologi masa depan.
Pemanfaatan material generasi baru, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan teknologi manufaktur berkelanjutan dinilai mampu meningkatkan efisiensi industri sekaligus menjawab tantangan global. Pengembangan teknologi tersebut juga perlu mempertimbangkan aspek ekonomi, efisiensi penggunaan sumber daya, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Inovasi material masa depan tidak hanya berfokus pada kemajuan teknologi, tetapi juga harus memperhatikan ekonomi, efisiensi sumber daya, dan tanggung jawab lingkungan demi menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan pada 22 Oktober 2026 tersebut dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti peserta secara luring maupun daring melalui Zoom Meeting. Interaksi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk bertukar perspektif dan memperdalam pembahasan mengenai perkembangan ilmu material serta penerapannya dalam berbagai sektor. (Bwj261/Fika/Humas)
Editor: Choiril Amirah Farida
- Penulis: Choiril Amirah Farida
