Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mahasiswa UMS Sabet Juara 2 Nasional Lewat Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini

Mahasiswa UMS Sabet Juara 2 Nasional Lewat Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim Sobat Ceria yang terdiri dari Deswita Winna Irshandy, Fatimah Azzahroh, dan Meisya Haya Anaswa mahasiswa angkatan 2023, berhasil meraih Juara 2 Kategori Jasa dan Perdagangan dalam ajang Expo dan Kompetisi Kewirausahaan Nasional (EKKN) ke-4 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Tidar (UNTIDAR), Magelang.

EKKN ke-4 Tahun 2026 merupakan ajang kewirausahaan mahasiswa berskala nasional yang mengusung tema “Dari Lokal untuk Nasional: Wirausaha Mahasiswa Menuju Masyarakat Madani”. Kegiatan ini menghadirkan berbagai rangkaian acara, mulai dari gelar produk, pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah  (UMKM), hingga kompetisi wirausaha mahasiswa yang diikuti oleh ratusan perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia.

Tim Sobat Ceria hadir dengan inovasi layanan stimulasi tumbuh kembang dan pendidikan anak usia dini yang inklusif. Program ini berfokus pada metode play-based learning atau belajar melalui bermain, mindfulness, serta kolaborasi intensif dengan keluarga melalui pendekatan family co-creation. Melalui pendekatan tersebut, anak-anak diharapkan dapat berkembang secara optimal baik dari aspek kognitif, emosional, maupun sosial.

Deswita Winna Irshandy menjelaskan bahwa lahirnya Sobat Ceria didorong oleh kepedulian tim terhadap dunia pendidikan dan tumbuh kembang anak.

“Pendidikan inklusif dan ruang aman untuk tumbuh kembang merupakan hak bagi semua anak. Kami melihat masih terbatasnya ruang stimulasi yang memadukan pendekatan mindfulness serta minimnya ruang kolaborasi aktif antara anak dan orang tua, terutama di era digital saat ini. Karena itu, Sobat Ceria hadir sebagai solusi yang menghubungkan kebutuhan anak dan keluarga dalam satu program yang terintegrasi,” ujarnya, Rabu, (17/6/2026).

Dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi nasional tersebut, tim Sobat Ceria menjalani berbagai tahapan persiapan secara intensif. Mereka mengikuti program kewirausahaan, menyusun materi pitching, mempersiapkan gelar produk, serta melakukan uji coba program secara berkelanjutan. Selain itu, tim juga menyiapkan rekapitulasi keuangan, cash flow, dan omzet dari usaha yang telah berjalan sebagai bentuk kesiapan dalam aspek bisnis.

Meski demikian, perjalanan menuju prestasi tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah menyelaraskan konsep pendidikan inklusif agar dapat berkembang menjadi model bisnis yang berkelanjutan dan tidak hanya dipandang sebagai layanan sosial semata.

“Kami berusaha menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan Family Co-Creation yang menargetkan orang tua secara langsung. Model ini membuat layanan kami memiliki nilai jual yang jelas, terstruktur, edukatif, sekaligus tetap memberikan dampak sosial yang kuat,” terang Deswita.

Mahasiswa Prodi PG-PAUD FKIP UMS, (dari kiri) Deswita Winna Irshandy, Fatimah Azzahroh, dan Meisya Haya Anaswa

Keunggulan utama Sobat Ceria terletak pada pendekatan holistik yang menggabungkan play-based learning, mindfulness, dan pelibatan aktif orang tua dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini menjadikan layanan tersebut inklusif karena mampu merangkul seluruh anak tanpa membatasi latar belakang maupun kondisi mereka, termasuk anak berkebutuhan khusus, dalam satu kegiatan yang menyenangkan dan bermakna.

Inovasi tersebut mendapat respons positif dari dewan juri maupun peserta lain selama kompetisi berlangsung. Program mindfulness yang dikembangkan dinilai mampu menumbuhkan kesadaran pada anak maupun orang tua, sementara pendekatan family co-creation dianggap relevan dalam mendukung stimulasi tumbuh kembang anak di masa kini.

Prestasi yang diraih tim Sobat Ceria juga tidak terlepas dari dukungan Universitas Muhammadiyah Surakarta melalui Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta-Inovasi (DKPTI). Dukungan tersebut diwujudkan melalui fasilitasi pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) serta pendampingan yang intensif. Tim Sobat Ceria juga mendapatkan bimbingan dari dosen ahli, Dr. Choiriyah Widyasari, S.Psi., M.Psi.

Melalui layanan yang dikembangkan, Sobat Ceria berhasil menciptakan ruang belajar yang aman dan efektif bagi anak. Program ini membantu orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang emosional dan sosial anak secara tepat, sekaligus menanamkan nilai adab dan literasi digital sejak usia dini melalui metode pembelajaran yang menyenangkan.

Setelah meraih Juara 2 tingkat nasional, tim Sobat Ceria menargetkan pengembangan layanan yang lebih luas melalui pemanfaatan platform digital. Selain itu, mereka juga berencana memperkuat modul pembelajaran berjenjang serta menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga pendidikan anak usia dini agar manfaat program dapat menjangkau lebih banyak keluarga di Indonesia.

Deswita berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berani memulai usaha sejak dini.

“Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa FKIP UMS dan program studi lainnya memiliki potensi besar untuk menciptakan perubahan melalui inovasi. Jangan ragu memulai wirausaha sedini mungkin, dan jadikan nilai kebermanfaatan sosial sebagai motor penggerak utama dalam menjalankan bisnis,” pungkasnya. (Adi/Humas)

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hangatnya Kajian Ahad Pagi Masjid Istiqlal bumiayu: Dari Tadabbur Musibah hingga Sarapan Bersama Jamaah

    Hangatnya Kajian Ahad Pagi Masjid Istiqlal bumiayu: Dari Tadabbur Musibah hingga Sarapan Bersama Jamaah

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 49
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bumiayu-Brebes || Subuh baru saja usai, namun Masjid Istiqlal PRM Dukuturi Bumiayu, Brebes, sudah penuh sesak. Ratusan jamaah dari berbagai penjuru datang berbondong-bondong. Dua lantai masjid terisi penuh, bahkan halaman pun tak luput dari saf jamaah yang ingin mengikuti Kajian Rutin Ahad Pagi, Ahad (14/9/2025). Kajian Ahad pagi kali ini yang berlangsung sejak pukul […]

  • Pendidikan Parenting dalam Surah Luqman ayat 13-19

    Pendidikan Parenting dalam Surah Luqman ayat 13-19

    • calendar_month Rabu, 24 Apr 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 981
    • 0Komentar

    Oleh: Fajry Annur, Mahasiswa FKIP UMS Sebagai anak muda yang baru mengenal dan belajar parenting, rasanya belajar langsung dari surah Luqman ini merupakan sebuah paket sederhana dan ringan untuk dipahami serta dipelajari. Karena belajar pola asuh ini sejatinya agak tricky. Akan tetapi, jika melihat dari surah Luqman ini sendiri kita akan diberikan gambaran umum secara […]

  • Prof. Harun Joko Prayitno Akhiri Tugas Plt. Kepala LLDIKTI VI, Torehkan Implementasi PTS Berdampak

    Prof. Harun Joko Prayitno Akhiri Tugas Plt. Kepala LLDIKTI VI, Torehkan Implementasi PTS Berdampak

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 53
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SEMARANG – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum, resmi mengakhiri tugasnya sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah pada Selasa (5/8). Selama tiga bulan menjabat, Harun berhasil mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan tinggi, termasuk menambah jumlah institusi dan program studi terakreditasi unggul. […]

  • Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi: Belajar dari Valencia, Bersiap di Lampung

    Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi: Belajar dari Valencia, Bersiap di Lampung

    • calendar_month Minggu, 22 Des 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. Satrio Budi Wibowo, M.A, Ketua MDMC Wilayah Lampung Kita semua terkejut, khawatir, dan bahkan merasa miris. Cuaca kini tak lagi bisa diprediksi, dan musim seolah berubah tanpa aturan. Ini bukan sekadar perubahan yang kita alami, melainkan fenomena nyata yang menggambarkan betapa tak terduganya bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi di seluruh dunia. […]

  • Dari Vakum Menuju Bergerak: Perjalanan Rudi Membangun Muhammadiyah Mentawai

    Dari Vakum Menuju Bergerak: Perjalanan Rudi Membangun Muhammadiyah Mentawai

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Kepulauan Mentawai dikenal sebagai wilayah kepulauan dengan tantangan geografis yang tidak ringan. Akses transportasi terbatas, jarak antarpulau berjauhan, jaringan komunikasi belum merata, serta kondisi umat Islam sebagai minoritas menjadi realitas sehari-hari. Dalam situasi seperti inilah Muhammadiyah dituntut untuk tidak sekadar hadir sebagai organisasi, tetapi benar-benar hidup dan berperan bagi umat. Tantangan itulah yang kini dihadapi […]

  • Gagas Pariwisata Lewat Arsitektur, Alumni UMS Ini Sukses Jadi Duta Wisata Wonogiri 2025

    Gagas Pariwisata Lewat Arsitektur, Alumni UMS Ini Sukses Jadi Duta Wisata Wonogiri 2025

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 49
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Dinda Satriya Utama, S.Ars, alumni Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil meraih gelar Duta Wisata Wonogiri 2025. Pria kelahiran Wonogiri ini membuktikan bahwa latar belakang akademik di bidang arsitektur tidak menghalangi kontribusi dalam sektor pariwisata. Kecintaan Dinda terhadap Wonogiri telah tumbuh sejak lama. Ia mulai tertarik mengikuti ajang Duta Wisata […]

expand_less