Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gelar Literary Celebration 2.0, FKIP UMS Teguhkan Eco-Theology melalui Sastra

Gelar Literary Celebration 2.0, FKIP UMS Teguhkan Eco-Theology melalui Sastra

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
  • visibility 71
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Konsep eco-theology mungkin asing bagi sebagian orang. Eco-theology menggarisbawahi relasi manusia, alam, dan Tuhan yang saling terhubung. Lantas bagaimana bila konsep ini dituangkan ke dalam karya sastra?

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjawab pertanyaan itu lewat pentas Literary Celebration 2.0. Mereka menjadikan eco-theology sebagai benang merah karya sastra dan film yang ditampilkan dalam pagelaran itu.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Dr. Titis Setyabudi, S.S., M.A. menuturkan Literary Celebration 2.0 menjadi ruang temu sastra, spiritualitas Islam, dan kesadaran ekologis. Ketiga poin itu terangkum dalam tema “Rakai Lumia: Islamic Planetary”.

“Ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan perspektif eco-theology dalam pembelajaran dan apresiasi sastra,” ujar Titis, Kamis (25/12).

“Rakai Lumia” bermakna penjaga atau penguasa cahaya. Simbolisasi pencerahan, tanggung jawab etis, dan kesadaran moral manusia. Sementara “Islamic Planetary” merepresentasikan pandangan kosmik Islam yang memosisikan manusia sebagai khalifah di bumi. Pendekatan ini menempatkan manusia bukan sebagai penguasa eksploitatif, melainkan sebagai penjaga keseimbangan ciptaan Tuhan.

Dengan konsep demikian, Titis mengatakan kerusakan lingkungan tidak hanya dipandang sebagai persoalan ekologis, tetapi juga sebagai kegagalan spiritual manusia dalam menjalankan amanah ilahiah.

Mahasiswa diajak untuk membaca ulang naskah sastra dan realitas lingkungan melalui kacamata etika Islam, nilai rahmat semesta alam, serta kesadaran akan keberlanjutan planet. “Pendekatan ini menjadikan sastra sebagai medium dakwah kultural yang lembut, reflektif, dan kontekstual,” imbuh Titis.

Titis menyebut pementasan pembacaan puisi dan cerita fiksi dalam kegiatan ini menjadi ajang artistik sekaligus praktik kesadaran ekologis. Puisi-puisi yang dibacakan banyak menyinggung relasi manusia dan alam, kerusakan lingkungan, kehilangan harmoni kosmik, serta kerinduan akan keseimbangan spiritual. Bahasa metafora dan simbolik digunakan untuk menyampaikan kritik ekologis tanpa kehilangan keindahan estetika.  Cerita fiksi yang dipentaskan menghadirkan narasi tentang konflik antara kepentingan manusia dan kelestarian alam.

Para peserta Literary Celebration 2.0

Pementasan itu juga menawarkan refleksi etis berbasis nilai keislaman. Tokoh-tokoh dalam cerita digambarkan bergulat dengan pilihan moral, antara eksploitasi dan tanggung jawab atau antara keserakahan dan amanah.

Gelaran Literary Celebration 2.0 mempertontonkan film pendek karya mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UMS. Terdapat 10 karya yang dibuat oleh mahasiswa. Menurut Titis, karya film tersebut memperkuat pesan eco-theology melalui visualisasi yang kuat.

“Alam ditampilkan bukan sekadar latar, melainkan sebagai subjek yang memiliki nilai intrinsik. Melalui medium audiovisual, mahasiswa menegaskan bahwa krisis lingkungan menuntut perubahan cara pandang manusia terhadap alam dan Tuhan,” ujar dia.

Pengampu mata kuliah Poetry and Fiction, Dr. Phil. Dewi Candraningrum, menyatakan sastra merupakan cara mahasiswa untuk menyuarakan keresahan akibat krisis ekologis yang masif. Literary Celebration 2.0 mendorong mahasiswa untuk melihat sastra sebagai ruang etis dan spiritual.

“Sastra tidak berdiri di ruang hampa. Ia berkelindan dengan iman, ekologi, dan kemanusiaan. Melalui karya, mahasiswa belajar menyuarakan kegelisahan ekologis sekaligus harapan,” jelasnya.

Sastrawan asal Pakistan, Rehan Zayer Sabir, berkesempatan menjadi juri utama dalam pementasan sastra kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan integrasi nilai keislaman dan kepedulian lingkungan melalui sastra merupakan bentuk pendidikan yang relevan dengan tantangan global saat ini.

“Krisis lingkungan sejatinya juga merupakan krisis moral dan spiritual. Sastra mampu menjadi medium reflektif untuk membangun kesadaran tersebut,” tegas Rehan.

Selain mahasiswa, acara yang digelar di Auditorium Mohammad Djazman pada 15-16 Desember 2025 lalu itu juga dihadiri oleh pelajar dan perwakilan guru SMA, SMK, dan MA se-Solo Raya. Menurut pengampu mata kuliah Literary Appreciation, Dr. M. Thoyibi, kehadiran para pendidik dan pelajar ini membuka ruang dialog tentang pembelajaran sastra yang berorientasi pada nilai dan keberlanjutan.

“Mahasiswa tidak hanya belajar mengapresiasi sastra, tetapi juga membangun kesadaran etis sebagai calon pendidik. Perspektif eco-theology ini penting untuk membentuk kepekaan sosial dan spiritual generasi muda,” kata Thoyibi.

Pengembangan sastra sebagai metode pembelajaran yang relevan terhadap isu krisis lingkungan dan spiritualitas penting dilakukan. Dengan pendekatan tersebut, manusia akan memiliki kepekaan estetika, sekaligus menuntun umat untuk hidup selaras dengan alam sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan. (Gede/Humas)

Editor: Farhan Shiddiq

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konkretkan Gerakan:  Pengukuhan PCPM Grogol 2024-2028 Siap Berjuang dan Berdakwah

    Konkretkan Gerakan: Pengukuhan PCPM Grogol 2024-2028 Siap Berjuang dan Berdakwah

    • calendar_month Senin, 9 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 133
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo. Pengukuhan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Grogol periode 2024-2028 dilaksanakan dengan penuh khidmat pada Ahad, 8 Desember 2024. Bertempat di Kanggee Resto Sukoharjo, acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh Muhammadiyah serta perwakilan berbagai Ortom dan Organisasi Pemuda Grogol. Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sukoharjo. Ino Setiyawan, Ketua Bidang Olahraga […]

  • Festival Anak Sholeh (FANS) 7: SD Muhammadiyah Bandar Jaya Tumbuhkan Semangat Berprestasi Sejak Dini

    Festival Anak Sholeh (FANS) 7: SD Muhammadiyah Bandar Jaya Tumbuhkan Semangat Berprestasi Sejak Dini

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 55
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, BANDAR JAYA — SD Muhammadiyah Bandar Jaya kembali menggelar Festival Anak Sholeh (FANS) ke-7 pada Sabtu (14/2/2026). Kegiatan tahunan ini diikuti lebih dari 200 peserta yang berasal dari KOBER, PAUD, dan TK se-Kecamatan Terbanggi Besar. Festival yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus wahana pengembangan bakat dan minat anak-anak usia dini. […]

  • Expo CRM Unggulan Jawa Tengah, Stand Asy-Syifa’ Raih 9 Santri Inden

    Expo CRM Unggulan Jawa Tengah, Stand Asy-Syifa’ Raih 9 Santri Inden

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 80
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jepara – Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa’ Muhammadiyah Blimbingrejo juga ikut mengambil bagian dalam memeriahkan Expo CRM Unggulan Jawa Tengah melalui stand informasi dan berbagai kegiatan yang menarik perhatian masyarakat. ​Antusiasme pengunjung terlihat dari banyaknya orang tua yang datang untuk mencari informasi mengenai program pendidikan dan penerimaan santri baru. Tidak hanya itu, anak-anak juga turut […]

  • IMM Bahas Peran Psikologi Sosial dalam Mengawal Kebijakan dan Dinamika Politik Terhadap Kesejahteraan Psikologis Masyarakat dalam Sesi Materi Umum di Magelang

    IMM Bahas Peran Psikologi Sosial dalam Mengawal Kebijakan dan Dinamika Politik Terhadap Kesejahteraan Psikologis Masyarakat dalam Sesi Materi Umum di Magelang

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 59
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, MAGELANG — Hari kedua sesi materi umum menghadirkan Yayah Khisbiyah dengan tema “Peran Psikologi Sosial dalam Mengawal Kebijakan dan Dinamika Politik terhadap Kesejahteraan Psikologis Masyarakat”. Kegiatan ini diikuti oleh kader dan peserta IMM Jawa Tengah dan DIY sebagai bagian dari penguatan kapasitas intelektual serta kesehatan psikologis generasi muda. (23/5/26) Kegiatan yang dilaksanakan di Magelang […]

  • Cerdaskan Umat Lewat Filantropi Keagamaan, Kemenag dan Lazismu Siap Kolaborasi Melalui Pelatihan Keagamaan Berkelanjutan

    Cerdaskan Umat Lewat Filantropi Keagamaan, Kemenag dan Lazismu Siap Kolaborasi Melalui Pelatihan Keagamaan Berkelanjutan

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 159
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, JAKARTA – Urusan keagamaan bertalian erat dengan umat dan kebutuhannya yang perlu dijawab dengan pelayanan yang mencerdaskan. Untuk menjawab kebutuhan itu, Kementerian Agama (Kemenag) perlu berkolaborasi dengan lembaga keagamaan dan organisasi keagamaan melalui pelatihan keagamaan berkelanjutan dengan pola kemitraan pemerintah dan masyarakat. Pendekatan yang mengedepankan kolaborasi antarumat beragama dan lintas organisasi keagamaan merupakan modal […]

  • Kabut Asap Jadi Ancaman, KKN UMRI dan Pemdes Buluh Rampai Gaungkan Gerakan Pakai Masker

    Kabut Asap Jadi Ancaman, KKN UMRI dan Pemdes Buluh Rampai Gaungkan Gerakan Pakai Masker

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 70
    • 0Komentar

    KABARUH.ID; BULUH RAMPAI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 143 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) bersama Pemerintah Desa Buluh Rampai mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah desa. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah menurunnya kualitas udara. Kondisi kabut asap yang terjadi menjadi perhatian bersama […]

expand_less