Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gelar Literary Celebration 2.0, FKIP UMS Teguhkan Eco-Theology melalui Sastra

Gelar Literary Celebration 2.0, FKIP UMS Teguhkan Eco-Theology melalui Sastra

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
  • visibility 95
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Konsep eco-theology mungkin asing bagi sebagian orang. Eco-theology menggarisbawahi relasi manusia, alam, dan Tuhan yang saling terhubung. Lantas bagaimana bila konsep ini dituangkan ke dalam karya sastra?

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjawab pertanyaan itu lewat pentas Literary Celebration 2.0. Mereka menjadikan eco-theology sebagai benang merah karya sastra dan film yang ditampilkan dalam pagelaran itu.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Dr. Titis Setyabudi, S.S., M.A. menuturkan Literary Celebration 2.0 menjadi ruang temu sastra, spiritualitas Islam, dan kesadaran ekologis. Ketiga poin itu terangkum dalam tema “Rakai Lumia: Islamic Planetary”.

“Ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan perspektif eco-theology dalam pembelajaran dan apresiasi sastra,” ujar Titis, Kamis (25/12).

“Rakai Lumia” bermakna penjaga atau penguasa cahaya. Simbolisasi pencerahan, tanggung jawab etis, dan kesadaran moral manusia. Sementara “Islamic Planetary” merepresentasikan pandangan kosmik Islam yang memosisikan manusia sebagai khalifah di bumi. Pendekatan ini menempatkan manusia bukan sebagai penguasa eksploitatif, melainkan sebagai penjaga keseimbangan ciptaan Tuhan.

Dengan konsep demikian, Titis mengatakan kerusakan lingkungan tidak hanya dipandang sebagai persoalan ekologis, tetapi juga sebagai kegagalan spiritual manusia dalam menjalankan amanah ilahiah.

Mahasiswa diajak untuk membaca ulang naskah sastra dan realitas lingkungan melalui kacamata etika Islam, nilai rahmat semesta alam, serta kesadaran akan keberlanjutan planet. “Pendekatan ini menjadikan sastra sebagai medium dakwah kultural yang lembut, reflektif, dan kontekstual,” imbuh Titis.

Titis menyebut pementasan pembacaan puisi dan cerita fiksi dalam kegiatan ini menjadi ajang artistik sekaligus praktik kesadaran ekologis. Puisi-puisi yang dibacakan banyak menyinggung relasi manusia dan alam, kerusakan lingkungan, kehilangan harmoni kosmik, serta kerinduan akan keseimbangan spiritual. Bahasa metafora dan simbolik digunakan untuk menyampaikan kritik ekologis tanpa kehilangan keindahan estetika.  Cerita fiksi yang dipentaskan menghadirkan narasi tentang konflik antara kepentingan manusia dan kelestarian alam.

Para peserta Literary Celebration 2.0

Pementasan itu juga menawarkan refleksi etis berbasis nilai keislaman. Tokoh-tokoh dalam cerita digambarkan bergulat dengan pilihan moral, antara eksploitasi dan tanggung jawab atau antara keserakahan dan amanah.

Gelaran Literary Celebration 2.0 mempertontonkan film pendek karya mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UMS. Terdapat 10 karya yang dibuat oleh mahasiswa. Menurut Titis, karya film tersebut memperkuat pesan eco-theology melalui visualisasi yang kuat.

“Alam ditampilkan bukan sekadar latar, melainkan sebagai subjek yang memiliki nilai intrinsik. Melalui medium audiovisual, mahasiswa menegaskan bahwa krisis lingkungan menuntut perubahan cara pandang manusia terhadap alam dan Tuhan,” ujar dia.

Pengampu mata kuliah Poetry and Fiction, Dr. Phil. Dewi Candraningrum, menyatakan sastra merupakan cara mahasiswa untuk menyuarakan keresahan akibat krisis ekologis yang masif. Literary Celebration 2.0 mendorong mahasiswa untuk melihat sastra sebagai ruang etis dan spiritual.

“Sastra tidak berdiri di ruang hampa. Ia berkelindan dengan iman, ekologi, dan kemanusiaan. Melalui karya, mahasiswa belajar menyuarakan kegelisahan ekologis sekaligus harapan,” jelasnya.

Sastrawan asal Pakistan, Rehan Zayer Sabir, berkesempatan menjadi juri utama dalam pementasan sastra kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan integrasi nilai keislaman dan kepedulian lingkungan melalui sastra merupakan bentuk pendidikan yang relevan dengan tantangan global saat ini.

“Krisis lingkungan sejatinya juga merupakan krisis moral dan spiritual. Sastra mampu menjadi medium reflektif untuk membangun kesadaran tersebut,” tegas Rehan.

Selain mahasiswa, acara yang digelar di Auditorium Mohammad Djazman pada 15-16 Desember 2025 lalu itu juga dihadiri oleh pelajar dan perwakilan guru SMA, SMK, dan MA se-Solo Raya. Menurut pengampu mata kuliah Literary Appreciation, Dr. M. Thoyibi, kehadiran para pendidik dan pelajar ini membuka ruang dialog tentang pembelajaran sastra yang berorientasi pada nilai dan keberlanjutan.

“Mahasiswa tidak hanya belajar mengapresiasi sastra, tetapi juga membangun kesadaran etis sebagai calon pendidik. Perspektif eco-theology ini penting untuk membentuk kepekaan sosial dan spiritual generasi muda,” kata Thoyibi.

Pengembangan sastra sebagai metode pembelajaran yang relevan terhadap isu krisis lingkungan dan spiritualitas penting dilakukan. Dengan pendekatan tersebut, manusia akan memiliki kepekaan estetika, sekaligus menuntun umat untuk hidup selaras dengan alam sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan. (Gede/Humas)

Editor: Farhan Shiddiq

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DikDasMen PP Muhammadiyah Dukung Kepala Sekolah Tulungagung Tingkatkan Mutu Pendidikan

    DikDasMen PP Muhammadiyah Dukung Kepala Sekolah Tulungagung Tingkatkan Mutu Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 70
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tulungagung – Dalam rangka pengembangan sekolah/madrasah Muhammadiyah, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (DikDasMen) dan Pendidikan NonFormal (PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tulungagung mengadakan kegiatan follow up bersama dengan tema “Pendampingan Penjaminan Mutu Sekolah dan Madrasah Muhammadiyah se-Tulungagung” pada Kamis (24/4/2025) di Aula Masjid Al-Fattah Tulungagung. Kegiatan ini diadakan sebagai follow up dari program Diksuspala […]

  • Bangun PAUD Ramah Anak, Tim UMS Perkuat Media Digital Storybook Anti-Perundungan

    Bangun PAUD Ramah Anak, Tim UMS Perkuat Media Digital Storybook Anti-Perundungan

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 94
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Upaya pencegahan perundungan perlu dimulai sejak usia dini melalui pembelajaran yang ramah anak dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Berangkat dari kepedulian terhadap fenomena tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menyelenggarakan program penguatan karakter anti-perundungan berbasis digital storybook bagi guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten […]

  • Mengukir Semangat Dakwah: IGABA Grogol dan Baitul Arqom di Wonderpark

    Mengukir Semangat Dakwah: IGABA Grogol dan Baitul Arqom di Wonderpark

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SUKOHARJO – Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Kecamatan Grogol sejumlah 31 peserta mengikuti kegiatan Baitul Arqom pada hari Sabtu -Ahad, 09-10 Agustus 2025. Acara ini di WonderPark Tawangmangu yang diselenggarakan oleh Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Grogol, dengan mengusung Tema “Baitul Arqom Sebagai Upaya Peneguhan Ideologi Kader ‘Aisyiyah dalam Mewujudkan […]

  • PAWAI TA’ARUF DAN BAZAR UMKM, SEMARKKAN PEMBUKAAN MUSYDA PD PEMUDA MUHAMMADIYAH DAN NASYIATUL AISYIYAH BANYUMAS

    PAWAI TA’ARUF DAN BAZAR UMKM, SEMARKKAN PEMBUKAAN MUSYDA PD PEMUDA MUHAMMADIYAH DAN NASYIATUL AISYIYAH BANYUMAS

    • calendar_month Senin, 27 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 371
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, Banyumas – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah Banyumas menggelar pawai ta’aruf dengan start-finish bertempat di SD Muhammadiyah Rawalo Banyumas dalam rangka menyambut Musyawarah Daerah, Sabtu (25/11/2023/11 Jumadil Awal 1445 H). Peserta pawai ta’aruf secara resmi diberangkatkan oleh Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah Banyumas dengan iringan drumband Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah […]

  • Ibu sebagai Pahlawan Energi! Konservasi Energi sebagai Amal Jariyah dan Jihad Ekologis

    Ibu sebagai Pahlawan Energi! Konservasi Energi sebagai Amal Jariyah dan Jihad Ekologis

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 82
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Perempuan, khususnya ibu rumah tangga, disebut sebagai aktor strategis dalam mengubah perilaku konsumsi energi keluarga. Hal ini menjadi poin penting dalam Sosialisasi Konservasi Energi yang digelar secara daring oleh Kementerian ESDM melalui Dirjen EBTKE bersama Program 1000 Cahaya Muhammadiyah dan LLHPB Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah pada Selasa (5/8). Direktur Program 1000 Cahaya Muhammadiyah, Hening […]

  • Pengajian Ahad Pon Kalibening Perkuat Ukhuwah dan Keikhlasan Bermuhammadiyah

    Pengajian Ahad Pon Kalibening Perkuat Ukhuwah dan Keikhlasan Bermuhammadiyah

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 92
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; BANJARNEGARA – Ribuan jamaah dari berbagai unsur Persyarikatan Muhammadiyah dan masyarakat menghadiri Pengajian Rutin Ahad Pon yang diselenggarakan di halaman SMA Muhammadiyah 4 Kalibening, Ahad (5/7). Kegiatan yang kali ini diadakan oleh PRM 01 Kalibening mengusung tema “Merawat Keikhlasan, Memperkuat Persaudaraan, Muhammadiyah Rumah Kita Bersama.” Acara ini dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten dan Provinsi, […]

expand_less