Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gelar Literary Celebration 2.0, FKIP UMS Teguhkan Eco-Theology melalui Sastra

Gelar Literary Celebration 2.0, FKIP UMS Teguhkan Eco-Theology melalui Sastra

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Konsep eco-theology mungkin asing bagi sebagian orang. Eco-theology menggarisbawahi relasi manusia, alam, dan Tuhan yang saling terhubung. Lantas bagaimana bila konsep ini dituangkan ke dalam karya sastra?

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjawab pertanyaan itu lewat pentas Literary Celebration 2.0. Mereka menjadikan eco-theology sebagai benang merah karya sastra dan film yang ditampilkan dalam pagelaran itu.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Dr. Titis Setyabudi, S.S., M.A. menuturkan Literary Celebration 2.0 menjadi ruang temu sastra, spiritualitas Islam, dan kesadaran ekologis. Ketiga poin itu terangkum dalam tema “Rakai Lumia: Islamic Planetary”.

“Ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan perspektif eco-theology dalam pembelajaran dan apresiasi sastra,” ujar Titis, Kamis (25/12).

“Rakai Lumia” bermakna penjaga atau penguasa cahaya. Simbolisasi pencerahan, tanggung jawab etis, dan kesadaran moral manusia. Sementara “Islamic Planetary” merepresentasikan pandangan kosmik Islam yang memosisikan manusia sebagai khalifah di bumi. Pendekatan ini menempatkan manusia bukan sebagai penguasa eksploitatif, melainkan sebagai penjaga keseimbangan ciptaan Tuhan.

Dengan konsep demikian, Titis mengatakan kerusakan lingkungan tidak hanya dipandang sebagai persoalan ekologis, tetapi juga sebagai kegagalan spiritual manusia dalam menjalankan amanah ilahiah.

Mahasiswa diajak untuk membaca ulang naskah sastra dan realitas lingkungan melalui kacamata etika Islam, nilai rahmat semesta alam, serta kesadaran akan keberlanjutan planet. “Pendekatan ini menjadikan sastra sebagai medium dakwah kultural yang lembut, reflektif, dan kontekstual,” imbuh Titis.

Titis menyebut pementasan pembacaan puisi dan cerita fiksi dalam kegiatan ini menjadi ajang artistik sekaligus praktik kesadaran ekologis. Puisi-puisi yang dibacakan banyak menyinggung relasi manusia dan alam, kerusakan lingkungan, kehilangan harmoni kosmik, serta kerinduan akan keseimbangan spiritual. Bahasa metafora dan simbolik digunakan untuk menyampaikan kritik ekologis tanpa kehilangan keindahan estetika.  Cerita fiksi yang dipentaskan menghadirkan narasi tentang konflik antara kepentingan manusia dan kelestarian alam.

Para peserta Literary Celebration 2.0

Pementasan itu juga menawarkan refleksi etis berbasis nilai keislaman. Tokoh-tokoh dalam cerita digambarkan bergulat dengan pilihan moral, antara eksploitasi dan tanggung jawab atau antara keserakahan dan amanah.

Gelaran Literary Celebration 2.0 mempertontonkan film pendek karya mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UMS. Terdapat 10 karya yang dibuat oleh mahasiswa. Menurut Titis, karya film tersebut memperkuat pesan eco-theology melalui visualisasi yang kuat.

“Alam ditampilkan bukan sekadar latar, melainkan sebagai subjek yang memiliki nilai intrinsik. Melalui medium audiovisual, mahasiswa menegaskan bahwa krisis lingkungan menuntut perubahan cara pandang manusia terhadap alam dan Tuhan,” ujar dia.

Pengampu mata kuliah Poetry and Fiction, Dr. Phil. Dewi Candraningrum, menyatakan sastra merupakan cara mahasiswa untuk menyuarakan keresahan akibat krisis ekologis yang masif. Literary Celebration 2.0 mendorong mahasiswa untuk melihat sastra sebagai ruang etis dan spiritual.

“Sastra tidak berdiri di ruang hampa. Ia berkelindan dengan iman, ekologi, dan kemanusiaan. Melalui karya, mahasiswa belajar menyuarakan kegelisahan ekologis sekaligus harapan,” jelasnya.

Sastrawan asal Pakistan, Rehan Zayer Sabir, berkesempatan menjadi juri utama dalam pementasan sastra kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan integrasi nilai keislaman dan kepedulian lingkungan melalui sastra merupakan bentuk pendidikan yang relevan dengan tantangan global saat ini.

“Krisis lingkungan sejatinya juga merupakan krisis moral dan spiritual. Sastra mampu menjadi medium reflektif untuk membangun kesadaran tersebut,” tegas Rehan.

Selain mahasiswa, acara yang digelar di Auditorium Mohammad Djazman pada 15-16 Desember 2025 lalu itu juga dihadiri oleh pelajar dan perwakilan guru SMA, SMK, dan MA se-Solo Raya. Menurut pengampu mata kuliah Literary Appreciation, Dr. M. Thoyibi, kehadiran para pendidik dan pelajar ini membuka ruang dialog tentang pembelajaran sastra yang berorientasi pada nilai dan keberlanjutan.

“Mahasiswa tidak hanya belajar mengapresiasi sastra, tetapi juga membangun kesadaran etis sebagai calon pendidik. Perspektif eco-theology ini penting untuk membentuk kepekaan sosial dan spiritual generasi muda,” kata Thoyibi.

Pengembangan sastra sebagai metode pembelajaran yang relevan terhadap isu krisis lingkungan dan spiritualitas penting dilakukan. Dengan pendekatan tersebut, manusia akan memiliki kepekaan estetika, sekaligus menuntun umat untuk hidup selaras dengan alam sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan. (Gede/Humas)

Editor: Farhan Shiddiq

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mon expérience avec AlaWin Casino Mobile après 100 sessions en Belgique

    Mon expérience avec AlaWin Casino Mobile après 100 sessions en Belgique

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Après avoir effectué 100 sessions sur AlaWin Casino en Belgique, un joueur a été particulièrement étonné par son expérience mobile. L’interface est conviviale et la sélection de jeux fascine les joueurs. La fluidité est au rendez-vous en mobilité et les promotions disponibles améliorent l’expérience de jeu. Mais au-delà des jeux et des bonus, le développement […]

  • Dari MIM Karangtalun Kidul Menatap Dunia: Mahasiswa Asing UMP Inspirasi Belajar Bahasa Inggris

    Dari MIM Karangtalun Kidul Menatap Dunia: Mahasiswa Asing UMP Inspirasi Belajar Bahasa Inggris

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 7
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, BANYUMAS – MI Muhammadiyah Karangtalun Kidul (MAHADIKA) kembali menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Sharing and Motivation: Learning Beyond Borders” pada Selasa (13/1/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB ini menghadirkan dua mahasiswa asing Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) untuk menumbuhkan motivasi belajar Bahasa Inggris dan wawasan global sejak dini. Dua mahasiswa internasional tersebut adalah Muhammad Abo […]

  • Malam Malibujari UMS Tegaskan Komitmen Beasiswa Rp44 Miliar bagi Mahasiswa

    Malam Malibujari UMS Tegaskan Komitmen Beasiswa Rp44 Miliar bagi Mahasiswa

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH,ID. SURAKARTA – Sebagai bentuk apresiasi bagi calon wisudawan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Gathering Malibujari (Mahasiswa Lintas Budaya Luar Jawa dan Luar Negeri) yang dihadiri oleh mahasiswa yang berasal dari 21 provinsi di Indonesia dan mahasiswa luar negeri diantaranya, Algeria, Madagascar, dan Palestine, Jumat (19/12). Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., beserta […]

  • Dosen PAI UMS Raih Penghargaan Top Lecturer in International PAI Publication pada AICIRE 2026

    Dosen PAI UMS Raih Penghargaan Top Lecturer in International PAI Publication pada AICIRE 2026

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan civitas academica Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id . Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) UMS, Nurul Latifatul Inayati, S.Pd.I., M.Pd.I., meraih penghargaan Top Lecturer in International PAI Publication dalam rangkaian Annual International Conference on Islamic Religious Education (AICIRE) 2026 yang diselenggarakan pada 14-16 […]

  • Dari Kampus untuk Negeri, Menyemai Kebangkitan Nasional Melalui Dunia Pendidikan

    Dari Kampus untuk Negeri, Menyemai Kebangkitan Nasional Melalui Dunia Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus meneguhkan komitmennya dalam membentuk karakter dan kepemimpinan mahasiswa sebagai bagian dari upaya membangun bangsa. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2025 ini menjadi momentum bagi UMS untuk mendorong semangat kolaboratif dan kontribusi nyata mahasiswa, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga melalui penguatan peran organisasi kemahasiswaan. Kepala Biro Kemahasiswaan UMS, […]

  • Belajar, Berkarya, Berdaya: Jalan Dakwah Syofatun Nadifah Membangun Kemandirian Finansial melalui Eco Crafting ID

    Belajar, Berkarya, Berdaya: Jalan Dakwah Syofatun Nadifah Membangun Kemandirian Finansial melalui Eco Crafting ID

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 7
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tulungagung – Di tengah arus perubahan yang bergerak begitu cepat, tidak sedikit generasi muda yang memilih mencari peluang di kota-kota besar atau bahkan di luar negeri. Namun, bagi Syofatun Nadifah, potensi terbesar justru berada di tempat ia tumbuh. Dari hamparan batu alam Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, lahirlah sebuah ikhtiar yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan […]

expand_less