Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Guru Besar UMS Soroti Dampak Konflik Iran-Amerika-Israel terhadap Ekonomi Global dan Indonesia

Guru Besar UMS Soroti Dampak Konflik Iran-Amerika-Israel terhadap Ekonomi Global dan Indonesia

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel dinilai berpotensi memberikan dampak besar terhadap stabilitas ekonomi global, termasuk bagi Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Guru Besar Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS), Prof. Muhammad Sholahuddin, SE, M.Si., Ph.D., CSBA.

Menurutnya, konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah memiliki implikasi strategis karena berkaitan langsung dengan jalur distribusi energi dunia, khususnya di Selat Hormuz. Jalur ini menjadi salah satu titik krusial dalam perdagangan minyak global.

“Konflik di kawasan Timur Tengah, terutama yang mengancam di Selat Hormuz, berdampak besar karena hampir 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut,” jelas Sholahuddin, Selasa, (10/3).

Ia menambahkan, wilayah Selat Hormuz berada dalam pengaruh Iran. Ketika situasi geopolitik memanas, potensi pembatasan jalur pelayaran dapat mengganggu distribusi minyak dunia dan menyebabkan lonjakan harga energi secara global.

Dampak tersebut juga berpotensi dirasakan Indonesia. Sholahuddin menjelaskan bahwa sekitar separuh kebutuhan minyak nasional masih dipenuhi melalui impor. Kondisi ini membuat Indonesia rentan terhadap gejolak harga energi di pasar internasional.

“Ketika pasokan dari Timur Tengah terganggu, harga minyak akan naik. Kenaikan harga minyak ini tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga mempengaruhi distribusi barang, transportasi, hingga biaya logistik,” ujarnya.

Guru Besar UMS, Prof. Muhammad Sholahuddin, SE, M.Si., Ph.D., CSBA

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kenaikan harga energi biasanya akan diikuti oleh meningkatnya harga berbagai kebutuhan lain. Mulai dari pupuk, produk elektronik, hingga berbagai barang impor yang bergantung pada rantai distribusi global.

Menurutnya, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah menjadi pihak yang paling terdampak dari kenaikan harga tersebut. Hal ini karena meningkatnya biaya hidup akan mempengaruhi harga barang kebutuhan sehari-hari.

“Gangguan energi global akan meningkatkan biaya logistik dan premi asuransi risiko perang. Dampaknya merembet ke pasar keuangan dan harga barang yang pada akhirnya paling terasa bagi masyarakat kelas bawah,” ungkapnya.

Meski demikian, Sholahuddin menilai situasi ini juga dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah mengurangi ketergantungan terhadap produk impor dan meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri.

Ia menekankan pentingnya mengembangkan energi alternatif yang sesuai dengan potensi geografis Indonesia, seperti energi surya. Dengan kondisi wilayah tropis yang memiliki paparan sinar matahari melimpah, pemanfaatan energi matahari dinilai dapat menjadi solusi jangka panjang.

“Indonesia seharusnya mulai mengembangkan energi alternatif, seperti pembangkit listrik tenaga surya. Dengan begitu, ketergantungan terhadap energi berbasis minyak dapat berkurang,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti peran strategis perguruan tinggi dalam menghadapi dinamika global tersebut. Menurutnya, akademisi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan inovasi melalui penelitian dan hilirisasi hasil riset yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat dan industri.

“Perguruan tinggi memiliki banyak hasil penelitian dan inovasi. Jika dihilirisasi dengan baik melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, media, dan investor, maka hal itu dapat memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia,” katanya.

Terkait kekhawatiran munculnya perang dunia ketiga, Sholahuddin menilai kemungkinan tersebut relatif kecil selama konflik masih terbatas pada blok negara tertentu. Namun demikian, risiko tersebut tetap perlu diwaspadai apabila konflik meluas dan melibatkan lebih banyak negara.

“Kemungkinan perang dunia ketiga masih kecil selama konflik tidak meluas. Masyarakat tidak perlu terlalu khawatir secara berlebihan,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan optimistis menghadapi dinamika global dengan memperkuat ekonomi domestik serta meningkatkan kemandirian bangsa.

“Yang terpenting adalah bagaimana Indonesia memperkuat kemandirian ekonomi, mengurangi ketergantungan impor, serta memanfaatkan inovasi dari perguruan tinggi untuk kemajuan bangsa,” pungkasnya. (Fika/Humas)

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UNISA Yogyakarta Dukung PWA Yogyakarta Ciptakan Generasi Lansia Sehat dan Aktif

    UNISA Yogyakarta Dukung PWA Yogyakarta Ciptakan Generasi Lansia Sehat dan Aktif

    • calendar_month Minggu, 2 Jun 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 187
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bantul – Griya Lansia ‘Aisyiyah (GLA) Baiturrahmah di Banguntapan, Bantul, menjadi wadah bagi para lansia untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mereka. Program rutin yang didukung oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Yogyakarta dan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta ini telah berlangsung beberapa bulan dan mendapatkan antusiasme tinggi dari para peserta. Kegiatan dimulai dengan pemeriksaan kesehatan rutin oleh […]

  • Touring Bikersmu Chapter Kota Bandung, Tingkatkan Solidaritas dan Kebersamaan

    Touring Bikersmu Chapter Kota Bandung, Tingkatkan Solidaritas dan Kebersamaan

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandung – Sebanyak 120 peserta yang tergabung dalam komunitas Bikersmu Chapter Muhammadiyah Kota Bandung sukses melaksanakan kegiatan Touring Motor pada Ahad, 31 Agustus 2025. Touring ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat kekompakan antaranggota. Rombongan berangkat dari Antapani Bandung pukul 07.00 WIB setelah dilepas langsung oleh Drs. Musa Muhammad, Ketua PDM Kota Bandung. Peserta terdiri […]

  • Serah Terima Bantuan Sembako, Lazismu KL Sebulu Jalin Sinergi Dengan Pengusaha H. Sutikno

    Serah Terima Bantuan Sembako, Lazismu KL Sebulu Jalin Sinergi Dengan Pengusaha H. Sutikno

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.294
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, KUKAR – Lazismu Kantor Layanan Sebulu dan Keluarga H. Sutikono Toha menjalin sinergi dalam mengatasi pandemi Covid-19. Kegiatan ini diwujudkan pada Selasa(14/04/20), bertempat di Kediaman H. Sutikno Toha Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang. Pada kesempatan ini diadakan serah terima bantuan sebanyak 50 paket Sembako dan 200 lembar masker atau setara 10 juta rupiah […]

  • Muallaf Learning Center Muhammadiyah: Menyemai Dakwah Inklusif dari Sekadau untuk Indonesia

    Muallaf Learning Center Muhammadiyah: Menyemai Dakwah Inklusif dari Sekadau untuk Indonesia

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sekadau, Kalimantan Barat – Di tengah upaya memperluas jangkauan dakwah yang lebih inklusif dan berkelanjutan, Muhammadiyah melalui Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat resmi menggelar agenda kick off bertajuk Muallaf Learning Center. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 19 April 2026, bertepatan dengan 2 Zulqaidah 1447 H, di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat—sebuah wilayah yang dinilai […]

  • PWM Kaltim Bekali Delegasi Muktamar Nasyiatul Aisyiyah dan Tapak Suci, Tegaskan Jaga Marwah Persyarikatan dan Tolak Politik Transaksional

    PWM Kaltim Bekali Delegasi Muktamar Nasyiatul Aisyiyah dan Tapak Suci, Tegaskan Jaga Marwah Persyarikatan dan Tolak Politik Transaksional

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Samarinda – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur memberikan pembekalan kepada para utusan yang akan mengikuti Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Surakarta (Solo) dan Muktamar Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Semarang, yang akan berlangsung secara bersamaan pada 6–9 Agustus 2026. Pembekalan tersebut dilaksanakan di Kantor PWM Kalimantan Timur, Samarinda, pada Senin (3/8/2026) sebagai bagian dari […]

  • Peluncuran Buku Spiritual Changemakers: Lentera Perubahan dari Keberagaman untuk Bumi dan Kemanusiaan

    Peluncuran Buku Spiritual Changemakers: Lentera Perubahan dari Keberagaman untuk Bumi dan Kemanusiaan

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 8
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Ashoka Indonesia bersama Eco Bhinneka Muhammadiyah dan GreenFaith Indonesia meluncurkan buku Spiritual Changemakers: Lentera Perubahan dari Keberagaman untuk Bumi dan Kemanusiaan di Jakarta, Kamis (11/9). Buku ini merekam perjalanan kolaboratif lintas iman dalam merawat bumi, memperkuat empati, serta memperjuangkan keadilan sosial-ekologi. Prof. Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, dalam kata […]

expand_less