Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Guru Besar UMS Soroti Dampak Konflik Iran-Amerika-Israel terhadap Ekonomi Global dan Indonesia

Guru Besar UMS Soroti Dampak Konflik Iran-Amerika-Israel terhadap Ekonomi Global dan Indonesia

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • visibility 67
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel dinilai berpotensi memberikan dampak besar terhadap stabilitas ekonomi global, termasuk bagi Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Guru Besar Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS), Prof. Muhammad Sholahuddin, SE, M.Si., Ph.D., CSBA.

Menurutnya, konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah memiliki implikasi strategis karena berkaitan langsung dengan jalur distribusi energi dunia, khususnya di Selat Hormuz. Jalur ini menjadi salah satu titik krusial dalam perdagangan minyak global.

“Konflik di kawasan Timur Tengah, terutama yang mengancam di Selat Hormuz, berdampak besar karena hampir 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut,” jelas Sholahuddin, Selasa, (10/3).

Ia menambahkan, wilayah Selat Hormuz berada dalam pengaruh Iran. Ketika situasi geopolitik memanas, potensi pembatasan jalur pelayaran dapat mengganggu distribusi minyak dunia dan menyebabkan lonjakan harga energi secara global.

Dampak tersebut juga berpotensi dirasakan Indonesia. Sholahuddin menjelaskan bahwa sekitar separuh kebutuhan minyak nasional masih dipenuhi melalui impor. Kondisi ini membuat Indonesia rentan terhadap gejolak harga energi di pasar internasional.

“Ketika pasokan dari Timur Tengah terganggu, harga minyak akan naik. Kenaikan harga minyak ini tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga mempengaruhi distribusi barang, transportasi, hingga biaya logistik,” ujarnya.

Guru Besar UMS, Prof. Muhammad Sholahuddin, SE, M.Si., Ph.D., CSBA

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kenaikan harga energi biasanya akan diikuti oleh meningkatnya harga berbagai kebutuhan lain. Mulai dari pupuk, produk elektronik, hingga berbagai barang impor yang bergantung pada rantai distribusi global.

Menurutnya, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah menjadi pihak yang paling terdampak dari kenaikan harga tersebut. Hal ini karena meningkatnya biaya hidup akan mempengaruhi harga barang kebutuhan sehari-hari.

“Gangguan energi global akan meningkatkan biaya logistik dan premi asuransi risiko perang. Dampaknya merembet ke pasar keuangan dan harga barang yang pada akhirnya paling terasa bagi masyarakat kelas bawah,” ungkapnya.

Meski demikian, Sholahuddin menilai situasi ini juga dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah mengurangi ketergantungan terhadap produk impor dan meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri.

Ia menekankan pentingnya mengembangkan energi alternatif yang sesuai dengan potensi geografis Indonesia, seperti energi surya. Dengan kondisi wilayah tropis yang memiliki paparan sinar matahari melimpah, pemanfaatan energi matahari dinilai dapat menjadi solusi jangka panjang.

“Indonesia seharusnya mulai mengembangkan energi alternatif, seperti pembangkit listrik tenaga surya. Dengan begitu, ketergantungan terhadap energi berbasis minyak dapat berkurang,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti peran strategis perguruan tinggi dalam menghadapi dinamika global tersebut. Menurutnya, akademisi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan inovasi melalui penelitian dan hilirisasi hasil riset yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat dan industri.

“Perguruan tinggi memiliki banyak hasil penelitian dan inovasi. Jika dihilirisasi dengan baik melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, media, dan investor, maka hal itu dapat memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia,” katanya.

Terkait kekhawatiran munculnya perang dunia ketiga, Sholahuddin menilai kemungkinan tersebut relatif kecil selama konflik masih terbatas pada blok negara tertentu. Namun demikian, risiko tersebut tetap perlu diwaspadai apabila konflik meluas dan melibatkan lebih banyak negara.

“Kemungkinan perang dunia ketiga masih kecil selama konflik tidak meluas. Masyarakat tidak perlu terlalu khawatir secara berlebihan,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan optimistis menghadapi dinamika global dengan memperkuat ekonomi domestik serta meningkatkan kemandirian bangsa.

“Yang terpenting adalah bagaimana Indonesia memperkuat kemandirian ekonomi, mengurangi ketergantungan impor, serta memanfaatkan inovasi dari perguruan tinggi untuk kemajuan bangsa,” pungkasnya. (Fika/Humas)

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Pondasi Madrasah, MIM Digdaya Bolon Adakan Halalbihalal

    Perkuat Pondasi Madrasah, MIM Digdaya Bolon Adakan Halalbihalal

    • calendar_month Rabu, 24 Apr 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 354
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Karanganyar – Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Digdaya Bolon Colomadu gelar agenda Halalbihalal yang turut dihadiri oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah Bolon dan Wincorporation selaku Yayasan Madrasah, Guru, Karyawan serta Komite Madrasah juga turut meramaikan agenda tersebut, Rabu (24/04/2024). Sarjono, S. Ag selaku Ketua PRM Bolon menyampaikan ikrar halalbihalal sekaligus memberikan amanat akan pentingnya penanaman akhlak […]

  • Melahirkan Kader Unggul, IPM Pangkah Sukses Menyelenggarakan Latihan Dasar Pimpinan Ranting

    Melahirkan Kader Unggul, IPM Pangkah Sukses Menyelenggarakan Latihan Dasar Pimpinan Ranting

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 85
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; PANGKAH – Alhamdulillahirabbil ‘alamin, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Pangkah Cabang Pekajangan melalui Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Pangkah telah sukses menyelenggarakan Latihan Dasar Pimpinan Ranting (LDPR) pada Sabtu–Ahad, 20–21 Juni 2026 bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pangkah Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini merupakan salah satu ikhtiar Muhammadiyah dalam menyiapkan kader-kader muda yang beriman, berilmu, berakhlak […]

  • Resepsi Milad Lazismu, Dampak Sinyal Integrasi Data Pengentasan Kemiskinan Jadi Sorotan

    Resepsi Milad Lazismu, Dampak Sinyal Integrasi Data Pengentasan Kemiskinan Jadi Sorotan

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 78
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID JAKARTA – Belum tuntas mengupas dampak program pemberdayaan, arena gerakan filantropi malah dikabarkan oleh Kemenag RI akan dibuatkan tampilan data visual (dashboard) bersama yang berbasis waktu nyata dalam agenda pengentasan kemiskinan. Badan dan lembaga amil zakat akan bersama-sama menyajikan data itu dari aksi layanannnya. Kendati jalan program pemberdayaannya berbeda-beda, tujuannya sama yaitu pengentasan kemiskinan […]

  • Dakwah yang Menggembirakan dari Banjarsari Ajibarang: Sebuah Cahaya dari Milad ke-113 Muhammadiyah

    Dakwah yang Menggembirakan dari Banjarsari Ajibarang: Sebuah Cahaya dari Milad ke-113 Muhammadiyah

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banyumas – Sabtu pagi itu, udara Dusun Karangkemiri, Desa Banjarsari, Ajibarang terasa sejuk. Namun suasana di kompleks Perguruan Muhammadiyah–‘Aisyiyah Banjarsari justru hangat oleh semangat ribuan jamaah. Halaman dan jalan desa penuh sesak oleh warga Muhammadiyah serta masyarakat umum yang dengan antusias mengikuti Pengajian Akbar Semarak Milad ke-113 Muhammadiyah yang diinisiasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) […]

  • MANUSIA BERKARAKTER MULIA MENURUT AL-QUR’AN

    MANUSIA BERKARAKTER MULIA MENURUT AL-QUR’AN

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 182
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – “Kami mengangkat tema terkait dengan masalah karakter atau masalah kepribadian ini, karena berangkat dari sebuah keprihatinan. Banyak orang yang cerdas, banyak orang yang hebat, banyak orang yang luar biasa, tetapi tidak punya karakter, tidak punya etika, dan tidak punya kepribadian yang baik menurut ajaran agama”. Prolog dari ustad Saijan S. Ag., M.S.I., […]

  • Gaungkan Isu Sekolah Ramah, Psikologi UMS Soroti Lonjakan Kasus Bullying di Indonesia

    Gaungkan Isu Sekolah Ramah, Psikologi UMS Soroti Lonjakan Kasus Bullying di Indonesia

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Meningkatnya kasus bullying di sekolah-sekolah Indonesia dalam beberapa bulan terakhir kembali menjadi perhatian dunia pendidikan. Berbagai peristiwa perundungan yang viral menunjukkan bahwa banyak lingkungan belajar masih belum aman bagi siswa, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif, melibatkan guru, konselor, orang tua, dan institusi pendidikan tinggi. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menangkap urgensi ini […]

expand_less