Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Instruktur Menyenangkan, Perkaderan Menggembirakan

Instruktur Menyenangkan, Perkaderan Menggembirakan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 2 Nov 2023
  • visibility 1.547
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Ulinnuha Ardhaniswari*

Perkaderan merupakan suatu hal yang tidak luput dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), bahkan tidak bisa dilepaskan ketika kita ber-IMM atau masuk ke dunia IMM. IMM sendiri adalah organisasi mahasiswa islam yang menaungi di dalam tiga ranah gerak atau yang biasa disebut dengan ‘Trilogi IMM’. Trilogi IMM adalah keagamaan, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan seperti yang tertuang dalam identitas IMM dan nilai dasar ikatan.

Namun, hakikatnya IMM tidak akan dapat menjalankan ketiga ranah gerak tersebut apabila tidak terdapat sumber daya untuk melakukan pergerakan, seperti subjek, objek, landasan, dan sistem didalamnya. Maka atas dasar itu, DPP IMM menerbitkan buku sistem perkaderan IMM (SPI) guna menjadi dasar berlangsungnya perkaderan ikatan yang akan menyalakan api estafet pergerakan IMM pada tiga ranah geraknya.

Perkaderan ialah proses pembelajaran terus menerus kader ikatan untuk membentuk sumber daya ikatan yang memadai dalam hal ideologis maupun kesiapan diri untuk regenerasi kepemimpinan IMM dalam tingkatannya masing-masing, yang mana perkaderan IMM dalam SPI disebutkan bahwa perkaderan diarahkan pada upaya transformasi ideologis dalam bentuk pembinaan dan pengembangan kader, baik kerangka ideologis maupun teknik manajerial. Dimana sejatinya perkaderan adalah hal yang dapat dilakukan oleh pelaku perkaderan ikatan atau yang biasa disebut sebagai instruktur.

Pemaknaan dan Peran Instruktur

Instruktur adalah salah satu bagian dari instrumen pendukung perkaderan. Dimana pemaknaan umum mengenai instruktur adalah orang yang dapat membimbing, mengajar, melatih, membangun, bahkan mendesain suatu objek yang dituju. Namun, dalam SPI dijelaskan bahwa instruktur dalam IMM adalah kader IMM pilihan yangtelah mengikuti perkaderan khusus dan memiliki komitmen untuk menjalankan tugas melakukan pembinaan ideologi dan kompetensi kader yang sedang menjadi objek perkaderannya.

Beberapa pengerucutan fungsi instruktur IMM adalalah; pertama, instruktur sebagai pendiagnosa. Dimana instruktur harus mampu melakukan diagnosa mengenai kebutuhan, potensi, masalah kader, ataupun urusan organisasi gunaaktualisasi diri kader tersebut di dalam ikatan. Kedua, instruktur sebagai perencana. Dalam penyusunan kegiatan, instruktur dapat menggunakan analisis 5w+1h, kemudian dengan membuat analisis kebutuhan, merumuskan referensi pelaksanaan, hingga menyusun agenda kegiatan dengan memuat strategi, langkah, hingga metode penilaian atau evaluasi. Ketiga, instruktur sebagai fasilitator.

Dimana instruktur dapat mendampingi peserta perkaderan dalam memecahkan masalah yang sedang dihadapi dengan cara melakukan pemahaman, pemberian keputusan, hingga pemberian tindakan. Keempat, instruktur sebagai pendidik. Dimana instruktur tidak hanya memberikan transfer pengetahuan saja, melainkan melakukan transfer nilai-nilai yang ingin ditanamkan pada peserta perkaderan. Kelima, instruktur sebagai motivator. Dalam hal ini, instruktur dapat memberikan dorongan kepada peserta perkaderan untuk memantik potensi peserta perkaderan agar muncul secara perlahan dan meningkatkan kepercayaan diri peserta perkaderan dengan suasana postif yang dibangun oleh instruktur. Keenam, instruktur sebagai manajer.

Untuk hal ini peran instruktur adalah dengan membangun hubungan interpersonal kepada peserta perkaderan untuk pengaturan, pengarahan, hingga pembagian tugas. Ketujuh, instruktur sebagai pelaku riset. Riset ini terdiri dari tiga komponen yaitu, untuk memahami peserta perkaderan, untuk prediksi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi terhadap peserta perkaderan, dan untuk mengontrol proses perkaderan yang sedang berjalan.

Berangkat dari narasi panjang diatas, peran instruktur dalam perkaderan sangatlah penting. Namun, ketika peran tersebut tidak teraktualisasikan dengan baik maka yang akan terjadi adalah penurunan kualitas kader, berkurangnya minat serta gairah kader dalam ber-IMM, dan kemungkinan terburuknya adalah kuantitas kader yang semakin turun grafiknya akan berpengaruh pada estafet kepemimpinan IMM di masa yang akan datang, bukan mengejar kuantitas namun jika tidak adanya keberlanjutan kepemimpinan maka pertanyaannya siapa yang akan melanjutkan perjuangan pergerakan ini?

Melihat pun merasakan kehadiran instruktur yang terkesan hanya formalitas belaka, ada ketika Darul Arqam Dasar (DAD) dimulai, hilang setelah DAD berakhir, bahkan terkadang agenda follow-up dari DAD pun instruktur tidak mendampingi.Daricontohrealita yangterjaditersebut,membuatkadertidakmerasakan kehadiran instruktur yang narasinya adalah pelaku perkaderan. Lalu, bagaimana sebenarnya pengaplikasian SPI bagi instruktur? Iya, memang tervalidasi bahwa instruktur memahami apa dan bagaimana isi dalam SPI, namun sejauh ini belum ada dorongan untuk melakukannya secara all out.

Di era sekarang, kader memerlukan hal yang fresh namun tetap tidak meninggalkan segala dasar agama maupun organisasi. Maka dari itu, peran instruktur harus dimainkan secara baik dan tepat dalam kasus ini dengan cara membuat perkaderan menjadi sesuatu yang menggembirakan. Perkaderan yang menggembirakan sendiri adalah dimana ketika instrumen perkaderan saling berkesinambungan dan menciptakan inovasi baru dalam pembentukan ideologis kader yang sesuai perkembangan jaman sehingga dapat menumbuhkan kembali semangat pergerakan kader IMM yang mulai lesu dan monoton.

Kemudian, apa yang dapat dilakukan instruktur untuk mewujudkan perkaderan yang menggembirakan sebagai jawaban atas perubahan yang terjadi? Langkah yang pertama dapat dilakukan adalah, instruktur update mengenai perkembangan kader dan lingkungannya melalui monitoring dan evaluasi, ciptakan branding instruktur yang kekinian namun tetap memiliki batasan jelas. Update yang dimaksud adalah tidak ketinggalan mengenai isu-isu terkini di kalangan milenial, dimana isu-isu tersebut dapat diangkat dan dibaurkan dalam agenda diskusi yang mungkin tengah diadakan agar terjadi pemecah suasana yang akan lebih membuat kader tertarik karena instruktur dianggap satu frekuensi atas update-nya mengenai isutersebut.

Kedua, instruktur mengupayakan pemberian napak tilas mengenai sejarah muhammadiyah atau IMM secara langsung dengan mendatangi lokasi yang sekiranya masih memungkinkan dijangkau oleh kader atau pemberian forum bedah film sejarah namun setelah melakukan sesi nonton bareng. Karena, tidak dapat dipungkiri lagibahwa cukup sulit menerapkan budaya membaca buku saat ini di kalangan milenial, apalagi buku bacaan sejarah atau ideologi.

Dengan inovasi ini dimungkinkan dapat menggeser sedikit pola monoton pada pengenalan sejarah melalui perintah membaca buku-buku sejarah yangdimana budaya membaca buku hampir punah di kalangan kader karena rasa malas ataupun lebih nyaman melalui digital. Tidak perlu sealu memaksa bahwa kader harus selalu membaca buku tebal-tebal itu, jangan buat mereka merasa tertekan atau tidak bebas atas dirinya. Ketiga, karena instruktur dianggapsebagai tokoh yang berperan tegas, kaku, cuek, sinis, dan terkadang memberikan kesan menyebalkan di beberapa agenda perkaderan seperti DAD misalnya. Maka, branding seperti itu akan membuat kader tidak dekat dengan instruktur, dampaknya pun instruktur akan sulit melakukan pendekatan dengan kader karena kader sudah merasa tidak nyaman terlebih dahulu.

Instruktur seharusnya tampil menyenangkan untuk kader-kader milenial saat ini, dengan memberikan perhatian-perhatian kecil tentang hobi kader mungkin, tentang kesibukan kader, atau hal-hal yang membuat kader merasa mereka dianggap dan diingat serta diperhatikan oleh instrukturnya. Maka jadilah instruktur yang kader-friendly agar dianggap menyenangkan dimata kader. Keempat, tentunya setelah pendekatan dan lain hal instruktur memiliki data-data kebutuhan kadernya, yang selanjutnya harus diolah dengan baik dan tepat sasaran. Umumnya, instruktur hanya memberikan apa yang sudah ditetapkan sebelumnya atau sarkasnya formalitas untuk menggugurkan kewajiban bertugas menjadi seorang instruktur.

Melihat pun merasakan hal tersebut, alangkah baiknya instruktur mampu memberikan dan menjawab kebutuhan kader sesuai kebutuhannya. Jangan memberikan stigma bahwa kader harus menguasai semua ranah, biarkan kader bereksplorasi ranah mana yang akan ditekuni. Karena ketika instruktur memaksakan sesuatu yang tidak kader suka, maka suatu hal itu tidak akan masuk kedalam pikiran kader atau bahkan kedalam diri kader itu sendiri, bahkan kader akan merasa tertekan dan kebebasannya dirampas.

Instruktur Bertugas Menggunakan Hati

Jadilah instruktur yang mengerti dan memahami kebutuhan kadernya, berikan apa yang dibutuhkan kader bukan hanya yang menggugurkan kewajiban sebagai instruktur saja. Menjadi instruktur yang menyenangkan dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya dengan mengikuti perkembangan isu-isu milenial terutama sehingga dianggap satu frekuensi dengan kader, berikan jelajah sejarah dengan napak tilas langsung selama lokasinya bisa dijangkau, tidak perlu memaksa kader untuk terus membaca buku-buku tebal itu, berikan saja inovasi pembelajaran melalui napak tilas atau bedah film sejarah atau lainnya.

Ciptakan branding instruktur yang kader-friendly dengan memberikan notice baik mengenai hal-hal yang sedang disukai oleh kader atau hal-hal yang menarik perhatian kader saat ini, berikan juga kebebasan pada kader atas pilihan dirinya untuk menekuni ranah apa yang mereka suka. Terakhir, jadilah instruktur yang bertugas dengan hati karena kader akan bisa merasakan ketulusan cinta IMM melalui instruktur yang sepenuh hati menjalankan amanahnya. Karena dari instruktur yangmenyenangkan perkaderan akan terasa sangat menggembirakan.

*Penulis adalah Kader IMM Kota Surakarta

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • XLSMART dan GPMB Selenggarakan Workshop Literasi Keuangan di Sleman

    XLSMART dan GPMB Selenggarakan Workshop Literasi Keuangan di Sleman

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Sleman, 15 Mei 2025 — PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui program unggulannya, Teman Pintar Indonesia bersama GPMB, menyelenggarakan workshop literasi keuangan bertajuk “Level Up Finansial: Ngatur Uang Tanpa Bikin Kepala Pusing”, dalam rangka menyambut Hari Buku Nasional yang diperingati setiap 17 Mei. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (12/5) di Desa […]

  • MOSAIC dan PP Muhammadiyah Resmikan Panel Surya di Masjid Buya Syafii Maarif Sijunjung

    MOSAIC dan PP Muhammadiyah Resmikan Panel Surya di Masjid Buya Syafii Maarif Sijunjung

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sijunjung — Muslim for Shared Action on Climate Impact (MOSAIC) Indonesia bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah meresmikan pemasangan panel surya di Masjid Buya Syafii Maarif, Nagari Sumpur Kudus Selatan, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Sabtu (2/8/2025). Inisiatif ini merupakan bagian dari program Sedekah Energi, yang kali ini mengusung tema “Mencerahkan dengan Surya, Meneruskan Cita Buya.” Program […]

  • INDONESIA BUTUH PERUBAHAN DARI MUHAMMADIYAH

    INDONESIA BUTUH PERUBAHAN DARI MUHAMMADIYAH

    • calendar_month Jumat, 29 Des 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 306
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta  – Peran kebangsaan yang dilakukan oleh Muhammadiyah diharapkan oleh banyak pihak, termasuk para pelaku media yang saat ini merasakan berbagai tantangan dan tekanan dalam konteks berbangsa dan bernegara. Salah satu harapan tersebut disampaikan oleh Pimred Kumparan, Arifin Asyidhad saat Media Gathering yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada Kamis (28/12) di Gedung […]

  • Komunitas motor BikersMu Chapter Kota Bogor menggelar kegiatan Micro Touring ke Situ Daun

    Komunitas motor BikersMu Chapter Kota Bogor menggelar kegiatan Micro Touring ke Situ Daun

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, BOGOR – Komunitas motor BikersMu Chapter Kota Bogor menggelar kegiatan Micro Touring ke Situ Daun, Tenjolaya, Kabupaten Bogor, pada Ahad (1/6/2025). Touring ini digelar sebagai bentuk syiar dakwah dengan cara yang unik dan menyenangkan, yakni melalui hobi berkendara. Rombongan bikers berangkat dari Klinik PKU Muhammadiyah Bubulak, Kota Bogor, dan konvoi menuju lokasi Ground Breaking […]

  • MDMC Tangerang Selatan Ikuti Collabs Rangers Kemenpora

    MDMC Tangerang Selatan Ikuti Collabs Rangers Kemenpora

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 133
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tangerang – Pada hari Rabu – Sabtu, Tanggal 2 – 5 Oktober 2024, bertempat di Wisma Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Buperta Cibubur dan Petamburan, telah dilaksanakan serangkaian kegiatan Collab Rangers yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Indonesia Resilience. Kegiatan ini dihadiri oleh 150 peserta terpilih dari seluruh Indonesia yang telah […]

  • Bikersmu Chapter Wonosobo Resmi Dikukuhkan

    Bikersmu Chapter Wonosobo Resmi Dikukuhkan

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Wonosobo – Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olah raga (LSBO) PDM Wonosobo Drs. H. Solahudin Honi mengukuhkan Pengurus Bikersmu Charter. Wonosobo disaksikan oleh para penasehat, anggota Pleno PDM, UPP PDM, PCM/PRA se-Kab. wonosobo dan ratusan peserta Pengajian Hari Ber-Muhammadiyah PDM Kabupaten Wonosobo di Gedung Pertemuan AR Fahrudin/GOR SMA Muhammadiyah Wonoskbo pada Ahad Pon (24/8). […]

expand_less