Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Islamisasi Digital Bukan Tempelan Simbol bagi Pelajar Muhammadiyah

Islamisasi Digital Bukan Tempelan Simbol bagi Pelajar Muhammadiyah

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
  • visibility 75
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Akhmad Hasbul Wafi (Sekretaris Bidang Kajian Dakwah Islam (KDI) PD IPM Kab. Malang)

Kita sedang menyaksikan perubahan yang sangat besar dalam cara generasi muda membentuk pengetahuan, keyakinan, dan perilakunya. Gawai kini tidak lagi berdiri sebagai alat bantu, melainkan telah berubah menjadi ruang hidup kedua yang ikut menentukan cara seseorang memahami realitas. Pelajar Muhammadiyah tumbuh di dalam situasi ini. Karena itu, pembahasan tentang islamisasi digital bukan perkara tambahan, tetapi kebutuhan strategis bagi masa depan dakwah dan kaderisasi.

Survei APJII 2024 menunjukkan jumlah pengguna internet Indonesia telah mencapai 221,56 juta jiwa atau 79,5 persen dari populasi. Artinya, hampir seluruh pelajar hidup dalam arus digital yang sangat rapat. Namun data kuantitatif itu menjadi lebih mengkhawatirkan ketika dibaca bersama temuan UNICEF Indonesia. Hanya 37,5 persen anak yang pernah menerima informasi tentang keamanan berinternet, 42 persen pernah merasa takut atau tidak nyaman karena pengalaman daring, dan 50,3 persen pernah melihat gambar seksual di media sosial. Kombinasi data ini memperlihatkan satu kenyataan: ruang digital yang masif belum otomatis menjadi ruang yang sehat.

Dalam konteks ini, pelajar Muhammadiyah tidak cukup hanya dibekali keterampilan teknis menggunakan media. Mereka harus dibina agar mampu meletakkan teknologi di bawah tuntunan nilai. Di sinilah istilah islamisasi digital menjadi penting. Islamisasi digital bukan sekadar memperbanyak kutipan ayat di media sosial, menggunakan simbol-simbol keagamaan dalam desain konten, atau menambahkan label Islami pada aktivitas digital. Islamisasi digital yang lebih mendasar adalah proses menghadirkan adab, tabayyun, tanggung jawab ilmu, dan orientasi kemaslahatan dalam seluruh aktivitas bermedia.

Tantangannya memang tidak ringan. Di ruang digital, banyak pelajar lebih cepat mempercayai potongan konten, komentar viral, dan jawaban instan dari mesin ketimbang tradisi belajar yang bertahap. Ketika generative AI semakin mudah diakses, tantangannya menjadi berlapis. Problemnya bukan hanya plagiarisme atau ketergantungan teknis, tetapi juga kemungkinan bergesernya otoritas ilmu dari guru, keluarga, dan ulama kepada algoritma yang tidak memiliki tanggung jawab moral. UNESCO menegaskan bahwa pemanfaatan generative AI di pendidikan harus tetap human-centred, aman, inklusif, dan etis. Dengan kata lain, teknologi harus membantu manusia, bukan menggantikannya secara sembrono.

Muhammadiyah sebenarnya memiliki modal gagasan yang kuat untuk menjawab problem ini. Sejak awal, Muhammadiyah berdiri sebagai gerakan dakwah, tajdid, dan ilmu. Maka, hubungan Muhammadiyah dengan teknologi seharusnya tidak dibangun dalam kerangka takut, tetapi dalam kerangka memimpin. Dalam forum resminya, Muhammadiyah telah menegaskan pentingnya membangun AI yang berkah, beretika, dan berkemajuan. Pandangan ini sangat penting karena menunjukkan bahwa Persyarikatan menerima kemajuan teknologi, tetapi menolak kemajuan yang kehilangan kompas nilai.

Atas dasar itu, pelajar Muhammadiyah memiliki dua tanggung jawab sekaligus. Pertama, tanggung jawab moral, yaitu menggunakan teknologi secara amanah, jujur, dan bertanggung jawab. Kedua, tanggung jawab persyarikatan, yaitu menjadikan ruang digital sebagai medan dakwah pencerahan. Tanggung jawab pertama menyangkut disiplin pribadi: tidak menyebarkan hoaks, tidak menormalisasi ujaran kasar, tidak mempermainkan isu agama demi sensasi, dan tidak menjadikan media sosial sebagai ruang pelampiasan. Tanggung jawab kedua menyangkut keberanian sosial: menghadirkan konten yang jernih, argumentatif, santun, serta berpihak pada pencerdasan umat.

Contoh paling nyata dapat dilihat pada isu perbedaan awal Ramadan. Pada 2026, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026, sedangkan pemerintah menetapkannya pada 19 Februari 2026 melalui sidang isbat. Dalam ruang digital, perbedaan metodologis seperti ini kerap dipersempit menjadi bahan olok-olok. Yang muncul bukan pendidikan publik, melainkan sindiran dan polarisasi. Padahal justru di sinilah kader pelajar Muhammadiyah seharusnya mengambil peran. Mereka perlu menjelaskan dengan bahasa sederhana bahwa perbedaan hisab dan rukyat adalah bagian dari khazanah pemikiran Islam, bukan alasan untuk merusak ukhuwah.

Jika pelajar Muhammadiyah tidak hadir, ruang digital akan dikuasai oleh akun-akun yang paling keras, bukan yang paling berilmu. Karena itu, dakwah digital harus bergerak dari pola reaktif menuju pola ekosistem. Pelajar Muhammadiyah perlu dibiasakan membuat konten singkat yang kuat secara gagasan, melatih cek fakta keagamaan, mengembangkan literasi AI yang etis, serta membangun kebiasaan tabayyun sebelum berbagi. Mereka juga perlu belajar bahasa komunikasi yang lebih relevan bagi generasi sebaya tanpa kehilangan kedalaman substansi.

Masa depan dakwah Persyarikatan akan sangat ditentukan oleh keberhasilan kader-kader mudanya mengisi ruang digital dengan ilmu dan adab. Jika gawai hanya diperlakukan sebagai alat hiburan, maka pelajar Muhammadiyah akan larut menjadi pengguna biasa. Tetapi jika gawai dijadikan sarana dakwah, pendidikan, dan penjernihan, maka pelajar Muhammadiyah sedang menunaikan salah satu amanat sejarah Persyarikatan. Islamisasi digital, dengan demikian, bukan slogan romantik, melainkan ikhtiar peradaban agar teknologi tidak menggerus akhlak dan agar ruang digital tidak dikuasai kebisingan tanpa hikmah.

Editor: Nurul Fahri

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tabayyun Menuju Pemilu 2024

    Tabayyun Menuju Pemilu 2024

    • calendar_month Kamis, 26 Okt 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Oleh: Fathan Faris Saputro Pemilihan umum adalah salah satu pilar demokrasi yang sangat penting dalam suatu negara. Di Indonesia, pemilihan umum (Pemilu) merupakan proses yang diadakan secara berkala untuk memilih wakil rakyat yang akan mewakili kepentingan masyarakat di tingkat lokal, regional, dan nasional. Pemilu 2024, yang akan datang, akan menjadi pesta demokrasi yang sangat dinanti-nanti. […]

  • Agenda BikersMu Chapter Surabaya dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI ke 81 : Ride to Humanity and Freedom – Merdeka Ride to Honour Our Veterans”

    Agenda BikersMu Chapter Surabaya dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI ke 81 : Ride to Humanity and Freedom – Merdeka Ride to Honour Our Veterans”

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 48
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURABAYA – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, BikersMu Chapter Surabaya menggelar kegiatan “Ride to Humanity and Freedom – Merdeka Ride to Honour Our Veterans”, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan yang mengusung semangat kemanusiaan, persaudaraan, dan penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan tersebut dimulai dengan salat Ashar bersama di Masjid Syuhada, Perguruan Muhammadiyah 3 […]

  • Masjid Kampus UMS Luncurkan Buletin Bertema Parenting: Jejak Cinta Orang Tua, Dari Mereka Kita Ada

    Masjid Kampus UMS Luncurkan Buletin Bertema Parenting: Jejak Cinta Orang Tua, Dari Mereka Kita Ada

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Menginjak pertengahan tahun 2025, sudahkah kita menjadi pribadi yang lebih baik? Menjadi anak yang semakin berbakti pada orang tua? Menjadi orang tua yang semakin menyadari potensi anak-anaknya? Tim Redaksi Masjid Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menerbitkan Buletin Masjid Kampus UMS Volume ke-3. Kali ini, buletin hadir dengan tema yang menyentuh dan relevan, yakni Parenting. […]

  • Wisuda Tahfidz, TEPAK, dan Pelepasan Anak Asuh Warnai Kegiatan Penuh Makna di Panti Asuhan Yatim Putri ‘Aisyiyah Grogol

    Wisuda Tahfidz, TEPAK, dan Pelepasan Anak Asuh Warnai Kegiatan Penuh Makna di Panti Asuhan Yatim Putri ‘Aisyiyah Grogol

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo — Suasana penuh kebahagiaan dan haru mewarnai Aula Panti Asuhan Yatim Putri ‘Aisyiyah Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, dalam acara Wisuda Tahfidzul Qur’an, TEPAK (Temu Penguatan Kapasitas Anak dan Keluarga), serta Pelepasan dan Penerimaan Anak Asuh yang digelar pada Ahad, 29 Juni 2025. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain perwakilan dari Majelis […]

  • PWM Kaltim Tinjau Kesiapan SMP Muhammadiyah 1 Anggana Sambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027

    PWM Kaltim Tinjau Kesiapan SMP Muhammadiyah 1 Anggana Sambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Anggana – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur melakukan kunjungan ke SMP Muhammadiyah 1 Anggana pada Sabtu (13/6/2026) guna meninjau kesiapan sekolah dalam menyambut penerimaan murid baru dan pelaksanaan pembelajaran tahun ajaran 2026/2027. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua PWM Kaltim Bidang Pendidikan, H. Jaswadi, bersama Wakil Ketua PWM Kaltim Bidang Informatika, H. Abdul Hadi, […]

  • PC Aisyiyah Bumiayu Brebes melepas 5000 Peserta Jalan Sehat Gebyar Milad Aisyiyah ke-107

    PC Aisyiyah Bumiayu Brebes melepas 5000 Peserta Jalan Sehat Gebyar Milad Aisyiyah ke-107

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 329
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Pimpinan Cabang Aisyiyah Bumiayu Brebes menggelar Jalan Sehat dalam Rangka Gebyar dan Semarak Milad Aisyiyah ke-107 dengan star dan finis di Halaman SMA Muhammadiyah Bumiayu, Sabtu (18/05/2024). Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Bumiayu Brebes, Hj. Siti Nur Khasanah, S.Pd sebelum melepas 5.000 peserta jalan sehat mengatakan bahwa dalam rangka Gebyar dan Semarak Milad […]

expand_less