Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » KADIN dan SUMU Gelar “Launching Buku dan Talkshow Bangkitnya Kewirausahaan Sosial: Kisah Muhammadiyah

KADIN dan SUMU Gelar “Launching Buku dan Talkshow Bangkitnya Kewirausahaan Sosial: Kisah Muhammadiyah

  • account_circle Najihus Salam
  • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
  • visibility 124
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bersama Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) menggelar “Talkshow dan Launching Buku Bangkitnya Kewirausahaan Sosial: Kisah Muhammadiyah” di Museum Muhammadiyah, Kompleks Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Terpadu, Yogyakarta, pada Senin (13/1/25).

Acara tersebut dihadiri oleh Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Arsjad Rasjid P.M, Ketua Umum KADIN Indonesia sekaligus penulis buku, dan berbagai tokoh lainnya. Peluncuran buku ini bertujuan mengapresiasi Muhammadiyah sebagai pelopor kewirausahaan sosial di Indonesia yang telah menunjukkan keberhasilannya melalui amal usaha di berbagai bidang.

Muhammadiyah: Pilar Kewirausahaan Sosial di Indonesia

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, dalam sambutannya menekankan bahwa Muhammadiyah telah lama menjadi contoh organisasi yang mengintegrasikan nilai-nilai sosial dan keagamaan dalam kewirausahaan. Dengan ribuan amal usaha yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi, Muhammadiyah tidak hanya berperan dalam pembangunan umat tetapi juga mendukung upaya pemberdayaan masyarakat secara luas.

“Kami berharap kolaborasi antara Muhammadiyah dan KADIN dapat membawa manfaat yang lebih besar bagi umat, bangsa, dan negara. Muhammadiyah memiliki komitmen kuat untuk mendukung sektor ekonomi yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, sehingga kesejahteraan bisa dirasakan secara merata,” ujar Haedar Nashir.

Kewirausahaan Sosial: Inspirasi dari Muhammadiyah

Arsjad Rasjid, Ketua Umum KADIN Indonesia dan penulis buku, menyampaikan apresiasinya terhadap peran Muhammadiyah sebagai pelopor kewirausahaan sosial sejak 1912. Menurutnya, Muhammadiyah telah memberikan kontribusi besar dalam membangun masyarakat dan ekonomi berbasis prinsip syariah.

“Melalui ribuan sekolah, universitas, rumah sakit, dan lembaga sosial lainnya, Muhammadiyah terus membuktikan bahwa kewirausahaan sosial adalah solusi untuk transformasi sosial. Buku ini hadir sebagai dokumentasi sekaligus inspirasi bagi dunia usaha untuk mengadopsi model bisnis yang tidak hanya mencari keuntungan tetapi juga memberikan dampak sosial yang signifikan,” ungkap Arsjad.

Ia menambahkan, keberhasilan Muhammadiyah tidak terlepas dari penerapan prinsip gotong royong dalam model bisnis mereka. “Gotong royong adalah ciri khas bangsa Indonesia yang membawa dampak luar biasa saat diterapkan dalam bisnis. Model ini menggabungkan penciptaan laba sebagai syarat keberlanjutan dengan dampak sosial untuk pemerataan kesejahteraan. Implementasi model ini di berbagai sektor diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi yang adil, merata, dan berkelanjutan,” paparnya.

Belajar dari Praktik Baik Muhammadiyah

Ghufron Mustaqim, Sekretaris Jenderal Serikat Usaha Muhammadiyah, menegaskan bahwa lebih dari satu abad Muhammadiyah telah membuktikan dirinya sebagai organisasi yang sukses mengembangkan model kewirausahaan sosial. Ia menyebutkan, keberhasilan ini menjadi pelajaran berharga bagi para pengusaha, khususnya di lingkungan Muhammadiyah.

“Dari pengalaman Muhammadiyah, kita belajar bahwa keberhasilan dalam mengembangkan kewirausahaan sosial membutuhkan niat luhur, kerja keras, profesionalitas, dan semangat pelayanan. Prinsip-prinsip ini yang menjadikan Muhammadiyah berhasil membangun social enterprise yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar Ghufron.

Ia juga mengajak para pengusaha Muhammadiyah untuk terus belajar dari praktik baik yang telah dikembangkan organisasi ini. “Muhammadiyah telah menjadi contoh nyata bahwa bisnis tidak hanya soal mencari keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Inilah yang perlu kita teladani untuk membangun ekosistem kewirausahaan sosial di Indonesia,” tambahnya.

Sinergi Muhammadiyah dan KADIN untuk Masa Depan

Kolaborasi antara Muhammadiyah dan KADIN Indonesia diharapkan dapat membuka peluang baru untuk mendukung pembangunan ekonomi berbasis pemberdayaan masyarakat. Melalui program-program yang disepakati, kedua pihak berkomitmen memperkuat peran ekonomi umat.

“Kerja sama ini adalah langkah konkret untuk menjadikan kewirausahaan sosial sebagai bagian dari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, termasuk ketimpangan ekonomi. Kami optimistis, sinergi ini dapat menciptakan dampak besar, baik untuk umat maupun bangsa,” tutup Haedar Nashir.

Buku Bangkitnya Kewirausahaan Sosial: Kisah Muhammadiyah menjadi tonggak penting dalam perjalanan Muhammadiyah sebagai organisasi pelopor kewirausahaan sosial di Indonesia. Dengan kisah dan pengalaman yang diabadikan dalam buku ini, Muhammadiyah diharapkan terus menjadi inspirasi bagi dunia usaha dalam menciptakan keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dan dampak sosial.

Kolaborasi ini juga mencerminkan komitmen bersama antara sektor organisasi sosial dan dunia usaha untuk menjawab tantangan masa depan, menciptakan kesejahteraan yang merata, dan membawa perubahan positif bagi masyarakat luas.

Editor: Dwi Kurniadi

 

  • Penulis: Najihus Salam

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dosen Kesmas UMS Tegaskan Pentingnya Pencegahan TBC Berkelanjutan

    Dosen Kesmas UMS Tegaskan Pentingnya Pencegahan TBC Berkelanjutan

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Wilayah Jawa Tengah bersama Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Jawa Tengah menggelar Implementasi Kegiatan Pencegahan dan Pengendalian TBC (P2TBC), di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat upaya promotif dan preventif guna menekan angka kasus TBC secara kolaboratif. Ketua […]

  • Wamenag Tekankan Tanggung Jawab Moral Manusia atas Kecerdasan Buatan di ICIMS 2026 UMS

    Wamenag Tekankan Tanggung Jawab Moral Manusia atas Kecerdasan Buatan di ICIMS 2026 UMS

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 61
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., menekankan pentingnya tanggung jawab moral manusia dalam penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) pada 6th International Conference on Islamic and Muhammadiyah Studies (ICIMS) 2026 yang diselenggarakan di Ruang Seminar Auditorium Moh. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), pada Selasa […]

  • Membaca dan Berpikir Luas adalah Kemewahan Sejati Kader

    Membaca dan Berpikir Luas adalah Kemewahan Sejati Kader

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 63
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta — Peluncuran buku Manifestasi Islam Progresif karya Najihus Salam, Ketua Divisi Kajian KM3Nas DPP IMM, yang digelar pada Ahad, 13 April 2025 di Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menjadi momen penting bagi penguatan tradisi intelektual di lingkungan gerakan mahasiswa. Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani […]

  • Semakin Berkemajuan! UM Bandung Latih Warga Cipadung Kidul Kelola Sampah dengan Teknik Octaco

    Semakin Berkemajuan! UM Bandung Latih Warga Cipadung Kidul Kelola Sampah dengan Teknik Octaco

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 145
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandung – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung concern pada solusi sampah dengan Pengabdian Masyarakat Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) KLHK 2023, rumah tangga menjadi sumber terbesar penghasil sampah (Kota Bandung 60 persen sampah berasal dari rumah tangga). Komposisi sampah mayoritas adalah sampah sisa makanan (44.52 persen). ”Sampah rumah […]

  • SMP Muhammadiyah Purwojati Raih Juara Umum OSM Banyumas 2025

    SMP Muhammadiyah Purwojati Raih Juara Umum OSM Banyumas 2025

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 56
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Cilongok, Banyumas – Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Banyumas menyelenggarakan Penyerahan Medali Olimpiade Sekolah Muhammadiyah (OSM) 2025 bertempat di Pondok Pesantren Modern Zam Zam, Cilongok ini menjadi puncak apresiasi bagi peserta didik berprestasi dari berbagai sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Banyumas, Jum’at, (12/12/2025). OSM 2025 sendiri telah dilaksanakan secara daring pada 29–30 Oktober 2025 dan diikuti […]

  • UMS Kukuhkan Empat Doktor Ilmu Hukum, Disertasi Soroti Urgensi Hukum Transenden

    UMS Kukuhkan Empat Doktor Ilmu Hukum, Disertasi Soroti Urgensi Hukum Transenden

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Doktor Ilmu Hukum (PDIH) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengukuhkan empat doktor baru. Pengukuhan ini diselenggarakan di Ruang Seminar Gedung Pascasarjana UMS, Senin (22/9). Kali ini, PDIH UMS mengukuhkan FX Ary Setiawan sebagai doktor ke 98, Jhonsen Ginting sebagai doktor ke-99 Moh. Indra Bangsawan sebagai doktor ke-100, dan Suryani sebagai […]

expand_less