Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kebijakan Jam Masuk Sekolah dari Perspektif Disiplin dan Tumbuh Kembang Anak

Kebijakan Jam Masuk Sekolah dari Perspektif Disiplin dan Tumbuh Kembang Anak

  • account_circle Zulfan Falakhi
  • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
  • visibility 63
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah meresmikan aturan baru terkait jam masuk sekolah yang kini dimajukan menjadi pukul 06.30 WIB. Kebijakan ini tercantum dalam surat edaran Gubernur Jawa Barat bertanggal 28 Mei 2025 dengan nomor 58/PK.03/Disdik.

Dilansir dari akun Instagram resmi Dinas Pendidikan Jawa Barat, kebijakan tersebut merupakan implementasi dari Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 mengenai hari sekolah. Tujuan dimajukannya waktu masuk sekolah ini adalah untuk membentuk generasi yang memiliki karakter sesuai nilai-nilai Panca Waluya, yaitu Cageur (sehat), Bageur (berakhlak baik), Bener (jujur), Pinter (cerdas), dan Singer (terampil).

Rencananya, pemberlakuan jam masuk sekolah tersebut berlaku untuk seluruh jenjang mulai dari SMA/se-derajat hingga untuk satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan diberlakukan mulai pada tahun ajaran baru, Juli mendatang. Namun, dilansir dari pewartaan Kompas.com (17/6/2025), kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian ulang oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Dr. Murfiah Dewi Wulandari, S.Psi., M.Psi., menyatakan bahwa berdasarkan analisanya, untuk pendisiplinan kebijakan tersebut tidak memiliki masalah. Di Kota Solo, beberapa sekolah yang telah memberlakukan jam masuk sekolah 6.30 WIB.

Jam masuk sekolah yang telah diterapkan di beberapa sekolah di Solo, menurutnya telah menjadi best practice dengan hasil yang cukup baik dalam hal pembiasaan karakter.

“Jadi kalau untuk pembiasaan karakter ya saya setuju untuk siswa itu masuk jam 6.30,” ungkap Wakil Dekan II FKIP UMS itu, Selasa (24/6).

Pemberlakuan jam masuk sekolah lebih pagi selain baik untuk pembiasaan, kedisiplinan, juga baik untuk perkembangan kognitif. Pembelajaran pagi hari lebih baik, sebab otak masih fresh dan lebih konsentrasi dalam belajar.

Murfiah mengatakan jam masuk sekolah yang lebih awal biasa dilakukan oleh sekolah dengan penciri khusus seperti sekolah-sekolah Islam. Sebab menjadi strategi untuk memberikan tambahan bekal tentang keislaman seperti hafalan al quran atau surat-surat sehingga harus mengambil jam masuk sekolah yang lebih awal.

Dia juga setuju bahwa di Indonesia ini masih perlu ada dorongan untuk pendisiplinan, berbeda dengan negara-negara di Barat. Peran orang tua juga sangat penting untuk pembiasaan dari anak-anaknya.

“Memang kalau untuk menggebrak disiplin, itu memang agak susah, dibutuhkan effort yang tinggi dari orang tua, karena ini ada campur tangan orang tua,” tambah Murfiah.

Timbal balik yang harus dirasakan apabila jam masuk lebih pagi, maka sebaiknya jam tidur lebih awal. Sebagai upaya untuk pembiasaan kedisiplinan, jam main-main di malam hari harus dikurangi agar dapat berangkat sekolah lebih pagi.

“Memang kalau awal-awal pasti akan terjadi chaos, tapi kalau nanti sudah berjalan ya akan baik-baik saja,” tambahnya.

Selain sebagai upaya pembiasaan kedisiplinan dan efektivitas pengajaran, bagi Murfiah, jam masuk sekolah lebih awal juga akan efektif untuk mengurai kemacetan.

Sedangkan untuk satuan PAUD, Kaprodi Pendidikan Guru PAUD UMS Dr. Junita Dwi Wardhani, S.E., M.Ed., bahwa pemberlakuan jam masuk sekolah pada 6.30 bagi satuan PAUD perlu dikaji ulang secara lebih komprehensif karena masih banyak faktor yang perlu diperhatikan. Salah satunya harus melihat dari perspektif tumbuh kembang anak karena perspektif tumbuh kembang anak PAUD dengan anak SD, SMP itu berbeda.

Junita merasa memang perlu penyusunan kebijakannya itu berbasis riset dan uji coba lapangan pada konteks anak usia dini. Kebijakan ini juga perlu menggandeng berbagai pakar anak usia dini, psikolog anak, juga melibatkan orang tua.

“Anak usia dini itu masih berada dalam fase perkembangan biologis, emosional, dan sosial yang sangat sensitif, sehingga anak-anak PAUD itu membutuhkan waktu tidur yang cukup,” ujar Junita.

The American Academy of Pediatrics mengatakan bahwa tidur sangat dibutuhkan bagi tumbuh kembang anak. Anak usia 3- 5 tahun itu membutuhkan tidur 10-13 jam per hari. Sedangkan pada anak usia sekitar 6 tahun itu butuh 9-12 jam.

“Kalau ini tidak terpenuhi biasanya menyebabkan berbagai dampak misalnya penurunan daya konsentrasi, daya pikir, gangguan perilaku misalnya rewel, marah, dan sistem imun yang melemah,” jelas Junita.

Rutinitas yang stabil dan tenang sangat diperlukan sehingga mendorong anak untuk datang ke sekolah. Kebijakan masuk sekolah terlalu pagi itu juga menimbulkan stress psikologis, kelelahan, dan mungkin berdampak pada penurunan daya tahan tubuh.

Junita memahami untuk mendisiplinkan anak memang harus dimulai sejak dini. Akan tetapi ada banyak cara untuk bisa melakukannya. Menanamkan sifat kedisiplinan sebaiknya harus memperhatikan prinsip-prinsip DAP (Developmentally Appropriate Practice) yaitu prinsip-prinsip yang sesuai dengan perkembangan anak.

“Disiplin pada anak usia dini itu bukan dibentuk melalui kepatuhan terhadap jadwal yang kaku, tetapi harus melalui pembiasaan yang positif, konsisten, menyenangkan dan dilakukan dengan suasana yang aman dan penuh kasih sayang,” tutur Junita.

Kedisiplinan pada anak usia dini di taman kanak-kanak dilakukan melalui pendekatan yang menyenangkan. Contohnya anak datang lalu meletakkan sepatu di rak sepatu, meletakkan tasnya di dalam loker yang sudah ada namanya masing-masing. Lalu ketika lupa, akan diingatkan oleh gurunya dengan nada bicara yang tegas namun lembut, memberikan penjelasan yang jelas dan memberikan apresiasi atas hal positif yang telah dilakukan anak.

Pemberlakuan jam masuk sekolah menurut Junita juga perlu mempertimbangkan kondisi orang tua dari segi kesiapan logistik, transportasi, dan kehidupan rumah tangga.

“Jangan sampai kebijakan ini nantinya berjalan tapi malah mengganggu kesejahteraan anak dan keluarga,” ujar Junita. (Maysali/Humas)

  • Penulis: Zulfan Falakhi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Dosen UMS Kembangkan Pertanian Terpadu Berbasis Greenhouse Hidroponik Tenaga Surya untuk Kemandirian Pangan KWT di Sukoharjo

    Tim Dosen UMS Kembangkan Pertanian Terpadu Berbasis Greenhouse Hidroponik Tenaga Surya untuk Kemandirian Pangan KWT di Sukoharjo

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 128
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Kelompok Wanita Tani (KWT) Subur Makmur di Desa Kudu, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, memiliki potensi besar dalam budidaya sayuran hidroponik, khususnya selada dan pakcoy. Namun, ketergantungan pada listrik PLN untuk mengoperasikan pompa air dan skala produksi yang masih terbatas menjadi tantangan utama dalam pengembangan usaha ini. Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, tim […]

  • Teks 'ECONOMIC IMPACT' berwarna putih di atas latar merah panjang, dikelilingi oleh berbagai grafik statistik digital dan peta dunia berwarna biru

    Guru Besar UMS Soroti Dampak Konflik Iran-Amerika-Israel terhadap Ekonomi Global dan Indonesia

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 111
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel dinilai berpotensi memberikan dampak besar terhadap stabilitas ekonomi global, termasuk bagi Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Guru Besar Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS), Prof. Muhammad Sholahuddin, SE, M.Si., Ph.D., CSBA. Menurutnya, konflik yang terjadi di kawasan Timur […]

  • Ramadan Bulan Membangun Integritas

    Ramadan Bulan Membangun Integritas

    • calendar_month Jumat, 16 Apr 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 916
    • 0Komentar

    | Oleh : Suharman, S.Pd (BPO KOKAM Kaltim / Unit INVAR) | Bulan suci Ramadan dimana semua amal perbuatan manusia yang positif akan bernilai ibadah dan perbuatan yang negatif bernilai dosa bahkan semuanya baik pahala dan dosa akan dilipat gandakan oleh Allah SWT. Untuk membijaki itu maka diperlukannya sebuah konsistensi diri  atau integritas dalam menjalankan […]

  • Aksi Peduli LAZISMU Muara Aman! Takjil Gratis untuk yang Membutuhkan

    Aksi Peduli LAZISMU Muara Aman! Takjil Gratis untuk yang Membutuhkan

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 55
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lebong – Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadhan, Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Muara Aman, Kabupaten Lebong, kembali menggelar kegiatan berbagi takjil pada Jumat (21/3). Berbeda dengan pembagian takjil pada umumnya yang dilakukan di pinggir jalan, kegiatan ini menargetkan keluarga yang benar-benar membutuhkan dengan membagikan takjil langsung dari rumah ke […]

  • KKN Dik Plus Umroh, Mahasiswa FKIP UMS Dapat Pengalaman Global di Arab Saudi

    KKN Dik Plus Umroh, Mahasiswa FKIP UMS Dapat Pengalaman Global di Arab Saudi

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 115
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menapakkan langkah strategis dalam penguatan internasionalisasi. Dua mahasiswanya, Annisa Diah Miftakhul Awalin dan Qonita Lathifatus Tsaniyah, resmi menjalani Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN Dik) di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi. Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., menjelaskan bahwa […]

  • UMS Hadirkan Guru Besar TU Dresden, Bahas Transformasi Peran Guru di Era AI

    UMS Hadirkan Guru Besar TU Dresden, Bahas Transformasi Peran Guru di Era AI

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 97
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar guest lecture internasional bertema “AI in Education” dengan menghadirkan Prof. Dr. Thomas Köhler dari Technische Universität Dresden, Germany, sebagai narasumber utama. Kegiatan yang berlangsung secara daring ini dibuka dengan sambutan dari Ketua Program Studi PTI […]

expand_less