Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kukuhkan 4 Doktor Baru Ilmu Hukum UMS, Soroti Dominasi Hukum Adat Perkawinan Muslim Tengger

Kukuhkan 4 Doktor Baru Ilmu Hukum UMS, Soroti Dominasi Hukum Adat Perkawinan Muslim Tengger

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 74
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID; SURAKARTA – Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengukuhkan empat doktor baru. Dengan demikian, Program Doktor Ilmu Hukum UMS telah melahirkan 107 doktor.

Dalam sidang terbuka promosi doktornya, Senin (25/5), Fauziyah Putri Meilinda memaparkan disertasi yang berjudul “Hukum dan Mistisisme: Studi Tentang Perlindungan Hukum Bagi Perkawinan Muslim Tengger Berbasis Profetik”. Penelitian tersebut berangkat dari fenomena pluralisme hukum di Indonesia, khususnya pada masyarakat Muslim Tengger yang berada di persimpangan antara hukum negara, hukum Islam, dan hukum adat.

Fauziyah menyampaikan bahwa masyarakat Muslim Tengger memiliki dinamika sebagai kelompok minoritas yang terkonsentrasi di wilayah bawah seperti Sukapura. Mereka memiliki identitas ganda, yakni tetap taat pada tauhid Islam namun juga terikat erat dengan harmoni komunal hukum adat Tengger.

“Akan tetapi, yang menjadi masalah utama yang saya temukan dalam penelitian ini adalah dominasi hukum adat yang sangat kuat, sehingga hukum Islam dan negara sering kali dikesampingkan,” ujarnya.

Secara sosio-kultural, Muslim di masyarakat Tengger menjadi minoritas di tengah mayoritas penganut agama Hindu dan Buddha. Kondisi tersebut dinilai krusial karena tradisi dan ritual di wilayah itu sangat memengaruhi sinkretisme di masyarakat.

Dalam praktik perkawinan masyarakat Muslim Tengger, Fauziyah menemukan adanya kekosongan hukum akibat dominasi hukum adat Walagara.

“Masyarakat muslim Tengger menghadapi kekosongan hukum (legal vacuum) di mana hukum negara dan hukum Islam terpinggirkan oleh dominasi kuat hukum adat Walagara. Akibatnya terjadi diskriminasi, penyelundupan hukum dengan manipulasi identitas agama, dan ketidakadilan struktural,” paparnya.

Dalam praktik perkawinan adat masyarakat Tengger yaitu Walagara, terdapat struktur spiritual adat dengan tiga indikator mistisisme, yakni ritual, alat dan bahan, serta mistisisme itu sendiri. Ketiganya memiliki makna yang berkaitan dengan pandangan kosmosentris antara manusia, Tuhan, dan alam.

Fauziyah juga menyoroti lemahnya perlindungan hukum bagi masyarakat Muslim Tengger. Menurutnya, hukum adat Walagara menjadi satu-satunya legitimasi sosial, sementara hak keagamaan Muslim Tengger belum terlindungi secara spesifik.

Dalam sesi tanya jawab, Prof. Ro’fah Setyowati, S.H., M.H., Ph.D., mempertanyakan mengapa dominasi hukum adat di Tengger masih sangat kuat meskipun wilayah tersebut berada di Pulau Jawa dan memiliki interaksi yang kompleks dengan dunia luar.

Menanggapi hal tersebut, Fauziyah menjelaskan bahwa dominasi hukum adat dipengaruhi keberadaan Lembaga Paruman, yakni perkumpulan dukun adat dari 33 desa di wilayah Tengger sehingga agama dan negara dikesampingkan.

“Jadi di sana, menganggap agama, negara, itu tidak terlalu penting. Jadi di sana itu lebih mendominasi hukum adat karena ada kepercayaan leluhur Sang Hyang Widi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa proses perkawinan secara hukum di wilayah tersebut sangat rumit. Masyarakat yang ingin melangsungkan perkawinan secara Islam harus melakukannya secara sembunyi-sembunyi atau siri karena kuatnya dominasi adat dan kepercayaan leluhur Sang Hyang Widi.

Dalam disertasinya, Fauziyah menawarkan konsep guided protection berbasis profetik. Konsep tersebut bertujuan mengharmonisasikan struktur, substansi, dan budaya hukum agar hukum tidak menjadi sekadar teks, melainkan perlindungan preventif berbasis bimbingan sosial dan orientasi transendental.

Konsep tersebut memiliki tiga pilar utama, yakni humanisasi, liberasi, dan transendensi. Melalui humanisasi, negara diharapkan hadir aktif melindungi hak keagamaan dan perkawinan minoritas Muslim Tengger. Sementara liberasi diarahkan untuk membebaskan masyarakat dari ketidakadilan struktural akibat dominasi adat, dan transendensi menekankan pentingnya kejujuran identitas serta tanggung jawab kepada Tuhan.

Fauziyah juga menawarkan rekonstruksi hukum nasional, di antaranya melalui perubahan formulasi Pasal 2 Ayat 1 UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 bahwa agar perkawinan dijalankan secara sadar, jujur, dan beritikad baik. Selain itu, ia mengusulkan perubahan pada UU Administrasi Kependudukan agar perubahan data agama pada dokumen resmi didasarkan pada kebebasan hati nurani dan kejujuran identitas.

Dalam sesi sidang, Ketua Sidang Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., sempat menanyakan langkah yang akan dilakukan Fauziyah apabila menjadi Presiden atau Menteri Hukum dan HAM ataupun Menteri Agama untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Menjawab pertanyaan itu, Fauziyah menekankan pentingnya pendekatan dialog kultural dengan masyarakat Muslim, masyarakat Hindu, Lembaga Paruman, dan para kepala desa di wilayah Tengger.

Menurutnya, melalui dialog kultural tersebut dapat dibentuk SOP serta Peraturan Desa yang mengatur hukum adat secara lebih jelas dan tidak bertentangan dengan hak-hak masyarakat.

Pada kesempatan itu promotor sidang terbuka, Prof. Dr. Absori, S.H., M.Hum., turut menyampaikan apresiasi atas capaian Fauziyah dan para doktor lain yang dikukuhkan. Beberapa doktor lain yang dikukuhkan adalah Syaiful Munandar, Lola Yustrisia, dan Riki Zulfiko yang telah dinyatakan lulus melalui publikasi jurnal internasional bereputasi.

Ia mengapresiasi kepada para mahasiswanya yang berhasil menyelesaikan studi doktor tepat waktu disertai berbagai prestasi akademik.

“Juga disertai dengan prestasi-prestasi yang membanggakan, yaitu memperoleh hibah penulisan doktor dan juga publikasi ke jurnal internasional bereputasi. Ini satu langkah yang luar biasa karena barangkali salah satu keunggulan dari program doktor Universitas Muhammadiyah Surakarta ini adalah kemampuan mahasiswa untuk digembleng dalam rangka publikasi jurnal internasional bereputasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil proses panjang melalui pembelajaran academic writing, klinik penulisan artikel, hingga pendampingan disertasi sehingga mahasiswa mampu menyelesaikan studi tepat waktu.

Kontributor: Maysali/Humas

Editor: Nurul Fahri

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stellarspins Casino site Offers Substantial Rewards Small Deposits Real Enjoyment in Australia

    Stellarspins Casino site Offers Substantial Rewards Small Deposits Real Enjoyment in Australia

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 33
    • 0Komentar

    We dedicated time poking around Stellarspins Casino to see what it provides players who want genuine enjoyment without a hefty bankroll https://stellarspinscasino-au.org/. The site features a vibrant, straightforward layout and a game library that covers slots, traditional table games, and live casino tables. The large-payouts-with-low-minimums promise is not merely a slogan. Small deposit requirements, a […]

  • Mahasiswa Penerima Beasiswa Kader UMS Ditekankan Jadi Kader Unggul dan Berkemajuan

    Mahasiswa Penerima Beasiswa Kader UMS Ditekankan Jadi Kader Unggul dan Berkemajuan

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 66
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Mahasiswa penerima Beasiswa Kader Universitas Muhammadiyah Surakarta https://www.ums.ac.id/ (UMS) diingatkan untuk tidak sekadar menjadi mahasiswa biasa, tetapi tampil sebagai kader unggul yang membawa nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan akademik maupun sosial. Pesan tersebut disampaikan oleh Ketua Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) UMS, Dr. Bambang Sukoco, S.H., M.H., http://ums.ac.id/profile/bambang-sukoco dalam kegiatan pembinaan […]

  • Mahasiswa PLP II UMS Dampingi SAPAMURID, Aplikasi Digitalisasi Administrasi Siswa di SMK Negeri 6 Sukoharjo

    Mahasiswa PLP II UMS Dampingi SAPAMURID, Aplikasi Digitalisasi Administrasi Siswa di SMK Negeri 6 Sukoharjo

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 67
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo — Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut berkontribusi dalam mendorong digitalisasi layanan pendidikan melalui pendampingan dan pengenalan aplikasi SAPAMURID di SMK Negeri 6 Sukoharjo. Inovasi tersebut dikembangkan sebagai upaya untuk mempermudah pengelolaan administrasi siswa sekaligus menghadirkan sistem yang lebih efektif, efisien, dan terdokumentasi. Pengembangan SAPAMURID tidak terlepas […]

  • AMM Purworejo Gelar Semarak Ramadhan di PAYDM Kaligesing, Soroti Tiga Pilar Sosial

    AMM Purworejo Gelar Semarak Ramadhan di PAYDM Kaligesing, Soroti Tiga Pilar Sosial

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 46
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, PURWOREJO – Ramadhan 1446 H membawa suasana berbeda di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Panti Asuhan Yatim Dhuafa Muhammadiyah (PAYDM) Kaligesing, Desa Kaliharjo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Purworejo menggelar kegiatan Semarak Ramadhan dengan tema “Waktu untuk Membersihkan Hati, Memperbanyak Ibadah”. Kegiatan ini berangkat dari kajian kritis yang menyoroti tiga aspek sosial […]

  • Wasathiyah sebagai Pilar, PERSADA UAD Siapkan Kader untuk Dunia Nyata

    Wasathiyah sebagai Pilar, PERSADA UAD Siapkan Kader untuk Dunia Nyata

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 55
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – PERSADA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan kegiatan penguatan ideologi dan nilai-nilai keislaman bagi pengurusnya melalui kegiatan Refreshing AIK (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan) yang memasuki sesi Materi 2 pada Sabtu, 19 April 2025 M/20 Syawal 1446 H. Bertempat di Ruang Sidang Bersama Fakultas Teknologi Industri, Lantai 5 Gedung Utama Kampus IV UAD, kegiatan […]

  • Resmi Dilantik, PRPM Se-Metro Barat Siap Menjadi Kader Pelanjut Persyarikatan

    Resmi Dilantik, PRPM Se-Metro Barat Siap Menjadi Kader Pelanjut Persyarikatan

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 49
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Metro — Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Metro Barat resmi dilantik dalam acara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kaderisasi. Pelantikan mencakup PRPM Ganjar Asri, PRPM Ganjar Agung, PRPM Mulyosari, dan PRPM Mulyojati, dan dilakukan oleh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Metro Barat di Aula Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Budi Utomo, Sabtu (13/12/2025). […]

expand_less