Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Keluarga Muhammadiyah dan Muhammadiyah Keluarga

Keluarga Muhammadiyah dan Muhammadiyah Keluarga

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 6 Jun 2024
  • visibility 291
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Rahmat Balaroa, Kader Muhammadiyah, Founder Candu Buku Kota Palu

Ada petuah yang menarik, maknanya teramat dalam disampaikan oleh guru kami, Ayahanda Abdul Hanif  dengan dialeg salah satu daerah yang ada di Sulawesi Tengah. “Bermuhammadiyah itu kejar surga, jangan sampai gegara torang berorganisasi, so itu bekeng surga  jauh.”  Terjemahan sederhananya adalah bermuhammadiyah itu untuk mengejar surga, jangan lah kegiatan berorganisasi itu justru menjauhkan kita dari surga.

Muhammadiyah dengan kebesaran namanya, sebagaimana taglinenya “mencerahkan semesta” telah banyak melahirkan insan yang dalam bahasa Ali Syariati disebut sebagai Rausyanfikr, orang-orang yang tercerahkan, menjadi tiang inti tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Itu adalah fakta yang tidak bisa dibantah.

Namun, jangan mengira dibalik kebesaran itu tidak terdapat gejolak api pergerakan yang mengerikan. Seakan membuat Muhammadiyah tak lagi ada marwahnya. Tapi begitulah Muhammadiyah, dengan adab organisasi yang adiluhung menjadikannya sinar surya yang terus menyinari.

Keluarga Muhammadiyah

Keluarga Muhammadiyah dan Muhammadiyah Keluarga adalah dua frasa berbeda yang kerap disatupadankan maknanya. Kalau kita menengok Pedoman Hidup Islam Warga  Muhammadiyah (PHIWM), pada bagian tiga, tentang kehidupan dalam kelurga dituliskan bahwa keluarga-keluarga di lingkungan Muhammadiyah dituntut keteladanan (uswah hasanah) dalam mempraktikkan kehidupan yang Islami yakni tertanamnya ihsan/kebaikan dan bergaul dengan ma’ruf, saling menyayangi dan mengasihi, menghormati hak hidup anak, saling menghargai dan menghormati antar anggota keluarga, memberikan pendidikan akhlaq yang mulia secara paripuma, menjauhkan segenap anggota keluarga dari bencana siksa neraka, membiasakan bermusyawarah dalam menyelasaikan urusan, berbuat adil dan ihsan, memelihara persamaan hak dan kewajiban, dan menyantuni anggota keluarga yang tidak mampu.

Jelas, bahwa keluarga yang berada dalam lingukangan Muhammadiyah adalah keluarga Muhammadiyah yang membawa misi rahmatan lil alamin serta menjunjung profesionalitas dalam menjalankan amanah persyarikatan.

Kalau lah tidak keberatan, mari sejenak kita menengok satu sosok yang dalam Muhammadiyah menjadi teladan profesionalitas berorganisasi, K.H Mas Mansur. Soebagijo, dalam bukunya K.H Mas Mansur Pembaharu Islam Indonesia, menuliskan bahwa periode keemasan Muhamadiyah, ada pada periode Mas Mansur. Pernah suatu ketika, pada perhelatan besar Muhamadiyah, kongres ke-28 di Medan 1939, yang seharusnya Pimpinan Pusat disedikan tempat khusus untuk beristirahat, K.H. Mas Mansur sebagai Ketua Pimpinan Pusat kala itu lebih memilih untuk tetap bergabung bersama peserta utusan wilayah yang lain.

Selain itu, ketika kongres sedang berlangsung, K.H. Mas Mansur menerima kabar telegram bahwa istrinya yang berada di Surabaya telah kembali ke Haribaan ilahi. Di sinilah bentuk profesionalitasnya,  beliau sedikitpun tak menunjukan kesedihan itu di hadapan peserta Kongres, yang sebenarnya itu bisa saja dilakukannya walau sekedear memberi tahu. Baru lah setelah kongres berakhir, K.H Mas Mansur menyampaikan bahwa telegram yang datang itu adalah kabar berpulangnya sang Istri.

Muhammadiyah Keluarga

Istilah Muhammadiyah keluarga kerapkali disandingan dengan amal kerja muhammadiyah, berupa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang pengelolaanya dipegang oleh keluarga-keluarga tertentu. Benar saja, sering kita menjumpai praktek-praktek menyimpang itu dalam tubuh Muhammadiyah dengan motif yang berbeda-beda. Pertanyaanya, apa yang menjadi masalah ketika AUM hanya dikeola oleh keluarga-keluarga tertentu yang dengan halus kita sebut “Nepotisme AUM” bukankah akan lebih terurus ketika dipegang oleh sekelompok keluarga? Tentu ini menghadirkan pandangan yang berbeda-beda.

Namun, yang peru diingat, Muhammadiyah adalah amanat besar yang dititipkan oleh Kiyai Dahlan yang dalam prakteknya, mengesampingkan ego ingin menguasai. Memang, sejarah memberi kabar pada kita bahwa Muhammadiyah lahir dari lingkup keluarga dengan segala tantangannya. Demikian halnya dakwah Nabi Muhammad SAW. Muhammadiyah harus dirasakan oleh semua orang. Sebagaimana Jendral Sudirman, sosok pemuda yang dikenal lentur membawa identitas Kemuhammadiyahannya terhadap siapa saja yang ia temui,

Beberapa bulan yang lalu, penulis sempat mendiskusikan beberapa hal bersama karib semasa kuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Salah satu poin pembicaraannya adalah, bagaimana nasib AUM yang di dalamnya terjadi praktek menyimpang sebagaimana yang disebutkan sebelumnya. Ya, miris. Setelah melihat beberapa kasus yang sudah terjadi, tidak salah kalau kita menarik kesimpulan bahwa sesuatu yang semula adalah kerja-kerja jamaah (bersama) akan hancur bilamana diserahkan pada tangan-tangan yang dengan sadar menuruti hawa nafsu untuk berkuasa.

Belum lagi, beberapa minggu terakhir, desas-desus dualisme wahabi-muhammadiyah kembali mencuat. Yang mengharuskan persyarikatan bertindak tegas, yang kalau dalam bahasa Bukhari Muslim, penulis buku Memenangkan Islam Progresif, “Muhammadiyah harus berani bersih-bersih.”

Seharusnya, itu menjadi penyadar bagi kita, bahwa yang harus ditumbuhkan adalah rasa memiliki persyarikatan bukan rasa ingin memliki Amal Usahanya saja. Atau paling tidak, sekurang-kurangnya menurunkan rasa ingin menguasai persyarikatan secara pribadi sebab di luar sana, ada banyak kelompok yang berusaha menguasai persyarikatan Muhammadiyah.

Kembali lagi kita pada nasihat di awal, “Muhammadiyah ini jalan kita untuk menuju surga, jangan malah menjadikan kita jauh dari surga”.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Milad Ke-109 ‘Aisyiyah Tulungagung: Perkokoh Dakwah Kemanusiaan Wujudkan Perdamaian

    Milad Ke-109 ‘Aisyiyah Tulungagung: Perkokoh Dakwah Kemanusiaan Wujudkan Perdamaian

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 138
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, TULUNGAGUNG – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Tulungagung menggelar acara Refleksi Milad ‘Aisyiyah ke-109 pada Ahad (17/5/2026) di Hall Walidah Tulungagung. Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, momentum ini menjadi bukti nyata konsistensi gerakan perempuan berkemajuan yakni ‘Aisyiyah dalam menjawab tantangan zaman melalui aksi-aksi sosial yang konkret. Dihadiri oleh seluruh perwakilan Pimpinan Cabang […]

  • Penguatan Kapasitas Tim Pengelola Jadi Langkah Lanjutan Pengembangan Hutan Wakaf SITI KANAYA

    Penguatan Kapasitas Tim Pengelola Jadi Langkah Lanjutan Pengembangan Hutan Wakaf SITI KANAYA

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 61
    • 0Komentar

    PASURUAN – Pengembangan Hutan Wakaf Pemberdayaan Perempuan SITI KANAYA di Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, berlanjut melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Tim Pengelola pada 24–25 September 2026 di ‘Aisyiyah Training Center (ATC) Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari asesmen dan koordinasi awal pengembangan kawasan, sekaligus menjadi pertemuan kedua dalam rangkaian proses […]

  • Forum Muda Bicara Pendidikan Dorong Pemahaman Publik tentang TKA

    Forum Muda Bicara Pendidikan Dorong Pemahaman Publik tentang TKA

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 50
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tangerang Selatan – Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi tema utama dalam forum Muda Bicara Pendidikan yang digelar di Serambi Temu, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (3/9/2025). Acara ini mempertemukan tokoh pendidikan, praktisi, guru, hingga perwakilan pelajar untuk mendiskusikan peran TKA dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Kepala PSKP UAD sekaligus Tenaga Ahli Kementerian Pendidikan Dasar dan […]

  • Puasa Ramadhan Membentuk Manusia Menjadi Insan Bertaqwa

    Puasa Ramadhan Membentuk Manusia Menjadi Insan Bertaqwa

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 430
    • 0Komentar

    Oleh: Ahmad Farhan Choirullah, MA (Dosen, Praktisi dan Peneliti Bidang Hukum Islam) Kata takwa secara bahasa dapat diartikan sebagai bentuk rasa takut, hati-hati dan memelihara diri. Dalam bahasa Arab kata taqwa merupakan isim dari kata atqa yang dalam bentuk mashdarnya al-itqa yang diberasal dari kata waqa. al-wiqayah memiliki arti menjaga diri dari sesuatu yang dapat […]

  • Irwan Akib Dorong BikersMu Jadi Teladan Dakwah di Jalan Raya

    Irwan Akib Dorong BikersMu Jadi Teladan Dakwah di Jalan Raya

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 63
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta — Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Irwan Akib, menyambut positif kehadiran Bikers Muhammadiyah (BikersMu) sebagai bentuk baru dakwah komunitas berbasis hobi pada Ahad (19/10). Dalam arahannya saat pengukuhan pengurus PP BikersMu periode 2025–2027 di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Irwan menyampaikan pentingnya gerakan dakwah yang bersifat simultan dan kolaboratif. “Intinya bagaimana dakwah itu bisa […]

  • Uzlah Ilmiah PBSI UMS Tingkatkan Luaran Artikel Ilmiah

    Uzlah Ilmiah PBSI UMS Tingkatkan Luaran Artikel Ilmiah

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 89
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Dalam rangka pengembangan akademik, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan Uzlah Ilmiah di Anaya Azana Boutique Hotel Tawangmangu, pada 20-22 Mei 2025. Kegiatan uzlah Ilmiah ini bertajuk Workshop Scopus Writing Bootcamp: Pemanfaatan AI dalam Penulisan Artikel Ilmiah. Seluruh dosen PBSI […]

expand_less