Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Keluarga Muhammadiyah dan Muhammadiyah Keluarga

Keluarga Muhammadiyah dan Muhammadiyah Keluarga

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 6 Jun 2024
  • visibility 287
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Rahmat Balaroa, Kader Muhammadiyah, Founder Candu Buku Kota Palu

Ada petuah yang menarik, maknanya teramat dalam disampaikan oleh guru kami, Ayahanda Abdul Hanif  dengan dialeg salah satu daerah yang ada di Sulawesi Tengah. “Bermuhammadiyah itu kejar surga, jangan sampai gegara torang berorganisasi, so itu bekeng surga  jauh.”  Terjemahan sederhananya adalah bermuhammadiyah itu untuk mengejar surga, jangan lah kegiatan berorganisasi itu justru menjauhkan kita dari surga.

Muhammadiyah dengan kebesaran namanya, sebagaimana taglinenya “mencerahkan semesta” telah banyak melahirkan insan yang dalam bahasa Ali Syariati disebut sebagai Rausyanfikr, orang-orang yang tercerahkan, menjadi tiang inti tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Itu adalah fakta yang tidak bisa dibantah.

Namun, jangan mengira dibalik kebesaran itu tidak terdapat gejolak api pergerakan yang mengerikan. Seakan membuat Muhammadiyah tak lagi ada marwahnya. Tapi begitulah Muhammadiyah, dengan adab organisasi yang adiluhung menjadikannya sinar surya yang terus menyinari.

Keluarga Muhammadiyah

Keluarga Muhammadiyah dan Muhammadiyah Keluarga adalah dua frasa berbeda yang kerap disatupadankan maknanya. Kalau kita menengok Pedoman Hidup Islam Warga  Muhammadiyah (PHIWM), pada bagian tiga, tentang kehidupan dalam kelurga dituliskan bahwa keluarga-keluarga di lingkungan Muhammadiyah dituntut keteladanan (uswah hasanah) dalam mempraktikkan kehidupan yang Islami yakni tertanamnya ihsan/kebaikan dan bergaul dengan ma’ruf, saling menyayangi dan mengasihi, menghormati hak hidup anak, saling menghargai dan menghormati antar anggota keluarga, memberikan pendidikan akhlaq yang mulia secara paripuma, menjauhkan segenap anggota keluarga dari bencana siksa neraka, membiasakan bermusyawarah dalam menyelasaikan urusan, berbuat adil dan ihsan, memelihara persamaan hak dan kewajiban, dan menyantuni anggota keluarga yang tidak mampu.

Jelas, bahwa keluarga yang berada dalam lingukangan Muhammadiyah adalah keluarga Muhammadiyah yang membawa misi rahmatan lil alamin serta menjunjung profesionalitas dalam menjalankan amanah persyarikatan.

Kalau lah tidak keberatan, mari sejenak kita menengok satu sosok yang dalam Muhammadiyah menjadi teladan profesionalitas berorganisasi, K.H Mas Mansur. Soebagijo, dalam bukunya K.H Mas Mansur Pembaharu Islam Indonesia, menuliskan bahwa periode keemasan Muhamadiyah, ada pada periode Mas Mansur. Pernah suatu ketika, pada perhelatan besar Muhamadiyah, kongres ke-28 di Medan 1939, yang seharusnya Pimpinan Pusat disedikan tempat khusus untuk beristirahat, K.H. Mas Mansur sebagai Ketua Pimpinan Pusat kala itu lebih memilih untuk tetap bergabung bersama peserta utusan wilayah yang lain.

Selain itu, ketika kongres sedang berlangsung, K.H. Mas Mansur menerima kabar telegram bahwa istrinya yang berada di Surabaya telah kembali ke Haribaan ilahi. Di sinilah bentuk profesionalitasnya,  beliau sedikitpun tak menunjukan kesedihan itu di hadapan peserta Kongres, yang sebenarnya itu bisa saja dilakukannya walau sekedear memberi tahu. Baru lah setelah kongres berakhir, K.H Mas Mansur menyampaikan bahwa telegram yang datang itu adalah kabar berpulangnya sang Istri.

Muhammadiyah Keluarga

Istilah Muhammadiyah keluarga kerapkali disandingan dengan amal kerja muhammadiyah, berupa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang pengelolaanya dipegang oleh keluarga-keluarga tertentu. Benar saja, sering kita menjumpai praktek-praktek menyimpang itu dalam tubuh Muhammadiyah dengan motif yang berbeda-beda. Pertanyaanya, apa yang menjadi masalah ketika AUM hanya dikeola oleh keluarga-keluarga tertentu yang dengan halus kita sebut “Nepotisme AUM” bukankah akan lebih terurus ketika dipegang oleh sekelompok keluarga? Tentu ini menghadirkan pandangan yang berbeda-beda.

Namun, yang peru diingat, Muhammadiyah adalah amanat besar yang dititipkan oleh Kiyai Dahlan yang dalam prakteknya, mengesampingkan ego ingin menguasai. Memang, sejarah memberi kabar pada kita bahwa Muhammadiyah lahir dari lingkup keluarga dengan segala tantangannya. Demikian halnya dakwah Nabi Muhammad SAW. Muhammadiyah harus dirasakan oleh semua orang. Sebagaimana Jendral Sudirman, sosok pemuda yang dikenal lentur membawa identitas Kemuhammadiyahannya terhadap siapa saja yang ia temui,

Beberapa bulan yang lalu, penulis sempat mendiskusikan beberapa hal bersama karib semasa kuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Salah satu poin pembicaraannya adalah, bagaimana nasib AUM yang di dalamnya terjadi praktek menyimpang sebagaimana yang disebutkan sebelumnya. Ya, miris. Setelah melihat beberapa kasus yang sudah terjadi, tidak salah kalau kita menarik kesimpulan bahwa sesuatu yang semula adalah kerja-kerja jamaah (bersama) akan hancur bilamana diserahkan pada tangan-tangan yang dengan sadar menuruti hawa nafsu untuk berkuasa.

Belum lagi, beberapa minggu terakhir, desas-desus dualisme wahabi-muhammadiyah kembali mencuat. Yang mengharuskan persyarikatan bertindak tegas, yang kalau dalam bahasa Bukhari Muslim, penulis buku Memenangkan Islam Progresif, “Muhammadiyah harus berani bersih-bersih.”

Seharusnya, itu menjadi penyadar bagi kita, bahwa yang harus ditumbuhkan adalah rasa memiliki persyarikatan bukan rasa ingin memliki Amal Usahanya saja. Atau paling tidak, sekurang-kurangnya menurunkan rasa ingin menguasai persyarikatan secara pribadi sebab di luar sana, ada banyak kelompok yang berusaha menguasai persyarikatan Muhammadiyah.

Kembali lagi kita pada nasihat di awal, “Muhammadiyah ini jalan kita untuk menuju surga, jangan malah menjadikan kita jauh dari surga”.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membaca dan Berpikir Luas adalah Kemewahan Sejati Kader

    Membaca dan Berpikir Luas adalah Kemewahan Sejati Kader

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 83
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta — Peluncuran buku Manifestasi Islam Progresif karya Najihus Salam, Ketua Divisi Kajian KM3Nas DPP IMM, yang digelar pada Ahad, 13 April 2025 di Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menjadi momen penting bagi penguatan tradisi intelektual di lingkungan gerakan mahasiswa. Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani […]

  • Terlalu Ngefans Sama Artis Bisa Ganggu Kesehatan Mental? Ini Penjelasannya

    Terlalu Ngefans Sama Artis Bisa Ganggu Kesehatan Mental? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Oleh: Ummu ‘Afifah, Mahasiswa Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta Di era media sosial yang serba cepat ini, tak butuh waktu lama bagi seseorang untuk merasa “dekat” dengan selebritas idolanya. Hanya dengan membuka Instagram atau TikTok, kita bisa tahu artis favorit kita sedang makan apa, liburan ke mana, bahkan sedang curhat soal masalah pribadinya. Batas […]

  • Dosen FAI UMS Terlibat dalam Kunjungan Lazismu ke Islamic Relief Pakistan

    Dosen FAI UMS Terlibat dalam Kunjungan Lazismu ke Islamic Relief Pakistan

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 85
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)⁠, Fauzul Hanif Noor Athief, L.c., M.Sc., turut terlibat dalam kunjungan resmi Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) ke Islamic Relief Pakistan di Islamabad, Pakistan. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kemanusiaan global sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas lembaga filantropi. […]

  • PM3 IMM Jawa Tengah di Karanganyar, Mubalig Muda Ditempa Hadapi Krisis Umat dan Tantangan Digital

    PM3 IMM Jawa Tengah di Karanganyar, Mubalig Muda Ditempa Hadapi Krisis Umat dan Tantangan Digital

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 110
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Karanganyar – Pelatihan Mubalig Mahasiswa Muhammadiyah (PM3) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah resmi dibuka di Kabupaten Karanganyar, Jumat (13/2/2026). Agenda yang diinisiasi DPD IMM Jawa Tengah ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan mubalig muda agar mampu merespons berbagai krisis umat di tengah dinamika sosial dan tantangan era digital. Pembukaan kegiatan berlangsung khidmat dan […]

  • Mahasiswa FHIP UMS Raih Most Inspiring Participant Future Leader Summit 2026

    Mahasiswa FHIP UMS Raih Most Inspiring Participant Future Leader Summit 2026

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Fika
    • visibility 64
    • 0Komentar

    SURAKARTA – Mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id Jody Julian Putra Caesar, meraih penghargaan Most Inspiring Participant dalam ajang Future Leader Summit 2026 yang diselenggarakan pada 7-9 Oktober 2026 di BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Depok. Penghargaan tingkat nasional tersebut diraih melalui gagasan advokasi lingkungan yang menyoroti polemik Pembangkit Listrik […]

  • Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS Lakukan Groundbreaking Gedung Baru di Momen Milad ke-67 UMS

    Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS Lakukan Groundbreaking Gedung Baru di Momen Milad ke-67 UMS

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    KABARMUH. ID SURAKARTA – Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan ground breaking pada Jumat (24/10), sebagai penanda dimulainya pembangunan kembali gedung pondok yang telah lama tidak difungsikan. Momentum bersejarah ini menjadi simbol kebangkitan kembali Pondok Shabran yang selama ini dikenal sebagai pusat pembinaan karakter dan spiritual mahasiswa UMS. Ground breaking yang digelar di […]

expand_less