Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Keputusan Sulit Yang Melilit

Keputusan Sulit Yang Melilit

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Jumat, 30 Sep 2022
  • visibility 509
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Rahiman Agus Salim

Mahasiswa Magister Manajemen (S2) Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Fakultas Ekonomi Bisnis dan Politik

Keputusan pemerintah menaikkan harga BBM subsidi agaknya merupakan opsi terakhir pemerintah dalam mengantisipasi jebolnya Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang berpotensi mengguncang perekonomian nasional.

Kalau kita lihat dari beberapa sumber yang ada, alasan pemerintah menaikkan harga BBM dipicu oleh semakin besarnya beban subsidi yang ditanggung APBN karena selisih harga minyak dunia dengan harga jual bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Indonesia semakin besar. Kemudian nilai tukar rupiah atau kurs pun sudah melemah, bahkan sudah mencapai menjadi Rp15.272/US$ per 29 September 2022. Selain itu, meningkatnya mobilitas masyarakat akibat pemulihan ekonomi juga telah mendorong peningkatan volume konsumsi BBM, ditambah lagi ketidaktepatan sasaran pemberian subsidi BBM yang banyak dinikmati oleh kelompok masyarakat ‘mampu’ serta industri berskala besar. Sehingga, keputusan pengurangan subsidi BBM nampaknya tidak bisa dihindarkan lagi, demi meringankan tanggungan APBN.

Sebagai solusi untuk tetap menjaga daya beli masyarakat dengan dinaikkannya harga BBM, pemerintah menyiapkan bantuan sosial berupa bantuan langsung tunai (BLT) bagi warga miskin untuk menekan dampak inflasi jika harga BBM subsidi naik. BLT BBM tersebut akan diberikan untuk 20,65 juta Keluarga Penerima Manfaat (PKM) dan 16 juta pekerja. Selain itu juga, pemerintah memberikan bantuan transportasi untuk pengemudi ojek dan nelayan serta tambahan bansos dari 2% dana alokasi umum dan bagi hasil.

Tentu, pemerintah tidak bisa sepenuhnya hanya bergantung dengan tiga bantuan sosial berupa bantuan langsung tunai tersebut dalam memberikan solusi kepada masyarakat. Mengingat dampak kenaikan BBM ini tidak sebanding dengan BLT yang akan diterima masyarakat. Yang mana tidak hanya terbatas menimbulkan inflasi saja, tetapi juga akan menimbulkan pengangguran yang terjadi karena banyak pelaku usaha yang akan terbebani biaya produksi. Kemudian dengan adanya pemberian bantuan langsung tunai, bukan tidak mungkin akan memicu terjadinya peningkatan konsumsi masyarakat yang selanjutnya berpotensi menyulut pelaku usaha untuk menaikkan harga barang dan jasa yang di pasok, tentu sebagai kompensasi akibat kenaikan harga BBM saat ini. Maka dengan demikian Inflasi bukan malah terjaga, tetapi justru meningkat.

Pemerintah memang dihadapkan dengan persoalan sulit. Jika tidak menaikkan harga BBM, keadaan pun akan lebih sulit. Tinggal bagaimana ke depannya pemerintah harus memonitor bantuan langsung tunai dapat terdistribusi tepat sasaran atau barangkali perlu adanya peninjauan kembali terhadap keputusan dan solusi yang diberikan.

Tak bisa dipungkiri bahwa asumsi kemampuan pemerintah untuk menyediakan harga BBM yang sangat terjangkau menjadi salah satu bukti kesuksesan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Dan kaitannya dengan dalam hal ini dapat dilihat dari seberapa besar subsidi diberikan. Maka jika pemerintah melihat subsidi sebagai sebuah beban, tentunya memang akan terasa memberatkan. Namun, jika subsidi dipandang sebagai bentuk usaha pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, maka subsidi tidak akan lagi menjadi sebuah beban, tapi sebuah keharusan yang layak untuk diperjuangkan. Karena masyarakat akan melihat dan menilai sejauh mana kemajuan pencapaian kinerja ekonomi pemerintah itu dari seberapa besar subsidi yang diberikan, termasuk seberapa banyak lapangan pekerjaan yang tercipta dan disiapkan. disinilah perlu ada sinergi yang berimbang antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat sehingga tercipta kesepakatan dan keselarasan langkah dalam menyukseskan pencapaian perekonomian nasional yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Dampak Keputusan

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa pengambilan keputusan merupakan suatu proses pemilihan alternatif dari beberapa alternatif yang ada, untuk kemudian digunakan sebagai suatu cara pemecahan masalah. Dan pastinya, sebuah keputusan akan memberikan dampak, baik terhadap pemberi ataupun penerima keputusan. Hal itu juga akan berlaku dengan keputusan pemerintah yang telah memutuskan untuk menaikkan harga BBM. Secara, BBM merupakan komoditas yang sangat vital dan memegang peranan penting sebagai penggerak roda perekonomian, bahkan mengambil peran hampir di semua aktivitas ekonomi masyarakat. Oleh karenanya kita sudah bisa melihat dan merasakan dampak tersebut pada semua sektor. Baik dari meningkatnya harga barang dan kebutuhan pokok, suku bunga acuan semakin tinggi, sampai pada potensi akan meningkatnya angka pengangguran karena beratnya beban operasional yang akan ditanggung para pelaku usaha dan perusahaan, sehingga akan menekan biaya operasional dengan menghentikan perekrutan karyawan baru dan sampai pada melakukan pemutusan hubungan kerja.

Hal inilah yang kemudian menjadi pemicu penolakan, kritik, protes dan kekecewaan dari elemen masyarakat di berbagai daerah dengan menggelar unjuk rasa menolak keputusan.

Bagaimana menyikapinya?

Tentu kita tidak ingin berlarut-larut dalam kondisi seperti ini. Sebagai masyarakat yang baik, kita harus berupaya untuk ikut serta membantu meringankan beban dengan tidak menambah beban. Kita bisa memberikan masukan, menyumbangkan pemikiran, membantu dalam memberikan edukasi terhadap masyarakat dan hal lainnya sebagai upaya untuk memecahkan persoalan dan menjaga ketentraman. Maka alangkah baiknya, kenaikan harga BBM ini tidak terus menutup sebelah mata kita tentang dampak positifnya.

Dengan adanya pengurangan subsidi BBM, tentu akan menurunkan defisit anggaran, karena menurunnya pengeluaran negara yang selama ini dikeluarkan untuk kebutuhan subsidi BBM. Dengan terus menurunnya defisit anggaran ini, akan membuat sistem keuangan negara menjadi lebih baik dan berkelanjutan. Selain itu anggaran subsidi yang tadinya diperuntukkan bagi BBM, bisa dialihkan untuk membiayai sektor lain yang lebih produktif seperti pertanian, perikanan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lain sebagainya. Apalagi jika mengingat hajat besar negara dalam mewujudkan suksesnya pembangunan dan pemindahan ibu kota negara (IKN) indonesia yang baru, yang pastinya membutuhkan banyak suntikan dana.

Momentum kenaikan harga BBM ini juga dapat mendorong masyarakat untuk lebih berhemat dalam mengonsumsi BBM, seperti menghidupkan kembali budaya sehat berjalan kaki dalam rangka mengurangi polusi udara sebagai upaya menjaga lingkungan yang lebih sehat.

Dan pula dapat dijadikan momentum yang tepat untuk memacu langkah bagi beberapa perusahaan seperti Pertamina, Electrum, Gesits, Gogora dan Gojek, yang tempo lalu sudah melakukan kerja sama untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia yang nantinya membuat masyarakat sudah tidak ragu lagi ketika mau beralih ke kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan, bisa mengurangi pencemaran udara dan tentunya tenaga listrik bisa dihasilkan dari sumber energi terbarukan yang selalu bisa diperbaharui. Berbeda dengan bahan bakar bensin yang diambil dari minyak bumi yang tidak bisa diperbaharui dan jumlahnya terus berkurang. Maka jangan sampai hal ini hanya wacana semata, karena kurangnya dukungan dan regulasi yang baik dari pemerintah. Pemerintah juga seharusnya sudah dapat melirik potensi dan pengembangan energi alternatif dengan menggandeng para pelajar, mahasiswa, ilmuan oerganisasi dan elemen masyarakat lainnya untuk menemukan dan mengembangkan energi alternatif, layaknya biofuel atau bahan bakar nabati atau energi alternatif lainnya yang dapat menjadi solusi di masa mendatang.

Editor : ARM

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Guru Nasional 2024: Presiden Prabowo Apresiasi Dedikasi Guru, Anugerahkan Guru Hebat Indonesia

    Hari Guru Nasional 2024: Presiden Prabowo Apresiasi Dedikasi Guru, Anugerahkan Guru Hebat Indonesia

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 174
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI merayakan puncak peringatan Hari Guru Nasional 2024 di Jakarta International Velodrome, Jakarta, yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, serta sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih. (28/11/2024) Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan tinggi kepada para guru di […]

  • Manajemen dalam Islam

    Manajemen dalam Islam

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 208
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – Kajian jelang berbuka Masjid Islamic Center UAD sebagai aktivitas rutin dalam menunggu berbuka puasa kembali diadakan pada hari ini Selasa (19/03) dengan menghadirkan pemateri yang spesial karena pemateri kali ini adalah seorang perempuan yang di mana pada kajian jelang berbuka pada hari-hari sebelumnya didominasi oleh pemateri laki-laki. Pemateri hari ini adalah Dr. […]

  • Lokakarya Aisyiyah Banjar: Mendorong Pemilu Inklusif dan Substantif

    Lokakarya Aisyiyah Banjar: Mendorong Pemilu Inklusif dan Substantif

    • calendar_month Kamis, 25 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 325
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, Martapura – Program Inlkusi ‘Aisyiyah di Kabupaten Banjar menggelar lokakarya pada Rabu (24/01) di Aula Perguruan Muhammadiyah Martapura. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya mereka untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum bahkan bisa dikatakan mengukir sejarah dengan mengadakan lokakarya pendidikan pemilih yang bertujuan untuk mendorong pemilu inklusif dan substantif. Adapun […]

  • Green Youth Leader Camp 2.0 DPP IMM Komitmen Dorong Gerakan Nasional Penanaman 2 Juta Pohon di 12 Zona Strategis

    Green Youth Leader Camp 2.0 DPP IMM Komitmen Dorong Gerakan Nasional Penanaman 2 Juta Pohon di 12 Zona Strategis

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 59
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bogor — Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) kembali mengukuhkan komitmennya dalam mengarusutamakan gerakan pemuda berorientasi lingkungan melalui pelaksanaan Green Youth Leader Camp 2.0. Acara ini berlangsung selama tiga hari, sejak 25 hingga 27 Juli 2025, di Balai Pelatihan dan Pengembangan SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2SDM) Wilayah III, Rumpin, Bogor. Mengusung […]

  • Expo CRM Unggulan Jawa Tengah, Stand Asy-Syifa’ Raih 9 Santri Inden

    Expo CRM Unggulan Jawa Tengah, Stand Asy-Syifa’ Raih 9 Santri Inden

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 107
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jepara – Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa’ Muhammadiyah Blimbingrejo juga ikut mengambil bagian dalam memeriahkan Expo CRM Unggulan Jawa Tengah melalui stand informasi dan berbagai kegiatan yang menarik perhatian masyarakat. ​Antusiasme pengunjung terlihat dari banyaknya orang tua yang datang untuk mencari informasi mengenai program pendidikan dan penerimaan santri baru. Tidak hanya itu, anak-anak juga turut […]

  • Gelombang Panas Global Kian Ekstrem, Guru Besar UMS: Indonesia Perlu Bersiap dengan Adaptasi Iklim, Bukan Sekadar Waspada

    Gelombang Panas Global Kian Ekstrem, Guru Besar UMS: Indonesia Perlu Bersiap dengan Adaptasi Iklim, Bukan Sekadar Waspada

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 67
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Gelombang panas ekstrem yang melanda berbagai negara di Eropa dalam beberapa pekan terakhir kembali memunculkan kekhawatiran dunia terhadap dampak nyata perubahan iklim. Suhu yang menembus lebih dari 40 derajat Celsius menyebabkan kebakaran hutan, gangguan kesehatan, hingga terganggunya aktivitas masyarakat. Fenomena tersebut juga memunculkan pertanyaan di Indonesia: apakah kondisi serupa dapat terjadi di […]

expand_less