Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Ketika Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Kedua di Negara Sendiri

Ketika Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Kedua di Negara Sendiri

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
  • visibility 53
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Muhamad Amanulloh, Mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan

Bahasa adalah cerminan identitas dan jati diri suatu bangsa. Melalui bahasa, masyarakat membangun cara berpikir, berkomunikasi, dan mengekspresikan budaya mereka. Namun, di tengah derasnya arus globalisasi, keberadaan bahasa Indonesia kini dihadapkan pada tantangan besar, yakni gempuran bahasa Inggris. Pengaruh bahasa Inggris begitu kuat hingga merasuki hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hiburan, hingga percakapan sehari-hari. Pertanyaannya, mampukah kita menjaga kelestarian bahasa Indonesia tanpa menutup diri dari kemajuan global?

Persepsi Bahwa Bahasa Inggris Lebih Bergengsi dan Modern

Di era modern, penggunaan bahasa Inggris memang tidak dapat dihindari. Di dunia kerja, para pekerja secara implisit dituntut untuk memiliki kemampuan bahasa Inggris karena mereka dihadapkan pada istilah-istilah asing dalam keseharian, seperti “deadline”, “meeting”, “target”, ataupun “progress” Bahkan, dalam dunia pendidikan, istilah-istilah, seperti “assignment”, “presentation”, dan “literature review” sudah menjadi hal biasa. Fenomena ini memperlihatkan bahwa bahasa Inggris dianggap lebih modern, profesional, dan bergengsi dibanding bahasa Indonesia. Akibatnya, sebagian masyarakat mulai merasa bahwa menggunakan bahasa Indonesia secara penuh dianggap “kurang keren”.

Salah satu contoh nyata dapat dilihat dari penggunaan bahasa Inggris dalam nama-nama merek dan tempat usaha. Banyak kafe, toko pakaian, hingga perusahaan lokal yang memilih nama berbahasa Inggris agar terdengar lebih menarik, misalnya “Coffee Break”, “Urban Style”, atau “Dream Space”. Bahkan, lembaga pendidikan dan media sosial juga ikut meniru tren ini. Padahal, penggunaan bahasa Indonesia yang baik tidak mengurangi nilai estetik maupun profesionalitas. Contohnya “Kopi Kenangan” atau “Janji Jiwa” yang tetap mampu sukses dan eksis dengan menggunakan bahasa Indonesia yang khas dan mudah diingat.

Selain itu, media sosial turut mempercepat pergeseran kebiasaan berbahasa. Generasi muda sering mencampurkan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris dalam satu kalimat, misalnya “Aku feeling good banget hari ini” atau “Jangan overthinking, just go with the flow”. Meskipun tampak modern dan ekspresif, kebiasaan ini perlahan mengikis kemampuan menggunakan bahasa Indonesia secara utuh dan benar. Anak muda mulai kehilangan kepekaan terhadap makna dan keindahan bahasanya sendiri. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin generasi berikutnya akan semakin jauh dari akar kebahasaan nasional.

Namun, perlu diingat bahwa bahasa Inggris bukanlah musuh. Bahasa ini tetap penting sebagai alat komunikasi global dan sarana menambah wawasan. Yang perlu dikedepankan adalah kemampuan menempatkan kedua bahasa sesuai konteks. Dalam dunia internasional, bahasa Inggris tentu dibutuhkan. Tetapi dalam konteks nasional dan kebudayaan, bahasa Indonesia seharusnya tetap menjadi pilihan utama. Kemampuan bilingual bahkan bisa menjadi keunggulan jika digunakan dengan bijak bukan menggantikan, melainkan melengkapi.

Regulasi Tak Cukup, Kesadaran Adalah Kunci

Pemerintah sebenarnya telah berupaya menjaga eksistensi bahasa Indonesia. Melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik diwajibkan. Namun, regulasi saja tidak cukup. Kesadaran masyarakat menjadi faktor utama. Sekolah, media, dan lembaga publik harus berperan aktif menumbuhkan kebanggaan berbahasa Indonesia. Guru dan dosen perlu menanamkan pemahaman bahwa bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga lambang persatuan dan identitas bangsa.

Selain itu, industri kreatif juga bisa berperan besar. Film, musik, dan konten digital yang menggunakan bahasa Indonesia dengan menarik akan membantu meningkatkan citra bahasa nasional. Lihat saja kesuksesan film “Laskar Pelangi” atau lagu-lagu dari Musisi, seperti Fiersa Besari dan Nadin Amizah yang menggunakan bahasa Indonesia dengan indah, puitis, dan menyentuh hati. Karya-karya seperti ini membuktikan bahwa bahasa Indonesia bisa tetap hidup, berkembang, dan relevan di tengah kemajuan zaman.

Peluang dan Tantangan di Era Digital

Di era digital ini, bahasa Indonesia menghadapi paradoks yang menarik. Di satu sisi, platform digital membuka peluang besar bagi bahasa Indonesia untuk berkembang dan menjangkau jutaan pembaca. Konten dalam bahasa Indonesia di YouTube, TikTok, dan media sosial lainnya semakin berkembang pesat. Namun, di sisi lain, platform yang sama juga menjadi medan pertempuran di mana bahasa Inggris terus mendominasi. Algoritma media sosial cenderung mempromosikan konten yang menggunakan bahasa Inggris karena jangkauannya yang lebih luas secara internasional.

Oleh karena itu, generasi muda perlu diberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya menjaga bahasa Indonesia. Bukan dengan cara melarang atau menganggap tabu, tetapi dengan menunjukkan bahwa bahasa Indonesia memiliki daya tarik tersendiri yang unik dan berpengaruh. Kampanye kesadaran linguistik harus dibuat semenarik mungkin agar resonan dengan gaya hidup digital generasi muda.

Penutup: Membangun Masa Depan Bersama Bahasa Indonesia

Pada akhirnya, menjaga bahasa Indonesia bukan berarti menolak bahasa asing. Justru dengan mencintai bahasa sendiri, kita dapat berinteraksi dengan dunia tanpa kehilangan jati diri. Bahasa Inggris mungkin membuka pintu ke dunia global, tetapi bahasa Indonesia adalah rumah tempat kita kembali. Jika bangsa ini ingin maju tanpa kehilangan arah, maka sudah sepatutnya kita menempatkan bahasa Indonesia di hati dan keseharian kita sebagai simbol persatuan, kebanggaan, dan kebudayaan yang tak ternilai.

Kesuksesan menjaga bahasa Indonesia tidak terletak pada pertentangan antara bahasa lokal dan global, melainkan pada pemahaman bijak bahwa kedua-duanya dapat berkembang beriringan. Dengan mengedepankan kesadaran kultural, dukungan kebijakan yang tepat, dan kreativitas dalam mengemas konten berbahasa Indonesia, kita dapat menciptakan generasi yang bangga berbahasa Indonesia namun tetap kompeten dalam bahasa global. Bahasa Indonesia adalah warisan nenek moyang yang harus terus dijaga agar tetap hidup untuk generasi mendatang.

Editor: Muhammad Farhan

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Strategic Global Partnership for Palestine: Prospect of Palestine Peacebuilding Program and the Future of Gaza

    Strategic Global Partnership for Palestine: Prospect of Palestine Peacebuilding Program and the Future of Gaza

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 199
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Senin, 16 Desember 2024 telah diselenggarakan Strategic Global Partnership for Palestine di Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Lt. 6 (Masjid At-Tanwir). Satu tahun sudah Israel melancarkan aksinya membumi-hanguskan Palestina. Serangan tersebut sampai detik ini terus bergulir. Akibat serangan Israel ini, yang telah menelan banyak korban dalam catatan United Nations Relief and Works […]

  • Ramah Tamah dan Talkshow Alumni Shabran Perkuat Sinergi Lintas Generasi untuk Kesejahteraan Umat dan Bangsa

    Ramah Tamah dan Talkshow Alumni Shabran Perkuat Sinergi Lintas Generasi untuk Kesejahteraan Umat dan Bangsa

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 73
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Ramah Tamah dan Talkshow Alumni dengan tema “Sinergi dan Kolaborasi Alumni Lintas Generasi sebagai Upaya Memajukan Kesejahteraan Umat dan Bangsa” pada Sabtu malam (10/01/2026) di halaman Pondok Timur Hajjah Nuriyah Shabran. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan gagasan, pengalaman, dan komitmen alumni […]

  • UMS dan PDM Boyolali Jalin Sinergi dalam Persiapan Program Pendampingan Sekolah

    UMS dan PDM Boyolali Jalin Sinergi dalam Persiapan Program Pendampingan Sekolah

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 45
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Deputi Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dan Hilirisasi Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra KI (DRPPS), menunjukkan komitmennya dalam pengembangan masyarakat. Bidang PkM dan Hilirisasi UMS bekerja sama dengan Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Boyolali, menggelar koordinasi persiapan pendampingan sekolah di Ruang Sidang […]

  • Dr. Shofwan Taufik Resmi Dilantik sebagai Mudir Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Hikmah

    Dr. Shofwan Taufik Resmi Dilantik sebagai Mudir Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Hikmah

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 90
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lampung – Dr. Shofwan Taufik, M.Si. resmi dilantik sebagai Mudir Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Hikmah periode 2025-2029 dalam rangkaian Pengajian Songsong Ramadhan 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Purbolinggo. Kegiatan tersebut berlangsung pada Ahad, 18 Januari 2026, bertempat di Halaman Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Hikmah, Purbolinggo, dengan mengusung tema “Menyongsong Ramadhan, […]

  • Konsisten Mengirim Dai Pengabdian, LDK PP Muhammadiyah Gelar Bimtek dengan Pondok Shabran UMS

    Konsisten Mengirim Dai Pengabdian, LDK PP Muhammadiyah Gelar Bimtek dengan Pondok Shabran UMS

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 180
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk Dai Pengabdian Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Selasa, 8 Oktober 2024 secara daring melalui Zoom Meeting. Bimtek ini diselenggarakan agar para dai pengabdian Pondok Shabran UMS bisa meningkatkan keterampilan juga persiapan untuk dakwah, khususnya dakwah komunitas. Selain […]

  • Stadium General Akademi Riset Tekankan Kemandirian Energi dan Peran Inovasi bagi Bangsa

    Stadium General Akademi Riset Tekankan Kemandirian Energi dan Peran Inovasi bagi Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 48
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – DPD  IMM Jawa Tengah sukses selenggarakan Pembukaan Akademi Riset dan Stadium General dengan tema “Bangun Tradisi Keilmuan dan Inovasi dalam Perspektif Global” pada Sabtu (31/01/2026). Stadium General ini menghadirkan Dr. Muchammad Sobri, S.Pt., MP. yang merupakan Inventor Bioreaktor Kapal Selam juga merupakan Ketua Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah, Sebagai pamateri. Dalam pemaparannya, Dr. […]

expand_less