Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ketika Kepedulian Menjadi Gerakan, IMM Sukoharjo Bergerak untuk NTT

Ketika Kepedulian Menjadi Gerakan, IMM Sukoharjo Bergerak untuk NTT

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • visibility 81
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SUKOHARJO, — Bencana tidak pernah datang dengan memilih siapa yang harus merasakan dampaknya. Ketika gempa bumi mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) dan meninggalkan duka bagi masyarakat, persoalan tersebut tidak lagi sekedar menjadi peristiwa geografis yang terjadi jauh dari Sukoharjo. Ia menjadi persoalan kemanusiaan yang mengundang rasa kepedulian dan solidaritas dari berbagai pihak.

Atas dasar itulah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sukoharjo melalui Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM) menggelar aksi penggalangan dana kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di NTT, Rabu (26/8/2026). Aksi tersebut berlangsung di kawasan lampu merah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan melibatkan kader dari seluruh komisariat IMM Sukoharjo.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Hibatulloh Al Mubarok selaku Kepala Bidang SPM IMM Sukoharjo sekaligus Ketua Pelaksana Aksi Galang Dana Kemanusiaan NTT. Dalam pelaksanaannya, kader dari IMM Shabran, IMM Abduh, IMM Pesma, dan IMM Misbach bergerak bersama mengajak masyarakat untuk berpartisipasi membantu saudara-saudara di NTT yang sedang menghadapi dampak bencana.

 

Mahasiswa IMM Sukoharjo melakukan aksi penggalangan dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana di NTT.

 

Keterlibatan seluruh komisariat bukan sekadar persoalan teknis pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian sosial merupakan tanggung jawab bersama. Perbedaan komisariat dan ruang gerak organisasi tidak menjadi batas ketika persoalan yang dihadapi menyangkut kemanusiaan. Para kader melebur dalam satu gerakan untuk merespons kondisi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan.

Aksi penggalangan dana ini direncanakan berlangsung selama dua hari, yakni pada 26 dan 28 Agustus 2026. Para kader turun langsung ke jalan untuk membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus menyampaikan kondisi yang sedang dihadapi masyarakat NTT.

Berdasarkan pemberitaan detikNews yang mengutip pembaruan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga Rabu (26/8/2026) pukul 05.00 WIB tercatat sebanyak 7.492 kejadian gempa susulan di NTT. Magnitudo terbesar mencapai 6,2, sedangkan magnitudo terkecil tercatat 1,0. Dari jumlah tersebut, sebanyak 143 kejadian dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.

Dampak gempa juga menimbulkan banyak korban jiwa. Berdasarkan laporan tersebut, korban meninggal dunia di NTT mencapai 103 orang, yang tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Sikka, Ngada, Ende, dan Manggarai Barat.

Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik. Di balik setiap angka terdapat manusia, keluarga, rumah, dan kehidupan yang berubah akibat bencana alam yang terjadi. Ada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, serta mereka yang harus menghadapi ketidakpastian setelah bencana. Kesadaran terhadap dimensi kemanusiaan inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan IMM Sukoharjo memilih untuk mengambil bagian dalam upaya membantu masyarakat terdampak.

Ketua Pelaksana Aksi Galang Dana Kemanusiaan NTT, Hibatulloh Al Mubarok, mengatakan bahwa aksi tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang terdampak gempa.

“Kami tergerak untuk melakukan aksi ini karena melihat kondisi saudara-saudara kita di NTT yang terdampak bencana gempa bumi. Melalui penggalangan dana ini, kami berharap dapat memberikan manfaat dan meringankan beban mereka,” ujar Hibatulloh.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa gerakan yang dilakukan IMM Sukoharjo berangkat dari kesadaran terhadap kondisi sosial yang terjadi. Kepedulian tidak berhenti pada rasa prihatin ketika melihat kabar bencana, tetapi diterjemahkan dalam bentuk tindakan yang dapat dilakukan dari tempat para kader berada.

Bagi IMM, kepedulian semacam ini tidak berhenti pada rasa iba. Sebagai organisasi mahasiswa yang membawa identitas humanitas, kader dituntut untuk mampu membaca persoalan sosial, memahami kondisi masyarakat, kemudian menghadirkan respons yang nyata. Humanitas dalam gerakan mahasiswa tidak hanya berbicara tentang rasa kemanusiaan, tetapi juga bagaimana manusia ditempatkan sebagai subjek yang harus diperhatikan, dibantu, dan diperjuangkan ketika menghadapi persoalan.

Dalam konteks tersebut, aksi penggalangan dana menjadi salah satu bentuk konkret dari respons kader terhadap realitas sosial. Kader tidak hanya mengamati persoalan dari kejauhan, tetapi turun langsung ke ruang publik untuk mengajak masyarakat terlibat. Mereka membangun komunikasi, menyampaikan informasi, dan membuka ruang partisipasi bagi masyarakat yang ingin membantu.

Keterlibatan kader dari berbagai komisariat juga menjadi ruang pembelajaran bagi para kader. Para kader berhadapan langsung dengan masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Mereka belajar bahwa gerakan sosial membutuhkan kemampuan berkomunikasi, membangun kepercayaan, bekerja sama, dan mengelola kepedulian agar dapat diwujudkan menjadi tindakan yang bermanfaat.

Hal tersebut menjadi penting bagi identitas IMM sebagai organisasi mahasiswa. Intelektualitas kader tidak seharusnya hanya diukur dari kemampuan memahami teori atau menyampaikan gagasan, tetapi juga dari kemampuan membaca realitas dan merespons persoalan yang ada di tengah masyarakat.

Keterlibatan empat komisariat dalam aksi ini juga menunjukkan pentingnya membangun budaya kolaborasi di tubuh IMM. IMM Shabran, IMM Abduh, IMM Pesma, dan IMM Misbach hadir dalam satu gerakan yang sama. Kolaborasi tersebut menjadi kekuatan tersendiri karena kepedulian yang dibangun secara bersama dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan menciptakan gerakan yang lebih luas.

Seluruh hasil donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) untuk kemudian diteruskan kepada masyarakat terdampak bencana di NTT. Penyaluran melalui lembaga tersebut menjadi bagian dari upaya agar bantuan yang dihimpun dapat dikelola dan disalurkan secara tepat kepada mereka yang membutuhkan.

IMM Sukoharjo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan dalam aksi kemanusiaan tersebut. Setiap bentuk partisipasi menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan yang diberikan bukan hanya memiliki nilai material, tetapi juga menjadi simbol bahwa kepedulian masih tumbuh di tengah masyarakat.

Lebih dari sekadar penggalangan dana, aksi ini menjadi refleksi bahwa identitas intelektual kader IMM memiliki konsekuensi sosial. Kader tidak cukup hanya mampu memahami realitas, tetapi juga perlu memiliki keberanian untuk merespons realitas tersebut. Intelektualitas yang tidak memiliki kepekaan sosial akan kehilangan makna, sementara kepedulian yang tidak disertai kesadaran dan pengelolaan yang baik juga berisiko berhenti sebagai respons sesaat.

Melalui aksi kemanusiaan ini, IMM Sukoharjo berusaha mempertemukan keduanya kesadaran intelektual dan kepedulian kemanusiaan. Dari membaca keadaan, lahir kepedulian dari kepedulian, lahir gerakan dan dari gerakan, diharapkan hadir manfaat bagi masyarakat.

Aksi yang berlangsung pada 26 Agustus tersebut masih akan dilanjutkan pada 28 Agustus 2026. IMM Sukoharjo mengajak masyarakat untuk terus menjaga solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat NTT. Sebab, persoalan kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah, dan kepedulian tidak seharusnya berhenti hanya karena jarak.

Sebab pada akhirnya, menjadi mahasiswa bukan hanya tentang seberapa banyak pengetahuan yang mampu dikumpulkan, tetapi juga tentang bagaimana pengetahuan tersebut digunakan untuk membaca persoalan, membangun kesadaran, dan menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama.

Kontributor: Irsyad Hakim Affandi
Editor: Muhammad Farhan

 

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Riset Herbal Berbasis Sains, Inovasi Kulit Manggis Tim UMS Raih Emas di Kompetisi AISEEF 2026

    Riset Herbal Berbasis Sains, Inovasi Kulit Manggis Tim UMS Raih Emas di Kompetisi AISEEF 2026

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 77
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan saat mengikuti kompetisi di kancah internasional. Dehan, sebuah nama tim yang terdiri dari mahasiswa UMS meraih Gold Medal dalam ajang ASEAN Innovative Science Environmental dan Entrepreneur Fair 2026, yang telah berlangsung pada 9-12 Februari 2026. Tim Dehan di bawah pendampingan dosen Suprapto, […]

  • MIM Digdaya Bolon Colomadu Siap Maju O2SN Cabang Pencak Silat 2024 Tingkat Provinsi

    MIM Digdaya Bolon Colomadu Siap Maju O2SN Cabang Pencak Silat 2024 Tingkat Provinsi

    • calendar_month Minggu, 7 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 241
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Haquena Tahta Hayuandira, Siswi MIM Digdaya Bolon Colomadu berhasil rebut juara 1 tingkat Kota/Kabupaten Karanganyar dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang pencak silat 2024, Minggu(07/07/2024). Bagus Setiawan, S. Pd selaku Guru Pelatih Pencak Silat menyampaikan proses yang dilalui Haquena hingga harus berlatih diluar jam sekolah “Perlu banyak apresiasi untuk sampai pada […]

  • Prof. Syafiq: Menjaga Bumi adalah Wujud Syukur dan Pengamalan Keimanan

    Prof. Syafiq: Menjaga Bumi adalah Wujud Syukur dan Pengamalan Keimanan

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 72
    • 0Komentar

    KABARMUH; JAKARTA – Menjaga bumi merupakan wujud syukur sekaligus pengamalan nilai-nilai keimanan. Pesan tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Syafiq A. Mughni, saat menandatangani Nota Kesepahaman dan Piagam Sekretariat Bersama Aksi Iklim Lintas Iman Indonesia yang diselenggarakan Yayasan Amanah Daya Nusantara (AYANA) di Jakarta, Senin (27/7). Dalam sambutannya, Prof. Syafiq menegaskan bahwa krisis iklim […]

  • Pemuda Muhammadiyah Grogol Launching Panggung Entrepreneur, Dorong Kemandirian Ekonomi Pemuda

    Pemuda Muhammadiyah Grogol Launching Panggung Entrepreneur, Dorong Kemandirian Ekonomi Pemuda

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Grogol, 22 Juni 2025 – Dalam upaya menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Grogol bersama Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (NA), Tapak Suci, dan Mahad Ki Bagus Hadikusumo resmi melaunching “Panggung Entrepreneur” pada Ahad, 22 Juni 2025 bertempat di Aula LKSA Panti Yatim Putra Muhammadiyah Grogol. Kegiatan ini turut dihadiri […]

  • SRI SULTAN HAMENGKUBOWONO X: MUHAMMADIYAH MEMBANGUN PERADABAN

    SRI SULTAN HAMENGKUBOWONO X: MUHAMMADIYAH MEMBANGUN PERADABAN

    • calendar_month Jumat, 29 Des 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 333
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X menyampaikan apresiasi atas kiprah Muhammadiyah di DIY dalam usaha peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam berbagai bidang terutama pendidikan, sosial, kesehatan dan kebudayaan. Hal ini disampaikan pada saat menerima audiensi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) (28/12). Pertemuan yang berlangsung dengan akrab dan penuh […]

  • Tujuh Kader HW UMS Ikut Tanam 1.000 Pohon untuk Kelestarian Gunung Lawu

    Tujuh Kader HW UMS Ikut Tanam 1.000 Pohon untuk Kelestarian Gunung Lawu

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 48
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, NGAWI– Komitmen terhadap pelestarian lingkungan diwujudkan tujuh pimpinan Kafilah Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (HW UMS) melalui kegiatan penanaman 1.000 pohon di kawasan Gunung Lawu via Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Minggu (15/2/2026). Aksi nyata ini menjadi bukti kepedulian generasi muda terhadap masa depan lingkungan. Program yang digagas Lembaga Manajemen Infaq Ngawi ini bertujuan merehabilitasi kawasan […]

expand_less