Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Kokam Dan Khitan Massal Maridan Part 3

Kokam Dan Khitan Massal Maridan Part 3

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Senin, 24 Jan 2022
  • visibility 584
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

| Oleh : Fuad |

Balikpapan – “Ayo kita foto bareng. Mumpung formasi lengkap,” ujar Rahiman. Khitanan kali ini memang terasa berbeda. Hampir seluruh anggota BPO Kokam Kaltim bisa hadir. “Ini tempat terakhir pelaksanaan khitanan khusus untuk wilayah pedalaman,” kata Iwan sambil menyerahkan laporan panitia kepada KSO Kokam Kaltim. Dimana tahun ini ada tiga tempat sasaran kegiatan. Yaitu di Sebulu Kabupaten Kukar, Bongan Kabupaten Kutai Barat dan Nenang Kabupaten Penajam Paser Utara.
“Jumlah peserta hari ini sebanyak 26 orang. Pekan lalu di Nenang kita ada 21 peserta. Jadi total peserta kita untuk di Kabupaten PPU mencapai 47 orang,” ujarnya lagi. Tahun ini, lanjut Iwan, pihaknya menargetkan total 300 peserta. Namun tetap menyesuaikan animo masyarakat untuk mendaftarkan anaknya. Dimana dari data Kokam Kaltim tercatat ada 50 peserta dari Kukar, 25 dari Kubar dan 47 dari PPU. Sehingga total peserta yang mengikuti program khitanan ini mencapai 122 orang.
“Target kami ada 300 peserta dari khitanan tahun ini. Jumlah peserta yang ikut tercatat 122 orang. Titik lokasinya berada di empat tempat. Itu berada di kecamatan Sebulu, Bongan, Penajam dan Sepaku,” jelasnya. Sebenarnya masih ada beberapa daerah yang menjadi lokasi sasaran khitanan keliling ini. Namun keterbatasan waktu membuat kami memundurkan jadwal pelaksanaannya ke dalam program di tahun 2022.
Acara pun berakhir. Adzan zuhur berkumandang di masjid al Muhajirin. Kami beranjak ke tempat wudhu untuk menunaikan sholat berjamaah. Usai sholat, Luqman Hakim, anggota BPO Kokam yang menjadi penanggung jawab acara meminta rombongan menyempatkan diri berpamitan kepada pengurus masjid. Semua panitia bersalaman dan berfoto bersama di tengah masjid yang menjadi pusat dakwah PT ITCI sejak lama.
“Nah ini saat makan durian,” ujar cak Nono dari Sebulu, Kukar. Dia membawakan sekarung durian titipan Didik Maryanto salah seorang anggota Kokam yang berdomisili di Sepaku. Rombongan pun mengerubuti durian yang sudah dibuka. “Ini (yang difoto) penuh. Yang diturunkan cuma seperempat karung. Kecil-kecil lagi,” komentar Tamam di grup WA. Memang dari foto durian yang dikirim cak Nono dalam grup terlihat duriannya seperti sekarung penuh.
“Berarti ada oknum,” timpal Iwan. “Wah ulun kada tahu itu. Karena namanya operasi ya begitu. Mungkin ada yang hilang seperti operasi mawar 98,” timpal Didik lagi. Tapi durian yang ada tetap saja habis disantap. Meski ada beberapa buah durian yang sudah busuk dan tidak layak dimakan. Inilah salah satu khasnya kebersamaan dalam Kokam Kaltim.
Usai makan durian kami pun kembali naik mobil masing-masing. Masih ada 3 jam perjalanan sebelum tiba di Balikpapan. Tapi durasinya tidak sepanjang saat menuju Kutai Barat beberapa waktu lalu. Lubang menganga di jalan raya kembali jadi sajian di perjalanan. Sesekali berpapasan dengan kendaraan berat yang melintas di jalur poros Kaltim ini.
“Kita makan di Sepaku ya bro Kokam,” ajak Khairil dalam grup WA. Ajakan ini diiyakan seluruh rombongan yang terdiri dari empat mobil. Masuk ke Kecamatan Sepaku kami singgah makan di sebuah warung. Warung ini milik orang tua salah satu alumni pesantren al Mujahidin. Otomatis dia juga murid dari Solihin dan Rahiman yang masih mengabdi sebagai guru di salah satu amal usaha milik Muhammadiyah tersebut.
Usai makan kami berpamitan dengan pemilik warung dan rombongan lainnya. Masing-masing mulai mengaspal menuju tempat asal. Sebelumnya satu mobil berisi rombongan dari Penajam sudah memisahkan diri sejak usai acara karena jalur yang ditempuh memang berbeda.
“Nanti kita siapkan lagi program apa yang mau digarap. Kita bawa sekalian penyerahan laporan ke Baznas Kaltim,” ujar Rahiman yang juga sebagai KSO Kokam Kaltim. Mengingat program yang kami jalankan langsung bersentuhan dengan masyarakat. Mulai tanggap bencana reaksi cepat, dapur umum dan layanan medis hingga SAR. Bahkan ada program recovery pasca bencana berupa program hunian tetap, psikososial dan penugasan mubaligh.
Sementara Sekretaris Kokam Kaltim, Iwan Sulistia memastikan program di 2022 bakal terus berlanjut sebagai upaya meringankan beban masyarakat di masa pandemi. Mengingat kondisi ini juga berdampak pada perekonomian masyarakat. Bahkan ada yang sampai terkena PHK sejak pembatasan berlangsung. Apalagi hingga kini belum ada kepastian waktu berakhirnya pandemi Covid-19.
“Alhamdulillah program khitanan massal di desa pedalaman telah selesai. Kami atas nama BPO Kokam Kaltim memgucapkan banyak terima kasih untuk seluruh anggota dan sponsor yang turut membantu. Semoga dakwah dan amal jariyah kita diterima Allah,” tambahnya lewat pesan WA.
Ok itu saja cerita kami. Intinya lokasi yang dituju cuma bonus dari program yang dijalankan. Jadi jangan lupa bagaimana kembali dengan selamat sampai ke rumah. Proses yang dilalui saat di jalan juga bisa jadi cerita kok. Intinya tetap jaga diri dan keselamatan di saat dalam perjalanan. Teruslah berilmu dan beramal. Salam literasi. Salam inspirasi. Saya melaporkan untuk “Kokam Jelajah”. Salam tangguh. (*/habis)

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilmu Tafsir Didorong Jadi Basis Etika Kebangsaan, Guru Besar UMS Sebut Hukum Positif Tak Cukup Atasi Krisis Moral

    Ilmu Tafsir Didorong Jadi Basis Etika Kebangsaan, Guru Besar UMS Sebut Hukum Positif Tak Cukup Atasi Krisis Moral

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 69
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Guru Besar Ilmu Tafsir Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Andri Nirwana, Ph.D., menegaskan bahwa persoalan kebangsaan modern tidak cukup diselesaikan hanya melalui pendekatan hukum positif dan ideologi formal. Menurutnya, akar persoalan bangsa saat ini justru terletak pada krisis etika publik dan moralitas sosial. Hal tersebut disampaikan Andri dalam Jumpa Pers Pengukuhan […]

  • PBSI FKIP UMS Gelar Konferensi Internasional Literasi, Hadirkan Pakar dari Belanda hingga Australia

    PBSI FKIP UMS Gelar Konferensi Internasional Literasi, Hadirkan Pakar dari Belanda hingga Australia

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 75
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta melalui Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia S1, S2, dan S3 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menyelenggarakan seminar internasional bertajuk The 4th International Conference on Language, Literature, and Teaching atau The 4th ICoLLiT 2025 dengan tema “Revitalizing Literacy Culture” pada kamis, (12/6) di gedung Edutorium K.H. Ahmad Dahlan […]

  • Memasuki Era Pendidihan Global, Lazismu  Perlu Kolaborasi Lintas Sektor untuk Adaptasi Perubahan Iklim

    Memasuki Era Pendidihan Global, Lazismu  Perlu Kolaborasi Lintas Sektor untuk Adaptasi Perubahan Iklim

    • calendar_month Sabtu, 10 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 162
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Tantangan perubahan iklim semakin dekat lingkungan manusia. Sekjend PBB, Antonio Guterres mengatakan bahwa era pemanasan global sudah berakhir, kini memasuki apa yang disebut era pendidihan global. Dampak perubahan iklim semakin di depan mata, suhu udara yang belakangan ini begitu panas mengkonfirmasi fenomena perubahan iklim di era industrialisasi. Problem perubahan iklim ini lalu […]

  • HARSA 7: Menebar Kebahagiaan, Ciptakan Senyuman dan Manfaat

    HARSA 7: Menebar Kebahagiaan, Ciptakan Senyuman dan Manfaat

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 1.045
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Sabtu – Minggu, 18-19 Oktober 2025. Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Haji Muhammad Misbach kembali menggelar kegiatan tahunan bertajuk Harsa 7 yang dilaksanakan di Masjid Ar-Rohman Rejosari, Lorog, Tawangsari, Sukoharjo. Kegiatan ini menjadi bukti nyata semangat pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat melalui berbagai agenda sosial dan edukatif, dengan salah satu kegiatannya yakni […]

  • Demi Masa Depan Kota Sehat, Mahasiswa UMS Dorong Efektivitas Perda Kawasan Tanpa Rokok

    Demi Masa Depan Kota Sehat, Mahasiswa UMS Dorong Efektivitas Perda Kawasan Tanpa Rokok

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sebanyak 36 mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menunjukkan keberanian bersuara demi udara bersih dan kota yang lebih sehat dengan melakukan advokasi legislatif langsung ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik advokasi kebijakan yang mereka jalani sebagai mahasiswa dengan peminatan Administrasi dan […]

  • Kepala Sekolah & Pelatih Coding SD Musaka mengikuti kegiatan pelatihan Coding oleh Team Marshal Cavendish Education (MCE) Singapura

    Kepala Sekolah & Pelatih Coding SD Musaka mengikuti kegiatan pelatihan Coding oleh Team Marshal Cavendish Education (MCE) Singapura

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, LAMONGAN – Selasa (16/9/2025), Kegiatan berlangsung di Aula KH. Abdul Fattah Al-Mizan. Diselenggarakan oleh Mts Muhammadiyah 15 Lamongan dalam hal ini menggelar Launcing & Pelatihan Coding. Kegiatan ini mengundang lembaga di Lamongan yang sudah bergabung dengan Marshal Cavendish Education (MCE) Singapura yakni sekolah Desa rasa Internasional SD Muhammadiyah 1 Karanggeneng dan diikuti oleh seluruh […]

expand_less