Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Mahasiswa dan Kultur Ngopi: Antara Kafein, Idealisme, dan Spiritualitas yang Tak Boleh Ketinggalan

Mahasiswa dan Kultur Ngopi: Antara Kafein, Idealisme, dan Spiritualitas yang Tak Boleh Ketinggalan

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Muhammad Al Hafidz, S.Ag (Kader IMM Pondok Shabran UMS)

Ngopi bagi mahasiswa bukan lagi sekadar menyeruput cairan pahit yang nendang di tenggorokan. Ini sudah jadi budaya. Gaya hidup. Ritual harian. Bahkan tempat pelarian. Entah dari tugas kuliah yang menumpuk, skripsi yang mandek, atau cuma pengen duduk sebentar tanpa mikirin apa-apa.

Dari kafe estetik ber AC yang penuh playlist indie dan colokan gratis, sampai angkringan pinggir jalan dengan suasana remang dan obrolan ngalor-ngidul. Bahkan di pojok kosan dengan kopi sachet rasa karamel atau tiramisu, ditemani suara suara yang sengaja diputar untuk bikin hati agak tenang “ngopi itu bukan cuma minum, tapi momen.”

Momen untuk jadi diri sendiri, untuk berdiskusi, bahkan kadang untuk merenung. Karena ngopi seringkali jadi ruang bebas dari formalitas kampus yang kadang terlalu tegang. Di situlah, idealisme mahasiswa justru hidup.

Diskusi soal politik kampus, wacana filsafat eksistensial, isu Palestina, teori ketimpangan sosial, sampai ide start up yang kadang cuma jadi konsep di tisu bekas gorengan. Tapi ya, disitulah indahnya. Kadang, gagasan besar memang lahir dari tempat tempat yang paling sederhana.

Namun, yang sering dilupakan, kultur ngopi juga bisa menjadi pintu spiritual. Karena dari sekian banyak obrolan yang berseliweran, sering ada satu momen diam. Saat mata menatap cangkir yang tinggal setengah, ketika kepala menoleh ke luar jendela dan hati bertanya “Hidup ini mau dibawa kemana yaa..”

Kedengarannya sederhana, bahkan klise juga. Tapi pertanyaan inilah yang kadang bikin hati mulai serius berpikir. Dalam Islam kita diajarkan untuk merenung (tafakkur), memikirkan (tadabbur), dan mencari makna hidup lewat akal yang jernih.

Sebagaimana firman Allah yang ada di surah Ali Imran ayat 190 sampai191:
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَـٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَآيَاتٍۢ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَـٰبِ , ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَـٰمًۭا وَقُعُودًۭا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَـٰوَاتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَـٰذَا بَـٰطِلًۭا سُبْحَـٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Ali Imran: 190–191)

Ayat ini seolah olah menyentil kita untuk merenung, mikir, dan bertanya soal hidup itu bukan sia-sia asal niatnya untuk mencari Allah. Dan tempatnya? Bisa di masjid, bisa juga di warung kopi. Karena spiritualitas tidak harus di tempat ibadah. Tpi juga bisa hadir di mana saja, bahkan dalam momen sederhana.

Banyak mahasiswa yang menemukan makna hidup, merenungi panggilan jiwanya, justru bukan di ruang kelas melainkan di tempat-tempat biasa. Di sela obrolan ringan, di antara dua tegukan kopi, muncul kesadaran-kesadaran baru. Ada mahasiswa yang mulai sadar tentang pentingnya menjaga lingkungan, setelah diskusi panjang sambil menyeruput es kopi gula aren. Ada pula yang mulai tertarik mendalami ilmu agama setelah mendengar teman ngobrolnya menyitir hadist Rasulullah di tengah malam yang sepi.

Ini bukan soal mistifikasi kopi, tapi tentang bagaimana ruang-ruang santai bisa menjadi ladang refleksi yang dalam. Ada perkataan dari orang bijak, “hati yang tenang adalah tempat terbaik untuk menerima hidayah.” Dan kopi, entah kenapa, sering menjadi salah satu jembatan menuju ketenangan itu.

Tentu saja, ngopi pun ada adabnya. Jangan sampai ngopi bikin lalai dari shalat, jadi alasan males malesan belajar, atau malah jadi tempat ghibah yang berkedok diskusi. Islam itu tidak kaku, tapi juga tidak membiarkan waktu dihambur dengan sia-sia. Rasulullah sendiri dikenal hangat dalam berdialog, tidak saklek atau formal. Beliau berdiskusi dengan sahabat di banyak tempat baik itu di jalan, di rumah, di pasar. Bahkan, minuman hangat seperti susu dan air madu juga menjadi bagian dari sunnah beliau.

Maka, kopi pun bisa jadi wasilah selama dijalani dengan adab dan tujuan yang baik. Jangan sampai “ngopi” lebih sering dari “ngaji”. Jangan sampai banyak tahu harga kopi, tapi lupa mengeja arti hidup. Ngopi itu soal rasa, tapi juga bisa soal arah. Ia bisa mengantarmu ke arah yang lebih dalam yang menuju pengenalan diri.

Dari Imam Al Ghazali pernah berkata,
مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ
“Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya.”

Dan sering kali, untuk mengenal diri, kita butuh jeda. Butuh waktu. Butuh ruang. Butuh momen di mana kita tak sedang mengejar apa pun, hanya duduk, diam, dan merenung. Kadang momen itu datang di tengah aroma kopi yang menyapa pagi.

Di titik ini, mahasiswa bukan sekadar pencari IPK, tapi pencari makna. Mereka bukan cuma sibuk mencatat di kelas perkuliahan, tapi juga mencatat kehidupan. Dan kopi, dengan segala kesederhanaannya, telah membantu banyak dari mereka menjaga kewarasan di tengah tekanan.

Zaman sekarang, mahasiswa adalah calon pemimpin. Tapi sebelum memimpin orang lain, ia harus bisa memimpin dirinya. Di sinilah kopi berperan menjadi jendela refleksi, ruang jeda untuk berpikir lebih jernih, dan tempat kecil yang menyimpan harapan besar.

Ngopi boleh, asal jangan lupa ngaji. Nongkrong boleh, asal jangan lupa pulang. Idealisme itu penting, tapi adab dan akhlak tetap utama.

Maka, mari kita ubah sudut pandang ngopi bukan hanya gaya hidup, tapi bisa jadi sarana pendekatan diri pada ilmu, pada sesama, dan pada Allah. Karena kadang, satu cangkir kopi lebih jujur dalam menuntun hati dibanding satu kuliah online yang biasanya kita skip karena sinyal jelek atau bahkan malas.

Jangan remehkan mereka yang terlihat cuma duduk diam sambil pegang gelas. Siapa tahu, ia sedang menyusun masa depan. Siapa tahu, ia sedang memikirkan perubahan. Siapa tahu, di tengah suara sendok yang memutar kopi, ia sedang berdzikir dalam hati.

Akhir Kata

Pada akhirnya, ngopi hanyalah medium seperti halnya buku, perjalanan, atau pertemuan. Nilai sejatinya bukan pada objeknya, tapi pada makna yang tumbuh dari prosesnya. Ketika mahasiswa mampu mengubah secangkir kopi menjadi bahan bakar berpikir, menjadi jembatan silaturahmi, dan bahkan menjadi ruang hening untuk mendekat kepada Allah, maka di situlah kopi naik derajatnya dari yang awalnya rutinitas biasa menjadi pengalaman spiritual.

Jangan malu jadi mahasiswa yang senang ngopi asal kita juga harus terus belajar, menjaga adab, dan tetap mencari cahaya ilmu serta iman. Karena di zaman yang serba cepat ini, barangkali kita memang butuh jeda sejenak. Bukan untuk berhenti, tapi untuk meluruskan arah.

Dan jika secangkir kopi bisa menuntunmu ke arah yang benar, maka tidak ada yang sia-sia darinya. Sebab semua yang mendekatkanmu kepada kebaikan, selama diniatkan karena Allah, insya Allah.. bernilai ibadah.

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasa Darma Husada Pamer Produk Unggulan pada Pameran Alkes Dalam Negeri di Solo

    Kasa Darma Husada Pamer Produk Unggulan pada Pameran Alkes Dalam Negeri di Solo

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 168
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Solo – Pameran Alat Kesehatam Dalam Negeri 2024 hadir di kota Solo. Gelaran ini diselenggarakan oleh Kementrian Kesehatan RI melalui Direktorat Kefarmasian dan Alkes. Veneu yang dipilih adalah hotel Alana yang berlangsung selama 3 hari dari tanggal 26-28 Juni 2024. Pameran Alkes Dalam Negeri ini diikuti 74 Perusahaan Alkes Dalam Negeri dan dihadiri oleh […]

  • Mahasiswa Pascasarjana UMKT Dibekali Ideologi dan Tata Aturan Muhammadiyah

    Mahasiswa Pascasarjana UMKT Dibekali Ideologi dan Tata Aturan Muhammadiyah

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Kegiatan Baitul Arqom Magister Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Samarinda kembali menjadi ruang strategis penguatan ideologi Persyarikatan Muhammadiyah. Pada Kamis, 23 Januari 2026, para peserta mendapatkan Materi 6 bertajuk Organisasi dan Ideologi Muhammadiyah (Muqaddimah AD/ART dan Hirarki Tata Aturan Muhammadiyah). Materi disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur, Ir. H. Amir Hady, yang […]

  • SUMU Tulungagung Gelar Kopdar #3: UMKM Didorong Naik Kelas Lewat FGD SWOT & BMC

    SUMU Tulungagung Gelar Kopdar #3: UMKM Didorong Naik Kelas Lewat FGD SWOT & BMC

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    KABARMU.ID, Tulungagung – Pada hari Sabtu, 20 September 2025, Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung kembali menggelar kegiatan rutin Kopdar ke-3 yang kali ini dikemas secara lebih interaktif melalui Focus Group Discussion (FGD). Pada kesempatan tersebut, para anggota SUMU diberikan pendampingan intensif untuk menyusun analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) serta Business Model Canvas (BMC) bagi […]

  • Ribuan Peserta Meriahkan Milad Muhammadiyah ke -113 di PCM Terbanggi Besar

    Ribuan Peserta Meriahkan Milad Muhammadiyah ke -113 di PCM Terbanggi Besar

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 31
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandar Jaya – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Terbanggi Besar selenggarakan semarak Milad Muhammadiyah ke-113 yang bertema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”. Ribuan peserta hadir dari beragam kalangan. Mulai siswa, wali siswa, warga, simpatisan Muhammadiyah hingga masyarakat sekitar lokasi Acara. (22/11/2025) Acara yang diselenggarakan di Lapangan Prosida Bandar Jaya Tersebut diawali dengan proses Pawai siswa dan siswi […]

  • Kunjungi Biorekator Kapal Selam, LPP PWM Jateng Siap Kolaborasi wujudkan Pesantren Solusi Sampah

    Kunjungi Biorekator Kapal Selam, LPP PWM Jateng Siap Kolaborasi wujudkan Pesantren Solusi Sampah

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 197
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Pati – Pesantren sebagai tempat pengembangan Masyarakat adalah bagian tugas dari lembaga pesantren. Dalam kunjungannya Lembaga Pengembangan Pesantren PWM Jawa Tengah di hari terakhir pasca rakerwil LPP ke Tlogowungu tempat BKS berada (Ahad, 20/8/2023). Rombongan yang berjumlah 10 mobil dengan 40 orang dipimpin langsung ketua LPP KH. M. Irzal Farholi dan PWM Jateng KH. […]

  • Gebyar Pengajian PDM Tasikmalaya

    Gebyar Pengajian PDM Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 172
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tasikmalaya – Tepatnya hari Ahad, 13 Oktober 2024 PD Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya mengadakan Gebyar Pengajian Daerah yang dihadiri oleh Pimpinan UPP, Pimpinan Ortom, Pimpinan AUMA, PCM dan PRM se Kabupaten Tasikmalaya di Masjid Basmalah Jl. Muhammadiyah Cikedokan Singaparna Tasikmalaya. Menurut Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya, Iwa Kurniawan, SP pada Pengajian Gebyar ini sengaja mengundang […]

expand_less