Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mahasiswa Garda Terdepan Keadilan yang Tak Boleh Diam

Mahasiswa Garda Terdepan Keadilan yang Tak Boleh Diam

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
  • visibility 894
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Fachrurrazi (Kabid HPKP PC IMM Pekalongan) Ketika langit siang Pekalongan memanas, bukan hanya karena sinar matahari yang terik, tapi pula bara kepedulian menyala dari puluhan mahasiswa yang berhimpun di depan gedung DPRD Kabupaten Pekalongan pada Senin, 8 September 2025. Mereka bukan datang dengan maksud kericuhan namun membawa suara rakyat, mengusung tuntutan keadilan, transparansi, dan kemanusiaan.

PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bersama Cipayung Pekalongan Raya menunjukkan bahwa perjuangan keadilan itu tak selalu bermula dari amarah, tetapi dari tanggung jawab moral dan kepedulian kolektif.

Aksi damai ini menjadi bukti bahwa mahasiswa bukan sekadar orator di panggung mimbar, tetapi penjaga nurani masyarakat. Poster dan spanduk yang terangkat bukan hanya lembar kertas berwarna melainkan harapan yang terlantun kepada pemerintah agar tak menutup mata terhadap rakyat kecil.

Dalam setiap seruan orasi yang bergantian, Ada satu benang merah: kritik yang bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk membangun; bukan untuk memecah, tapi menyatukan.

Salah satu peserta aksi berkata, “Kami hadir di sini bukan untuk membuat kerusuhan melainkan untuk mengingatkan pemerintah agar lebih peka terhadap kepentingan rakyat”.

Kata-kata ini menyiratkan satu hal: aksi mahasiswa hari itu adalah antitesis dari stereotip demonstrasi yang gaduh. Mereka memilih tertib, santun, dan tetap beradab karena keyakinan bahwa martabat tetap harus dijaga dalam perjuangan. Bahwa suara lantang tak selalu harus kasar, bahwa konsistensi dalam cara bisa memperkuat isi.

IMM, meskipun bukan partai politik, memilih tetap bersuara dan berperan dalam politik kebijakan publik. Ini bukan soal partisan, tetapi soal amanah rakyat yang dulu mempercayakan mandat kepada pemimpin; amanah untuk menjalankan tugas tanpa korupsi, tanpa pembiaran, tanpa ketidakadilan.

Dalam orasi Fachrurrazi dari Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik, tampak keyakinan bahwa mahasiswa adalah jembatan antara rakyat kecil dan para pengambil kebijakan.

Suara rakyat adalah kebenaran yang tak boleh dibungkam Itu bukan retorika kosong; itu panggilan agar pemerintah mendengar, agar rakyat tidak lagi merasa ditelantarkan. Karena keadilan bukan hanya soal hukum yang ditegakkan, melainkan soal hak-hak dasar yang diakui dan dipenuhi: kesejahteraan, transparansi penggunaan anggaran, dan penegakan hukum yang tak pilih kasih.

Aksi perdamaian ini juga merupakan jawaban atas pesimisme publik bahwa demonstrasi identik dengan anarkisme. Bersama Cipayung Plus Pekalongan, IMM membuktikan: demonstrasi yang damai bisa lebih berdampak. Dalam ketertiban, ada kewibawaan; dalam suara yang terukur, ada kekuatan moral yang sulit diabaikan oleh pemimpin.

Namun, perjuangan keadilan tidak selesai setelah orasi terakhir usai. Itu baru permulaan. Komitmen mahasiswa untuk selalu hadir sebagai mitra kritis pemerintah harus dijaga. Kritik akan terus disuarakan, jika hak rakyat terabaikan. Pemerintah, di sisi lain, harus membuka ruang dialog, menyerap aspirasi bukan sekadar sebagai ritual, tapi sebagai bagian dari proses kebijakan yang partisipatif dan transformatif.

Keadilan dalam arti paling hakiki bukan hanya menegakkan hukum. Lebih dari itu, ia menuntut adanya keseimbangan sosial: bahwa pembangunan dan layanan publik dirasakan oleh semua lapisan masyarakat; tidak ada yang dipinggirkan; tidak ada yang diabaikan.

Transparansi anggaran bukan hanya soal terbuka bahwa dana dikeluarkan, tetapi bahwa manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani, para pekerja kecil, ibu rumah tangga, anak-anak yang menunggu sekolah memadai.

Di tengah krisis-krisis yang melilit negeri ini kesenjangan ekonomi, maraknya korupsi, lemahnya pelayanan publik suara mahasiswa adalah pengingat bahwa bangsa ini tidak boleh berhenti berharap. Bahwa idealisme muda bukan sesuatu yang harus diabaikan sebagai ‘romantisme lama’; idealisme itu adalah energi penggerak perubahan. Ia yang membangkitkan komitmen moral dan menjembatani generasi sekarang dengan masa depan yang adil.

 

Pesan untuk Pemerintah dan Masyarakat

Pertama, pemerintah harus menyadari bahwa kepekaan terhadap aspirasi rakyat bukan menjadi beban, melainkan tanggung jawab. Kebijakan publik yang dibuat dalam ruang tertutup dan tanpa konsultasi publik akan mudah kehilangan legitimasi. Sementara transparansi adalah modal sosial penting bagi kepercayaan publik.

Kedua, masyarakat luas termasuk warga sipil, media, tokoh adat dan agama harus terus mendampingi dan memperkuat suara mahasiswa. Jangan biarkan kritik moral itu sepi gema, dibungkam oleh kekuasaan atau teredam oleh ketidakpedulian.

Ketiga, mahasiswa sendiri harus terus menjaga integritas: memperjuangkan keadilan bukan untuk popularitas, bukan untuk ego kelompok, tetapi karena iman akan sebuah visi keadilan yang inklusif dan merata.

 

Aksi damai PC IMM Pekalongan bersama Cipayung Pekalongan Raya bukanlah sekadar unjuk rasa. Ia adalah refleksi hakiki dari tanggung jawab moral, daya kritis, dan keberanian kolektif. Ini adalah perjuangan keadilan dalam menegakkan kesejahteraan rakyat, menjamin transparansi, dan melawan ketidakadilan.

Dan ketika suara-suara kecil terdengar, ketika rakyat merasa didengar, saat itulah demokrasi tidak hanya menjadi sekedar jargon konstitusi. Demokrasi menjadi kenyataan. Itulah harapan—dan harapan itu mesti dipelihara, dibela, dan diwujudkan. Karena selama ada ketidakadilan, mahasiswa tidak boleh diam. Karena selama rakyat kecil masih tertindas, suara mereka tetap harus didengar.

 

Editor: Hammam Alghazy

 

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Status Darurat Bencana Berakhir, EMT Muhammadiyah Tangani 2.222 Penyintas Gempa NTT

    Status Darurat Bencana Berakhir, EMT Muhammadiyah Tangani 2.222 Penyintas Gempa NTT

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 104
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, NUSA TENGGARA TIMUR – Status keadaan darurat bencana pascagempa yang telah ditetapkan oleh Bupati Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, melalui surat keputusannya, Nomor 229/KEP/HK/2026, selama 14 hari telah berakhir yang dimulai pada 15 Agustus hingga 28 Agustus 2026. Sampai hari ini, jumlah korban meninggal dunia pasgempa NTT sebanyak 120 jiwa. Penyintas yang mengalami luka-luka atau […]

  • PK IMM Kedokteran UMP Gelar DAD, Menguatkan Kader Berjiwa Pengabdian

    PK IMM Kedokteran UMP Gelar DAD, Menguatkan Kader Berjiwa Pengabdian

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Muhammad Farhan
    • visibility 112
    • 0Komentar

    KABARMUH. ID, Purwokerto – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sukses menyelenggarakan Darul Arqam Dasar (DAD) pada Ahad, 27 September 2026. Kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi mahasiswa kedokteran untuk mengenal, memahami, dan meneguhkan diri sebagai bagian dari keluarga besar IMM. Mengusung tema “Dari Hadir Menuju Mengakar, Menemukan Jati […]

  • Rektor UMS Sambut Baik Program Akademi Riset IMM Jawa Tengah, Berikan Dukungan Dana dan Akses Riset Mahasiswa

    Rektor UMS Sambut Baik Program Akademi Riset IMM Jawa Tengah, Berikan Dukungan Dana dan Akses Riset Mahasiswa

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 79
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya riset di kalangan mahasiswa. Hal ini terlihat dari pertemuan antara Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dengan jajaran DPD IMM Jawa Tengah yang digelar di Ruang Rektor lantai 6 Gedung Induk Siti Walidah, Rabu (9/12). Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan […]

  • Ratusan Warga Muhammadiyah Hadiri Pengajian Antar Cabang dan Ranting PDM Samarinda di PCM Samarinda Utara

    Ratusan Warga Muhammadiyah Hadiri Pengajian Antar Cabang dan Ranting PDM Samarinda di PCM Samarinda Utara

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 95
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Suasana kebersamaan dan semangat dakwah mewarnai Pengajian Antar Cabang dan Ranting Muhammadiyah se-Kota Samarinda yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Samarinda bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Samarinda Utara pada Ahad, 20 Muharram 1448 H bertepatan dengan 5 Juli 2026. Kegiatan berlangsung di Masjid Istiqamah Muhammadiyah, Samarinda Utara, dan dihadiri unsur pimpinan […]

  • Dari Pra-Modern ke Modern: Pesan Kritis Dr. Hamim Ilyas di Studium General Pondok Shabran UMS

    Dari Pra-Modern ke Modern: Pesan Kritis Dr. Hamim Ilyas di Studium General Pondok Shabran UMS

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 66
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Studium General Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 dengan tema “Wawasan Wasathiyah dan Ijtihad Maqasidi dalam Manhaj Tarjih: Ikhtiar Mewujudkan Islam yang Inklusif, Substantif, dan Responsif terhadap Tantangan Kehidupan Modern”, Ahad (1/2/2026). Kegiatan ini digelar di Gedung Pascasarjana Lantai 5 UMS dan diikuti oleh seluruh mahasantri […]

  • Bangun Mindset Wirausaha, KOPMA UMS Gelar Seminar Nasional 2025

    Bangun Mindset Wirausaha, KOPMA UMS Gelar Seminar Nasional 2025

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 73
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA – Dalam rangka membangun mindset entrepreneur di kalangan mahasiswa, Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) adakan Seminar Nasional dengan tajuk “Membangun Mindset Entrepreneur di Era Disrupsi Strategi Inovasi, Pengambilan Risiko, dan Pendekatan Solutif untuk Mewujudkan Ekonomi Islam Berkelanjutan.” “Tema ini dimaksudkan untuk menanamkan mindset entrepreneur yang inovatif dan dinamis serta sesuai dengan […]

expand_less