BeritaInspirasiRiau

Mahasiswa KKN MAS Kelompok 88 Menyerukan Gerakan Anti Bullying di SDN 07 Pinang Sebatang Barat

KABARMUH.ID, SIAK – Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN Mas) Kelompok 88 menggelar kampanye Gerakan Anti Bullying di SD Negeri 07 Pinang Sebatang Barat. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja unggulan kelompok, yang fokus pada pembentukan karakter positif dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan di kalangan pelajar sekolah dasar. (09/08/2025)

Acara yang diikuti oleh perwakilan siswa dan guru ini dikemas secara interaktif melalui penyuluhan, diskusi interaktif serta tanya jawab, serta permainan edukatif yang menyenangkan. Para mahasiswa memperkenalkan berbagai bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, seperti perundungan verbal, fisik, sosial, hingga cyberbullying. Tidak hanya itu, mereka juga mengajak siswa untuk mengenali tanda-tanda bullying dan bagaimana cara memberikan pertolongan jika melihat teman menjadi korban.

Foto bersama dengan siswa SDN 07 Pinang Sebatang Barat

“Kami ingin memberikan pemahaman bahwa bullying adalah tindakan yang merugikan semua pihak, baik korban, pelaku, maupun lingkungan sekolah. Semua siswa berhak merasa aman, dihargai, dan diterima,” ujar Febyana Putri selaku mahasiswa KKN Mas Kelompok 88 dalam sambutannya. Ia menambahkan, kampanye ini diharapkan tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga membentuk perilaku positif yang berkelanjutan.

Selain edukasi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi role play di mana siswa mempraktikkan cara menolak ajakan melakukan bullying serta bagaimana bersikap sebagai teman yang baik. Sesi ini disambut antusias oleh para siswa yang dengan penuh semangat mengikuti arahan dari mahasiswa KKN Mas.

 

 

Antusiasme Siswa Mengikuti Kegiatan Anti Bullying

 

Dewan Guru SD Negeri 07 Pinang Sebatang Barat mengapresiasi langkah yang diambil para mahasiswa. “Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Anak-anak perlu dibekali pemahaman dan kesadaran sejak dini bahwa saling menghormati adalah kunci terciptanya suasana belajar yang damai,” ujarnya.

Gerakan Anti-Bullying ini menjadi bagian dari misi KKN Mas Kelompok 88 untuk menanamkan nilai-nilai positif di masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini diharapkan mampu menekan angka perundungan di sekolah, sekaligus mendorong terciptanya budaya saling menghargai di tengah perbedaan.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, mahasiswa KKN Mas Kelompok 88 berharap para siswa dapat menjadi agen perubahan yang berani menolak dan melawan segala bentuk perundungan, serta menjadi teladan dalam menebarkan sikap ramah, toleransi, dan empati di lingkungan sekolah maupun luar sekolah

Kontributor : Zulfan Falakhi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button