Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mahasiswa UMS Ciptakan Aplikasi Layanan Fisioterapi Digital, Boyong Silver Medal di Ajang IID 2025

Mahasiswa UMS Ciptakan Aplikasi Layanan Fisioterapi Digital, Boyong Silver Medal di Ajang IID 2025

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 76
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Kebutuhan layanan fisioterapi di Indonesia semakin meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemulihan dan perawatan fisik. Namun, akses terhadap layanan ini masih terbatas, terutama di wilayah pedesaan.

Melihat fenomena tersebut, sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggagas inovasi aplikasi fisioterapi digital bernama Physio Connect : Sm

art and Intelligent of Self Care and Clinical Treatment, yang berhasil meraih medali perak dalam ajang internasional Indonesia Inventors Day (IID) 2025. Dalam ajang tersebut, Physio Connect sukses mengungguli ratusan karya inovatif lainnya dan menyabet penghargaan medali perak.

Inovasi ini merupakan hasil karya Tim Physio Connect yang beranggotakan mahasiswa dari Program Studi Fisioterapi dan Bisnis Digital UMS. Mereka adalah Urip Pamungkas Jati Dharma selaku ketua tim, serta anggota Hafidh Erli Nurdin Pratama, Meitha Wila Roseyani, Yudha Wirajati, Shandhi Putri Wahyu Sartika, Nabil Oktora Ramadhan, dan Jafar Annashirudin. Tim ini dibimbing oleh dosen pendamping Arif Pristianto, SST.FT., Ftr., M.Fis.

“Awalnya saya dan dua teman hanya ikut lomba-lomba nasional, kemudian menang, dan dari situ Pak Arif memberi ide, bagaimana kalau dikembangkan ke tingkat internasional,” ungkap Urip Pamungkas, saat ditemui pada Selasa (7/10).

Urip menceritakan bahwa proyek ini bermula dari kolaborasi lima mahasiswa Fisioterapi yang kemudian berkolaborasi dengan dua mahasiswa Bisnis Digital. “Karena aplikasinya berbasis digital, kami butuh rekan yang paham di bidang itu. Akhirnya kami gandeng teman dari Bisnis Digital untuk bantu dari sisi teknis dan bisnisnya,” tambahnya.

Ketua Tim Physio Connect, Urip Pamungkas

Gagasan utama pengembangan Physio Connect berangkat dari kesenjangan akses layanan fisioterapi antara kota dan desa. “Banyak masyarakat di daerah yang kesulitan mengakses layanan fisioterapi. Sementara kebutuhan layanan fisioterapi kian meningkat, layanan yang ada saat ini justru masih terpusat di perkotaan. Dari situ kami ingin menghadirkan solusi berbasis teknologi,” jelas Urip.

Aplikasi Physio Connect memiliki berbagai fitur unggulan, salah satunya Journal Link, yang memungkinkan pengguna maupun terapis mengakses jurnal ilmiah berbasis bukti (evidence-based physiotherapy). “Kami ingin menjembatani kebutuhan akan literasi ilmiah dalam praktik fisioterapi,” terang Urip.

Selain itu, terdapat fitur Exercise Fit, yang membantu pengguna mengikuti program latihan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu. “Fitur ini memungkinkan pengguna mengetahui intensitas, repetisi, hingga cara melakukan latihan yang benar. Semua terintegrasi dengan referensi jurnal ilmiah agar program latihan kredibel,” tambahnya.

Inovasi lain yang dihadirkan adalah Telephysio, layanan konsultasi jarak jauh antara pasien dan fisioterapis. “Biasanya konsultasi harus datang langsung, tapi dengan Telephysio, pasien yang memiliki kendala saat ingin melakukan konsultasi kepada fisioterapis tetap bisa berkonsultasi secara daring,” tutur Urip.

Fitur lainnya yang tak kalah menarik adalah Near Therapy, yang berfungsi seperti peta digital untuk mencari klinik fisioterapi terdekat. Ada pula Posture IQ, fitur yang memungkinkan pengguna memeriksa postur tubuh secara mandiri hanya dengan mengambil foto. “Dari hasil foto itu bisa muncul analisis postur tubuh dan rekomendasi latihan untuk memperbaikinya,” jelasnya.

Pengembangan Physio Connect dilakukan selama kurang lebih empat bulan menjelang kompetisi. “Kami mulai dari semester empat, dan proses development aplikasinya sekitar tiga sampai empat bulan sebelum lomba,” ujar Urip.

Menghadapi kompetisi berskala internasional, Urip mengakui timnya menghadapi tantangan besar. “Pesaingnya dari berbagai negara, bahkan ada dari Korea yang teknologinya lebih maju. Tapi kami jadikan itu motivasi agar tetap percaya diri dan menunjukkan bahwa ide dari mahasiswa Indonesia juga punya potensi besar,” ujarnya penuh semangat.

Bagi Urip, pengalaman mengikuti lomba internasional adalah kenangan berharga. “Ini pertama kalinya saya ikut lomba internasional, dan dipertemukan dengan tim yang luar biasa. Perjuangan bersama mereka menjadi pengalaman terbaik selama kuliah,” ungkapnya.

Setelah menorehkan prestasi tersebut, Tim Physio Connect berencana melanjutkan pengembangan aplikasi dan mengikuti kompetisi lain. “Kami tidak ingin berhenti di satu pencapaian. Harapannya, inovasi ini bisa terus dikembangkan agar layanan fisioterapi di Indonesia semakin maju dan mudah diakses,” kata Urip.

Menutup wawancara, Urip berpesan kepada mahasiswa lain untuk berani keluar dari zona nyaman. “Jangan takut mencoba hal baru. Ketakutan itu jadikan motivasi. Kita mungkin merasa tim lain lebih unggul, tapi yakinlah setiap usaha punya hasil. Fokus saja pada tujuan dan nikmati prosesnya,” pungkas mahasiswa berprestasi itu dengan senyum penuh optimisme. (Fika/Humas)

Editor: Al Fadhlil Raihan Yunan

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim UMS Dampingi Warga Juwiring Kelola Sampah Berbasis Digital

    Tim UMS Dampingi Warga Juwiring Kelola Sampah Berbasis Digital

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 79
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan skema PMM BIMA Diktisaintek yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi membuka kegiatan bertajuk “Digital Zero Waste Desa Juwiring”. Program ini menjadi wujud sinergi antara dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet) bersama mahasiswa dan masyarakat Desa […]

  • MHES UMS Gelar Diseminasi, Selaraskan Riset Ekonomi Islam Dengan Standar Negara OKI

    MHES UMS Gelar Diseminasi, Selaraskan Riset Ekonomi Islam Dengan Standar Negara OKI

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syariah (MHES) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar kegiatan Diseminasi Hasil Riset Penelitian Internasional Mahasiswa dan kuliah tamu yang bertema Akad Mudharabah dalam Asuransi Syariah dari Perspektif Fikih Islam dan Hukum Positif: Kajian Yurisprudensi Legalitas komparatif Zakat termasuk dalam daftar faktor ekonomi di Kabupaten Bandung. Kegiatan yang […]

  • UMS dan BCA Kolaborasi Cetak Generasi Emas Menuju Indonesia 2045

    UMS dan BCA Kolaborasi Cetak Generasi Emas Menuju Indonesia 2045

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Demi mewujudkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dipercaya Bank Central Asia (BCA) untuk berkolaborasi dalam menyelenggarakan Kuliah Umum BCA Berbagi Ilmu (BBI), yang bertajuk “Sharpening Your Edge: Skills and Attitude for the Next Chapter”. Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Edutorium K.H Ahmad Dahlan, Rabu (26/11). Wakil Rektor […]

  • Tanggapi Tingginya Kasus DBD dan Chikungunya, Mahasiswa KKN FIK UMS Hadirkan Inovasi Puding Labu Kuning melalui SAPA Waspada

    Tanggapi Tingginya Kasus DBD dan Chikungunya, Mahasiswa KKN FIK UMS Hadirkan Inovasi Puding Labu Kuning melalui SAPA Waspada

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 98
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan chikungunya di Dukuh Jetis dan Bancakan, Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 37 Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan program SAPA Waspada sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat terhadap kedua penyakit tersebut. Program ini […]

  • UMS Wisuda 2.259 Lulusan, Rektor Tekankan Ilmu Harus Berbuah Karya dan Manfaat

    UMS Wisuda 2.259 Lulusan, Rektor Tekankan Ilmu Harus Berbuah Karya dan Manfaat

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Choiril Amirah Farida
    • visibility 70
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Upacara Wisuda Program Sarjana, Magister, dan Doktor Periode I Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Jumat (25/9/2026). Sebanyak 2.259 wisudawan mengikuti prosesi wisuda periode ini, terdiri atas 2.132 lulusan Program Sarjana (S1), 113 lulusan Program Magister (S2), dan […]

  • NGOPAQ #2 MPQ UMS Bahas Adab dan Hakikat Kritik dalam Perspektif Islam

    NGOPAQ #2 MPQ UMS Bahas Adab dan Hakikat Kritik dalam Perspektif Islam

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
    • account_circle Anqiya Zaki Mushoddiq
    • visibility 109
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA — Mahasiswa Pencinta Al-Qur’an (MPQ) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Ngobrol Seputar Qur’an (NGOPAQ) #2 bertajuk “Ketaatan Tanpa Kritik: Kesalehan atau Pembungkaman? (Hakikat Kritik dan Demonstrasi dalam Perspektif Islam)” pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI), Kampus 2 UMS, ini diikuti sekitar 27 orang, termasuk pemantik dan […]

expand_less