Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mengukuhkan Pancasila Sebagai Laku di Bumi Kalimantan: Roadshow Kota Kedua Pelatihan Nasional untuk Membangun Harmoni

Mengukuhkan Pancasila Sebagai Laku di Bumi Kalimantan: Roadshow Kota Kedua Pelatihan Nasional untuk Membangun Harmoni

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 16 Mei 2024
  • visibility 297
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

KABARMUH.ID, Samarinda – Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial Universitas Muhammadiyah Surakarta (PSBPS UMS) bekerja sama dengan Lembaga Bahasa dan Ilmu Pengetahuan Umum (LBIPU) menginisiasi program Revitalisasi, Institusionalisasi, dan Standardisasi Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi Indonesia (RISP3TI). Kegiatan ini juga didukung oleh Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan PP Muhammadiyah.

Salah satu kegiatan dalam program ini adalah penyelenggaraan Pelatihan Standardisasi bagi Dosen Pancasila. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi profesional dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Pancasila, khususnya dalam hal wawasan toleransi, keberagaman, dan keterampilan pedagogis. Pelatihan ini dirancang untuk mewujudkan proses pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan masyarakat, meningkatkan kemampuan dalam pembelajaran, serta melakukan evaluasi hasil pembelajaran untuk peningkatan kualitas yang berkelanjutan, terutama dalam mata kuliah Pendidikan Pancasila. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dosen dalam mengajar agar kualitas pembelajaran Pendidikan Pancasila lebih optimal.

Kalimantan menjadi tempat pelatihan kedua setelah Jakarta dalam rangka Roadshow Pelatihan Nasional “Pancasila sebagai Laku”. Tim memilih Samarinda sebagai tempat pelatihan karena masyarakat Samarinda terbiasa hidup berdampingan dengan beragam latar belakang dan Kalimantan Timur merupakan provinsi yang kondusif tanpa adanya kerusuhan. Kalimantan Timur dengan dua kota besarnya, Samarinda dan Balikpapan memiliki potensi menjadi pusat budaya dan interaksi sosial masyarakat di masa depan.

Pelatihan Nasional ini dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Samarinda, di Gedung G Fakultas Kedokteran pada tanggal 13-15 Mei 2024. Peserta datang dari berbagai penjuru kota di Kalimantan, termasuk Pontianak, Balikpapan, Tanah Grogot Paser, dan lain-lain. Sebanyak sembilan universitas berpartisipasi dalam pelatihan ini, termasuk universitas negeri dan swasta.

Mohammad Thoyibi, dalam paparan orientasi program pada sesi pembukaan, menyampaikan temuan penelitian bahwa materi pembelajaran Pendidikan Pancasila masih dianggap tekstual, metode pengajaran dosen monoton, dan capaian pembelajaran terbatas pada perilaku. “Melalui pelatihan ini, diharapkan metode pembelajaran menjadi lebih interaktif, kritis-reflektif, dan andragogis dalam implementasinya,” ujar Thoyibi.

Selain itu, Thoyibi menyatakan bahwa standardisasi dosen pengajar Pancasila penting untuk pengembangan profesionalisme dosen sesuai kurikulum yang ditetapkan oleh DIKTI dan amanat UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dosen diharapkan mampu merencanakan, melaksanakan proses, menilai hasil pembelajaran, membimbing, melatih, serta melakukan penelitian. Selain itu, mereka juga diharapkan melaksanakan tugas tambahan dan pengabdian kepada masyarakat.

Direktur Eksekutif PSBPS UMS, Yayah Khisbiyah, menyatakan bahwa Pancasila adalah kristalisasi kearifan lokal dan ideologi global. “Pancasila dirumuskan oleh pendiri bangsa dengan nilai-nilai luhur dan visi luas sebagai arah masa depan bangsa,” kata Khisbiyah. Lebih lanjut, Yayah mengatakan bahwa tujuan lain pelatihan ini adalah meningkatkan kelentingan dan kewaspadaan perguruan tinggi terhadap intoleransi melalui penguatan harmoni sosial lintas budaya dan iman. “Program ini mengupayakan pengembangan lingkungan kampus yang inklusif, di mana mahasiswa dan civitas akademika diberdayakan untuk memahami, menghormati, dan merayakan perbedaan, dengan fokus pada pemahaman mendalam terhadap keragaman budaya dan agama,” tambah Yayah.

Wakil Rektor 3, Drs. Suprayitno, M.Kes., dalam sambutannya, menyambut baik kegiatan ini serta mengapresiasi kegiatan ini. “Kami menyambut kegiatan ini dengan baik dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pelaksanaan pelatihan ini,” kata Drs. Suprayitno. Ia juga menegaskan pentingnya penguatan pendidikan Pancasila di tingkat universitas terutama di wilayah Kalimantan Timur di mana di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur sendiri 2% mahasiswanya adalah non-muslim (sekitar 50 mahasiswa). Pelatihan ini secara simbolis dibuka oleh Suprayitno dengan memberikan ID Card dan kaos pelatihan kepada Eko Prasetyo sebagai perwakilan Tim Fasilitator.

Sementara itu, Rektor UMKT Dr. Muhammad Musiyam, yang juga sebagai Wakil Ketua Majelis DIKTILITBANG PP Muhammadiyah, mendukung penuh program institusionalisasi dan standarisasi Pendidikan Pancasila di Kalimantan Timur. Meskipun Pancasila diakui sebagai falsafah dan fondasi keindonesiaan, penerapannya belum menjadi kebiasaan yang mewujud dalam kehidupan sehari-hari.

Ditegaskannya bahwa salah satu tantangan besar pembumian nilai-nilai Pancasila adalah penelantaran sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Hal itu disampaikan Rektor UMKT, mengutip diksi yang kerap sering digunakan Prof. Ahmad Syafii Maarif atau akrab disapa Buya Syafii, ketika mengkritik inkonsistensi pemerintah dan lembaga-lembaga penyelenggara Negara dalam mengimplementasikan Pancasila secara sistemik melalui kebijakan-kebijakan pemerintah pusat sampai daerah. Karenanya, program RISP3TI ini sangat penting untuk membuka kesadaran dan membangun komitmen generasi muda termasuk dan terutama mahasiswa sebagai pemimpin masa depan bangsa, untuk mengubah tatanan struktur dan sistem yang masih belum sesuai dengan asas demokrasi kerakyatan yang termaktub dalam sila ke-4,  dan azas keadilan sosial dalam sila ke-5.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • WikiMu: Ensiklopedia Digital Berbasis Keislaman dan Kemuhammadiyahan Menuju Islam Rahmatan Lil Alamiin

    WikiMu: Ensiklopedia Digital Berbasis Keislaman dan Kemuhammadiyahan Menuju Islam Rahmatan Lil Alamiin

    • calendar_month Rabu, 17 Apr 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Oleh: Rio Ahmad Ghofarudin, Mahasiswa Univesirtas Ahmad Dahlan Yogyakarta Kemajuan teknologi telah memberikan dampak yang signifikan terhadap interaksi masyarakat. Berbagai informasi yang terjadi di berbagai belahan dunia dapat langsung diketahui akibat kemajuan teknologi (globalisasi). Pada zaman dahulu untuk mengabarkan suatu informasi membutuhkan waktu berhari-hari kini dapat dilakukan hanya sekian detik saja. Cepatnya akses informasi di […]

  • Bangkit Setelah Satu Dekade, Nasyiatul ‘Aisyiyah Cabang Muara Aman Sukses Gelar Musyawarah Cabang

    Bangkit Setelah Satu Dekade, Nasyiatul ‘Aisyiyah Cabang Muara Aman Sukses Gelar Musyawarah Cabang

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 77
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lebong – Setelah hampir satu dekade mengalami kevakuman, Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) Cabang Muara Aman kembali menunjukkan denyut kehidupannya dengan sukses menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Musycab), yang dilaksanakan pada hari Kamis, 29 Mei 2025 di Muara Aman, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan organisasi otonom perempuan muda Muhammadiyah di daerah […]

  • Water Station Resmi Hadir, Fakultas Teknik UMS Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan

    Water Station Resmi Hadir, Fakultas Teknik UMS Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 85
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id resmi meluncurkan fasilitas Water Station pada Senin (27/4) di Hall Gedung H. Inisiatif ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat komitmen UMS sebagai kampus ramah lingkungan sekaligus upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan akademik. Peluncuran tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Harun […]

  • Jejak Si Kembar Nova-Novi: Jadi Kader Ortom, Hingga Berpasangan Suami Kader Muhammadiyah

    Jejak Si Kembar Nova-Novi: Jadi Kader Ortom, Hingga Berpasangan Suami Kader Muhammadiyah

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.881
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, Samarinda -Tak menunggu waktu lama lagi. Beberapa jam kedepan, 1 Ramadhan akan segera tiba. Seperti biasanya, setiap anak organisasi dari Muhammadiyah, organisasi otonom (ortom), bersiap dalam mempersiapkan kegiatan pada bulan Ramadan. Dari Ikatan Pelajar Muhammiyah hingga Pemuda Muhammadiyah kesemuanya saling berlomba dalam mencari berkah di bulan yang suci. Namun, berbeda dengan ortom Angkatan Muda […]

  • Bincang Buku Santai, Ikhtiar Pegiat Seni Kampung Inggris Menumbuhkan Budaya Literasi

    Bincang Buku Santai, Ikhtiar Pegiat Seni Kampung Inggris Menumbuhkan Budaya Literasi

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 74
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kediri – Upaya menghidupkan kembali budaya membaca dan berdiskusi terus dilakukan oleh Pegiat Seni Kampung Inggris (PSK). Komunitas yang berbasis di Kampung Inggris, Pare, Kabupaten Kediri, ini secara rutin menggelar forum diskusi terbuka bertajuk Bincang Buku Santai setiap dua pekan sekali. Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi gagasan bagi masyarakat, pelajar, mahasiswa, hingga para tutor […]

  • Lima Kader Nasyiatul Aisyiyah Sukoharjo Hadiri Launching SOP PPKS di Salatiga

    Lima Kader Nasyiatul Aisyiyah Sukoharjo Hadiri Launching SOP PPKS di Salatiga

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 76
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Sebanyak lima kader Nasyiatul Aisyiyah Sukoharjo menghadiri kegiatan peluncuran Standar Operasional Prosedur (SOP) Panduan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) yang digelar di PPTI Al Falah, Salatiga, pada Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem perlindungan terhadap peserta didik di lingkungan pendidikan. Peluncuran SOP PPKS tersebut merupakan hasil kolaborasi empat […]

expand_less