Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Menjaga Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan di Tengah Tantangan Keberagaman

Menjaga Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan di Tengah Tantangan Keberagaman

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 92
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Jakarta – Kebebasan beragama atau berkeyakinan masih menjadi tantangan di berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari penolakan rumah ibadah hingga pelarangan kegiatan keagamaan, kasus-kasus ini menunjukkan bahwa hidup dalam keberagaman tidak selalu berjalan mudah.
Hal ini dibahas dalam sesi kedua Akademi Eco Bhinneka Muhammadiyah yang menghadirkan Ihsan Ali-Fauzi. Ia dikenal sebagai peneliti dan pemerhati isu kebebasan beragama atau berkeyakinan di Indonesia, serta aktif dalam kerja-kerja advokasi dan studi tentang agama, demokrasi, dan konflik sosial.
Sesi yang bertajuk ‘Advokasi Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan sebagai Pilar Pluralisme’ ini, dilaksanakan pada 1 Mei 2026, di Aula Asrama Mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Jakarta.
Dalam sesi ini, peserta berbagi pengalaman dari daerah masing-masing. Ada yang bercerita tentang penolakan tempat ibadah, ada juga yang mengalami pelarangan kegiatan keagamaan. Dari situ, Ihsan mengajak peserta untuk memahami bahwa setiap orang punya hak untuk memilih dan menjalankan keyakinannya.
“Kalau Tuhan mau, semua orang bisa dijadikan satu agama. Tapi tidak begitu. Karena keyakinan adalah pilihan pribadi,” ujarnya.
Koordinator Sekretariat Bersama Koalisi Advokasi Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan (Sekber KBB) ini menjelaskan bahwa kebebasan ini bukan hanya soal nilai, tetapi juga diatur dalam hukum. Salah satunya melalui International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR). Dalam Pasal 18, disebutkan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berpikir, hati nurani, dan beragama atau berkeyakinan.
Sebagai negara yang sudah menyepakati aturan ini, Indonesia seharusnya melindungi hak tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Ihsan, yang juga Direktur Eksekutif PUSAD Paramadina, menjelaskan bahwa kebebasan beragama punya dua bagian: kebebasan dalam hati dan pikiran yang tidak boleh dibatasi, serta praktik keagamaan di ruang publik yang dalam kondisi tertentu bisa diatur.
“Pembatasan boleh ada, tapi tidak boleh melanggar. Harus jelas aturannya, adil, dan tidak pilih-pilih,” tegasnya.
Masalahnya, di lapangan sering terjadi ketidakadilan. Tekanan dari kelompok mayoritas kadang membuat kegiatan kelompok lain dibatasi atau dihentikan. Ini yang kemudian memicu konflik.
Ia juga mengingatkan tentang “perukunan”, yaitu kondisi ketika orang dipaksa untuk terlihat rukun.
“Kalau orang dipaksa rukun, itu bukan kerukunan, tapi perukunan,” ujarnya.
Menurut Ihsan, konflik sebenarnya tidak bisa dihindari dalam masyarakat yang beragam.
“Konflik itu pasti ada. Yang penting adalah bagaimana kita mengelolanya,” tambahnya.
Sesi ini memperkaya pemahaman peserta melalui tiga hal penting. Pertama, kebebasan beragama adalah hak setiap individu yang harus dihormati, tanpa terkecuali. Kedua, pembatasan dalam praktik keagamaan harus dilakukan secara adil dan tidak diskriminatif. Dan ketiga, dalam masyarakat yang beragam, konflik tidak bisa dihindari—tetapi harus dikelola dengan cara yang adil, bukan dengan memaksakan kerukunan.
  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukungan Muhammadiyah bagi Mualaf: Kajian Islam Intensif Digelar di Riau

    Dukungan Muhammadiyah bagi Mualaf: Kajian Islam Intensif Digelar di Riau

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 54
    • 0Komentar

      KABARMUH.ID, Riau – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Pesantren Ramadhan berupa Kajian Intensif Al-Islam untuk Mualaf (KIAM) pada Sabtu, 15 Maret 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Riau dan didukung penuh oleh Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu) serta menghadirkan sejumlah tokoh Muhammadiyah sebagai pemateri. Dr. Agusmandar, […]

  • Edukasi Pemilahan Sampah, UMS Ajak Siswa MI Muhammadiyah Gedongan Peduli Lingkungan

    Edukasi Pemilahan Sampah, UMS Ajak Siswa MI Muhammadiyah Gedongan Peduli Lingkungan

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Maysali
    • visibility 53
    • 0Komentar

    SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mendorong peningkatan kepedulian lingkungan sejak dini melalui edukasi pemilahan sampah bagi siswa MI Muhammadiyah Gedongan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan menuju Adiwiyata. Kegiatan tersebut merupakan wujud pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) melalui program Pengabdian Masyarakat Berbasis […]

  • Upgrading Pimpinan HW UMS 2025: Membangun Karakter Pemimpin, Komunikasi Efektif, dan Manajemen Berintegritas

    Upgrading Pimpinan HW UMS 2025: Membangun Karakter Pemimpin, Komunikasi Efektif, dan Manajemen Berintegritas

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 110
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Dalam rangka memperkuat kualitas kepemimpinan di berbagai aspek, Hizbul Wathan Kafilah Penuntun Moh Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta mengadakan kegiatan Upgrading Pimpinan 2025 yang dilaksanakan di Ruang Meeting Besar pada Sabtu, (18/01/25) Acara ini diikuti oleh jajaran pimpinan HW UMS 2025 dari seluruh Divisi Dan BKM. Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri utama dengan […]

  • Pesantren Ramadhan untuk Mualaf di NTT, Muhammadiyah Perkuat Dakwah Islam

    Pesantren Ramadhan untuk Mualaf di NTT, Muhammadiyah Perkuat Dakwah Islam

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 78
    • 0Komentar

      KABARMUH.ID, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah kembali menggelar Kajian Intensif Al Islam untuk Mualaf (KIAM) pada Sabtu, 15 Maret 2025. Kegiatan yang diselenggarakan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang ajaran Islam kepada para mualaf serta memperkuat akidah mereka dalam […]

  • Resonansi Algoritma Berbuah Aksi, IPM Luncurkan Eco Smart School pada Milad ke-65

    Resonansi Algoritma Berbuah Aksi, IPM Luncurkan Eco Smart School pada Milad ke-65

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 91
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; JAKARTA – Tema Milad ke-65 IPM diwujudkan melalui peluncuran Eco Smart School sebagai aksi nyata pelajar Muhammadiyah menjaga lingkungan. Tema “Resonansi Algoritma, Pelajar Berdampak” tidak berhenti sebagai slogan dalam Milad ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah. PP IPM menerjemahkannya melalui peluncuran Eco Smart School (ESS). Program tersebut menjadi simbol transformasi gagasan menjadi aksi nyata di bidang […]

  • UMS Perluas Kontribusi Global melalui Program Edukasi Gizi di Mekah

    UMS Perluas Kontribusi Global melalui Program Edukasi Gizi di Mekah

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 72
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Program Hibah DRPPS UMS melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI) di Arab Saudi. Program yang berlangsung sejak Agustus hingga November 2025 ini menyasar mahasiswa Indonesia serta pekerja migran (ummahat) yang tinggal di Kota Mekah. Fokus kegiatan adalah pemantauan status gizi dan edukasi pola makan gizi seimbang […]

expand_less