Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Negeri di Atas Patahan: Benarkah Mitigasi Bencana Kita Sudah Memadai?

Negeri di Atas Patahan: Benarkah Mitigasi Bencana Kita Sudah Memadai?

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Indonesia berada dalam kawasan bencana dengan risiko tinggi sebagai negara yang berdiri di atas Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, dengan 295 sesar aktif, 14 segmen sumber gempa subduksi, serta ratusan segmen patahan lain yang belum teridentifikasi menurut Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) 2024. Kondisi tektonik pertemuan lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik membuat sebagian besar wilayah di Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Bali-NTB-NTT, Sulawesi, Maluku, dan Papua rentan akan bencana gempa bumi, tsunami, serta deformasi permukaan. Di tengah kondisi tersebut, muncul pertanyaan apakah mitigasi bencana Indonesia sudah memadai dalam menekan risiko kerusakan dan korban jiwa?.

Dosen Program Studi Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Danardono, S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa siklus dalam manajemen bencana mencakup pra, saat dan pascabencana, di mana fase prabencana menjadi kunci utama dalam sebuah mitigasi bencana. Saat ini, Indonesia sudah memiliki peta risiko nasional melalui platform InaRISK milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang memetakan ancaman seperti gempa bumi, banjir, longsor, hingga hidrometeorologi di seluruh wilayah Indonesia. Namun pemetaan tersebut masih berada pada level makro.

“Peta BNPB itu sangat bagus, tetapi skalanya besar. Belum detail sampai tingkat kecamatan atau desa. Di situlah gap yang perlu ditutup, pemetaan risiko bencana itu hal yang sangat penting dalam upaya mitigasi, karena menjadi dasar menentukan daerah prioritas dan strategi adaptasi masyarakat,” jelasnya, Kamis (11/12).

Menurut Danardono, beban pemetaan daerah risiko bencana secara detail seharusnya dilanjutkan oleh BPBD provinsi dan kabupaten. Namun, kenyataannya belum semua daerah memiliki peta risiko bencana yang memadai meskipun Indonesia memiliki sistem deteksi dini yang tidak kalah dengan negara maju. Early Warning System (InaTEWS), sensor kegempaan, serta pemantauan deformasi sudah tersedia. Namun persoalannya muncul pada masalah maintenance.

“Kalau semuanya diserahkan ke pusat, tentu berat. Mitigasi itu harus kolaboratif pemerintah, institusi pendidikan, masyarakat, dan sektor swasta harus terlibat. Banyak alat early warning system yang hilang atau dicuri. Ketika alat itu hilang, data terputus, dan ini menjadi problem serius,” ungkapnya.

Ia memaparkan bahwa teknologi pemetaan detail seperti UAV (Unmanned Aerial Vehicle) sangat efektif untuk merancang jalur evakuasi tsunami dan analisis spasial lainnya. “Data UAV sangat membantu dalam akuisisi data spasial seperti elevasi dan penggunaan lahan. Tanpa data detail, jalur evakuasi tidak dapat disusun secara akurat,” ujarnya merujuk riset yang pernah ia lakukan.

Danardono juga menyoroti minimnya implementasi pendidikan kebencanaan. Pemerintah sudah memiliki program Sekolah Aman Bencana (SPAB) yang tertuang dalam Permendikbud No.33 Tahun 2019, tetapi belum menjangkau seluruh sekolah. Dalam konteks itu, Prodi Geografi UMS turut mengambil peran dengan menyiapkan kurikulum yang membekali mahasiswa pada konsentrasi lingkungan fisik dan kebencanaan mulai di semester lima. Melalui mata kuliah manajemen kebencanaan, mahasiswa diajarkan untuk akuisisi data dasar kebencanaan, manajemen bencana, hingga penyusunan jalur evakuasi berbasis metode UAV, UMS mendorong lahirnya tenaga ahli yang siap berkontribusi dalam penguatan mitigasi bencana nasional.

Menutup penjelasannya, ia kembali menekankan pentingnya kerja lintas sektor dalam menghadapi bencana. Menurutnya, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri.”Pemerintah perlu mengintensifkan perannya sebagai regulator, sambil berkolaborasi dengan peneliti, lembaga masyarakat, dan komunitas,” ujarnya.

la meyakini bahwa siklus manajemen bencana hanya akan efektif ketika seluruh unsur terlibat, dari pembuat kebijakan hingga masyarakat paling bawah. Pendidikan, kolaborasi, dan pemahaman di akar rumput, katanya, adalah fondasi terbaik untuk mengurangi korban dan kerugian di masa mendatang. (Alvian/Humas)

Editor: Muhammad Farhan

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua LDK PWM Sumsel: Akademi Dai Digital Muhammadiyah Siapkan Generasi Dai Cakap Teknologi

    Ketua LDK PWM Sumsel: Akademi Dai Digital Muhammadiyah Siapkan Generasi Dai Cakap Teknologi

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 25
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Palembang – Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan, Hazmin, M.Pd, menegaskan bahwa Akademi Dai Digital Muhammadiyah merupakan ikhtiar Muhammadiyah untuk menyiapkan generasi dai yang tidak hanya fasih dalam ilmu agama, tetapi juga cakap menggunakan teknologi dan media sosial. Hal tersebut ia sampaikan dalam pembukaan ADD Muhammadiyah Batch 3 di Balai […]

  • Pondok Ki Bagus Hadikusumo Sukoharjo, Gelar Wisuda Sekolah Imam Angkatan Pertama

    Pondok Ki Bagus Hadikusumo Sukoharjo, Gelar Wisuda Sekolah Imam Angkatan Pertama

    • calendar_month Minggu, 25 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 246
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Gedung LKSA Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Grogol menjadi ruang dan waktu berlangsungnya sebuah acara Wisuda Sekolah Imam. Acara wisuda angkatan pertama tersebut resmi diselenggrakan pada Jumat malam. (23/2/2024). Sekolah Imam ini merupakan ikhtiar Mahad Aly Tahfidz Dai Mandiri Muhammadiyah Ki Bagus Hadikusumo untuk memperbaiki dan menyambut bulan Ramadan supaya Imam-imam Masjid melakukan […]

  • Dukung Kelancaran Ibadah Haji, RS Muhammadiyah Lamongan Tugaskan Tim Relawan Kesehatan ke Asrama Haji Surabaya

    Dukung Kelancaran Ibadah Haji, RS Muhammadiyah Lamongan Tugaskan Tim Relawan Kesehatan ke Asrama Haji Surabaya

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 24
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, LAMONGAN — Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) kembali menunjukkan komitmennya di bidang sosial dan kemanusiaan dengan berpartisipasi dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 2026. RSML secara resmi mengirimkan tim relawan kesehatan untuk bertugas di Poliklinik Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Sabtu (16/5/2026). Pengiriman tenaga kesehatan tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan bantuan dari Balai […]

  • PCM Anggana Resmi Siapkan SMP Muhammadiyah 1, Sambut Tahun Ajaran Baru

    PCM Anggana Resmi Siapkan SMP Muhammadiyah 1, Sambut Tahun Ajaran Baru

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 25
    • 0Komentar

    KUTAI KARTANEGARA – Di tengah semarak pengajian bulanan Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kutai Kartanegara di Masjid Mujahiddin Anggana, kabar menggembirakan datang dari PCM Anggana. Ketua PCM Anggana, Suhono, S.Pd., mengumumkan bahwa SMP Muhammadiyah 1 Anggana telah resmi memperoleh izin pendirian dan operasional. “Alhamdulillah, izin sudah terbit dan insyaAllah siap menerima murid baru tahun ajaran 2026/2027,” ujarnya […]

  • BEM KM FMIPAKES UMRI Gelar Bakti Sosial di Panti Jompo, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Pengabdian kepada Masyarakat.

    BEM KM FMIPAKES UMRI Gelar Bakti Sosial di Panti Jompo, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Pengabdian kepada Masyarakat.

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 39
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; RIAU – Jum’at, 26 Juni 2026. Sebagai bentuk implementasi nilai-nilai kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat, BEM KM FMIPAKES Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Bersama HIMA Keperawatan,Kimia,Farmasi Dan Kebidanan melaksanakan kegiatan Bakti Sosial di Panti Jompo sebagai rangkaian program kerja yang mengusung tema “Merajut Kasih, Menguatkan Kepedulian.” Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus BEM KM FMIPAKES […]

  • Prof. Sudarman Pimpin Langsung Gamelan di Milad ke-113 Tegaskan Wajah Muhammadiyah yang Berbudaya dan Bersahaja

    Prof. Sudarman Pimpin Langsung Gamelan di Milad ke-113 Tegaskan Wajah Muhammadiyah yang Berbudaya dan Bersahaja

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, METRO – Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 tingkat wilayah Lampung yang digelar di Universitas Muhammadiyah (UM) Metro, pada 30 November 2025, menyuguhkan pemandangan yang tak biasa. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung, Prof. Dr. H. Sudarman, M.Ag., tidak hanya tampil memberikan pidato organisasi, tetapi juga turun langsung memimpin korps karawitan dan menabuh gamelan di hadapan […]

expand_less