Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pracimantoro Menanam Perlawanan: Edukasi, Wayang, dan Perkebunan Sebagai Benteng Ekologi

Pracimantoro Menanam Perlawanan: Edukasi, Wayang, dan Perkebunan Sebagai Benteng Ekologi

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • visibility 102
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, PRACIMANTORO, WONOGIRI – Eco Bhinneka Muhammadiyah berkolaborasi dengan LHKP PP Muhammadiyah kembali melakukan kunjungan ke Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari tindaklanjut survey riset sebelumnya.

Pada kunjungan kali ini, selain melaksanakan kegiatan penelitian lapangan, tim tersebut juga menyelenggarakan edukasi lingkungan bagi anak-anak usia dini, dengan fokus pada pentingnya menjaga lingkungan dan kelestarian alam demi terciptanya kenyamanan dan kesejahteraan bagi masa depan desa-desa di wilayah Pracimantoro.

Edukasi Wayang ala Mas Faris Wibisono

Kedatangan tim di Pracimantoro berlangsung pada Jumat, 3 Oktober, menjelang waktu salat magrib. Kegiatan pertama dalam rangka penelitian diawali dengan kunjungan ke salah satu warga yang memiliki kepedulian terhadap isu penolakan rencana pendirian pabrik semen di Pracimantoro, yaitu Mas Faris Wibisono. Bentuk perlawanan yang dilakukan oleh Mas Faris, dilakukan melalui edukasi kepada anak-anak dan generasi muda sejak dini.

Sebelum membahas lebih jauh tentang metode edukasi yang dilakukan, perlu diketahui bahwa Mas Faris merupakan seorang seniman wayang, sekaligus dalang yang aktif memainkan pertunjukan wayang. Melalui perannya sebagai dalang, ia menyisipkan pesan-pesan kesadaran lingkungan dan perlawanan terhadap kerusakan alam dengan menggunakan media wayang sebagai sarana edukasi bagi anak-anak di desanya.

Mas Faris berkisah tentang Desa Umbul Mungkret di bawah Gunung Cemu, sebuah desa yang hidup harmonis dengan alam dan masih memegang kuat nilai gotong royong serta kepercayaan terhadap mitologi lokal. Masyarakat meyakini adanya naga berwarna pink sebagai penjaga mata air yang menjadi sumber kehidupan desa, mengairi sawah, memenuhi kebutuhan rumah tangga, dan menjadi simbol keseimbangan ekologi.

Kehidupan mereka berubah ketika datang investor bernama Pak Turjono yang menjanjikan pembangunan air bersih dan industri semen untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Namun, proyek itu justru membawa kerusakan lingkungan: gunung dikeruk, hutan dibabat, mata air mengering, dan masyarakat dipaksa membeli air. Kondisi ini menimbulkan konflik sosial, demo, dan penderitaan warga akibat banjir serta kekeringan yang silih berganti.

Akhirnya masyarakat menyadari kesalahan kolektif mereka dan memutuskan untuk memulihkan kembali desa dengan menanam pepohonan, menjaga sumber air, serta kembali pada kearifan lokal dan semangat gotong royong. Kisah ini menegaskan bahwa kesejahteraan sejati hanya dapat tercapai jika manusia hidup selaras dengan alamnya.

Kisah Mas Faris menggambarkan konflik antara kearifan lokal dan kepentingan industri modern. Pesan utamanya adalah tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan identitas budaya di tengah tekanan pembangunan yang tidak berkelanjutan. Yang inti dari cerita ini sejatinya menggambarkan situasi dari wilayah pracimantoro dimasa yang akan datang ketika parik semen ini legal dan sah berdiri ditanah Pracimantoro.

Melalui sosok Mas Faris, kita dapat melihat bahwa tradisi wayang ternyata masih menjadi salah satu media alternatif perlawanan yang ampuh dalam menanamkan nilai-nilai edukasi di tengah masyarakat modern. Selain itu, pendekatan ini juga mengubah cara pandang kita bahwa wayang bukanlah tradisi yang kolot atau usang, melainkan sarana yang relevan dan efektif untuk membangun kesadaran sosial serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan di era sekarang.

Edukasi Melalui Taman Pendidikan Al-Qur’an

Pada Sabtu sore, memasuki hari kedua kunjungan, tim riset kolaborasi melaksanakan kegiatan edukasi lingkungan bagi anak-anak usia dini. Kegiatan ini difokuskan kepada anak-anak Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) Nur Al-Jannah, yang berlokasi di Dusun Pelem, Desa Watangrejo, Kecamatan Pracimantoro.

Peserta kegiatan terdiri dari santriwan/ti yang belum memasuki usia taman kanak-kanak hingga tingkat sekolah menengah pertama. Materi yang disampaikan oleh tim riset kolaborasi juga berfokus pada pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya pelestarian sumber daya alam di sekitar mereka. Dalam penyampaian materi, anak-anak juga diajak berperan aktif melalui cerita, role play, dan permainan edukatif yang dikemas seperti kisah di negeri dongeng, agar nilai-nilai pelestarian lingkungan dapat tersampaikan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Role Play yang diberikan oleh tim riset bertemakan “Berpetualang di Negeri Karst”, anak-anak diberikan peran sebagai kesatria bernama Jogo Tirto. Dalam kepercayaan masyarakat Pracimantoro, Jogo Tirto dikenal sebagai juru kunci atau penjaga sumber air yang dipercaya melindungi keberlangsungan kehidupan di wilayah tersebut. Melalui kegiatan role play ini, nilai-nilai tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam ditanamkan secara tidak langsung kepada anak-anak sejak dini.

Kegiatan ini memiliki korelasi yang kuat dengan situasi aktual masyarakat Pracimantoro, yang tengah menghadapi isu rencana pembangunan pabrik semen di wilayah mereka. Melalui permainan peran tersebut, anak-anak diajak memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam di tengah ancaman eksploitasi lingkungan.

Selain itu, anak-anak juga diberikan tugas untuk mengumpulkan berbagai jenis batu dan dedaunan selama kegiatan berlangsung. Aktivitas ini bertujuan agar mereka dapat mengenal lebih dekat keragaman hayati dan geologi yang terdapat di daerahnya, sekaligus menumbuhkan rasa bangga serta tanggung jawab untuk menjaga kekayaan alam Pracimantoro.

Pada akhir sesi rangkaian edukasi bersama anak-anak TPQ Nur Al-Jannah, tim riset kolaboratif mengajak para peserta untuk menggambarkan desa impian mereka di atas kertas plano. Dari hasil kegiatan tersebut, sebagian besar anak-anak menggambarkan suasana desa yang asri, sejahtera, dan aman, dengan hamparan pegunungan yang luas, lapangan sepak bola yang besar, serta pepohonan dan perkebunan yang rimbun.

Kegiatan ini menjadi bentuk penanaman nilai dan edukasi lingkungan kepada anak-anak sebagai generasi penerus yang kelak akan melanjutkan perjuangan orang tua mereka. Melalui kegiatan ini, diharapkan mereka tumbuh dengan kesadaran untuk menjaga dan merawat desa agar tetap asri, sejahtera, aman, dan nyaman sebagai tempat tinggal mereka di masa depan.

Perkebunan sebagai Pondasi Kehidupan Sehari-hari

Di sisi lain, wilayah Pracimantoro yang dikenal dengan bentang karstnya yang luas sebagai bagian dari kawasan Gunung Sewu. Ternyata juga memiliki kekayaan alam berupa lahan perkebunan yang subur. Mayoritas warga di Desa Watangrejo, Kecamatan Pracimantoro, menggantungkan kehidupannya pada sektor pertanian dan perkebunan sebagai mata pencaharian utama.

Meskipun daerah karst umumnya identik dengan kondisi rawan kekeringan, akan tetapi masyarakat setempat mampu beradaptasi dengan lingkungan tersebut. Hal ini disebabkan oleh karakteristik geologi kawasan karst yang memiliki banyak rongga di antara lapisan bebatuan, sehingga air sulit tertampung di permukaan dan cenderung meresap ke lapisan batuan paling bawah.

Berdasarkan kondisi tersebut, perlu diketahui bahwa sumber air yang dimanfaatkan warga untuk lahan pertanian berasal dari jaringan sungai bawah tanah yang saling terhubung satu sama lain. Oleh karena itu, apabila salah satu aliran air mengalami pencemaran atau kerusakan, terutama yang berada di bagian hulu. Maka dampaknya dapat merusak keseluruhan sistem sumber air di wilayah tersebut.

Dari hasil wawancara dan obrolan dengan mas  yarakat setempat, diketahui bahwa hasil pertanian mereka selama ini masih mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, kondisi ini dikhawatirkan akan terancam apabila pembangunan pabrik semen benar-benar direalisasikan di wilayah Pracimantoro, karena berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan terganggunya sumber daya air yang menjadi penopang utama kehidupan warga.

By : Muhammad Al-Fatih

Editor: Al Fadhlil Raihan Yunan

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menumbuhkan Cinta IMM: Implementasi Perkaderan Menggembirakan

    Menumbuhkan Cinta IMM: Implementasi Perkaderan Menggembirakan

    • calendar_month Kamis, 1 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Oleh: Ulinnuha Ardhaniswari Kader IMM Surakarta Berbicara tentang cinta, IMM, dan perkaderan menggembirakan, tak jauh dari salah satu peranan perkaderan utama yaitu Darul Arqam Dasar (DAD). Baru-baru ini semarak perkaderan utama di beberapa komisariat maupun cabang cukup menyita perhatian. Momentum perkaderan utama DAD itu, akan memberikan pengaruh besar kepada setiap pelaku perkaderannya, objek perkaderan, dan […]

  • UMS Dorong Publikasi Ilmiah Berkualitas Lewat FGD dan LPPI Award 2025

    UMS Dorong Publikasi Ilmiah Berkualitas Lewat FGD dan LPPI Award 2025

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 76
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus menunjukkan dedikasinya dalam memajukan dunia akademik melalui penelitian dan publikasi ilmiah. Baru-baru ini, Lembaga Pengembangan Publikasi Ilmiah dan Buku Ajar (LPPI) UMS menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Akselerasi Publikasi Ilmiah UMS: Menuju Publikasi Riset Berdampak”. Acara ini tidak hanya menjadi wadah untuk mendiskusikan strategi peningkatan kualitas […]

  • Jejak Pengabdian untuk Desa Purut: Peresmian Peta Desa dan Penutupan KKN Kelompok 09 UMSURA

    Jejak Pengabdian untuk Desa Purut: Peresmian Peta Desa dan Penutupan KKN Kelompok 09 UMSURA

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Probolinggo, 03 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 09 Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) melaksanakan kegiatan Peresmian Peta Desa Purut, Penayangan After Movie, sekaligus Penutupan Program KKN yang bertempat di Balai Desa Purut, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Purut beserta perangkat desa, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), tokoh masyarakat, warga Desa Purut, serta seluruh mahasiswa KKN Kelompok 09 UMSURA. Acara ini menjadi momentum penutup dari seluruh rangkaian program kerja yang telah dilaksanakan selama masa pengabdian di Desa Purut. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 09 UMSURA, Ibu Uswatun Hasanah, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.J., yang mendampingi mahasiswa sejak awal hingga akhir acara. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan terhadap seluruh rangkaian kegiatan penutupan KKN, mulai dari peresmian Peta Desa Purut, penayangan after movie, hingga prosesi penutupan program. Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Purut dan seluruh masyarakat atas kerja sama yang telah terjalin selama pelaksanaan KKN. Menurut beliau, sinergi yang baik antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi salah satu faktor utama keberhasilan berbagai program kerja yang telah dilaksanakan di Desa Purut. Dalam sambutannya, Kepala Desa Purut, Ibu Umi Fitriyana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa KKN Kelompok 09 Universitas Muhammadiyah Surabaya atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama melaksanakan pengabdian di Desa Purut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN Kelompok 09 UMSURA yang telah mengabdikan waktu, tenaga, dan ilmunya untuk masyarakat Desa Purut. Berbagai program yang telah dilaksanakan memberikan manfaat nyata bagi warga, dan kami sangat mengapresiasi salah satu luaran berupa Peta Desa Purut yang hari ini diresmikan. Semoga peta ini dapat menjadi media informasi sekaligus mendukung administrasi dan perencanaan pembangunan desa ke depannya. Kami juga berharap silaturahmi antara Pemerintah Desa Purut dengan Universitas Muhammadiyah Surabaya tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut melalui kegiatan-kegiatan pengabdian berikutnya.” Setelah penyampaian sambutan, dilakukan prosesi peresmian Peta Desa Purut yang ditandai dengan penandatanganan dan penyerahan peta kepada Pemerintah Desa Purut sebagai salah satu luaran KKN Kelompok 09 UMSURA. Peresmian tersebut disaksikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan, perangkat desa, tokoh masyarakat, warga, serta seluruh mahasiswa KKN Kelompok 09 UMSURA. Peta desa yang telah disusun diharapkan dapat menjadi media informasi yang mendukung administrasi pemerintahan desa, mengenalkan potensi wilayah, serta menjadi referensi dalam perencanaan pembangunan Desa Purut di masa mendatang. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penayangan after movie yang menampilkan dokumentasi berbagai program kerja KKN Kelompok 09 UMSURA selama melaksanakan pengabdian di Desa Purut. Tayangan tersebut menghadirkan kembali momen-momen kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat, mulai dari kegiatan pendidikan, kesehatan, lingkungan, pemberdayaan masyarakat, hingga aktivitas sosial yang telah dilaksanakan selama masa KKN. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa ketika warga menyaksikan kembali perjalanan mahasiswa selama mengabdi di desa. Sebagai penutup, dilaksanakan prosesi penutupan program KKN Kelompok 09 UMSURA yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan pengabdian di Desa Purut. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Desa Purut, Dosen Pembimbing Lapangan, serta seluruh masyarakat yang telah menerima, mendukung, dan berpartisipasi aktif dalam setiap program kerja yang telah dilaksanakan. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan, sesi foto bersama, dan ramah tamah antara mahasiswa, perangkat desa, serta warga sebagai simbol terjalinnya hubungan yang baik dan penuh kekeluargaan. Melalui kegiatan peresmian peta desa sekaligus penutupan ini, diharapkan seluruh hasil pengabdian mahasiswa KKN Kelompok 09 UMSURA dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Desa Purut. Selain menjadi penutup rangkaian KKN, kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi yang baik antara Universitas Muhammadiyah Surabaya, Pemerintah Desa Purut, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa yang lebih maju dan berkelanjutan. Kontributor: Oktavia Artikawati Santoso Editor: Muhammad Farhan

  • Meramu Iman dan Ilmu! Olimpiade Qur’an-Sains Nasional Digelar oleh PPM Qursains Wonogiri

    Meramu Iman dan Ilmu! Olimpiade Qur’an-Sains Nasional Digelar oleh PPM Qursains Wonogiri

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 63
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Wonogiri – Pondok Pesantren Muhammadiyah (PPM) Qur’an dan Sains (QURSAINS) SMA Muhammadiyah 1 Wonogiri sukses menyelenggarakan Olimpiade Al-Qur’an dan Sains Nasional pada Senin, 14 April 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 450 pelajar tingkat SMP/MTs dari berbagai daerah di Indonesia secara daring melalui sistem Computer-Based Test (CBT). Mengangkat tema integrasi antara nilai-nilai Al-Qur’an dan sains […]

  • Ketua PCM Bumiayu Dorong Lulusan SMK Muhammadiyah Jadi Generasi Berkeadaban

    Ketua PCM Bumiayu Dorong Lulusan SMK Muhammadiyah Jadi Generasi Berkeadaban

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 96
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Sebanyak 237 siswa kelas XII SMK Muhammadiyah Bumiayu resmi dilepas dalam Haflah Pelepasan dan Wisuda Tahun Ajaran 2025/2026 di Hanggar SMK Mutubumi, Sabtu (9/5/2026), dengan tema “Teguhkan Langkah, Satukan Semangat, Raih Masa Depan Hebat.” Acara berlangsung khidmat dan meriah, diawali pelepasan balon oleh Ketua PCM Bumiayu serta kirab cucuk lampah yang diiringi […]

  • Resmi Dilantik, Ini Susunan Pengurus PWPM Kalimantan Tengah 2023-2027

    Resmi Dilantik, Ini Susunan Pengurus PWPM Kalimantan Tengah 2023-2027

    • calendar_month Minggu, 14 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 324
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Palangka Raya – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Provinsi Kalimantan Tengah Periode 2023-2027 resmi dilantik. Pelantikan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (PPPM) Najih Prastiyo di Ballroom Hotel Best Western Kota Palangka Raya, Sabtu (13/7/24). Kepengurusan PW Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Tengah yang dinahkodai oleh Yandi Novia itu dikukuhkan dalam surat lampiran […]

expand_less