Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pracimantoro Menanam Perlawanan: Edukasi, Wayang, dan Perkebunan Sebagai Benteng Ekologi

Pracimantoro Menanam Perlawanan: Edukasi, Wayang, dan Perkebunan Sebagai Benteng Ekologi

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • visibility 98
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, PRACIMANTORO, WONOGIRI – Eco Bhinneka Muhammadiyah berkolaborasi dengan LHKP PP Muhammadiyah kembali melakukan kunjungan ke Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari tindaklanjut survey riset sebelumnya.

Pada kunjungan kali ini, selain melaksanakan kegiatan penelitian lapangan, tim tersebut juga menyelenggarakan edukasi lingkungan bagi anak-anak usia dini, dengan fokus pada pentingnya menjaga lingkungan dan kelestarian alam demi terciptanya kenyamanan dan kesejahteraan bagi masa depan desa-desa di wilayah Pracimantoro.

Edukasi Wayang ala Mas Faris Wibisono

Kedatangan tim di Pracimantoro berlangsung pada Jumat, 3 Oktober, menjelang waktu salat magrib. Kegiatan pertama dalam rangka penelitian diawali dengan kunjungan ke salah satu warga yang memiliki kepedulian terhadap isu penolakan rencana pendirian pabrik semen di Pracimantoro, yaitu Mas Faris Wibisono. Bentuk perlawanan yang dilakukan oleh Mas Faris, dilakukan melalui edukasi kepada anak-anak dan generasi muda sejak dini.

Sebelum membahas lebih jauh tentang metode edukasi yang dilakukan, perlu diketahui bahwa Mas Faris merupakan seorang seniman wayang, sekaligus dalang yang aktif memainkan pertunjukan wayang. Melalui perannya sebagai dalang, ia menyisipkan pesan-pesan kesadaran lingkungan dan perlawanan terhadap kerusakan alam dengan menggunakan media wayang sebagai sarana edukasi bagi anak-anak di desanya.

Mas Faris berkisah tentang Desa Umbul Mungkret di bawah Gunung Cemu, sebuah desa yang hidup harmonis dengan alam dan masih memegang kuat nilai gotong royong serta kepercayaan terhadap mitologi lokal. Masyarakat meyakini adanya naga berwarna pink sebagai penjaga mata air yang menjadi sumber kehidupan desa, mengairi sawah, memenuhi kebutuhan rumah tangga, dan menjadi simbol keseimbangan ekologi.

Kehidupan mereka berubah ketika datang investor bernama Pak Turjono yang menjanjikan pembangunan air bersih dan industri semen untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Namun, proyek itu justru membawa kerusakan lingkungan: gunung dikeruk, hutan dibabat, mata air mengering, dan masyarakat dipaksa membeli air. Kondisi ini menimbulkan konflik sosial, demo, dan penderitaan warga akibat banjir serta kekeringan yang silih berganti.

Akhirnya masyarakat menyadari kesalahan kolektif mereka dan memutuskan untuk memulihkan kembali desa dengan menanam pepohonan, menjaga sumber air, serta kembali pada kearifan lokal dan semangat gotong royong. Kisah ini menegaskan bahwa kesejahteraan sejati hanya dapat tercapai jika manusia hidup selaras dengan alamnya.

Kisah Mas Faris menggambarkan konflik antara kearifan lokal dan kepentingan industri modern. Pesan utamanya adalah tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan identitas budaya di tengah tekanan pembangunan yang tidak berkelanjutan. Yang inti dari cerita ini sejatinya menggambarkan situasi dari wilayah pracimantoro dimasa yang akan datang ketika parik semen ini legal dan sah berdiri ditanah Pracimantoro.

Melalui sosok Mas Faris, kita dapat melihat bahwa tradisi wayang ternyata masih menjadi salah satu media alternatif perlawanan yang ampuh dalam menanamkan nilai-nilai edukasi di tengah masyarakat modern. Selain itu, pendekatan ini juga mengubah cara pandang kita bahwa wayang bukanlah tradisi yang kolot atau usang, melainkan sarana yang relevan dan efektif untuk membangun kesadaran sosial serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan di era sekarang.

Edukasi Melalui Taman Pendidikan Al-Qur’an

Pada Sabtu sore, memasuki hari kedua kunjungan, tim riset kolaborasi melaksanakan kegiatan edukasi lingkungan bagi anak-anak usia dini. Kegiatan ini difokuskan kepada anak-anak Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) Nur Al-Jannah, yang berlokasi di Dusun Pelem, Desa Watangrejo, Kecamatan Pracimantoro.

Peserta kegiatan terdiri dari santriwan/ti yang belum memasuki usia taman kanak-kanak hingga tingkat sekolah menengah pertama. Materi yang disampaikan oleh tim riset kolaborasi juga berfokus pada pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya pelestarian sumber daya alam di sekitar mereka. Dalam penyampaian materi, anak-anak juga diajak berperan aktif melalui cerita, role play, dan permainan edukatif yang dikemas seperti kisah di negeri dongeng, agar nilai-nilai pelestarian lingkungan dapat tersampaikan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Role Play yang diberikan oleh tim riset bertemakan “Berpetualang di Negeri Karst”, anak-anak diberikan peran sebagai kesatria bernama Jogo Tirto. Dalam kepercayaan masyarakat Pracimantoro, Jogo Tirto dikenal sebagai juru kunci atau penjaga sumber air yang dipercaya melindungi keberlangsungan kehidupan di wilayah tersebut. Melalui kegiatan role play ini, nilai-nilai tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam ditanamkan secara tidak langsung kepada anak-anak sejak dini.

Kegiatan ini memiliki korelasi yang kuat dengan situasi aktual masyarakat Pracimantoro, yang tengah menghadapi isu rencana pembangunan pabrik semen di wilayah mereka. Melalui permainan peran tersebut, anak-anak diajak memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam di tengah ancaman eksploitasi lingkungan.

Selain itu, anak-anak juga diberikan tugas untuk mengumpulkan berbagai jenis batu dan dedaunan selama kegiatan berlangsung. Aktivitas ini bertujuan agar mereka dapat mengenal lebih dekat keragaman hayati dan geologi yang terdapat di daerahnya, sekaligus menumbuhkan rasa bangga serta tanggung jawab untuk menjaga kekayaan alam Pracimantoro.

Pada akhir sesi rangkaian edukasi bersama anak-anak TPQ Nur Al-Jannah, tim riset kolaboratif mengajak para peserta untuk menggambarkan desa impian mereka di atas kertas plano. Dari hasil kegiatan tersebut, sebagian besar anak-anak menggambarkan suasana desa yang asri, sejahtera, dan aman, dengan hamparan pegunungan yang luas, lapangan sepak bola yang besar, serta pepohonan dan perkebunan yang rimbun.

Kegiatan ini menjadi bentuk penanaman nilai dan edukasi lingkungan kepada anak-anak sebagai generasi penerus yang kelak akan melanjutkan perjuangan orang tua mereka. Melalui kegiatan ini, diharapkan mereka tumbuh dengan kesadaran untuk menjaga dan merawat desa agar tetap asri, sejahtera, aman, dan nyaman sebagai tempat tinggal mereka di masa depan.

Perkebunan sebagai Pondasi Kehidupan Sehari-hari

Di sisi lain, wilayah Pracimantoro yang dikenal dengan bentang karstnya yang luas sebagai bagian dari kawasan Gunung Sewu. Ternyata juga memiliki kekayaan alam berupa lahan perkebunan yang subur. Mayoritas warga di Desa Watangrejo, Kecamatan Pracimantoro, menggantungkan kehidupannya pada sektor pertanian dan perkebunan sebagai mata pencaharian utama.

Meskipun daerah karst umumnya identik dengan kondisi rawan kekeringan, akan tetapi masyarakat setempat mampu beradaptasi dengan lingkungan tersebut. Hal ini disebabkan oleh karakteristik geologi kawasan karst yang memiliki banyak rongga di antara lapisan bebatuan, sehingga air sulit tertampung di permukaan dan cenderung meresap ke lapisan batuan paling bawah.

Berdasarkan kondisi tersebut, perlu diketahui bahwa sumber air yang dimanfaatkan warga untuk lahan pertanian berasal dari jaringan sungai bawah tanah yang saling terhubung satu sama lain. Oleh karena itu, apabila salah satu aliran air mengalami pencemaran atau kerusakan, terutama yang berada di bagian hulu. Maka dampaknya dapat merusak keseluruhan sistem sumber air di wilayah tersebut.

Dari hasil wawancara dan obrolan dengan mas  yarakat setempat, diketahui bahwa hasil pertanian mereka selama ini masih mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, kondisi ini dikhawatirkan akan terancam apabila pembangunan pabrik semen benar-benar direalisasikan di wilayah Pracimantoro, karena berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan terganggunya sumber daya air yang menjadi penopang utama kehidupan warga.

By : Muhammad Al-Fatih

Editor: Al Fadhlil Raihan Yunan

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Milad ke-44 FEB UMS Resmikan Gedung Baru,  Dosen dan Ormawa Inspiratif

    Milad ke-44 FEB UMS Resmikan Gedung Baru,  Dosen dan Ormawa Inspiratif

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 75
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperingati Milad ke-44 pada Selasa, (23/12), bertempat di Gedung Ahmad Syafii MaaApresiasirif UMS. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum peresmian gedung baru FEB UMS yang diharapkan dapat mendukung aktivitas akademik dan kemahasiswaan secara lebih optimal. Dekan FEB UMS, Prof. Dr. Muzakar Isa, S.E., M.Si., […]

  • Perkuat Kolaborasi dan Strategi Digital, UMS Gelar Sarasehan & Koordinasi Pemberitaan

    Perkuat Kolaborasi dan Strategi Digital, UMS Gelar Sarasehan & Koordinasi Pemberitaan

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 104
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Tim Humas menggelar Sarasehan dan Koordinasi Pemberitaan UMS di Ruang Meeting B2 Edutorium KH. Ahmad Dahlan UMS, Senin (22/12). Kegiatan ini menjadi upaya strategis untuk memperkuat sinergi antara Humas dengan Fakultas, Direktorat dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dalam memasifkan pemberitaan kampus di media digital. Kepala Humas UMS, […]

  • Bikersmu Chapter Kabupaten Tegal : Refleksi Kemerdekaan ke 80 dg Safari Subuh dan Touring Tadabur Alam

    Bikersmu Chapter Kabupaten Tegal : Refleksi Kemerdekaan ke 80 dg Safari Subuh dan Touring Tadabur Alam

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 32
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tegal – Dalam rangka peringatan HUT RI ke 80, pada tanggal 17 Agustus 2025, Bikersmu Chapter Kab. Tegal mengadakan safari Qiyamul lail dan sholat subuh Sebagai wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus muhasabah diri dalam mengisi kemerdekaan dengan kegiatan sehari hari yang bisa membawa manfaat bagi masyarakat secara umum. Kegiatan ini diawali dari […]

  • Digitalisasi dan Iri Hati

    Digitalisasi dan Iri Hati

    • calendar_month Selasa, 17 Okt 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 268
    • 1Komentar

    Oleh: Fathan Faris Saputro Seiring dengan perkembangan pesat teknologi dan konektivitas global, dunia kita semakin terjerat dalam jaringan digital. Fenomena ini telah mengubah banyak aspek kehidupan sehari-hari kita, dari cara kita berkomunikasi hingga bagaimana kita bekerja. Namun, di balik gemerlapnya dunia digital ini, muncul juga perasaan iri hati yang semakin merajalela. Dalam tulisan ini, kita […]

  • Majelis Diklitbang, MPKSDI, dan LazisMu Sukses Adakan Closing Agenda MSPP Batch VI

    Majelis Diklitbang, MPKSDI, dan LazisMu Sukses Adakan Closing Agenda MSPP Batch VI

    • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 239
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, YOGYAKARTA — Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang), Lembaga Zakat,Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazimu), dan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah sukses selenggarakan Closing Agenda Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Batch VI pada Ahad—Selasa, 03—05/03/2024 yang dilangsungkan di Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) Yogyakarta. Perlu diketahui bahwa program […]

  • Mengabdi dengan Hati, Memimpin dengan Teladan: Bu Tri Murniati dan Perjalanan Panjang SMP Muhammadiyah Purwojati

    Mengabdi dengan Hati, Memimpin dengan Teladan: Bu Tri Murniati dan Perjalanan Panjang SMP Muhammadiyah Purwojati

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 102
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, BANYUMAS – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Sub Rayon 4 Kabupaten Banyumas kembali menggelar rapat rutin pada Selasa, 6 Januari 2026 di SMP Negeri 1 Wangon. Sejak pagi, aula sekolah tuan rumah dipenuhi suasana akrab dan hangat dengan mempertemukan 25 kepala SMP negeri dan swasta dalam semangat kebersamaan dan kolaborasi yang telah lama […]

expand_less