PWM Kaltim Bangun Reputasi Digital Lewat Pelatihan Menulis Berita di Ponpes Istiqamah
Untuk meningkatkan kapasitas guru di bidang media, SMA Istiqamah Samarinda mengadakan pelatihan menulis berita setengah hari bersama narasumber dari PWM Kalimantan Timur.

Samarinda — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur terus meneguhkan komitmennya dalam memperkuat reputasi digital organisasi. Salah satu langkah nyatanya ialah menyelenggarakan pelatihan menulis berita dan artikel di Pondok Pesantren Istiqamah Batu Besaung, Samarinda, pada Jumat (7/11/2025).
Kegiatan yang diikuti para ustadz dan guru SMA Istiqamah ini dibuka langsung oleh Kepala SMA Istiqamah, Ustadz Arif Sarifudin, dan menghadirkan narasumber Amir Hady, Sekretaris PWM Kalimantan Timur sekaligus praktisi media dan trainer literasi digital Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, Ustaz Arif Sarifudin menegaskan pentingnya kemampuan literasi digital bagi tenaga pendidik dan santri di era media sosial yang penuh tantangan.
“Sekarang diperlukan pengayaan terhadap literasi digital, dalam rangka meningkatkan kapasitas para guru dalam bermedia,” ujarnya membuka acara.
Menurutnya, penguasaan keterampilan menulis berita akan memperluas peran pesantren dan sekolah dalam menyampaikan nilai-nilai Islam dan pendidikan berkemajuan kepada masyarakat.
“Maka diperlukan pelaksanaan pelatihan penulisan berita agar para ustadz mampu menjadi komunikator yang baik di ruang publik,” tambahnya.
Pelatihan yang berlangsung setengah hari ini menjadi wadah bagi peserta untuk memahami dasar-dasar jurnalisme melalui metode 5W + 1H (What, Who, When, Where, Why, How), teknik penulisan berita piramida terbalik, serta praktik membuat judul dan lead yang menarik.
Amir Hady, dalam pemaparannya, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengadaptasi Modul Penulisan dan Publikasi Berita untuk Reputasi Organisasi yang disusun oleh Pusat Syiar Digital Muhammadiyah. Modul tersebut dirancang untuk membantu amal usaha Muhammadiyah di seluruh Indonesia memahami cara mempublikasikan berita kegiatan mereka di berbagai platform digital.
“Modul ini mengajarkan bukan hanya bagaimana menulis berita, tapi juga bagaimana mempublikasikannya di media digital dan website organisasi. Kita semua bisa jadi jurnalis dakwah yang mencerahkan,” jelas Amir di hadapan peserta.
Lebih lanjut, Amir menekankan bahwa dalam era digital, setiap lembaga pendidikan dan amal usaha Muhammadiyah harus aktif menyiarkan kabar baik dari aktivitasnya agar reputasi organisasi semakin dikenal luas.
“Reputasi organisasi tidak dibangun hanya dengan baliho atau spanduk, tetapi dengan informasi yang konsisten dan positif di dunia digital. Ketika sekolah, rumah sakit, dan panti Muhammadiyah aktif menulis dan mempublikasikan kegiatannya, publik akan melihat kiprah nyata kita,” terangnya.
Suasana pelatihan berlangsung penuh antusias. Peserta diajak langsung menulis naskah berita pendek berdasarkan kegiatan di lingkungan pesantren. Dalam sesi praktik, mereka belajar membuat kutipan langsung dan tidak langsung dengan cara yang efektif dan menarik.
Salah satu peserta, mengaku senang bisa mengikuti pelatihan ini.
“Kami jadi tahu cara menulis berita yang baik dan benar. Ternyata menulis itu tidak sulit kalau tahu strukturnya,” ujarnya sambil tersenyum.
Para ustadz juga menyambut baik kegiatan ini karena sejalan dengan misi pendidikan Muhammadiyah yang menumbuhkan tradisi berpikir kritis dan komunikatif. “Ini pelatihan yang sangat bermanfaat” kata Ustaz Arif menutup kegiatan.
PWM Kalimantan Timur menilai kegiatan semacam ini sangat penting dalam membangun kapasitas sumber daya manusia Muhammadiyah di bidang komunikasi publik. Amir Hady menegaskan bahwa program literasi digital akan terus digalakkan di berbagai daerah dan amal usaha di Kaltim.
“Kami ingin setiap amal usaha Muhammadiyah punya kontributor berita yang aktif, agar semangat dakwah pencerahan juga hadir di media digital,” ujarnya.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari gerakan nasional “Muhammadiyah Mencerahkan” yang mendorong sinergi antara dakwah, pendidikan, dan teknologi informasi. PWM Kaltim menargetkan agar seluruh sekolah dan pesantren Muhammadiyah di wilayah Kalimantan Timur memiliki kemampuan dasar jurnalistik dan manajemen media sosial secara profesional.
Dengan adanya kegiatan ini, PWM Kaltim berharap reputasi digital organisasi semakin kokoh dan menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat luas. Dakwah melalui pena dan media diharapkan mampu menghadirkan wajah Islam yang berkemajuan, mencerdaskan, dan menyejukkan.
“Kita ingin semua amal usaha Muhammadiyah mampu berbicara melalui karya dan berita, bukan sekadar dikenal karena nama, tapi karena manfaat dan keteladanannya,” tutup Amir Hady dengan penuh semangat.(Ay.1)


