PWPM Kaltim Siapkan Kader Negarawan untuk Indonesia Emas 2045, gelar Baitul Arqom Madya
Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Timur kembali membuktikan komitmennya membina kader bangsa.

Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Kalimantan Timur resmi membuka kegiatan Baitul Arqam Madya (BAM) pada Kamis, 30 Oktober 2025 di Aula Gedung G Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis bidang pengkaderan yang berlangsung hingga 2 November 2025 di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Samarinda Seberang.

Ketua PWPM Kaltim, Adam Muhammad, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, melainkan investasi ideologis jangka panjang.
“Pengkaderan merupakan program strategis Pemuda Muhammadiyah. Melalui BAM, kami ingin menyiapkan kader yang paham organisasi, berjiwa negarawan, dan siap melanjutkan estafet kepemimpinan,” ujarnya.
Adam menambahkan, sebanyak 21 peserta dari 10 Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) se-Kaltim hadir mengikuti kegiatan ini. Mereka disiapkan menjadi personalia PCPM, PDPM, hingga PWPM di masa mendatang.
“Target kami bukan sekadar banyaknya peserta, tapi lahirnya kader yang meninggalkan generasi penerus sesuai pesan Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 9,” katanya.

Kegiatan BAM dibuka secara resmi oleh K.H. Siswanto, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur. Dalam sambutannya, Siswanto menegaskan pentingnya pengkaderan bagi kesinambungan organisasi.
“Tanpa pengkaderan, organisasi akan kesulitan dalam suksesi kepemimpinan. Muhammadiyah harus menyiapkan kader persyarikatan, kader umat, dan kader bangsa,” tuturnya.

Sementara itu, Suprayitno, Wakil Rektor IV UMKT, menyambut positif penyelenggaraan BAM di kampusnya.
“Kami senang dengan kegiatan ini. Ini bukti bahwa kaderisasi di Muhammadiyah dan amal usaha tetap hidup dan berkelanjutan. UMKT akan terus mendukung kegiatan serupa,” ungkapnya.
Dari sisi nasional, Nurhadianto, Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi PP Pemuda Muhammadiyah, menekankan bahwa kaderisasi adalah “jalan sunyi” yang harus tetap dijalani dengan ikhlas.
“Empat pilar kenegaraan pemuda Muhammadiyah meliputi religiusitas, intelektualitas, sosiopreneurship, dan politik kebangsaan. Kita menyiapkan negarawan, bukan sekadar politisi,” ujarnya tegas.
Kegiatan BAM mengusung tema “Peran Negarawan Muda Menuju Pembangunan Kalimantan Timur Berkemajuan”, dengan materi meliputi ideologi, kepemimpinan, kemanusiaan, dan kebangsaan.
Para peserta diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai Islam berkemajuan dan Muhammadiyah, sekaligus mengasah kemampuan manajerial serta kepemimpinan sosial.(Ay.1)


