Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Muhammad Jafron Kupas Enam Pilar Pendidikan K.H. Ahmad Dahlan dalam Pengajian PWM Kaltim

Muhammad Jafron Kupas Enam Pilar Pendidikan K.H. Ahmad Dahlan dalam Pengajian PWM Kaltim

  • account_circle Redaksi Kabarmuh
  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • visibility 69
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Warisan pemikiran pendidikan K.H. Ahmad Dahlan menjadi fokus utama pemaparan Ketua PWM Kaltim, KH. Muhammad Jafron, dalam Pengajian Pimpinan Tingkat Wilayah Muhammadiyah Kaltim ke-6 di UMKT Samarinda.

SAMARINDA — Gagasan dan warisan pendidikan K.H. Ahmad Dahlan menjadi pokok bahasan utama yang disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur, Drs. KH. Muhammad Jafron, M.Si., dalam Pengajian Pimpinan Tingkat Wilayah Muhammadiyah Kaltim ke-6 yang digelar di Gedung E Lantai 4 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Samarinda, Sabtu (20/6/2026).

Di hadapan peserta yang terdiri atas unsur pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah tingkat wilayah, organisasi otonom, pimpinan UMKT, serta Direksi RSIA ‘Aisyiyah Samarinda, Jafron mengajak warga Persyarikatan memahami kembali akar pemikiran pendidikan yang melahirkan Muhammadiyah lebih dari satu abad lalu.

Mengawali pemaparannya, Jafron menggambarkan kondisi umat Islam pada masa K.H. Ahmad Dahlan. Menurutnya, saat itu umat menghadapi berbagai persoalan serius, mulai dari lemahnya pemahaman tauhid, rendahnya tingkat pendidikan, hingga mentalitas yang membuat umat sulit berkembang.

“Umat Islam saat itu mengalami sakit tauhid, sakit kebodohan, dan sakit mental. Kondisi inilah yang menjadi kegelisahan Ahmad Dahlan,” ungkap Jafron.

Ia menjelaskan bahwa Ahmad Dahlan memulai perubahan bukan dari tempat yang megah atau fasilitas yang lengkap. Sebaliknya, gerakan besar Muhammadiyah lahir dari ruang sederhana di Serambi Masjid Kauman Yogyakarta.

“Cuma serambi, lesehan, dan papan tulis. Tetapi dari tempat sederhana itulah lahir Muhammadiyah dan kader-kader yang merdeka dalam berpikir,” katanya.

Menurut Jafron, keberhasilan Ahmad Dahlan mengubah wajah umat tidak terjadi secara kebetulan. Ada enam pilar pendidikan yang menjadi fondasi perjuangannya.

Pilar pertama adalah tauhid sebagai pondasi utama pendidikan. Jafron menjelaskan bahwa bagi Ahmad Dahlan, ilmu pengetahuan harus dibangun di atas keyakinan yang benar kepada Allah SWT.

“Orang yang pintar tetapi tidak memiliki landasan tauhid yang kuat bisa menjadi ancaman bagi masyarakat. Karena itu tauhid menjadi fondasi utama,” ujarnya.

Pilar kedua adalah integrasi ilmu agama dan ilmu umum. Jafron menegaskan bahwa Ahmad Dahlan menolak dikotomi pendidikan yang memisahkan agama dan ilmu pengetahuan.

Pada masa kolonial, kata dia, sekolah Belanda dianggap maju tetapi sekuler, sementara lembaga pendidikan agama sering kali tertinggal dalam penguasaan ilmu pengetahuan modern. Ahmad Dahlan hadir dengan pendekatan baru yang memadukan keduanya.

“Anak Islam harus pintar agama dan pintar dunia agar tidak mudah dibodohi,” jelasnya.

Pilar ketiga adalah guru sebagai murabbi dan teladan. Menurut Jafron, Ahmad Dahlan tidak hanya mengajar melalui kata-kata, tetapi memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menampilkan empat karakter pendidik yang dicontohkan Ahmad Dahlan, yakni zuhud, sabar, berani berubah, dan mendidik sepanjang waktu melalui keteladanan hidup.

“Beliau adalah guru hidup, bukan sekadar guru yang pandai berbicara,” ujar Jafron.

Pilar keempat adalah metode sorogan dan keteladanan. Ahmad Dahlan mengajarkan pentingnya pemahaman yang mendalam terhadap ilmu dan pengamalannya dalam kehidupan.

Menurut Jafron, Ahmad Dahlan lebih menekankan satu ayat yang dipahami dan diamalkan daripada banyak ayat yang hanya dihafal tanpa implementasi.

“Sedikit tetapi terus-menerus diamalkan jauh lebih baik daripada banyak tetapi terputus,” katanya.

Semangat K.H. Ahmad Dahlan dalam membangun pendidikan dan peradaban umat menjadi tema utama Pengajian PWM Kaltim di UMKT Samarinda.

Pilar kelima adalah pendidikan untuk melahirkan manusia berkemajuan dan mandiri. Jafron menjelaskan bahwa Ahmad Dahlan mendorong umat Islam untuk terbuka terhadap kemajuan teknologi, ekonomi, dan organisasi.

Ia mencontohkan keberanian Ahmad Dahlan memperkenalkan penggunaan meja, kursi, jam, serta metode pembelajaran modern pada masanya. Selain itu, murid-murid juga diajarkan berdagang, berorganisasi, dan mengembangkan kemampuan kepemimpinan.

“Ahmad Dahlan ingin melahirkan manusia yang berilmu, berakhlak, dan berkemajuan,” tegasnya.
Adapun pilar keenam adalah amal sebagai wujud nyata ilmu dan keimanan. Menurut Jafron, pendidikan tidak boleh berhenti pada penguasaan teori semata, melainkan harus melahirkan aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Karena itulah Muhammadiyah kemudian berkembang menjadi gerakan yang tidak hanya berdakwah melalui mimbar, tetapi juga melalui sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, panti sosial, dan berbagai amal usaha lainnya.

Dalam bagian akhir pemaparannya, Jafron menegaskan bahwa nilai-nilai pendidikan Ahmad Dahlan tetap relevan untuk menjawab tantangan zaman, termasuk di era digital saat ini.

Ia menyebutkan pentingnya memperkuat literasi digital, pendidikan karakter, kolaborasi, serta sikap moderat dalam bermedia sebagai bagian dari aktualisasi pemikiran Ahmad Dahlan di era modern.

“Mari membangun pendidikan yang mencerahkan. Hidup-hidupilah Muhammadiyah dan jangan mencari hidup di Muhammadiyah,” pesan Jafron yang disambut antusias peserta.

Melalui pengajian tersebut, PWM Kaltim berharap seluruh unsur Persyarikatan dapat terus menghidupkan semangat tajdid dan pendidikan yang diwariskan K.H. Ahmad Dahlan, sehingga Muhammadiyah tetap menjadi gerakan Islam yang berkemajuan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.(ay.1)

  • Penulis: Redaksi Kabarmuh

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meriah! Kiraban Budaya dan Lomba Kreatif Warnai Hari Kartini di Bulubrangsi

    Meriah! Kiraban Budaya dan Lomba Kreatif Warnai Hari Kartini di Bulubrangsi

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 51
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, LAMONGAN — Peringatan Hari Kartini di Desa Bulubrangsi, Selasa (21/4/2026), berlangsung meriah. Tiga lembaga pendidikan, yakni TK ABA Bulubrangsi, MI Muhammadiyah 3 (MI Muga) Bulubrangsi, dan MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi, menggelar kiraban budaya dan lomba kreatif yang melibatkan siswa, guru, serta wali murid. Kiraban budaya menjadi pembuka kegiatan. Para siswa tampil mengenakan beragam busana […]

  • Fokal IMM Dukung Langkah IMM Kaltim Wujudkan Muktamar IMM ke-XXI di Samarinda

    Fokal IMM Dukung Langkah IMM Kaltim Wujudkan Muktamar IMM ke-XXI di Samarinda

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 42
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SAMARINDA — Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Timur (Kaltim) tengah menyiapkan langkah besar untuk mewujudkan penyelenggaraan Muktamar IMM ke-XXI tingkat nasional di Kota Samarinda pada tahun 2026. Bagi IMM Kaltim, rencana ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan gerakan strategis untuk meneguhkan eksistensi dan kebangkitan mahasiswa Muhammadiyah dari tanah Borneo. Terlebih rencana itu mendapat dukungan […]

  • Buktikan Daya Saing Global, Tim UMS Sabet 4 Gold Medal di Ajang World Young Inventors Exhibition 2025

    Buktikan Daya Saing Global, Tim UMS Sabet 4 Gold Medal di Ajang World Young Inventors Exhibition 2025

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 41
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Masing-masing dari empat tim mahasiswa UMS sukses meraih Gold Medal dalam ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2025 yang digelar di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia. Prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UMS memiliki kompetensi global dan daya saing […]

  • Kabid HPKP DPD IMM Jateng Desak Presiden Prabowo Terbitkan Dekrit Perampasan Aset Koruptor

    Kabid HPKP DPD IMM Jateng Desak Presiden Prabowo Terbitkan Dekrit Perampasan Aset Koruptor

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 64
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Semarang – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah melalui Bidang Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik (HPKP) mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menerbitkan dekrit perampasan aset hasil korupsi. Langkah tersebut dinilai mendesak guna mencegah kehancuran negara sekaligus menghentikan praktik pengkhianatan dari dalam tubuh bangsa. Akbar, selaku Kabid HPKP DPD IMM […]

  • Perkaya Praktikum Sekolah, UMS Latih Guru Biologi Ekstraksi DNA hingga Elektroforesis

    Perkaya Praktikum Sekolah, UMS Latih Guru Biologi Ekstraksi DNA hingga Elektroforesis

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar workshop series sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat dalam Rencana Pengembangan Program Studi (RPPS) yang berkolaborasi dengan Pengembangan Individual Dosen (PID). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dr. Triastuti Rahayu, M.Si., Erma Musbita Tyastuti, M.Si., dan Yasir Sidiq, M.Sc., […]

  • Kegiatan Ramadan MTs Muhammadiyah Purwokerto Latih Kepemimpinan dan Jiwa Sosial Siswa

    Kegiatan Ramadan MTs Muhammadiyah Purwokerto Latih Kepemimpinan dan Jiwa Sosial Siswa

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 50
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, BANYUMAS – MTs Muhammadiyah Purwokerto mengakhiri rangkaian kegiatan Semarak Bulan Suci Ramadan dengan menggelar pentasyarufan zakat fitrah pada Sabtu (16/3/2026). Kegiatan ini menjadi puncak dari berbagai agenda keagamaan yang telah dilaksanakan selama bulan Ramadan. Penyaluran zakat fitrah diberikan kepada Panti Asuhan Muhammadiyah, Panti Asuhan Gelora Indah, warga masyarakat Kelurahan Purwokerto Lor, serta kepada siswa […]

expand_less