Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Rahasia dan Makna Bulan Sya’ban

Rahasia dan Makna Bulan Sya’ban

  • account_circle Najihus Salam
  • calendar_month Kamis, 22 Feb 2024
  • visibility 345
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bulan Sya’ban adalah bulan ke-8 dalam kalender islam yang disebut kalender hijriah. Bulan ini adalah salah satu bulan yang diistimewakan oleh Nabi Muhammad SAW. Banyak keutamaan-keutamaan di bulan ini, salah satunya dalam bulan ini juga Nabi Muhammad SAW banyak melakukan puasa sunnah. Banyak dalil-dalil syar’i yang menerangkan demikian, seperti hadist dari Aisyah r.a :
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ . فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ
Artinya : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156).
Sejarah Asal kata bulan Sya’ban
 
Di Channel Youtube Adi Hidayat Official, Ustadz Adi menjelaskan Rahasia dan Makna Bulan Sya’ban. Jadi pada saat zaman jahiliah atau pra islam, bulan ke-8 pada zaman itu masyarakat jahiliah membentuk kelompok-kelompok kecil untuk mencari sumber air di wilayah padang pasir dan menyiapkan wadah untuk menampung air tersebut untuk persiapan menyambut bulan ke-9 yang begitu terik dan panas membakar sehingga berpotensi menjadikan sumber-sumber air kering dan aktivitas-aktivitas pun menjadi terbatas.
Bulan ke-9 yang panas dan terik memancar inilah disebut Ramadhan, berasal dari kata رمض yang artinya terik, panas, dan membakar. Maka ketika diubah bentuknya menjadi superlative yang artinya lebih meningkat lagi, lebih membakar lagi, maka tambahkan alif (ا) dan nun (ن) diakhirnya, maka masyarakat menyebutnya ramadhan (رمضان) yang berrati bulan, masa atau waktu yang sangat panas, sangat terik, dan membakar. Maka dari itu sebulan sebelumnya masyarakat jahiliah berkelompok-kelompok membagi tugas.
Pengelompokkan yang menyebar dan membagi tugas ini disebut “tasya’ub” yang kemudian keadaannya ini lah yang di sebut “sya’ban”. Jadi bulan “sya’ban” atau bulan ke-8 ini adalah waktu dimana masyarakat jahiliah dulu membagi kelompok untuk bertugas mencari sumber-sumber air kemudian ditampung untuk persiapan bulan ke-9 yaitu bulan Ramadhan.
Bulan persiapan untuk Ramadhan
 
Di masa islam, nama-nama bulan dipertahankan dalam perjalanan di tahun hijriyah dari Muharram hingga Dzulhijjah. Pada bulan Sya’ban sampai Ramadhan, ada pergantian atau pelebaran makna, yang sebelumnya bermakna sangat terik, panas, atau yang berhubungan dengan suasana, iklim, dan cuaca. Maka secara metafor makna tersebut dibawa dalam nilai syariah dan pendidikan spiritual. Ustadz Adi Hidayat mengatakan “Di bulan Ramadhan, orang-orang yang ingin meningkatkan amalnya, membangun ketaatan, meninggalkan maksiat, bertobat kepada Allah Swt. maka ramadhan akan memberikan panas, terik, membakar dosa-dosanya, menggugurkan kesalahan-kesalahannya, mendekatkan diri kepada Allah dengan taqarrub yang sangat indah sehingga berpeluang diterimanya amal, dan diberikan kemuliaan, dan mungkin juga berpotensi wafat dalam keadaan husnul khatimah.”
Maka dari itu, memang butuh persiapan sebelum bulan ramadhan datang. Jika di zaman jahiliah sebelum islam datang orang-orang mengumpulkan air untuk persiapan bulan yang cuacanya sangat panas. Maka, di saat ini sudah sepatutnya kita siapkan menuju ramadhan adalah ‘air-air spiritual’ yang tidak hanya melapangkan dahaga kita, tetapi juga bisa menyuburkan hati-hati yang kering, membakar semua kesalahan-kesalahan dan menumbuhkan nilai-nilai ketaatan dengan harapan hal ini menjadi kebiasaan di bulan Ramadhan nanti. Ustadz Adi Hidayat mengingatkan kita bahwa tidak muda untuk menjalani ramadhan “karena itu, mari manfaatkan bulan sya’ban ini yang telah masuk kita diawalnya untuk mengumpulkan banyak air spiritual, berlatih ibadah, meningkatkan ketaatan, sehingga nanti mampu terbiasa saat masuk bulan Ramadhan.”
Bulan Sya’ban sebagai momentum amal shaleh
 
Keberadaan bulan Sya’ban yang diapit oleh bulan Rajab dan bulan Ramadhan menjadikan banyak orang menyepelekan dan melalaikannya. Hal ini telah disinggung Nabi SAW dalam haditsnya :
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَان
Artinya : “Itu adalah bulan yang banyak manusia melalaikannya, terletak antara bulan Rajab dan Ramadhan” (HR An-Nasai no. 2357, dihasankan oleh Syekh Al-Albani dalam Shahih Sunan An-Nasai).
Itu artinya, bulan Sya’ban banyak ujian dan cobaannya, sehingga seseorang akan lulus dalam ujian manakala memanfaatkannya dengan memperbanyak amal shalih di bulan Sya’ban. Dan hanya manusia-manusia istimewa yang diberi taufiq Allah yang mampu mengisi bulan ini dengan beragam amal ibadah.
Maka dari itu, sudah sepatutnya bulan sya’ban ini menjadi momentum yang tepat untuk memperbanyak amalan shalih guna meningkatkan ketakwaan agar menjadi kebiasaan jika bulan Ramadhan telah tiba.
  • Penulis: Najihus Salam

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Lampung Timur Apresiasi Launching Buku Antologi Cerpen Ponpes Darul Hikmah 2026

    Bupati Lampung Timur Apresiasi Launching Buku Antologi Cerpen Ponpes Darul Hikmah 2026

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 73
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Purbolinggo – Momentum Haflah Akhiruddirasah Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Hikmah Tahun Pelajaran 2025/2026 yang digelar pada Kamis, 30 April 2026, di komplek Pondok Muhammadiyah Darul Hikmah, Desa Toto Harjo, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur, tidak hanya menjadi ajang wisuda santri, tetapi juga ditandai dengan launching buku antologi cerpen karya santriwan dan santriwati. Kegiatan ini mengusung […]

  • Cawisan PCM Seri Kembang Tekankan Kepedulian Sosial dan Semangat Menuntut Ilmu

    Cawisan PCM Seri Kembang Tekankan Kepedulian Sosial dan Semangat Menuntut Ilmu

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 102
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, OGAN ILIR – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Seri Kembang kembali menggelar Cawisan atau pengajian rutin yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh pada Jumat (24/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Darussalam Muhammadiyah Seri Kembang ini menjadi wadah untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, sekaligus meningkatkan semangat menuntut ilmu di kalangan warga Muhammadiyah. Kegiatan diawali dengan penyampaian […]

  • Pengukuhan & Temu Calon Member BikersMu Chapter Kabupaten Bogor

    Pengukuhan & Temu Calon Member BikersMu Chapter Kabupaten Bogor

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bogor – Suasana penuh kehangatan dan semangat ukhuwah menyelimuti kegiatan Pengukuhan dan Temu Calon Member BikersMu Chapter Kabupaten Bogor, yang digelar pada Jumat, 4 Juli 2025, bertempat di Café Wargakhu, Leuwiliang – Kabupaten Bogor. Acara ini menjadi tonggak awal bagi penguatan struktur dan semangat kebersamaan dalam tubuh komunitas motor yang berbasis nilai-nilai dakwah ini. […]

  • Pulihkan Semangat Anak Pasca Banjir, KawanMU Gelar Kegiatan Psikososial di Meunasah Lhok Pidie Jaya Aceh

    Pulihkan Semangat Anak Pasca Banjir, KawanMU Gelar Kegiatan Psikososial di Meunasah Lhok Pidie Jaya Aceh

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 93
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Pidie Jaya – KawanMU melaksanakan kegiatan dukungan psikososial bagi anak-anak di Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Sabtu (18/1/2026). Kegiatan ini bertujuan mengembalikan keceriaan dan semangat anak-anak pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Dukungan psikososial dilakukan melalui aktivitas bermain bola bersama anak-anak. Kegiatan sederhana ini mampu menghadirkan kegembiraan sehingga anak-anak tidak […]

  • Langkah Menuju PPIU, Labbaik Surya Travelindo Jalani Visitasi Kementerian Haji Umroh Kantor Wilayah Jawa Timur

    Langkah Menuju PPIU, Labbaik Surya Travelindo Jalani Visitasi Kementerian Haji Umroh Kantor Wilayah Jawa Timur

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 80
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, LAMONGAN, 9 APRIL 2026 – Tim visitasi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kantor Wilayah Jawa Timur melakukan kunjungan resmi ke kantor Labbaik Surya Travelindo pada Kamis (9/4/2026), bertepatan dengan 21 Syawal 1447 H. Kunjungan ini merupakan tahapan krusial dalam proses perizinan dan transformasi kelembagaan menuju Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Delegasi Kanwil Kemenhaj Jawa […]

  • Mengungkap Cinta dan Nilai Kemanusiaan! Literasik Solo Terbitkan Buku ‘Filantropi’

    Mengungkap Cinta dan Nilai Kemanusiaan! Literasik Solo Terbitkan Buku ‘Filantropi’

    • calendar_month Selasa, 4 Jun 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 347
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Komunitas menulis dan membaca atau disebut dengan Literasik Solo menerbitkan buku dengan judul ‘Filantropi, Terapi ego dan hati’. Ketua Pegiat Literasik solo, Hanif Syairafi mengungkapkan buku ini merupakan sebuah gerakan yang digagas oleh mahasiswa Pendidikan Agama Islam UMS, dengan harapan dapat menjadi inspirasi bahwa semua orang bisa menulis. “Semua orang bisa menulis […]

expand_less