Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Rahasia dan Makna Bulan Sya’ban

Rahasia dan Makna Bulan Sya’ban

  • account_circle Najihus Salam
  • calendar_month Kamis, 22 Feb 2024
  • visibility 343
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bulan Sya’ban adalah bulan ke-8 dalam kalender islam yang disebut kalender hijriah. Bulan ini adalah salah satu bulan yang diistimewakan oleh Nabi Muhammad SAW. Banyak keutamaan-keutamaan di bulan ini, salah satunya dalam bulan ini juga Nabi Muhammad SAW banyak melakukan puasa sunnah. Banyak dalil-dalil syar’i yang menerangkan demikian, seperti hadist dari Aisyah r.a :
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ . فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ
Artinya : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156).
Sejarah Asal kata bulan Sya’ban
 
Di Channel Youtube Adi Hidayat Official, Ustadz Adi menjelaskan Rahasia dan Makna Bulan Sya’ban. Jadi pada saat zaman jahiliah atau pra islam, bulan ke-8 pada zaman itu masyarakat jahiliah membentuk kelompok-kelompok kecil untuk mencari sumber air di wilayah padang pasir dan menyiapkan wadah untuk menampung air tersebut untuk persiapan menyambut bulan ke-9 yang begitu terik dan panas membakar sehingga berpotensi menjadikan sumber-sumber air kering dan aktivitas-aktivitas pun menjadi terbatas.
Bulan ke-9 yang panas dan terik memancar inilah disebut Ramadhan, berasal dari kata رمض yang artinya terik, panas, dan membakar. Maka ketika diubah bentuknya menjadi superlative yang artinya lebih meningkat lagi, lebih membakar lagi, maka tambahkan alif (ا) dan nun (ن) diakhirnya, maka masyarakat menyebutnya ramadhan (رمضان) yang berrati bulan, masa atau waktu yang sangat panas, sangat terik, dan membakar. Maka dari itu sebulan sebelumnya masyarakat jahiliah berkelompok-kelompok membagi tugas.
Pengelompokkan yang menyebar dan membagi tugas ini disebut “tasya’ub” yang kemudian keadaannya ini lah yang di sebut “sya’ban”. Jadi bulan “sya’ban” atau bulan ke-8 ini adalah waktu dimana masyarakat jahiliah dulu membagi kelompok untuk bertugas mencari sumber-sumber air kemudian ditampung untuk persiapan bulan ke-9 yaitu bulan Ramadhan.
Bulan persiapan untuk Ramadhan
 
Di masa islam, nama-nama bulan dipertahankan dalam perjalanan di tahun hijriyah dari Muharram hingga Dzulhijjah. Pada bulan Sya’ban sampai Ramadhan, ada pergantian atau pelebaran makna, yang sebelumnya bermakna sangat terik, panas, atau yang berhubungan dengan suasana, iklim, dan cuaca. Maka secara metafor makna tersebut dibawa dalam nilai syariah dan pendidikan spiritual. Ustadz Adi Hidayat mengatakan “Di bulan Ramadhan, orang-orang yang ingin meningkatkan amalnya, membangun ketaatan, meninggalkan maksiat, bertobat kepada Allah Swt. maka ramadhan akan memberikan panas, terik, membakar dosa-dosanya, menggugurkan kesalahan-kesalahannya, mendekatkan diri kepada Allah dengan taqarrub yang sangat indah sehingga berpeluang diterimanya amal, dan diberikan kemuliaan, dan mungkin juga berpotensi wafat dalam keadaan husnul khatimah.”
Maka dari itu, memang butuh persiapan sebelum bulan ramadhan datang. Jika di zaman jahiliah sebelum islam datang orang-orang mengumpulkan air untuk persiapan bulan yang cuacanya sangat panas. Maka, di saat ini sudah sepatutnya kita siapkan menuju ramadhan adalah ‘air-air spiritual’ yang tidak hanya melapangkan dahaga kita, tetapi juga bisa menyuburkan hati-hati yang kering, membakar semua kesalahan-kesalahan dan menumbuhkan nilai-nilai ketaatan dengan harapan hal ini menjadi kebiasaan di bulan Ramadhan nanti. Ustadz Adi Hidayat mengingatkan kita bahwa tidak muda untuk menjalani ramadhan “karena itu, mari manfaatkan bulan sya’ban ini yang telah masuk kita diawalnya untuk mengumpulkan banyak air spiritual, berlatih ibadah, meningkatkan ketaatan, sehingga nanti mampu terbiasa saat masuk bulan Ramadhan.”
Bulan Sya’ban sebagai momentum amal shaleh
 
Keberadaan bulan Sya’ban yang diapit oleh bulan Rajab dan bulan Ramadhan menjadikan banyak orang menyepelekan dan melalaikannya. Hal ini telah disinggung Nabi SAW dalam haditsnya :
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَان
Artinya : “Itu adalah bulan yang banyak manusia melalaikannya, terletak antara bulan Rajab dan Ramadhan” (HR An-Nasai no. 2357, dihasankan oleh Syekh Al-Albani dalam Shahih Sunan An-Nasai).
Itu artinya, bulan Sya’ban banyak ujian dan cobaannya, sehingga seseorang akan lulus dalam ujian manakala memanfaatkannya dengan memperbanyak amal shalih di bulan Sya’ban. Dan hanya manusia-manusia istimewa yang diberi taufiq Allah yang mampu mengisi bulan ini dengan beragam amal ibadah.
Maka dari itu, sudah sepatutnya bulan sya’ban ini menjadi momentum yang tepat untuk memperbanyak amalan shalih guna meningkatkan ketakwaan agar menjadi kebiasaan jika bulan Ramadhan telah tiba.
  • Penulis: Najihus Salam

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemegahan Edutorium UMS Sebagai Tuan Rumah POMNAS XIX 2025 Cabor Pencak Silat

    Kemegahan Edutorium UMS Sebagai Tuan Rumah POMNAS XIX 2025 Cabor Pencak Silat

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    KABARMU.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali membuktikan kemampuannya sebagai penyelenggara event nasional dengan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX 2025 cabang olahraga Pencak Silat. Kemegahan Gedung Edutorium KH. Ahmad Dahlan UMS menjadi sorotan atlet-atlet di seluruh di Indonesia dalam menunjang kesuksesan kegiatan ini, baik dari segi kemudahan akses hingga fasilitas […]

  • Santriwati PesantrenMu Daarul Ulum Majenang akan Wakili Cilacap di OMI Mapel IPS Provinsi Jawa Tengah 2025

    Santriwati PesantrenMu Daarul Ulum Majenang akan Wakili Cilacap di OMI Mapel IPS Provinsi Jawa Tengah 2025

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 86
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID~ Cilacap || Senyum Gisya Apriliani Putri, siswi kelas VIII MTs Muhammadiyah Majenang, merekah saat namanya dipanggil sebagai Juara 1 Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tingkat Kabupaten Cilacap. Bagi santriwati Pondok Pesantren Daarul Ulum Muhammadiyah Majenang ini, capaian tersebut bukan sekadar sebuah piala, tetapi buah dari doa, kerja keras, dan […]

  • LDK PP Muhammadiyah Membentuk FORDIGIMU, “Kopassus” Media Dakwah Digital

    LDK PP Muhammadiyah Membentuk FORDIGIMU, “Kopassus” Media Dakwah Digital

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 96
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi membentuk FORDIGIMU (Forum Dai Digital Muhammadiyah) melalui kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sabtu (24/5/2026). Pembentukan FORDIGIMU menjadi langkah strategis Muhammadiyah dalam memperkuat dakwah di ruang digital. Kehadiran media sosial yang semakin berkembang dinilai perlu direspons melalui gerakan dakwah yang adaptif, […]

  • Perkuat Peran Zakat untuk Kesejahteraan Bangsa, Kick Off Program Ramadan 1447 H Lazismu

    Perkuat Peran Zakat untuk Kesejahteraan Bangsa, Kick Off Program Ramadan 1447 H Lazismu

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 91
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, JAKARTA – Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi menggelar Kick Off Program Ramadan 1447 Hijriah di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Kamis (15/1). Kegiatan ini mengusung tema “Zakat Majukan Kesejahteraan Bangsa” sebagai penegasan komitmen Lazismu dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman […]

  • FT UMS Dorong UMKM Berkelanjutan Lewat Pelatihan Sabun Cuci & Ecoprint Berbasis Teknologi Kimia

    FT UMS Dorong UMKM Berkelanjutan Lewat Pelatihan Sabun Cuci & Ecoprint Berbasis Teknologi Kimia

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 51
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), berkolaborasi bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kebakkramat dalam melaksanakan program pelatihan pembuatan sabun cuci piring dan ecoprint. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis warga sekaligus memperkuat ekonomi kreatif ramah lingkungan. Teknik ecoprint merupakan […]

  • Milad ke-67 UMS, MVC 2025 UMS Perkuat Peran dalam Pembinaan Atlet

    Milad ke-67 UMS, MVC 2025 UMS Perkuat Peran dalam Pembinaan Atlet

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Lapangan GOR Kampus II Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dipilih menjadi tempat dilaksanakannya rangkaian kegiatan olahraga dalam rangka memperingati Milad ke-67 UMS. Muhammadiyah Volleyball Competition (MVC) menjadi salah satu kompetisi dari 13 kategori perlombaan eksternal yang ditujukan untuk menyemarakkan Milad UMS. Sejumlah 22 tim, dengan rincian 16 putra dan 6 putri dari berbagai jenjang […]

expand_less