Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Raih Omzet Puluhan Juta dari Kelomang, Mahasiswa Arsitektur UMS Ini Juga Punya Bakat Karya Seni yang Unik

Raih Omzet Puluhan Juta dari Kelomang, Mahasiswa Arsitektur UMS Ini Juga Punya Bakat Karya Seni yang Unik

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
  • visibility 79
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Siapa sangka, dari kunjungan santai ke pantai di Gunungkidul, Rifan Susanto, mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), justru menemukan ide bisnis yang kini menghasilkan omzet hingga Rp 38 juta per bulan. Berawal dari keisengan membawa pulang kelomang, hewan kecil bercangkang, Rifan kini menjadi pelaku usaha yang dikenal melalui brand Kelovemang.

Bisnis tersebut bermula pada akhir 2022 saat Rifan dan teman-temannya bermain di Pantai Sedahan, Gunungkidul.
“Waktu itu kami menemukan banyak kelomang kecil. Dibawa pulang, lalu saya mulai riset. Ternyata umur kelomang bisa sampai 70 tahun dan bisa tumbuh sebesar genggaman tangan,” ujar Rifan, Senin (7/7).

Dari situlah, ia mulai mendalami komunitas pecinta kelomang lewat grup Facebook KLI (Kelomang Lovers Indonesia) dan mengembangkan pengetahuan tentang perawatan, jenis cangkang, dan habitat kelomang. “Yang menarik, kelomang itu tidak punya cangkang asli. Kita bisa siapkan berbagai model cangkang agar mereka bisa berganti-ganti seperti ganti baju,” jelasnya.

Tak berhenti di riset, Rifan mulai aktif membuat konten edukatif di TikTok, Instagram, dan YouTube. Kontennya yang mengangkat memori masa kecil banyak orang, ternyata berhasil mencuri perhatian publik.

“Saya angkat hook-nya seperti ‘dulu kamu pernah pelihara kelomang tapi mati tiga hari?’ lalu kasih tahu solusinya. Itu yang bikin viral dan mendatangkan banyak peminat,” ujarnya.

Dengan modal awal Rp100.000 untuk membeli tiga ekor kelomang jenis merah stroberi, bisnisnya kini berkembang pesat. “Omzet per bulan bisa sampai Rp38 juta, bahkan pernah menyentuh Rp40 juta. Pegawai saya ada dua—satu untuk admin online, satu lagi untuk perawatan di rumah,” terangnya.

Meskipun berlatar belakang arsitektur, Rifan mengakui keahlian dalam membuat konten lah yang membantunya memperluas pasar. Sebelum menekuni bisnis kelomang, ia telah dikenal sebagai kreator konten seni visual. Melalui Kelovemang, Rifan berharap masyarakat mulai memandang kelomang bukan sekadar mainan anak-anak.

“Saya ingin orang lebih menghargai kelomang sebagai makhluk hidup yang harus dirawat dengan sungguh-sungguh. Bukan hanya dibeli karena lucu, lalu dibiarkan mati,” tegasnya.

Dia juga memiliki cerita lain jauh sebelum fokus pada bisnis kelomang. Rifan sudah lebih dahulu dikenal sebagai content creator seni visual sejak masih SMA. Kegemarannya bermula saat pandemi Covid-19 saat ia duduk di kelas 11. “Gabut karena sekolah daring, saya mulai gambar dan unggah di TikTok. Waktu itu TikTok belum seramai sekarang, jadi cepat naik,” kenangnya.

Karya-karya visualnya dikenal unik dan menantang. Ia pernah menggambar wajah selebriti dari susunan nama, termasuk wajah Sandiaga Uno yang viral, hingga membuat wajah dengan stempel angka satu untuk menggambarkan Anies Baswedan.

Salah satu karya tersulitnya adalah potret empat presiden pertama Indonesia yang disusun pada empat sisi balok kayu. “Butuh sebulan bikin itu. Views-nya 6 juta dan likes-nya tembus 1 juta,” jelasnya.

Dari karya-karyanya, Rifan berhasil mendapat banyak apresiasi, bahkan diundang langsung oleh tokoh-tokoh nasional. Ia pernah memberi langsung karya ke Anies Baswedan dan selebgram Cellos, serta mengirimkan karya ke Ganjar Pranowo, Baim Wong, dan Sandiaga Uno.

“Saya sempat video call dengan Pak Sandi, dan kontennya diunggah di IG beliau. Rame banget, view-nya sampai 13 juta,” ujarnya bangga.

Namun, seiring kesibukan di perkuliahan Arsitektur, waktu untuk berkarya semakin terbatas. “Kalau dulu pas SMA bisa tiga hari kelar satu karya. Sekarang kadang sebulan sekali pun belum tentu sempat. Tapi saya tetap nunggu momentum. Misalnya tokoh sedang viral atau datang ke kota saya,” jelasnya.

Meski saat ini bisnis kelomang lebih dominan, Rifan tak sepenuhnya meninggalkan dunia seni. Ia mengakui bahwa karya-karyanya menjadi portofolio penting dan membuka banyak peluang. Akan tetapi, ia juga mulai merasakan tantangan dari kehadiran teknologi AI.

“Sekarang kalau upload karya sering dikira hasil AI. Itu bikin semangat jadi turun. Padahal bikin karya seni itu prosesnya panjang dan butuh energi besar. AI memang efisien, tapi tidak bisa menandingi detail buatan manusia,” ungkapnya.

Sebagai mahasiswa Arsitektur, ia juga ingin menggabungkan minatnya di bidang seni dan desain. “Arsitektur dan seni itu sangat nyambung. Saya yakin, kalau digarap serius, dua-duanya bisa jadi kekuatan utama saya ke depan,” pungkasnya. (Fika/Humas)

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UKM Tapak Suci UMS Gelar Mabit Ramadhan, Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiyah

    UKM Tapak Suci UMS Gelar Mabit Ramadhan, Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiyah

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 169
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci Unit 003 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) dalam rangka memperkuat spiritualitas anggota selama bulan suci Ramadhan. Mengusung tema “Indahnya Kebersamaan Menggapai Iman dan Taqwa dalam Bingkai Ukhuwah Islamiyah”, kegiatan ini berlangsung pada 8-9 Maret 2025 di Gedung Pusat Program […]

  • Milad ke-1, BikersMu DIY Gelar Pengajian dan Bakti Sosial

    Milad ke-1, BikersMu DIY Gelar Pengajian dan Bakti Sosial

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 38
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – BIKERS Muhammadiyah (BIKERSMU) Kordinator Wilayah (Korwil) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adakan kegiatan pengajian dan bakti sosial, Ahad (31/8/2025) dalam rangka Milad ke-1 komunitas pecinta motor warga Muhammadiyah. Kegiatan dilaksanakan di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dengan menghadirkan Dai Muda pecinta motoran juga Ustadz Handy Bonny. Kegiatan ini merupakan agenda yang […]

  • LDM-PM UMS Ajak Mahasiswa Berani Jadi Baik: Lawan Bullying dan Overthinking

    LDM-PM UMS Ajak Mahasiswa Berani Jadi Baik: Lawan Bullying dan Overthinking

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Mahasiswa dan Pengabdian Masyarakat (LDM-PM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Tabligh Akbar, yang bertajuk “Berani Jadi Baik: Melawan Bullying dan Overthinking” di Auditorium Mohamad Djazman Kampus 1 UMS. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Departemen Syiar LDM-PM UMS sebagai upaya menghadirkan dakwah yang edukatif, relevan, […]

  • Pendidikan Jasmani FKIP UMS Libatkan Stakeholder Solo Raya Susun Kurikulum Berdaya Saing

    Pendidikan Jasmani FKIP UMS Libatkan Stakeholder Solo Raya Susun Kurikulum Berdaya Saing

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 60
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Jasmani (Penjas) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan Kurikulum Pendidikan Jasmani pada Senin (9/2). Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) bidang pendidikan jasmani dan olahraga se-Solo Raya sebagai upaya memperkuat daya saing lulusan. FGD tersebut merupakan langkah strategis […]

  • Soroti Isu Kompetensi Komunikasi, UMS Gandeng Narasumber Internasional untuk Workshop Pengajaran

    Soroti Isu Kompetensi Komunikasi, UMS Gandeng Narasumber Internasional untuk Workshop Pengajaran

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar workshop bertema “Teach Differently: The Four Cs for Confident Communication” di Ruang Seminar Pascasarjana UMS, Sabtu (22/11). Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber internasional, yakni Widodo, M.A. dari Educational Leadership, Politics, and Advocacy at New York […]

  • Perpustakaan UMS Dorong Budaya Literasi Melalui Layanan Inovatif dan Pengalaman Menyenangkan

    Perpustakaan UMS Dorong Budaya Literasi Melalui Layanan Inovatif dan Pengalaman Menyenangkan

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Memperingati Hari Kunjung Perpustakaan yang jatuh pada 14 September 2025, Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus menghadirkan inovasi layanan untuk mendorong budaya literasi di kalangan civitas academica. Tahun ini, peringatan dilakukan dengan menghadirkan berbagai apresiasi dan kejutan bagi para pengunjung. Kaur Teknologi Informasi, Promosi, dan Pusat Data Perpustakaan UMS, Ken Retno Yuniwati, […]

expand_less