Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Rektor UMS Tegaskan Guru Muhammadiyah Harus Adaptif, Kompak, dan Militan

Rektor UMS Tegaskan Guru Muhammadiyah Harus Adaptif, Kompak, dan Militan

  • account_circle Andi Rezti Maharani
  • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
  • visibility 54
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan kembali komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.Hal ini disampaikan langsung oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, dalam seminar akbar Forum Kepala Sekolah SD/MI Muhammadiyah se-Jawa Tengah yang digelar pada, Sabtu (31/5) bertempat di Auditorium Mohammad Djazman.

Dalam pidatonya, Harun menekankan pentingnya rasa syukur sebagai fondasi spiritual dan etos kerja para pendidik. Ia mengingatkan bahwa menjadi guru di lingkungan Muhammadiyah bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi merupakan jalan pengabdian yang penuh nilai keikhlasan dan perjuangan.

“Syukur itu tidak cukup hanya di lisan, tapi harus di hati dan diwujudkan dalam amal. Salah satunya melalui pengabdian sebagai guru dan kepala sekolah Muhammadiyah. Kalau jadi guru hanya mengeluh, berarti belum paham makna menjadi pendidik. Harus mindful, meaningful, dan joyful,” tegasnya.

Rektor UMS juga menyoroti pentingnya soliditas para kepala sekolah dan guru sebagai satu gerakan dakwah pendidikan. Ia menambahkan bahwa kekompakan bukan berarti seragam dalam cara, tetapi satu visi dalam cita-cita.

“Menjadi guru atau kepala sekolah itu harus kompak, kokoh, dan komitmen. Di Muhammadiyah, kita diajarkan untuk punya daya juang, militansi yang tinggi. Tidak gampang goyah oleh situasi. Pendidikan Muhammadiyah itu harus digerakkan secara berjamaah, bukan sendiri-sendiri. Maka harus saling dukung, saling kuatkan,” ujar Harun.

Dalam konteks tantangan zaman, Harun menekankan pentingnya tiga karakter utama yang harus dimiliki pendidik Muhammadiyah: adaptif, progresif, dan moderat. Adaptif berarti siap belajar seumur hidup; progresif berarti bergerak lebih cepat dan inovatif; dan moderat berarti mampu menjembatani perbedaan serta menjadi pelopor perubahan sosial.
Sebagai bentuk konkret dukungan institusi, Prof. Harun menekankan pentingnya peningkatan kualifikasi akademik para kepala sekolah. “Siapa yang belum S2, segera cari program. Kami siapkan bantuan beasiswa 50% dari UMS. Jangan tunggu tiga semester, dua semester harus selesai,” tegasnya.

UMS, lanjutnya, siap menjadi mitra utama dalam mendorong percepatan studi lanjut bagi para pendidik Muhammadiyah. “Kalau perlu S3, ambil di UMS. Kami siapkan skema pembiayaan yang meringankan. Ini investasi pendidikan jangka panjang,” tambahnya.

Sebagai Plt Ketua LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Harun mengakui bahwa ia memiliki tanggung jawab besar terhadap lebih dari 200 perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah. Namun ia menegaskan bahwa UMS tetap menjadi prioritas utamanya. “Saya pastikan UMS tetap menjadi rumah besar gerakan pendidikan Muhammadiyah,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Prof. Harun mengajak seluruh peserta untuk membingkai perjuangan mereka dalam semangat I-A-M: Ilmu, Amal, dan Manfaat. “Tanpa ilmu, amal tak berdasar. Tanpa amal, ilmu tak berbuah. Dan puncaknya adalah manfaat yang luas bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.

Red : Alvian (Humas) | Ed : ARM

  • Penulis: Andi Rezti Maharani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Dakwah Berbasis Masjid, Mahasiswa KKN UMMI Kelompok LPCR D Kadudampit Luncurkan Program Pengajian Anak di Masjid Al-Hidayah

    Perkuat Dakwah Berbasis Masjid, Mahasiswa KKN UMMI Kelompok LPCR D Kadudampit Luncurkan Program Pengajian Anak di Masjid Al-Hidayah

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 97
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kadudampit – Dalam upaya mencetak generasi muda yang unggul secara Islami, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) LPCR D Kadudampit resmi meluncurkan program penguatan Dakwah Berbasis Masjid di Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit. Program ini diwujudkan melalui pembinaan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang menyasar anak-anak usia Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD). Kegiatan yang […]

  • Silaturahmi P2T UMS Tekankan Kebersamaan dan Kesehatan, Siapkan Agenda Aplikatif Berbasis Praktik

    Silaturahmi P2T UMS Tekankan Kebersamaan dan Kesehatan, Siapkan Agenda Aplikatif Berbasis Praktik

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 84
    • 0Komentar

    KABARMUH,ID. SURAKARTA – Paguyuban Purna Tugas (P2T) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar silaturahmi rutin pada Sabtu (18/4) di Ruang Seminar Pascasarjana UMS. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat program pembinaan bagi para anggota purna tugas. Ketua P2T UMS, Drs. Joko Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan kali ini tidak hanya berisi materi, tetapi juga […]

  • Perkuat Peran Zakat untuk Kesejahteraan Bangsa, Kick Off Program Ramadan 1447 H Lazismu

    Perkuat Peran Zakat untuk Kesejahteraan Bangsa, Kick Off Program Ramadan 1447 H Lazismu

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 69
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, JAKARTA – Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi menggelar Kick Off Program Ramadan 1447 Hijriah di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Kamis (15/1). Kegiatan ini mengusung tema “Zakat Majukan Kesejahteraan Bangsa” sebagai penegasan komitmen Lazismu dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman […]

  • Seminar Nasional dan Kajian Akbar Meriahkan IQT Fair XII 2026, Usung Semangat Membaca Sejarah Membentuk Generasi Berakal

    Seminar Nasional dan Kajian Akbar Meriahkan IQT Fair XII 2026, Usung Semangat Membaca Sejarah Membentuk Generasi Berakal

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle M Nur Isholattudin
    • visibility 49
    • 0Komentar

    SURAKARTA – Seminar Nasional dan Kajian Akbar menjadi rangkaian puncak kegiatan IQT Fair XII 2026 yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 26 September 2026, bertempat di Gedung Graha 58 Serbaguna Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kegiatan ini mengangkat tema “Membaca Sejarah, Membentuk Generasi Berakal: Kuasa, Keadilan, dan Akar Perpecahan”. Acara IQT Fair-XII merupakan ajang kompetisi Al-Qur’an dan […]

  • Peresmian Asrama Griya Qur’an Al-Inayah, Lembaga Pendidikan Berbasis Ilmu Al-Qur’an

    Peresmian Asrama Griya Qur’an Al-Inayah, Lembaga Pendidikan Berbasis Ilmu Al-Qur’an

    • calendar_month Sabtu, 30 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 271
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Ponorogo – Ketua Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo, Drs. Muh Syafruddin, MA meresmikan asrama lantai 2 Griya Qur’an Al-Inayah Pulung, pada Jum’at (29/3/24). Tidak seperti peresmian gedung pada umumnya yang dilakukan dengan pengguntingan pita, peresmian gedung digelar secara sederhana namun penuh dengan khidmat. Diawali dengan tasmi’ santri bersama, sambutan dan tausiyah, peresmian diakhiri […]

  • Dokumentasikan Best Practice Pengajaran, MPBI UMS Gelar Pelatihan Menulis Bagi Guru Muhammadiyah Se-Kartasura

    Dokumentasikan Best Practice Pengajaran, MPBI UMS Gelar Pelatihan Menulis Bagi Guru Muhammadiyah Se-Kartasura

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (MPBI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menggelar pelatihan “Pelatihan Best Practice dalam Pembelajaran” bagi para guru SMP, SMA, dan SMK Muhammadiyah se-Kartasura. Kegiatan ini merupakan bagian dari RPPS Prodi guna meningkatkan kompetensi guru-guru Muhammadiyah di Kartasura. Kegiatan pelatihan diawali dengan sesi kuliah tujuh menit (kultum) yang […]

expand_less