Gerakan Ekonomi Muhammadiyah Perlu Roadmap Jangka Panjang
- account_circle Redaksi Kabarmuh
- calendar_month Senin, 9 Mar 2026
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, H. Dodok Sartono, SE., MM (paling tengah)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, H. Dodok Sartono, SE., MM (paling tengah)
SAMARINDA – Penguatan gerakan ekonomi Muhammadiyah tidak hanya memerlukan potensi dan peluang usaha, tetapi juga keberanian melakukan evaluasi dan autokritik terhadap berbagai kelemahan yang masih ada.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris PWM Jawa Tengah, Dodok Sartono, dalam kegiatan Pengajian Ramadan Muhammadiyah Kalimantan Timur di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Samarinda, Jumat (7/3/2026).
Dalam pemaparannya, Dodok mengungkapkan sejumlah kesalahan umum yang selama ini kerap terjadi dalam pengembangan ekonomi Muhammadiyah.
Menurutnya, salah satu masalah utama adalah belum terintegrasinya berbagai usaha yang dimiliki oleh Muhammadiyah.
“Banyak usaha yang berjalan sendiri-sendiri, belum terhubung dalam satu ekosistem ekonomi,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menilai bahwa selama ini kegiatan ekonomi Muhammadiyah masih lebih banyak berfokus pada bisnis skala kecil di sektor hilir.
Padahal, menurutnya, Muhammadiyah memiliki potensi untuk bermain pada sektor yang lebih strategis, termasuk sektor industri skala besar.
Ia juga menyoroti belum optimalnya pemanfaatan pasar internal Muhammadiyah yang sebenarnya sangat besar.
Padahal, jika seluruh amal usaha Muhammadiyah dapat saling mendukung dalam satu sistem ekonomi, maka potensi pasar internal tersebut dapat menjadi kekuatan ekonomi yang sangat besar.
“Jika pasar internal Muhammadiyah saja terorganisir, kita sudah menjadi kekuatan ekonomi besar,” katanya.
Dodok juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan usaha ekonomi Muhammadiyah.
Manajemen yang modern dan transparan, menurutnya, menjadi syarat utama agar usaha ekonomi organisasi dapat berkembang secara berkelanjutan.
Selain itu, ia juga mendorong agar Muhammadiyah memiliki roadmap ekonomi jangka panjang sebagai panduan dalam mengembangkan berbagai usaha yang dimiliki.
Dengan adanya perencanaan yang jelas, pengembangan ekonomi Muhammadiyah dapat berjalan lebih terarah dan terukur.
Melalui evaluasi dan perbaikan yang terus dilakukan, Dodok optimistis Muhammadiyah mampu membangun kekuatan ekonomi umat yang lebih besar di masa depan.
“Potensi Muhammadiyah sangat besar. Tinggal bagaimana kita mengorganisirnya secara serius dan profesional,” ujarnya.(ay.1)
- Penulis: Redaksi Kabarmuh
Saat ini belum ada komentar