InspirasiJatimkabar muhammadiyah

Khotmul Qur’an Metode UMMI MBS Jazaul Ihsan, Cetak Generasi Qur’ani di Era Disrupsi 

KABARMUH.ID, JOMBANG – Gema lantunan Al-Qu’an menyelimuti Gedung Bung Tomo Pemkab Jombang. Muhammadiyah Boarding School (MBS) Jazaul Ihsan Jombang menyelenggarakan Khotmul Qur’an dan Imtihan Metode UMMI periode ke-empat. Pada Ahad, 3 Mei 2026.

Khotmul Qur’an dan Imtihan merupakan ajang uji akhir dalam metode UMMI yang disaksikan langsung di depan para wali santriwan/santriwati. Sebanyak 52 peserta berkompeten yang telah melewati tahap pra munaqosyah dan munaqosyah sebelum akhirnya dapat ikut diuji di depan para walinya.

Rasa kikuk dan grogi melekat di tubuh para peserta. Pasalnya, peserta diuji secara langsung di depan tamu undangan. Pertanyaan yang diujikan meliputi turjuman Al-Qu’an (Terjemahan Al-Qur’an), bacaan tartil metode UMMI, dan tahfidz sebanyak empat juz.

Pemandu Khotmul Qur’an dan Imtihan berpesan kepada para santriwan/santriwati untuk terus menjaga kegiatan ibadah spiritual sebagai bekal dalam proses menempuh pendidikan di MBS Jazaul Ihsan Jombang.

“Selalu laksanakanlah salat lima waktu tepat waktu dan senantiasalah untuk menjaga Al-Qur’an walaupun kalian sudah lulus dari pesantren ini,” jelasnya.

Ia juga menambahkan pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai bentuk pengabdian atas sumbangsih orang tua dalam mendukung proses pendidikan anak-anaknya di MBS Jazaul Ihsan.

“Dan jangan lupa berbakti kepada orang tua kalian, karena tanpa orang tua, kalian tidak bisa berdiri di atas panggung ini,” tambahnya.

Tangis haru para wali santri juga mengiringi kegiatan ini. Wali dari santriwan Ahmad Jayyid Jiddan menyampaikan syukur dan bangganya dapat menyaksikan anaknya berada di kesempatan istimewa ini.

“Alhamdulillah dapat melihat anak-anak kami berada di lingkungan para penjaga Al-Qur’an. Tentunya ini rasa bangga yang tak terhingga bagi kami para wali santri,” ungkapnya.

Ia juga berharap agar para anak-anaknya dapat diberikan keistiqomahan untuk terus mencintai Al-Qur’an di tengah zaman serat dengan disrupsi syariat.

“Semoga anak-anak kami nantinya bisa menjadi ahlul Qur’an sampai akhir hayat nanti,” tuturnya.

Namun, pada kesempatan ini menjadi kali terakhir An-Nu’man, S.H selaku kepala pondok menyaksikan para santriwan/santriwatinya sebelum mengakhiri masa jabatannya di MBS Jazaul Ihsan Jombang. Ia juga merupakan sosok perintis metode UMMI di MBS Jazaul Ihsan sedari tahun 2020.

An-Nu’man menekankan pada santriwan/santriwatinya agar tidak menjadikan momen ini sebagai ajang kepuasan dan keangkuhan.

“Momen ini sebagai pemantik semangat kalian untuk terus belajar dan merasa kurang akan ilmu yang kalian miliki,” pungkasnya.

Ia juga berharap agar Khotmul Qur’an dan Imtihan Metode UMMI dapat dilanjutkan kedepannya sebagai bentuk ikhtiar menyiapkan generasi muslim di bangsa ini.

“Semoga nantinya MBS Jazaul Ihsan dapat mencetak lulusan khataman dan khataman angkatan kelima dan seterusnya,” tutupnya.

Tak hanya itu, di momen ini MBS Jazaul Ihsan Jombang juga memberikan sertifikat guru ngaji metode UMMI kepada santriwan/santriwati tingkat SMA yang berhasil lolos di ujian sertifikasi guru metode UMMI, sertifikat itu sebagai legitimasi sah pengajar metode UMMI di semua tempat.

Kontributor: Ahmad Muwaffiqul Choir

Editor: Hammam Alghazy

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button