Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Lokakarya Green Masjid: Menggerakkan Masjid Muhammadiyah untuk Lingkungan dan Sosial 

Lokakarya Green Masjid: Menggerakkan Masjid Muhammadiyah untuk Lingkungan dan Sosial 

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
  • visibility 44
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Yogyakarta – Ruang Aula Gedoeng Muhammadijah di Jalan KH Ahmad Dahlan 103 Yogyakarta hari itu dipenuhi semangat dan percakapan hangat. Para pengurus takmir dari berbagai daerah duduk berdampingan, berbagi pengalaman dan harapan. Mereka datang dengan antusias, membawa semangat perubahan: menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solusi atas persoalan lingkungan dan sosial yang makin mendesak.

Komitmen ini diusung oleh Eco Bhinneka Muhammadiyah bersama Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam kegiatan Lokakarya Green Masjid bertajuk “Membangun Sinergi untuk Mewujudkan Masjid yang Ramah bagi Kehidupan dan Kelestarian Alam”, yang digelar pada 28 Mei 2025 di Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif untuk mengembangkan peran masjid sebagai ruang bersama yang inklusif, adaptif terhadap isu-isu kontemporer, dan peduli terhadap lingkungan. Gagasan ini sejalan dengan slogan LPCRPM, “Apa pun masalahnya, Masjid adalah solusinya”, yang menekankan pentingnya menjadikan masjid sebagai poros solusi berbagai tantangan umat, termasuk krisis iklim dan degradasi lingkungan.

Tiga tujuan utama lokakarya ini meliputi: pertama, membangun pemahaman bersama mengenai konsep green masjid, termasuk konservasi air, pengelolaan sampah, penghijauan, serta energi bersih untuk menurunkan emisi karbon; kedua, mendorong sinergi antara LPCRPM dan pegiat masjid dari berbagai daerah; dan ketiga, merancang program konkret yang dapat diterapkan di masjid masing-masing dalam bidang lingkungan dan efisiensi energi. 

Masjid Sebagai Pusat Penguatan Komunitas dan Ketangguhan

Budi Setiawan, Ketua Lembaga Resiliensi Bencana/Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah, menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis sebagai pusat penguatan komunitas, bukan hanya tempat ibadah. “MDMC pernah bergandengan tangan dengan LPCR dalam pelatihan Masjid Tangguh Bencana. Ini menunjukkan bahwa masjid juga berfungsi dalam membangun ketangguhan masyarakat, terutama saat krisis,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara Eco Bhinneka dan LPCR dalam mendorong masjid yang bersih dan peduli lingkungan, yang menurutnya sejalan dengan semangat Muhammadiyah menjadikan masjid sebagai tempat yang nyaman secara fisik dan menenangkan secara spiritual.

Masjid Sebagai Pusat Budaya, Pendidikan, dan Peradaban Islam

Ahmad Dahlan Rais, Ketua PP Muhammadiyah, menyatakan bahwa lokakarya ini sangat tepat dan bermanfaat karena mengangkat isu krusial seperti kebersihan, ketertiban, dan pelestarian lingkungan. “LPCR berkomitmen bahwa masjid harus menjadi pusat budaya dan peradaban Islam di masa depan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga pusat pendidikan, kegiatan ekonomi, dan gerakan lingkungan. Mengutip firman Allah dalam QS. Ar-Rum ayat 41, “Kerusakan di darat dan laut adalah akibat perbuatan tangan manusia, sehingga perbaikan harus dimulai dari kesadaran spiritual dan tindakan nyata,” ucapnya.

Dahlan Rais juga mengingatkan risiko serius perubahan lingkungan yang mengancam banyak daerah dan mengutip Mahatma Gandhi, “Bumi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan semua manusia, tetapi tidak akan pernah cukup untuk memenuhi keserakahan satu manusia.” Ia menegaskan bahwa masjid harus menjadi titik awal perubahan, tempat merawat manusia dan lingkungan sesuai dengan semangat Muhammadiyah sebagai gerakan amal, ilmu, dan tajdid.

Menghidupkan Kembali Masjid sebagai Jantung Gerakan Muhammadiyah

Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah, Jamaludin Ahmad, menekankan pentingnya menghidupkan kembali masjid sebagai jantung gerakan Muhammadiyah. “Masjid bukan hanya tempat ibadah ritual, tapi pusat gerakan, percontohan, dan pemberdayaan,” ujarnya.

Ia menyoroti konsep Green Masjid sebagai salah satu gagasan kunci dalam Pedoman Tata Kelola Masjid Muhammadiyah, yang menekankan nilai kepedulian dan keseimbangan, tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap kesehatan dan kesejahteraan jamaah.

Dalam implementasinya, masjid didorong untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak seperti Lazismu, LRB, dan Bank Indonesia dalam pengembangan masjid mandiri ekonomi. “Kita harus malu jika masjid hanya ramai saat salat Jumat atau tarawih, tapi sepi dari kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan,” tegasnya. 

Fikih Air dan Konservasi dalam Islam

Ustadz Ali Yusuf dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menjelaskan bahwa fikih air adalah bagian dari pemikiran progresif Muhammadiyah dalam merespons krisis lingkungan dan air. “Air bukan sekadar kebutuhan teknis, tapi bagian dari nilai syariah yang mencerminkan keadilan, efisiensi, dan keberlanjutan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa etika penggunaan air dalam Islam sangat ketat, bahkan Nabi Muhammad SAW berwudhu hanya dengan satu mud, sekitar 0,88 liter air. Prinsip ini perlu diterapkan dalam pengelolaan masjid, misalnya dengan keran hemat air dan edukasi kepada jamaah.

Pandangan ini diperkuat oleh Maya, pakar dari sektor korporasi. “Konservasi air bukan hanya isu lingkungan tetapi juga strategi keberlanjutan lintas sektor, mulai dari hulu seperti sungai dan muara, hingga ke hilir seperti rumah tangga dan tempat ibadah,” ujarnya. Menurut Maya, masjid memiliki potensi besar sebagai simbol keberlanjutan jika mampu mengelola air secara bijak, melalui reuse air wudhu, pemanenan air hujan, serta pembiasaan perilaku hemat air bagi jamaah.

Masjid Sebagai Pusat Solusi Krisis Air Bersih

Hening Parlan, Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah dan Direktur Program 1000 Cahaya, menekankan bahwa masjid harus menjadi pusat solusi atas persoalan lingkungan, khususnya krisis air bersih. Berdasarkan survei terhadap 12 masjid, ia menemukan bahwa meskipun banyak yang mengklaim ramah terhadap lingkungan, disabilitas, dan anak, implementasinya masih jauh dari memadai. “Masjid sudah banyak yang punya niat menjadi green masjid, tapi belum punya indikator dan praktik yang terukur,” ujarnya.

Ia menyoroti bahwa air wudhu—yang sejatinya merupakan air layak konsumsi—masih sering terbuang tanpa pemanfaatan lanjutan, sebuah tanda rendahnya kesadaran atau bahkan sikap kufur nikmat terhadap karunia air.

Sebagai Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah dan Wakil Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PP ‘Aisyiyah, Hening mendorong agar masjid menjadi pusat edukasi masyarakat tentang konservasi air. Masjid juga diajak memanfaatkan air bekas wudhu untuk keperluan non-ibadah, memasang keran hemat air, serta mengadopsi teknologi ramah lingkungan seperti panel surya. “Tujuan akhirnya adalah menjadikan masjid sebagai pusat peradaban yang ramah lingkungan—bukan hanya tempat ibadah, tapi juga ruang pembelajaran, inovasi, dan perubahan sosial menuju keberlanjutan,” tegasnya.

Pengalaman Nyata Masjid Al Muharram Brajan dalam Gerakan Eco-Masjid

Ananto Isworo dari Masjid Al Muharram Brajan, Yogyakarta, memaparkan pengalaman konkret bagaimana masjid dapat menjadi pelopor gerakan lingkungan melalui program Eco-Masjid yang telah dijalankan sejak 2013. Salah satu terobosannya adalah penggunaan panel surya untuk mengatasi pemadaman listrik yang kerap terjadi hingga sepuluh kali sehari.

“Kami berpikir bahwa energi terbarukan lebih ramah lingkungan dan dapat menghemat penggunaan energi fosil. Semakin banyak kita menggunakan listrik konvensional, semakin besar pula kontribusi kita terhadap kerusakan bumi,” ungkap Ananto.

Masjid ini juga dikenal luas melalui tujuh program unggulan seperti sedekah sampah, penghijauan, arsitektur ramah lingkungan, konservasi air wudhu, dan masjid ramah anak serta difabel.
Bahkan, keberhasilan program ini menarik perhatian media internasional seperti The New York Times dan France24. “Peran tokoh agama sangat penting dalam menyampaikan pesan lingkungan kepada masyarakat, dan masjid harus menjadi pusat peradaban yang bukan hanya menenangkan secara spiritual, tapi juga berkontribusi aktif pada isu-isu global dan ekologis,” pungkasnya.

Adapun Lokakarya Green Masjid ini diikuti oleh pengurus takmir dari 16 masjid Muhammadiyah, yaitu Masjid Djuanda (Sragen), Masjid Daarussalam (Kudus), Masjid Mujahidin (Semarang), Masjid Umar bin Khattab (Bantul), Masjid Nurul Huda (Wonogiri), Masjid Ahmad Dahlan PCM Banguntapan Selatan (Yogyakarta), Masjid Mussanif Tabligh Institute (Yogyakarta), Masjid Mangundimejan (Surakarta), Masjid Mujahidin PRM Gunungpring (Muntilan), Masjid Mujahidin (Pandeglang), Masjid Arrahman (Cikarang), Masjid Baiturrohim (Lamongan), Masjid Al Hidayah (Mojokerto), Masjid Al Fatah (Tulungagung), Masjid Baitul Mukhlisin (Ponorogo), dan Masjid Supangat (Tuban).

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program Kosabangsa: Kolaborasi Universitas AISKA dan UMS dalam Pelatihan Pembuatan Teh Kelor di Wonogiri

    Program Kosabangsa: Kolaborasi Universitas AISKA dan UMS dalam Pelatihan Pembuatan Teh Kelor di Wonogiri

    • calendar_month Minggu, 1 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 192
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Kolaborasi antara Universitas ‘Aisyiyah Surakarta dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta melalui program Kosabangsa telah sukses melakukan pelatihan pembuatan teh daun kelor pada 2 mitra, yaitu KWT Sari Makmur dan Kader Posyandu Mawar di Desa Manjung, Wonogiri. Program Kosabangsa merupakan salah satu skim Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian […]

  • Tunjang Kompetensi Leadership, IMM Shabran Adakan Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi.

    Tunjang Kompetensi Leadership, IMM Shabran Adakan Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi.

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 52
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pimpinan Komisariat (PK) Shabran Adakan Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi (LKMO) di ruang Seminar Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Muhammadiyah (UMS). Acara yang dilaksanakan mulai Jumat – Minggu (5-7/12) ini, mengangkat tema “Reformulasi Kepemimpinan Kolektif Kolegial dalam IMM Shabran.”  Pembukaan Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi (LKMO) PK […]

  • Ketua Korps MubalighMu Jateng: 6 K menjadi Rumus Dakwah Muhammadiyah yang Berkemajuan dan Mencerahkan

    Ketua Korps MubalighMu Jateng: 6 K menjadi Rumus Dakwah Muhammadiyah yang Berkemajuan dan Mencerahkan

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 202
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Pengajian Rutin Jum’at Kliwon PCM Bumiayu Brebes yang menghadirkan Ketua Korps Mubaligh Muhammadiyah Jawa Tengah, Dr.Ibnu Sholeh, Lc, MA, MPI di Halaman Masjid Baitul Atiq Adisana menyedot perhatian ribuan warga persyarikatan, Jum’at (16/08/2024). Dr. Ibnu Sholeh, Lc, MA, MPI dalam pengajian tersebut menyampaikan urgensi ideologi Muhammadiyah untuk menguatkan semangat dan gerakan dakwah […]

  • Idul Adha 1446 H di MBS Bumiayu: Momentum Kebersamaan, Keteladanan, dan Dakwah Mencerahkan

    Idul Adha 1446 H di MBS Bumiayu: Momentum Kebersamaan, Keteladanan, dan Dakwah Mencerahkan

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 65
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Momentum Idul Adha 1446 H di Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Bumiayu menjadi simbol keikhlasan, kebersamaan, dan semangat dakwah berkemajuan. Ratusan santri dan asatidz memadati halaman pesantren untuk melaksanakan Shalat Idul Adha pada Jumat pagi (6/6), sesuai Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah No. 1/MLM/I.0/E/2025. Ustadz Mohammad Khotami, S.Pd., bertindak sebagai khatib dan menyampaikan […]

  • Sambut Ramadhan, Ahmad Imam Mujadid Rais Tekankan Pentingnya Kesalehan Sosial

    Sambut Ramadhan, Ahmad Imam Mujadid Rais Tekankan Pentingnya Kesalehan Sosial

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 68
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Menjelang masuknya bulan suci Ramadhan, Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum transformasi diri sekaligus penguatan ketangguhan dan kesejahteraan umat. Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais, dalam agenda ZISKA Talks Tarhib Ramadhan bertema “Tangguh dan Sejahtera: Dari […]

  • Prof. Syafiq: Menjaga Bumi adalah Wujud Syukur dan Pengamalan Keimanan

    Prof. Syafiq: Menjaga Bumi adalah Wujud Syukur dan Pengamalan Keimanan

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 90
    • 0Komentar

    KABARMUH; JAKARTA – Menjaga bumi merupakan wujud syukur sekaligus pengamalan nilai-nilai keimanan. Pesan tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Syafiq A. Mughni, saat menandatangani Nota Kesepahaman dan Piagam Sekretariat Bersama Aksi Iklim Lintas Iman Indonesia yang diselenggarakan Yayasan Amanah Daya Nusantara (AYANA) di Jakarta, Senin (27/7). Dalam sambutannya, Prof. Syafiq menegaskan bahwa krisis iklim […]

expand_less