Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » UMS Dampingi Ibu-Ibu PKK Sekarwangi Desa Dibal Olah Limbah Rumah Tangga Jadi POC

UMS Dampingi Ibu-Ibu PKK Sekarwangi Desa Dibal Olah Limbah Rumah Tangga Jadi POC

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim pengabdian dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan pendampingan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah rumah tangga menggunakan komposter, bekerja sama dengan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Dibal, Boyolali. Kegiatan ini didanai oleh Kemdiktisaintek melalui DPPM Tahun Anggaran 2025.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh dosen Pendidikan Akuntansi, Dhany Efita Sari, S.Pd., M.Pd., bersama rekannya, Endang Setyaningsih, S.Si., M.Si., dari Pendidikan Biologi, serta Sitti Retno Faridatussalam, S.E., M.M., dari Ekonomi Pembangunan. Selain itu, dua mahasiswa, Azarin Carissa Putri Laksmi dan Raden Ahmed Abdillah, juga turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari program Akselerasi Kemandirian Ekonomi Ibu-Ibu PKK Desa Dibal melalui Integrasi Digital, Pertanian Hijau, dan Pengolahan Limbah,” ujar Dhany, Jumat (22/8).

Dhany menekankan pentingnya pemanfaatan limbah rumah tangga untuk mendukung ketahanan pangan keluarga dan penerapan konsep ekonomi hijau.

Sesi inti pendampingan dipandu oleh Endang Setyaningsih, yang memberikan pelatihan teknis pembuatan POC menggunakan komposter anaerob. Ia menyampaikan langkah demi langkah, mulai dari memasukkan limbah sayur, menambahkan bioaktivator, hingga merawat komposter agar menghasilkan pupuk cair berkualitas.

Suasana semakin interaktif dalam sesi tanya jawab yang berlangsung pada Jumat (8/8). Para peserta menanyakan jenis sampah yang dapat dimasukkan ke komposter, lama proses pembusukan menggunakan bioaktivator hingga menghasilkan POC siap pakai, serta kendala yang kerap muncul dalam proses pengomposan.

Endang menjelaskan bahwa bahan organik seperti sayur, buah, dan sisa dapur segar dapat dimasukkan, sedangkan bahan anorganik, plastik, kaca, dan limbah kimia harus dihindari. Proses pembusukan dengan bioaktivator rata-rata memakan waktu 7–14 hari, tergantung jenis bahan dan kondisi kelembapan.

“Kendala yang umum ditemui adalah bau menyengat bila terlalu basah, munculnya serangga bila tidak tertutup rapat, atau hasil POC yang encer bila bahan tidak seimbang,” tutur Endang.

Untuk mendukung keberlanjutan program, tim membagikan poster panduan pengomposan menggunakan komposter dan bioaktivator, kartu monitoring POC, serta satu set komposter untuk setiap anggota PKK. Diharapkan, peserta dapat langsung mempraktikkan pengolahan POC di rumah masing-masing.

Selain itu, lanjutnya, tim juga melakukan monitoring setiap 1–2 pekan sekali untuk mencatat jumlah produksi POC yang dihasilkan serta mengevaluasi kendala yang dihadapi ibu-ibu PKK selama praktik pengomposan.

Pendampingan pembuatan POC ditutup dengan pembagian doorprize, sesi dokumentasi bersama, serta penyampaian pesan dari tim agar ibu-ibu terus semangat mengolah sampah rumah tangga menjadi produk bermanfaat.

Salah satu peserta, yang juga ketua PKK, Ibu Ani Sulistiyawati, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena membantu ibu-ibu mengurangi sampah sisa sayur sekaligus mendukung prinsip go green dan green economy.

“Dengan adanya keterampilan baru dalam pengolahan POC menggunakan komposter, ibu-ibu merasa lebih percaya diri untuk memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk ramah lingkungan yang bernilai guna,” ujar Ani mengakhiri. (Maysali/Humas)

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inovasi Mahasiswa UMS Diakui Dunia, 5 Tim Berprestasi di IPITEX Thailand 2026

    Inovasi Mahasiswa UMS Diakui Dunia, 5 Tim Berprestasi di IPITEX Thailand 2026

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 106
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di kancah internasional. Sebanyak lima tim UMS berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu dalam ajang International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) Thailand 2026 yang berlangsung pada 5–9 Januari 2026 di Bangkok International Trade and Exhibition Center (BITEC). Ajang bergengsi […]

  • Transformasi PTS Jawa Tengah Harus Adaptif, Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan

    Transformasi PTS Jawa Tengah Harus Adaptif, Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 83
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menargetkan akselerasi percepatan perguruan tinggi agar lebih adaptif, inovatif, berdampak dan berkelanjutan. Akselerasi tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem riset yang akan menjawab permasalahan di masyarakat. Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., menjelaskan ekosistem penelitian Indonesia mulai […]

  • Puluhan Tahun Konsisten, Pengajian PRM Sidomulyo Terus Hidupkan Dakwah

    Puluhan Tahun Konsisten, Pengajian PRM Sidomulyo Terus Hidupkan Dakwah

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Pengajian pekanan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sidomulyo kembali dilaksanakan pada Selasa malam (13/1/2026) di Masjid Mujahiddin, Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara. Kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi dakwah Muhammadiyah yang telah berlangsung secara konsisten selama puluhan tahun. Pengajian diikuti jamaah Muhammadiyah Anggana dan masyarakat sekitar, serta dilaksanakan rutin setiap malam Rabu antara waktu Maghrib dan […]

  • Stigma Masih Jadi Penghalang, Guru Besar UMS Tegaskan Pendidikan Inklusif Perlu Sistem yang Lebih Progresif

    Stigma Masih Jadi Penghalang, Guru Besar UMS Tegaskan Pendidikan Inklusif Perlu Sistem yang Lebih Progresif

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 64
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Stigma masih menjadi tembok besar yang membatasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk tumbuh dalam ruang pendidikan yang setara. Meski banyak sekolah telah mengklaim diri sebagai sekolah inklusif, praktiknya masih jauh dari nilai-nilai keberagaman yang adil dan ramah. Isu inilah yang menjadi fokus Prof. Dr. Minsih, S.Ag., M.Pd., yang baru akan dikukuhkan sebagai […]

  • Dari Latihan ke Lapangan: Kokam Wijayakusuma Marda Cilacap Tunjukkan Kelas di Jambore Jateng 2025

    Dari Latihan ke Lapangan: Kokam Wijayakusuma Marda Cilacap Tunjukkan Kelas di Jambore Jateng 2025

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, – TEGAL Sebanyak 51 personel Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Wijayakusuma Kabupaten Cilacap sukses menorehkan prestasi membanggakan dalam Jambore Kokam se-Jawa Tengah 2025 yang digelar di Bumi Perkemahan Pantai Alam Indah, Kota Tegal, Jumat–Ahad (17–19/10/2025). Mengusung tema “Kokam Tanggap, Indonesia Berdaya”, ajang ini menjadi wadah penguatan karakter, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan kader Kokam […]

  • Muhammadiyah dan Kebutuhan Pemimpin Masa Depan

    Muhammadiyah dan Kebutuhan Pemimpin Masa Depan

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. Zulkipli Jemain, M.Pd.I (Dosen PAI Fakultas Agama Islam UM Palembang, Sekretaris Eksekutif PWM Sumsel) Integrasi Kekuasaan Etis dan Kepemimpinan Visioner Memasuki abad kedua keberadaannya, Muhammadiyah menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perubahan sosial, kemajuan teknologi, dinamika politik global, serta meningkatnya tuntutan transparansi dalam organisasi menuntut hadirnya model kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara struktural, […]

expand_less