UMS Dorong Dosen Perkuat Integritas Akademik dan Etika Profesi
KABARMUH.ID; SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar seminar integritas akademik dosen yang digelar di Auditorium Mohammad Djazman, Senin (10/8/2026). Acara yang digawangi oleh Direktorat Sumber Daya Manusia dan Organisasi (DSDMO) ini menjadi salah satu ruang dialog dengan dosen untuk memperkuat integritas akademik dosen.
Direktur DSDMO UMS Ir. Tri Widayatno, ST, M.Sc., Ph.D., menyampaikan untuk tidak salah dari integritas sebagai dosen kepada hal-hal yang dimurkai oleh Allah SWT dengan mempelajari ilmunya. “Kita belajar mengetahui ilmu pengetahuan tentang etika akademik, etika profesi, dan integritas akademik. Harapannya adalah kita tidak salah langkah. Kita tidak salah dalam melakukan hal-hal yang terkait dengan aktivitas akademik dosen,” jelas Tri.
Setelah mempelajari ilmunya, menambahkan, hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah komitmen untuk melakukannya sesuai dengan etika profesi maupun etika akademik.
Sementara Wakil Rektor IV UMS Prof.Dr.dr. Em Sutrisna, M.Kes., menyampaikan bahwa sebagai dosen UMS, para dosen memiliki integritas akademik tetapi juga integritas pribadi yang melekat pada Al Islam dan kemuhammadiyahan.
“kita tentu semua kalau dipetani (dicari-cari/diteliti) satu per satu, tidak ada dari kita mungkin yang 100% murni integritasnya baik, 100% mungkin tidak ada. Jadi kalau dilihat satu per satu itu ada cacatnya, ada cacatnya begitu kan ya. Tapi kita coba belajar bersama-sama bagaimana kita meng-improve untuk meningkatkan itu,” kata Em.
Ia juga mengajak para dosen UMS untuk ikut berdiskusi dan mulai memetakan diri agar tidak curang pada hal-hal yang menyalahi kewenangan sebagai dosen.
Dalam seminar tersebut, DSDMO UMS menghadirkan Prof. Absori, SH, M.Hum., selaku Ketua Senat sekaligus Guru Besar Fakultas Hukum dan Ilmu Politik. Hadir juga Prof.Ir. Sarjito, MT, Ph.D., IPM., selaku Direktur Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Pubilkasi dan Sentra KI. Dalam pemaparannya, Absori menyebut etika sebagai tingkah laku manusia yang melakukan perbuatan baik atau tindakan yang harus dilakukan manusia sesuai dengan moral atau kelaziman pada umumnya.
“Ini juga berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu atau masyarakat, apakah pekerjaan yang dilakukan sudah benar atau salah, baik atau buruk,” jelas Absori.
Absori juga menjelaskan terkait dengan macam-macam etika profesi dosen di antaranya etika profesi dosen dalam bidang pengajaran, etika profesi dosen dalam bidang penelitian dan publikasi, etika profesi dosen dalam bidang pengabdian pada masyarakat, dan etika profesi dosen dalam bidang AIK (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan).
Sementara Sarjito menyebut bahwa integritas itu adalah karakter yang dipilih atau karakter yang dipilih. Sehingga nanti bisa mengumpulkan karakter-karakter yang baik, itu akan berimplikasi kepada kepercayaan orang.
“Integritas adalah mata uang utama dunia akademik. Kalau kepercayaan hilang, semua pencapaian akademik kehilangan maknanya,” tutur Sarjito.
Dalam penjelasannya, Sarjito menyebut bahwa penggunaan AI atau akal budi dalam dunia akademik bisa digunakan. Tetapi ia menekankan bahwa jika menggunakan AI, AI hanya dapat membantu, bukan mengambil alih tanggung jawab. AI juga digunakan untuk membantu berpikir, bukan menggantikan proses berpikir.
Kontributor: Maysali/Humas
Editor: Nurul Fahri



