Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hisyam dari Sukabumi, Menebar Dakwah di Ibukota Nusantara Kalimantan

Hisyam dari Sukabumi, Menebar Dakwah di Ibukota Nusantara Kalimantan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
  • visibility 207
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Balikpapan – Sebuah desa kecil bernama Desa Cisarua, Sukabumi, Jawa Barat pada tanggal 17 Desember 1999. Lahirlah seorang anak yang kelak akan menjadi salah satu pejuang dakwah di Ibukota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur. Ia bernama Moch Hisyam Ramadhan.

Kini, nama Hisyam tak asing lagi sebagai pendakwah di tanah regional IKN tepatnya mengabdi di Pondok Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan. Selama Ramadhan 1445 H ia bertugas di berbagai daerah di balikpapan dan di Desa Itchi, Penajam Paser Utara, sebagai pendakwah yang bertugas dari Pondok Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan. Hisyam, demikianlah, memulai perjalanannya untuk menebarkan cahaya dakwah Islam.

Belajar di Pondok Pekaderan Muhammadiyah, Pondok Shabran UMS

Sebagaimana banyak anak kecil yang tumbuh besar lainnya, perjalanan pendidikan Hisyam dimulai sama dengan anak-anak lainnya. Dari SD Negeri hingga Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah (MA) ia lalui tumbuh di Pondok Pesantren yang bernama Pondok Modern Assalam Sukabumi. Sejak kecil bekalnya dalam memahami agama sudah ia lalui sedini mungkin.

Di balik itu, tersimpan kerinduan yang besar untuk mendalami Islam lebih jauh. Setelah lulus 6 tahun di Pondok Pesantren, keinginan itu semakin menggelora, hingga secara serius ia mendaftar Pondok Perkaderan Ulama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, yaitu Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) atau yang dikenal dengan Pondok Shabran UMS.

“Saya tidak pernah terbayangkan akan menempuh perkaderan Muhammadiyah secara mendalam melalui Pondok Shabran,” ucap Hisyam. Pondok Shaban UMS, tempat ia menemukan jati dirinya.

Bukan sekadar memahami Islam, ia juga merasakan bagaimana agama harus hidup dalam jiwa dan perilaku. Ilmu yang ia dapatkan menjadi bekal yang tak ternilai harganya. Dengan semangat yang tak pernah pudar, ia mulai menapaki jalannya sebagai seorang pendakwah.

Dari Gunung Kidul Menuju Kalimantan

Pengalaman dakwahnya tak semata dari bangku pembelajaran ruang kelas. Salah satu pengalaman paling membekas di hati Hisyam adalah ketika ia diamanahkan Mubaligh Hijrah Pondok Shabran UMS menjadi imam selama Ramadhan di Gunung Kidul, Yogyakarta. “Itu adalah pengalaman yang sangat berkesan,” ujarnya.

Bukan hanya karena jarak yang jauh dari kampung halaman, tetapi karena di sanalah ia benar-benar merasakan bagaimana Islam menyatukan umat dalam kehangatan Ramadhan, meski masih berumur yang dirasa muda. Namun, Hisyam mampu menyelesaikan amanah tersebut dengan sangat baik.

Tak berhenti perjuangannya, Hisyam juga setelah lulus sarjana mengemban tugas mengabdi selama satu tahun di Regional IKN menjadi pengasuh sekaligus pengajar di Pondok Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan. Kemudian juga bertugas sampai ke Desa Itchi, Penajam Paser Utara.

Mengajar ngaji dan membimbing umat di IKN yang bertugas sebagai utusan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah memberikan pengalaman yang berbeda baginya. Hisyam menjadi saksi bagaimana Islam tumbuh di tengah dinamika kota besar dan juga desa terpencil, sekaligus menjadi pengingat bahwa dakwah tidak mengenal batas geografis.

Mengabdi di Ibu Kota Nusantara Kalimantan

Tahun 2024 menjadi titik balik dalam perjalanan Hisyam. Selepas menyelesaikan Pendidikan di Pondok Shabran dan Sarjana Ilmu Al-Quran dan Tafsir UMS. Ia mendapat amanah untuk menjadi pengasuh dan pengajar tetap di Pondok Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan. Ini bukan sekadar tanggung jawab administratif, tetapi sebuah langkah besar dalam karier dakwahnya. Ia kini bukan lagi santri atau mahasantri, melainkan pengasuh yang harus membimbing generasi penerus dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam sekaligus penggerak Muhammadiyah.

Menjadi pengasuh di usia yang masih muda bukanlah perkara mudah. Hisyam harus memastikan bahwa setiap santri mendapatkan pendidikan yang layak, baik secara akademis maupun spiritual.

“Tugas ini berat, tapi juga mulia. Saya merasakan bagaimana para pengajar saya dahulu berjuang untuk kami, dan sekarang giliran saya untuk membalas kebaikan itu dengan mendidik para santri,” jelasnya penuh semangat.

Daerah Regional IKN, Balikpapan dan Penajam Paser Utara. Tempat yang sedang berkembang pesat karena rencana pemindahan ibu kota negara, menjadi ladang dakwah baru bagi Hisyam. Di sana, sesekali ia bertugas dakwah, tepatnya Desa Itchi yang sangat dekat dengan titik nol IKN.

Setiap hari kesehariannya di Pondok Al-Mujahidin Balikpapan, Hisyam tidak pernah berhenti untuk menyebarkan kebaikan. Mengajar ngaji, mata pelajaran, mengisi kajian, dan membimbing para santri menjadi bagian dari rutinitas yang tak terpisahkan. LDK melalui program dai pengabdian bersama Pondok Shabran UMS. Selalu berkomitmen untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam aqidah.

Tantangan tentu saja ada. Hisyam mengakui bahwa tugas ini tidak mudah. “Ada suka dan duka dalam setiap langkah perjuangan. Namun, keyakinan bahwa Allah selalu bersama kami menjadi sumber kekuatan,” tegas Hisyam.

Penerimaan Masyarakat dengan baik, yang bahkan memberikan kontribusi dalam bentuk materi dan tenaga, menjadi bukti bahwa dakwahnya telah menyentuh hati banyak orang.

Hisyam berharap perjuangan ini akan terus berlanjut, tidak hanya di Kalimantan Timur, tetapi juga di seluruh nusantara. “Saya berharap kita semua selalu mendapat kekuatan dan keistiqomahan di jalan berdakwah dan mengabdi untuk persyarikatan,” tutup Hisyam. Perjalanan ini memang penuh tantangan, tetapi bagi Hisyam, inilah jalan hidupnya.

Redaktur : Najihus Salam

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa KKN Kelompok 09 Desa Purut UMSURA Gelar Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut serta PHBS

    Mahasiswa KKN Kelompok 09 Desa Purut UMSURA Gelar Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut serta PHBS

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 78
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, PROBOLINGGO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 09 Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) menggelar edukasi kesehatan gigi dan mulut serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SD Negeri Purut 1, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi, mulut, dan lingkungan sejak […]

  • 650 Pesilat Tapak Suci Balikpapan Siap Menjadi Generasi Unggul dan Beriman

    650 Pesilat Tapak Suci Balikpapan Siap Menjadi Generasi Unggul dan Beriman

    • calendar_month Minggu, 11 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 96
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan — Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah Pimpinan Daerah 042 Kota Balikpapan sukses menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) selama dua hari, 10–11 Mei 2025. Mengangkat tema “Mewujudkan Ksatria Muslim yang Berakhlak Mulia, Beriman, Nasionalis, dan Berwawasan Global”, kegiatan ini melibatkan 650 peserta yang terdiri dari 357 putra dan 293 putri. Kegiatan […]

  • Golden Ticket Menuju Surga: Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan, Kolaborasi PR IPM Blimbingrejo & PR IPNU IPPNU Blimbingrejo

    Golden Ticket Menuju Surga: Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan, Kolaborasi PR IPM Blimbingrejo & PR IPNU IPPNU Blimbingrejo

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 81
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Blimbingrejo, 6 Maret 2026 – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Blimbingrejo berkolaborasi dengan Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PR IPNU IPPNU) Blimbingrejo menggelar kegiatan berbagi takjil dengan tema “Setetes Berkah, Ramadhan Menjadi Indah.” Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kebersamaan dan semangat kepedulian terhadap […]

  • Hukum Kewajiban Suami Memberi Nafkah kepada Istri

    Hukum Kewajiban Suami Memberi Nafkah kepada Istri

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 154
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Kajian Tarjih Online dengan menghadirkan Yayuli, S.Ag., M.P.I., Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UMS. Kajian tarjih kali ini secara spesifik membahas permasalahan berkenaan dengan hubungan suami-istri dalam perihal kebutuhan ekonomi. Pembahasan Kajian Tarjih kali ini berangkat dari permasalahan yang diajukan salah satu anggota Muhammadiyah kepada Majelis Tarjih […]

  • HealSpace UMS Awali Program Pemberdayaan melalui Sosialisasi di Kecamatan Sambi

    HealSpace UMS Awali Program Pemberdayaan melalui Sosialisasi di Kecamatan Sambi

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 98
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) HealSpace Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengawali rangkaian program pemberdayaan masyarakat dengan menggelar “Sosialisasi Program” yang bertempat di Kantor Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memberikan pemahaman secara komprehensif mengenai tujuan, mekanisme, serta seluruh rangkaian […]

  • Kolaborasi Berkemajuan: ‘Aisyiyah Grogol Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Pelatihan Jenang Krasikan

    Kolaborasi Berkemajuan: ‘Aisyiyah Grogol Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Pelatihan Jenang Krasikan

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 89
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Majelis Pengembangan Kader (MPK) bersama Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Grogol, Sukoharjo, bekerja sama dengan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Pondok menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan pembuatan makanan tradisional jenang krasikan. Kegiatan ini berlangsung di Home Industry Jenang Krasikan Bunga Kamboja, Tangkisan, Sukoharjo (26/7). Pelatihan diikuti oleh 40 anggota pengajian ‘Aisyiyah Ranting Pondok. […]

expand_less