Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sambut Ramadhan, Ahmad Imam Mujadid Rais Tekankan Pentingnya Kesalehan Sosial

Sambut Ramadhan, Ahmad Imam Mujadid Rais Tekankan Pentingnya Kesalehan Sosial

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Jakarta – Menjelang masuknya bulan suci Ramadhan, Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum transformasi diri sekaligus penguatan ketangguhan dan kesejahteraan umat. Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais, dalam agenda ZISKA Talks Tarhib Ramadhan bertema “Tangguh dan Sejahtera: Dari Respon ke Pemulihan Bencana Sumatra” pada Kamis (12/2/26).

Mujadid Rais menjelaskan bahwa pesan utama Ramadhan yang senantiasa bermuara pada nilai ketakwaan harus dimaknai secara luas. Ketakwaan tidak hanya menyangkut aspek spiritual dan individual, tetapi juga berdampak pada etos kerja, integritas, serta tanggung jawab sosial.

“Pesan takwa itu mengajarkan kita untuk tetap berbuat baik dalam keadaan apa pun, baik ada pengawas maupun tidak. Bekerja dengan sungguh-sungguh, menjaga amanah, dan terus memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Namun Ramadhan tidak berhenti pada dimensi individu, melainkan harus menjadi momentum konsolidasi kekuatan sosial umat,” ujarnya.

Mujadid Rais menekankan bahwa program-program Ramadhan seperti pembagian takjil dan kado Ramadhan perlu didesain tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi juga memberdayakan. Pelibatan pelaku UMKM, khususnya ibu-ibu yang sebelumnya mengalami penurunan pesanan, dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal selama Ramadhan.

“Program takjil dan kado Ramadan harus menjadi bagian dari pemberdayaan umat. Kita bisa melibatkan UMKM agar roda ekonomi berputar. Ini wujud nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah memberi dampak berkelanjutan,” katanya.

Lebih lanjut, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat itu menegaskan bahwa zakat merupakan instrumen strategis dalam mewujudkan keadilan sosial. Ia mengingatkan kembali salah satu keputusan penting saat Muktamar Muhammadiyah tahun 1965 di Bandung yang menekankan zakat sebagai instrumen keadilan sosial dan pengentasan kemiskinan.

“Zakat tidak boleh dipahami sebatas penyaluran bantuan. Zakat harus mampu mengubah mustahik menjadi muzakki. Bahkan sejumlah riset menunjukkan zakat berkontribusi pada peningkatan Human Development Index dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Artinya, zakat adalah pilar penting pembangunan bangsa,” tegasnya.

Selain penguatan kesejahteraan, Lazismu juga memberi perhatian serius pada agenda ketangguhan bencana melalui program Indonesia Siaga. Ahmad Imam Mujadid Rais menyampaikan bahwa respons bencana tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat, tetapi harus berlanjut pada rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Komitmen Muhammadiyah adalah hadir paling awal saat bencana dan menjadi yang terakhir meninggalkan lokasi. Kita tidak hanya membuka layanan darurat, tetapi juga memastikan ada program rehab dan rekonstruksi yang berkelanjutan,” jelasnya.

Mujadid Rais memberikan contoh pengalaman penanganan gempa Cianjur, di mana pembangunan fasilitas kesehatan Muhammadiyah tetap dilakukan bertahun-tahun setelah bencana sebagai bentuk komitmen jangka panjang.

Menurutnya, ketangguhan bangsa Indonesia memiliki fondasi kuat pada nilai spiritual dan modal sosial seperti gotong royong. Namun, ketangguhan tersebut juga harus diperkuat dengan sistem mitigasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Nilai gotong royong adalah modal sosial yang luar biasa. Tetapi kita juga perlu membangun sistem mitigasi yang terencana, edukasi kebencanaan, serta teknologi pendukung seperti early warning system. Ketangguhan lahir dari perpaduan iman, solidaritas sosial, dan kesiapsiagaan berbasis ilmu,” ujarnya.

Dalam konteks strategis ke depan, Mujadid Rais memaparkan empat agenda prioritas yang akan menjadi fokus penguatan Lazismu ke depan, yakni penguatan ekosistem zakat nasional, digitalisasi tata kelola, pengembangan model disaster resilience berbasis masjid dan komunitas, serta pengarusutamaan zakat dalam arsitektur kebijakan kesejahteraan nasional.

Pertama, penguatan ekosistem zakat nasional. Zakat harus dikelola dalam kerangka integrasi dan inovasi sosial yang terstruktur agar dampaknya semakin luas dan berkelanjutan.

“Penguatan ekosistem zakat nasional harus dilakukan melalui integrasi antar-lembaga, inovasi program sosial, serta konsolidasi penghimpunan dan pendayagunaan dana. Kita ingin zakat tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi gerakan kolektif yang terhubung dan saling menguatkan,” ujarnya.

Mujadid Rais menegaskan bahwa zakat memiliki potensi besar dalam mendorong transformasi sosial. Oleh karena itu, Lazismu berkomitmen memastikan dana yang dihimpun tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga produktif dan memberdayakan.

“Zakat harus mampu mendorong perubahan status mustahik menjadi muzakki. Inilah esensi pemberdayaan. Kita tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi membangun kemandirian ekonomi umat secara berkelanjutan,” tegasnya.

Kedua, digitalisasi tata kelola dan pelaporan. Mujadid Rais menekankan bahwa profesionalisme dan transparansi merupakan fondasi utama lembaga filantropi modern. Di era transformasi digital, sistem pengelolaan zakat harus adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kita harus memastikan tata kelola filantropi berjalan profesional, transparan, dan akuntabel. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana dana dikelola dan didistribusikan. Dengan sistem digital, pelaporan bisa diakses lebih luas, cepat, dan akurat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa langkah digitalisasi juga bertujuan memperkuat kepercayaan publik dan memperluas partisipasi generasi muda dalam gerakan zakat.

“Kita ingin generasi muda melihat bahwa zakat dikelola dengan standar manajemen yang modern. Transparansi akan melahirkan kepercayaan, dan kepercayaan adalah modal sosial terbesar dalam penguatan filantropi,” katanya.

Ketiga, pengembangan model disaster resilience berbasis masjid dan komunitas Muhammadiyah. Menurut Mujadid Rais, Indonesia sebagai negara rawan bencana membutuhkan sistem ketangguhan yang tidak hanya responsif, tetapi juga preventif dan berbasis komunitas.

“Masjid harus menjadi pusat penguatan sosial, ekonomi, sekaligus kebencanaan. Kita ingin membangun model disaster resilience berbasis komunitas, sehingga masyarakat tidak hanya siap merespons bencana, tetapi juga memiliki kapasitas mitigasi dan pemulihan yang terencana,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa komitmen Muhammadiyah adalah hadir sejak awal bencana hingga fase rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Respons kebencanaan tidak boleh berhenti pada tanggap darurat. Kita harus memastikan ada program rehabilitasi dan rekonstruksi yang berkelanjutan. Ketangguhan lahir dari kesiapsiagaan, edukasi kebencanaan, dan dukungan sistem berbasis ilmu pengetahuan serta teknologi,” tambahnya.

Keempat, pengarusutamaan zakat dalam kebijakan kesejahteraan nasional. Mujadid Rais menilai bahwa zakat memiliki posisi strategis dalam arsitektur pembangunan nasional, khususnya dalam mendorong keadilan sosial.

“Kita perlu mendorong agar zakat semakin diakui sebagai bagian dari arsitektur kebijakan kesejahteraan nasional. Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen ekonomi yang mampu memperkuat sistem perlindungan sosial dan mendukung pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya.

(Media dan Publikasi Lazismu PP Muhammadiyah/Soleh)

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah Stunting Berbasis Keluarga, PPK Ormawa PRISMA UMS Gandeng Pemkab Sukoharjo Perkuat Pendampingan 1.000 HPK

    Cegah Stunting Berbasis Keluarga, PPK Ormawa PRISMA UMS Gandeng Pemkab Sukoharjo Perkuat Pendampingan 1.000 HPK

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sukoharjo terus diperkuat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Unit Kegiatan Mahasiswa Pengembangan Prestasi dan Riset Mahasiswa (UKM PRISMA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo untuk mengembangkan program pencegahan stunting berbasis keluarga di Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Program […]

  • Ketua PCIM Maroko: Kurban Adalah Momentum Menyembelih Ambisi dan Meneguhkan Amanah

    Ketua PCIM Maroko: Kurban Adalah Momentum Menyembelih Ambisi dan Meneguhkan Amanah

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 18
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan – Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Maroko, Faisal Maulana, menegaskan bahwa Hari Raya Iduladha tidak hanya mengajarkan tentang pengorbanan materi, tetapi juga menjadi momentum untuk menyembelih ambisi, ego, dan nafsu kekuasaan yang sering kali menjauhkan manusia dari nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan. Pesan tersebut disampaikan Faisal saat menjadi narasumber utama dalam Diskusi Panel […]

  • Wie sicher ist mein Geld bei Midas Luck Casino?

    Wie sicher ist mein Geld bei Midas Luck Casino?

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Das midasluck casino hat sich in der Online-Glücksspielszene schnell einen Namen gemacht. Spieler, die sich für diese Plattform entscheiden, stellen sich oft die Frage: Wie sicher ist mein Geld bei Midas Luck Casino? Im folgenden Artikel werden die Sicherheitsmaßnahmen, die Lizenzierung sowie die Zahlungsmethoden dieses Casinos im Detail beleuchtet. Sicherheitsmaßnahmen und Datenschutz Midas Luck Casino […]

  • Penyaluran Family Kit dan School Kit, Muhammadiyah Bantu Pemulihan Warga Pascabanjir di Martapura

    Penyaluran Family Kit dan School Kit, Muhammadiyah Bantu Pemulihan Warga Pascabanjir di Martapura

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 20
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID Martapura — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir kembali ditunjukkan oleh Muhammadiyah melalui aksi nyata penyaluran bantuan kemanusiaan. Pada Jumat (10/04), bantuan berupa family kit dan school kit disalurkan kepada SD Muhammadiyah, MTs Muhammadiyah, serta Panti Putera Muhammadiyah Martapura. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 178 paket family kit dan 178 paket school kit didistribusikan kepada masyarakat […]

  • Banggakan Sekolah, Siswa MA Muhammadiyah Seri Kembang Sabet Juara di Kejuaraan O2SN

    Banggakan Sekolah, Siswa MA Muhammadiyah Seri Kembang Sabet Juara di Kejuaraan O2SN

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMU.ID, OGAN ILIR – Riski Ramadan, siswa kelas X MA Muhammadiyah Seri Kembang, sukses menorehkan prestasi gemilang. Ia berhasil mendapatkan juara satu dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang bulu tangkis yang bertempat di Balai Desa Salatiga, Indralaya tingkat SMA/Sederajat se-Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (21/5). perjalanan riski dalam pertandingan ini diraih setelah melakukan pertandingan […]

  • REPUBLIK DI AMBANG TURBULENSI: RAKYAT DIPERAS KRISIS EKONOMI, ELITE SIBUK KONSOLIDASI KEKUASAAN!

    REPUBLIK DI AMBANG TURBULENSI: RAKYAT DIPERAS KRISIS EKONOMI, ELITE SIBUK KONSOLIDASI KEKUASAAN!

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 20
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SIDOARJO, 11 JUNI 2026 – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Sidoarjo telah melakukan diskusi dan kajian di tengah fenomena hiruk pikuk perpolitikan negeri ini, dan menyatakan sikap mosi tidak percaya terhadap arah kebijakan ekonomi dan legislasi nasional hari ini. Melalui kajian literatur mendalam yang digelar hari ini, IMM Sidoarjo menyoroti akumulasi krisis […]

expand_less