Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Cegah Stunting Berbasis Keluarga, PPK Ormawa PRISMA UMS Gandeng Pemkab Sukoharjo Perkuat Pendampingan 1.000 HPK

Cegah Stunting Berbasis Keluarga, PPK Ormawa PRISMA UMS Gandeng Pemkab Sukoharjo Perkuat Pendampingan 1.000 HPK

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
  • visibility 118
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID SURAKARTA – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sukoharjo terus diperkuat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Unit Kegiatan Mahasiswa Pengembangan Prestasi dan Riset Mahasiswa (UKM PRISMA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo untuk mengembangkan program pencegahan stunting berbasis keluarga di Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo.

Program tersebut dilaksanakan melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dengan pendekatan pendampingan keluarga sejak masa pranikah hingga periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Sasaran program meliputi calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga yang memiliki balita.

Berdasarkan data tahun 2026, sebanyak 37 dari 266 balita di Desa Blimbing mengalami stunting atau mencapai 13,91 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Kecamatan Gatak yang berada pada angka 10,97 persen. Selain itu, persoalan kesehatan lingkungan juga menjadi perhatian setelah UPT Puskesmas Gatak mencatat 175 kasus diare akut sepanjang 2025, yang dipengaruhi oleh sanitasi lingkungan yang belum optimal serta perlunya penguatan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Untuk memperkuat sinergi lintas sektor, Tim PPK Ormawa UKM PRISMA UMS menggelar audiensi bersama Pemkab Sukoharjo, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sukoharjo pada Kamis (23/7/2026). Pertemuan tersebut membahas penyelarasan program mahasiswa dengan kebijakan pemerintah daerah, dukungan data, pelibatan tenaga kesehatan dan kader, hingga strategi keberlanjutan program setelah masa PPK Ormawa berakhir.

Ketua Tim PPK Ormawa UKM PRISMA UMS, Rengga Prayoga, menegaskan bahwa penanganan stunting memerlukan kolaborasi berbagai pihak agar dampaknya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

“Kami berharap kolaborasi dengan Pemkab Sukoharjo, Dinas Kesehatan, dan DPPKBP3A dapat memperkuat dampak dan keberlanjutan program ini,” ujar Rengga, Selasa (4/8/2026).

Ia menjelaskan, program tidak hanya berfokus pada edukasi gizi, tetapi juga mengintegrasikan berbagai intervensi yang menyentuh akar persoalan kesehatan keluarga. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi Kelas Ibu Atasi Diare (KIAD), penyediaan fasilitas cuci tangan pakai sabun melalui program SEKAKI, gerakan gotong royong RINDANG, sosialisasi PHBS, hingga penguatan peran ayah dalam pencegahan stunting dan pemeliharaan kesehatan keluarga.

Dosen pendamping PPK Ormawa UKM PRISMA UMS, Muhammad Al Fatih Hendrawan, S.T., M.T., menilai keterlibatan pemerintah daerah menjadi faktor penting agar program pemberdayaan masyarakat dapat terus berjalan meskipun masa pendanaan telah selesai.

“Sinergi dengan dinas terkait dapat memperkuat mutu pelaksanaan sekaligus membuka peluang agar kegiatan dapat dilanjutkan oleh pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat setelah program PPK Ormawa selesai,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi tersebut, lanjutnya, PPK Ormawa UKM PRISMA UMS berharap program ini mampu meningkatkan pengetahuan dan perilaku keluarga dalam menjaga kesehatan, memperkuat praktik hidup bersih dan sehat, menurunkan angka stunting dan kasus diare, sekaligus menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Sukoharjo.

Sementara itu, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Sukoharjo, Sumini, menyampaikan bahwa pendampingan keluarga sejak masa calon pengantin hingga anak berusia dua tahun telah dijalankan melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) di seluruh desa. Menurutnya, program yang diinisiasi mahasiswa UMS selaras dengan upaya pemerintah daerah sehingga berpotensi memperkuat efektivitas intervensi yang telah berjalan.

Ia menjelaskan, Kabupaten Sukoharjo memiliki sekitar 2.100 anggota Tim Pendamping Keluarga. Khusus di Desa Blimbing, pendampingan dilakukan oleh tiga tim yang masing-masing terdiri atas tiga orang, termasuk bidan desa. Selain itu, Kecamatan Gatak juga didukung enam petugas Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) yang membina 14 desa.

Apresiasi juga disampaikan oleh Plt. Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, yang menilai program PPK Ormawa UKM PRISMA UMS sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Pemkab Sukoharjo sendiri siap memfasilitasi koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, melibatkan tenaga kesehatan, kader PPKBD, serta PKK, menyediakan data pendukung, dan mendampingi implementasi program di lapangan.

Sebagai tindak lanjut, Tim PPK Ormawa bersama bidan desa, PKK, Kelompok Wanita Tani, dan Karang Taruna Desa Blimbing menyepakati penguatan peran ayah dalam pengasuhan serta pembahasan kegiatan keluarga sehat. Forum koordinasi rutin juga akan dibentuk dengan melibatkan PPKBD, tenaga kesehatan, dan perangkat desa guna memastikan program berjalan secara berkelanjutan. (Fika/Humas)

Editor: Muhamma Farhan

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dianugerahi Penghargaan Tenaga Medis Teladan, Jejak Corona dan Misi Kemanusiaan Bersama Lazismu-MuhammadiyahAid

    Dianugerahi Penghargaan Tenaga Medis Teladan, Jejak Corona dan Misi Kemanusiaan Bersama Lazismu-MuhammadiyahAid

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 233
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Dokter Corona Rintawan, tenaga medis dan dokter kemanusiaan. Alter ego, dua sisi yang menyatu dalam diri seorang pria kelahiran Surabaya itu. Sosok unik yang jarang ditemui dalam persyarikatan Muhammadiyah pada misi kemanusiaan. Citra humanis spesialis emergensi itu sudah tidak diragukan lagi. Sosoknya dianugerahi penghargaan sebagai Tenaga Medis Kategori Penanggulangan Krisis Kesehatan Tahun […]

  • Menguak Buku Pendidikan Kaum Tertindas

    Menguak Buku Pendidikan Kaum Tertindas

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 642
    • 0Komentar

    Oleh : Fellania Dwinanta puspitasari  (202110230311012) Secara umum pendidikan adalah sarana untuk mendapatkan suatu ilmu pengetahuan yang diharapkan akan  berguna di kehidupan kelak. Selain itu pendidikan merupakan hal yang wajib bagi umat manusia khususnya di Indonesia. Hal tersebut juga tertulis di pembukaan UUD bahwa Negara berjanji untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Yang artinya masyarakat berhak untuk […]

  • UNILA Libatkan MDMC Wilayah Lampung dalam Mitigasi Pasca-Bencana di Desa Kunjir

    UNILA Libatkan MDMC Wilayah Lampung dalam Mitigasi Pasca-Bencana di Desa Kunjir

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 170
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lampung Selatan – Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung atau dikenal dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Wilayah Lampung terlibat pada keegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Institusi Universitas Lampung. Pada Sabtu, 19 Oktober 2024 di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan […]

  • Ketika Cinta Tak Lagi Cukup untuk Bertahan di Organisasi

    Ketika Cinta Tak Lagi Cukup untuk Bertahan di Organisasi

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Oleh : Muhammad Indra, Ketua Umum PW IPM Kalimantan Timur Banyak dari kita bergabung ke sebuah organisasi karena rasa cinta pada orang-orang di dalamnya. Ide tentang perubahan yang bisa diciptakan bersama cinta membuat kita rela begadang demi program kerja, menunda urusan pribadi demi rapat tak berujung, dan tetap bertahan meski lelah menggerogoti dari dalam. Tapi ada […]

  • Lazismu Tinjau Bantuan Bagi Palestina di Al Khair Warehouse, Mesir

    Lazismu Tinjau Bantuan Bagi Palestina di Al Khair Warehouse, Mesir

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 133
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Mesir – Bangun semangat solidaritas dan kepedulian antar sesama, Lazismu bersama sejumlah lembaga zakat dari Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat Palestina. Al-Khair Warehouse di Kairo, Mesir, sebuah gerakan kemanusiaan besar menjadi mitra untuk mempersiapkan pengiriman bantuan. Bantuan berupa alat-alat kebersihan, paket persiapan iftar Ramadan 2025, serta kebutuhan musim dingin seperti tenda, matras, […]

  • UMS Perkenalkan Dua Calon Guru Besar Baru Menjelang Prosesi Pengukuhan

    UMS Perkenalkan Dua Calon Guru Besar Baru Menjelang Prosesi Pengukuhan

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 101
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar jumpa pers pengenalan calon guru besar di Dapur Solo, Rabu (18/6), sehari menjelang agenda pengukuhan resmi. Acara ini menjadi ruang bagi kedua akademisi untuk memperkenalkan diri, membagikan perjalanan keilmuannya, dan menyampaikan gagasan besar yang mereka usung dalam bidang masing-masing. Keduanya adalah Prof. Dr. Eny Purwandari, S.Psi., yang […]

expand_less