Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hari Kedua Beasiswa Liputan Jurnalisme Pemuda Lintas Iman Kota Bandung: Menggali Akar Krisis Iklim dari Kehidupan Sehari-hari

Hari Kedua Beasiswa Liputan Jurnalisme Pemuda Lintas Iman Kota Bandung: Menggali Akar Krisis Iklim dari Kehidupan Sehari-hari

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Bandung — Kegiatan hari kedua program Beasiswa Liputan Jurnalisme Pemuda Lintas Iman tentang Keadilan Iklim berlangsung dengan penuh semangat dan kesadaran kritis. Dengan mengupas dampak nyata perubahan iklim di kehidupan sehari-hari, sesi ini membuka ruang diskusi yang hangat di antara peserta dari berbagai latar belakang iman dan komunitas. Mereka saling berbagi perspektif tentang bagaimana komunitasnya mengalami dampak-dampak tersebut dan strategi yang bisa dilakukan untuk merespons krisis iklim secara kolektif dan adil.

Pertemuan yang diadakan secara daring pada 13 Juni 2025 ini, dilaksanakan oleh Eco Bhinneka Muhammadiyah Jawa Barat bekerja sama dengan BandungBergerak sebagai bagian dari rangkaian program SMILE (Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism).

Hari kedua ini semakin memperkuat semangat kolaborasi lintas iman dan lintas sektor dalam menyuarakan isu keadilan iklim melalui media dan jurnalisme. Para peserta tidak hanya diajak memahami data dan dampak, tetapi juga mendorong empati dan aksi nyata melalui narasi yang kuat dan berpihak pada kelompok rentan.

Tini Martini Tapran, Ketua Yayasan Generasi Semangat Selalu Ikhlas (GSSI) dan Project Manager “Ketapang Kita”, turut menguatkan pentingnya advokasi dari akar rumput untuk keadilan iklim. Ia menekankan bahwa strategi advokasi harus dibangun dari pengalaman lokal yang kuat dan relevan. “Alam memiliki sistem yang tersusun sedemikian rupa sehingga dapat berlangsung terus-menerus. Tapi sekarang, kita harus tanya: bagaimana kita bisa menyuarakan pengalaman komunitas ke pemegang kebijakan?” ujarnya.

Ia juga mengajak peserta untuk memulai dari diri sendiri, menghemat energi, mengurangi sampah, dan menanam pohon. “Edukasi keluarga dan komunitas di masjid, kampus, dan media sosial, lalu bergabunglah dalam gerakan lingkungan. Ingat, bumi ini bukan warisan. Kita hanya meminjam. Kalau meminjam, harus dikembalikan dalam keadaan baik, bukan rusak,” tutup Tini dengan penuh makna.

Salah satu sesi yang mencuri perhatian peserta adalah pemaparan dari Rikrik Suharyadi dari Yaksa Pelestari Bumi Berkelanjutan (YPBB), yang menyoroti secara lugas bagaimana perubahan iklim tidak hanya soal cuaca makin panas, tetapi berdampak langsung pada kehidupan masyarakat sehari-hari.

Dalam pemaparannya, Rikrik menjelaskan bahwa perubahan iklim telah menyebabkan harga pangan melonjak, ekonomi terguncang, kesehatan masyarakat terganggu, dan kesenjangan sosial semakin melebar. “Perubahan iklim bukan cuma soal cuaca makin panas. Dampaknya langsung terasa di hidup kita sehari-hari,” ujarnya sambil menunjukkan infografik visual yang menggugah.

Lebih lanjut, Rikrik menekankan pentingnya pengelolaan sampah sebagai bagian dari aksi nyata menghadapi krisis iklim. “Mari kita mulai kelola sampah di lingkungan masing-masing bersama komunitas, seperti di rumah ibadah, karena itu murah, hemat energi, dan berdampak rendah terhadap lingkungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa tempat pembuangan akhir (TPA) seharusnya menjadi opsi terakhir. Oleh karena itu, masyarakat perlu mencari cara agar sampah organik tidak berakhir di TPA, seperti dengan mengolahnya di kawasan sendiri melalui sistem pengomposan terdesentralisasi atau memanfaatkan fasilitas pengolahan yang sudah ada. “Kuncinya adalah mengurangi sampah organik dari sumbernya—dari rumah tangga. Dengan begitu, kita bisa secara signifikan meminimalkan kontribusi sampah terhadap perubahan iklim,” tegas Rikrik.

Workshop ini diawali dengan pembukaan pendaftaran dan seleksi beasiswa liputan pada 21 Mei – 7 Juni 2025. Sebanyak 16 peserta terpilih telah diumumkan pada 11 Juni 2025, terdiri dari 8 laki-laki dan 8 perempuan dengan latar belakang agama dan organisasi kepemudaan yang beragam di Kota Bandung. Pelatihan dibagi menjadi dua tahap: sesi daring pada 12-13 Juni 2025 untuk pembekalan teori lintas iman dan keadilan iklim, serta sesi luring pada 22 Juni 2025 untuk materi jurnalistik dan praktik langsung di lapangan.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Karya hingga Etalase Digital, PKM-PM UMS Bekali Guru SLB Dampingi Siswa Berwirausaha

    Dari Karya hingga Etalase Digital, PKM-PM UMS Bekali Guru SLB Dampingi Siswa Berwirausaha

    • calendar_month 6 jam yang lalu
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat keberlanjutan program Difabel Berwirausaha. Program itu bertajuk “Edukasi Kewirausahaan Digital Berbasis Pengalaman dengan Piktogram melalui pelatihan bagi guru SLB Anugerah Karanganyar”. Dosen pendamping, Ika Candra Sayekti, S.Pd., M.Pd., memaparkan bahwa kegiatan tersebut mendorong guru agar mampu melanjutkan pemanfaatan media […]

  • Madrasah Ahmad Dahlan Hadir di Karanglewas, Perkuat Kader Militan dan Berwawasan Kebangsaan

    Madrasah Ahmad Dahlan Hadir di Karanglewas, Perkuat Kader Militan dan Berwawasan Kebangsaan

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, BANYUMAS – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karanglewas telah melaksanakan launching Madrasah Ahmad Dahlan di SMP Muhammadiyah 1 Karanglewas pada Sabtu (20/12/2025). Madrasah ini dihadirkan sebagai upaya memperkuat pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, khususnya dalam pembinaan akhlak, keagamaan, dan kaderisasi Muhammadiyah. Inisiator madrasah, Subekti Ridho, menyampaikan bahwa pendirian Madrasah Ahmad Dahlan berangkat dari keprihatinan terhadap kaderisasi […]

  • Konferensi ICETIA-RAPI 2025 Dorong Solusi Teknik Berkelanjutan untuk Infrastruktur, Energi, dan Mobilitas Perkotaan

    Konferensi ICETIA-RAPI 2025 Dorong Solusi Teknik Berkelanjutan untuk Infrastruktur, Energi, dan Mobilitas Perkotaan

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan International Conference on Engineering, Technology, and Industrial Application ke-12 (ICETIA) dan Konferensi Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri ke-24 (RAPI), yang diselenggarakan secara hybrid di Gedung Auditorium Mohammad Djazman, Kamis (4/12). Konferensi internasional ini mengusung tema Engineering The Future: Sustainable Infrastructure, Energy, and Mobility for […]

  • Civitas Akademika UM Metro Lampung Gelar Aksi Peduli Demokrasi

    Civitas Akademika UM Metro Lampung Gelar Aksi Peduli Demokrasi

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 248
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Metro – Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah (UM) Metro menggelar aksi peduli demokrasi pada hari Selasa, 6 Februari 2024. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi demokrasi di Indonesia yang dianggap semakin memprihatinkan. Aksi ini dimulai dengan pembacaan petisi yang berisi 7 tuntutan kepada pemerintah. Tuntutan tersebut antara lain: ~ Kembalikan Netralitas dan Etika […]

  • Sepuluh Titik Layanan Muhammadiyah Untuk Gempa Bumi Flores

    Sepuluh Titik Layanan Muhammadiyah Untuk Gempa Bumi Flores

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Flores – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mengaktifkan 10 titik pos pelayanan untuk memperkuat respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur. Pos pelayanan tersebut disiapkan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan warga dapat ditangani sesuai kondisi di lapangan. Pos pelayanan Muhammadiyah memberikan sejumlah layanan, meliputi kesehatan, dukungan […]

  • FKIP UMS Gelar Konferensi Internasional, Bahas Inovasi Pendidikan Berbasis Teknologi

    FKIP UMS Gelar Konferensi Internasional, Bahas Inovasi Pendidikan Berbasis Teknologi

    • calendar_month Sabtu, 7 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 158
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan International Conference on Learning and Advanced Education (ICOLAE) 2024, konferensi pendidikan berskala internasional. Acara ini digelar pada Sabtu, (7/12) yang dilakukan secara hybrid yaitu secara luring bertempat di Auditorium Mohamad Djazman, Kampus I UMS dan melalui Zoom Meeting. Pada tahun […]

expand_less