
KABARMUH,ID. SURAKARTA – Sebagai bentuk apresiasi bagi calon wisudawan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Gathering Malibujari (Mahasiswa Lintas Budaya Luar Jawa dan Luar Negeri) yang dihadiri oleh mahasiswa yang berasal dari 21 provinsi di Indonesia dan mahasiswa luar negeri diantaranya, Algeria, Madagascar, dan Palestine, Jumat (19/12).
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., beserta ajaran pimpinan UMS lainnya turut hadir menyambut hangat para tamu undangan di Hall Gedung Induk Siti walidah UMS. Dalam sambutannya, harun menyampaikan komitmen UMS dalam mendukung pendidikan di Indonesia dengan memberikan beasiswa kepada mahasiswa melalui skema tertentu.
“UMS setiap tahun memberikan beasiswa dengan total 44 miliar rupiah,” jelas Rektor mengenai total biaya beasiswa setiap tahunnya.
Program beasiswa ini menjadi pelengkap bantuan beasiswa oleh pemerintah dan beasiswa perusahaan, dengan menerapkan sistem kemitraan keluarga yang dapat membuka peluang secara lebih luas bagi mahasiswa dalam menempuh pendidikan tinggi.
Selain itu, Harun menegaskan bahwa UMS menjadi kampus swasta di Indonesia yang telah terakreditasi unggul dengan program studi terlengkap. Baru-baru ini UMS berhasil meraih empat penghargaan, diantaranya pada kategori Dosen Berdampak, Pengelolaan Beasiswa KNB Terbaik Perguruan Tinggi Swasta Terbaik, Media Sosial Perguruan Tinggi Swasta, dan Laman Perguruan Tinggi Swasta.
Dalam acara Malibujari kali ini terungkap bahwa banyak mahasiswa yang terdaftar dari luar pulau jawa. Hal ini menunjukan daya tarik UMS sebagai kampus pilihan bagi mahasiswa Indonesia.
“Yang dari luar Solo hanya sekitar 96%, yang dari Jawa Tengah ternyata hanya di Angka 73%, selebihnya dari luar Jawa,” ungkap Harun.
Malam penuh kebersamaan ini ikut dimeriahkan oleh penampilan My UMS Band Reborn yang menghangatkan suasana dengan penampilan yang menyenangkan. Para tamu undangan menikmati berbagai macam hidangan khas kota Solo yang telah disajikan sembari mengobrol memanfaatkan momen tersebut untuk mempererat tali silaturahmi.
Aisyah Shinta Balqis, sebagai salah satu calon wisudawati program Magister Informatika, yang turut hadir dalam Malibujari. Mahasiswi asal Sulawesi Barat ini berhasil menyelesaikan masa studi S2 dalam kurun waktu 1 tahun 11 bulan dengan perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,7.
“Kuliah UMS sangat menyayangkan, fasilitasnya sangat lengkap banget dan sangat memudahkan mahasiswa-mahasiswa dari luar-luar pulau Jawa untuk menempuh pendidikan di pulau Jawa ini. Jadi UMS sangat jadi rumah bagi mahasiswa-mahasiswa dari luar Jawa,” tuturnya.

Ketika berkuliah di UMS, ia mendapatkan beasiswa Kader Muhammadiyah dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Kedepannya, Aisyah berencana mengejar karier sebagai dosen untuk menyebarkan ilmu yang telah diperoleh semasa kuliah dengan menjadi dosen.
Keberhasilan Aisyah merupakan suatu kebanggaan bagi orang tuanya. Dengan penuh haru, Lis Anriani, Ibunda mahasiswi itu mengungkapkan bahwa Aisyah merupakan anak dengan pendidikan tertinggi di antara anggota keluarga lainnya.
“Ya tentu sebagai orangtua itu saya sangat bangga, karena anak saya bisa lulus dengan baik, dan menghabiskan masa studi yang menurut saya itu cukup singkat,” ujarnya.
Penutupan acara ditandai dengan dokumentasi yang mengabadikan kebahagiaan calon wisudawan, para keluarga, dan sivitas akademika UMS.
Kehangatan yang tercipta membuktikan bahwa UMS bukan hanya sekedar tempat menimba ilmu, melainkan juga menjadi rumah yang inklusif bagi mahasiswa dari Sabang sampai Merauke. (Roselia/Humas)
Editor: Unaise Albunayya



