Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tim IMM FK UMS Lolos Program PPK Ormawa 2025, Fokus Pencegahan Katarak di Desa Sanggung

Tim IMM FK UMS Lolos Program PPK Ormawa 2025, Fokus Pencegahan Katarak di Desa Sanggung

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 57
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Ar-Razi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) berhasil meloloskan program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) tahun 2025. Program ini mengangkat topik kesehatan mata dengan fokus pada pencegahan kebutaan akibat katarak melalui edukasi dan deteksi dini di Desa Sanggung, Sukoharjo.

Ketua Umum PK IMM Ar-Razi, Pradestya Achmad Sulthon, mengungkapkan bahwa program ini lahir dari inisiatif internal, bukan hasil perencanaan dari awal. “Program ini tidak ada dalam rencana awal kami. Tapi dari semangat teman-teman, terutama setelah mendapat motivasi dari kegiatan pelatihan kepemimpinan, kami tergerak untuk mencoba. Alhamdulillah, akhirnya bisa lolos pendanaan,” ungkap Sulthon, Jumat (1/8).

Menurutnya, IMM Ar-Razi terinspirasi dari peluang yang dibuka dalam skema PPK Ormawa dan merasa bahwa Fakultas Kedokteran, dengan basis keilmuan dan sebagai kader IMM, seharusnya mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat. Sebelumnya, IMM Ar-Razi juga sempat mencoba mendaftar program serupa namun belum berhasil.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa, Revalina Adinda Zakaria, menyampaikan bahwa ide utama program ini justru berasal dari arahan ketua umum IMM. Program yang diusung berjudul “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Kebutaan Melalui Deteksi Dini dan Edukasi Katarak dengan Snellen Chart Portable di Desa Sanggung”.

“Pemilihan topik ini terinspirasi dari pengalaman kuliah blok mata, di mana kami turun langsung ke masyarakat. Di Desa Sanggung, kami menemukan prevalensi katarak cukup tinggi di kalangan lansia,” jelas Adinda.

Program ini mencakup enam bentuk intervensi, yaitu:

1. Cahaya Sehat– Penyuluhan kepada kelompok lansia dan kelompok berisiko tinggi, disertai pre-test dan post-test.
2. Kit Mata Mandiri – Produksi Snellen Chart Kit Portable untuk deteksi dini gangguan penglihatan.
3. Kader Siaga Visus – Pelatihan kader desa dalam membaca dan menggunakan Snellen Chart secara mandiri.
4. Rujuk Mata Terarah – Penyusunan sistem rujukan kesehatan mata dari desa ke fasilitas kesehatan lanjutan.
5. Baca Sehat – Penyusunan booklet edukatif tentang kesehatan mata untuk posyandu lansia.
6. Safari Visus – Pemeriksaan mata massal yang dilakukan oleh kader bersama dokter spesialis mata.

Adinda menyampaikan bahwa sejauh ini tim sudah membentuk divisi media dan komunikasi, menghadiri workshop kampus, membangun media sosial seperti Instagram dan YouTube, serta mulai merancang alat bantu pemeriksaan secara mandiri dengan vendor lokal.

Dalam waktu dekat, tim akan mengadakan sosialisasi program di Desa Sanggung sebagai langkah awal intervensi lapangan.

Adinda menyampaikan harapannya agar program ini tidak berhenti pada pelaksanaan tahun ini. “Saya berharap program ini memberikan dampak nyata dan bisa terus berkelanjutan, tidak hanya selesai sampai bulan Oktober nanti,” katanya.

Hal senada disampaikan Sulthon. Ia berharap IMM Ar-Razi bisa terus melanjutkan tradisi prestasi dan pengabdian kepada masyarakat melalui program-program serupa.

“Lansia selama ini hanya dicek GCU dan tekanan darah. Padahal kesehatan mata juga sangat penting. Semoga program ini jadi contoh dan bisa direplikasi ke daerah lain,” tutup Sulthon. (Fika/Humas)

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mendikdasmen Abdul Mu’ti Terima Penghargaan “75 Tokoh Pamomong Jawa Tengah” dari Suara Merdeka Network

    Mendikdasmen Abdul Mu’ti Terima Penghargaan “75 Tokoh Pamomong Jawa Tengah” dari Suara Merdeka Network

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 55
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Semarang — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menerima apresiasi sebagai salah satu dari 75 Tokoh Pamomong Jawa Tengah dalam peringatan HUT ke-75 Suara Merdeka yang diselenggarakan di Kota Semarang. Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya dalam mendorong pendidikan melalui pendekatan humanis dan kolaboratif. Acara ini sekaligus menjadi penegas bahwa kemajuan suatu daerah […]

  • Apa Kabar Mahasiswa?

    Apa Kabar Mahasiswa?

    • calendar_month Sabtu, 20 Apr 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 573
    • 0Komentar

    Oleh: Teguh Jairyanur Akbar, Ketua Umum IMM FEB UMS “Kau ingin jadi apa? pengacara, untuk mempertahankan hukum kaum kaya, yang secara inheren tidak adil? dokter, untuk menjaga kesehatan kaum kaya, dan menganjurkan makanan yang sehat, udara yang baik, dan waktu istirahat kepada mereka yang memangsa kaum miskin? arsitek, untuk membangun rumah nyaman untuk tuan tanah? […]

  • Health Innovation Hackathon 2026, UMS Buka Peluang bagi Peserta Multidisiplin

    Health Innovation Hackathon 2026, UMS Buka Peluang bagi Peserta Multidisiplin

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle Nurul Fahri Friyanda
    • visibility 199
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk pertama kalinya menjadi penyelenggara program Hackathon 2026 yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Melalui program bertajuk Health Innovation Hackathon 2026, UMS mendorong pengembangan solusi inovatif berbasis teknologi untuk menjawab permasalahan nyata di bidang kesehatan, obat, dan industri. Ketua Tim Task Force Program Hackathon 2026 […]

  • SMP Muhammadiyah 1 Ponorogo Raih Prestasi di Perlombaan Dinas Pendidikan Ponorogo

    SMP Muhammadiyah 1 Ponorogo Raih Prestasi di Perlombaan Dinas Pendidikan Ponorogo

    • calendar_month Senin, 2 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 163
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Ponorogo – Tim Pondok Pesantren Tahfidzul Quran (PPTQ) Ahmad Dahlan yang mewakili SMP Muhammadiyah 1 Ponorogo berhasil menunjukkan prestasi gemilang dalam perlombaan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Ponorogo pada 21 November 2024. Perlombaan ini melibatkan berbagai sekolah dari seluruh Kabupaten Ponorogo, dengan kategori MHQ, MTQ, LPP, LCC, dan LKI. Tim PPTQ Ahmad Dahlan yang […]

  • Capai 97% Target Hafalan, Ketua ASLAMA PTMA Berikan Apresiasi Pada Haflah Akhiris Sanah Program I’dad Pondok Shabran UMS

    Capai 97% Target Hafalan, Ketua ASLAMA PTMA Berikan Apresiasi Pada Haflah Akhiris Sanah Program I’dad Pondok Shabran UMS

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 100
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Suasana haru menyelimuti Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) saat Pondok Shabran UMS menyelenggarakan Haflah Akhirissanah Program I’dad Angkatan 2025, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya masa pembinaan intensif selama satu tahun bagi para mahasantri yang fokus pada tahfiz al-Qur’an dan Bahasa Arab. Program I’dad Angkatan 2025 […]

  • Ultimatum Lembaga Pendidikan  Aman: Dari Jeritan Korban Perundungan ke Agenda Prioritas yang Tak Boleh Ditunda

    Ultimatum Lembaga Pendidikan  Aman: Dari Jeritan Korban Perundungan ke Agenda Prioritas yang Tak Boleh Ditunda

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Fahdhi Fauzi Akbar (Mahasiswa Progam Doktor Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka Jakarta) Melihat kabar berita beberapa pekan belakang Indonesia sedang tidak baik, seperti politik ,kriminal, korupsi dan masih lain lain. Pendidikan pun tidak lepas dari isu isu atau berita yang negatif mulai dari kasus pegawai negeri sipil yang diberhentikan oleh pemerintah karena membantu guru honor […]

expand_less