Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tim UMS Raih Gold Award Internasional Berkat Inovasi MoriFresh untuk Luka Diabetes

Tim UMS Raih Gold Award Internasional Berkat Inovasi MoriFresh untuk Luka Diabetes

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • visibility 53
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Tim mahasiswa lintas program studi berhasil meraih Gold Award dalam kompetisi inovasi internasional di Malaysia melalui pengembangan MoriFresh (Moringa and Neem Nano Spray), sebuah inovasi nanospray berbahan ekstrak daun kelor dan daun mimba yang dirancang untuk membantu perawatan luka diabetes.

Tim ini diketuai oleh mahasiswa Program Studi Psikologi, Muhammad Raihan Arrasyid. Ia bersama rekannya dari berbagai disiplin ilmu, yakni Taqiyyah Nurul ‘Azzah (Fisioterapi), Irfan Malik Tamroini (Pendidikan Agama Islam), Hanin Shohwati Muthi’ah dan Sri Kusuma Dewi (Farmasi), serta Alfa Utami (Psikologi) mengembangkan inovasi tersebut hingga mendapatkan juara.

Muhammad Raihan Arrasyid atau Rasyid akrabnya, menjelaskan bahwa MoriFresh lahir dari kepedulian terhadap tingginya kasus luka diabetes yang kerap berujung pada komplikasi serius. Menurutnya, infeksi pada luka diabetes masih menjadi salah satu penyebab utama disabilitas yang sebenarnya dapat dicegah.

“Daun mimba berfungsi mempercepat penutupan luka, sedangkan daun kelor berperan sebagai antibakteri. Jadi selain membantu membersihkan bakteri, produk ini juga berupaya mempercepat proses penyembuhan luka diabetes,” jelasnya, Jumat (19/6/2026).

Produk MoriFresh (Moringa and Neem Nano Spray) dari Tim UMS

Ia menerangkan bahwa teknologi nanospray dipilih karena ukuran partikelnya yang sangat kecil sehingga lebih mudah diserap kulit dan mampu menjangkau pori-pori secara lebih efektif dibandingkan sediaan konvensional.

“Ukuran partikel nano lebih kecil sehingga penyerapannya lebih optimal. Sejauh yang kami ketahui, nanospray berbahan daun kelor dan daun mimba untuk luka diabetes masih sangat jarang bahkan belum kami temukan produk serupa,” tambahnya.

Melalui kajian literatur yang dilakukan tim, perawatan luka diabetes saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari infeksi berulang akibat bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa, efek samping antiseptik kimia yang berlebihan, tingginya biaya perawatan jangka panjang, keterbatasan akses layanan luka modern di negara berkembang, hingga meningkatnya resistensi antimikroba. Kondisi tersebut mendorong tim untuk menghadirkan alternatif berbasis bahan alami yang lebih aman dan terjangkau.

Daun kelor (Moringa oleifera) diketahui mengandung senyawa fenolik, flavonoid, dan tanin yang memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri. Sementara daun mimba (Azadirachta indica) mengandung terpenoid, limonoid, saponin, serta senyawa aktif seperti azadirachtin dan nimbin yang berpotensi membantu proses penyembuhan luka serta menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab infeksi.

Menariknya, pengembangan MoriFresh juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Tim menggunakan platform pemodelan molekuler Boltz-2 untuk memetakan interaksi senyawa bioaktif daun kelor terhadap protein target bakteri penyebab infeksi luka.

Pendekatan ini membantu memvalidasi potensi efektivitas bahan aktif sebelum memasuki tahapan pengujian laboratorium dan klinis.

Perjalanan lahirnya inovasi tersebut tidak berlangsung mulus. Awalnya, tim berencana mengembangkan produk berbahan ekstrak umbi gadung sebagai penangkal nyamuk Aedes aegypti. Namun berbagai kendala dalam proses pengujian membuat mereka harus mencari alternatif inovasi yang lebih memungkinkan untuk direalisasikan.

Kehadiran mahasiswa Farmasi dalam tim kemudian menjadi titik terang yang mengarahkan mereka pada pemanfaatan daun kelor dan daun mimba sebagai bahan utama inovasi.

Dalam pembagian tugas, setiap anggota tim memiliki peran sesuai bidang keahlian masing-masing. Mahasiswa Psikologi dan Fisioterapi bertanggung jawab pada administrasi, penyusunan proposal, pengelolaan sponsor, serta koordinasi kegiatan lomba. Mahasiswa PAI berkontribusi dalam bidang desain, dokumentasi, presentasi, dan komunikasi berbahasa Inggris. Sementara mahasiswa Farmasi menangani aspek teknis, mulai dari riset, formulasi, pengujian laboratorium, hingga pengembangan produk.

Meski berasal dari latar belakang yang berbeda dan belum saling mengenal dekat sebelumnya, Rasyid mengaku proses kolaborasi justru menjadi pengalaman berharga bagi seluruh anggota tim.

“Awalnya kami belum akrab satu sama lain. Bahkan ada beberapa anggota yang baru pertama kali bertemu saat membentuk tim. Namun karena memiliki tujuan yang sama, kami bisa saling percaya dan menyelesaikan semua tantangan hingga akhirnya meraih Gold Award,” ungkapnya.

Saat ini, MoriFresh masih berada pada tahap prototipe dan memerlukan serangkaian pengujian lanjutan sebelum dapat diproduksi secara massal. Tim menargetkan ukuran partikel produk berada di bawah 100 nanometer agar penyerapan pada jaringan kulit semakin optimal dan mampu mendukung proses penyembuhan luka secara lebih efektif.

Ke depan, tim telah menyusun peta jalan pengembangan produk. Dalam jangka pendek, mereka akan melakukan uji antimikroba in vitro, pengujian keamanan produk, optimalisasi formulasi, serta studi stabilitas produk. Tahap berikutnya meliputi pengujian praklinis, standardisasi senyawa bioaktif, hingga produksi skala pilot. Dalam jangka panjang, MoriFresh ditargetkan dapat menjalani validasi klinis dan diproduksi secara luas untuk mendukung perawatan luka diabetes yang lebih terjangkau, khususnya di negara berkembang.

Rasyid juga mengungkapkan bahwa saat mengikuti kompetisi di Malaysia, timnya mendapat perhatian dari perusahaan kosmetik asal Malaysia, Kursani Technology, yang menunjukkan minat untuk menjalin kerja sama pengembangan dan komersialisasi produk.

“Harapan kami tentu inovasi ini tidak berhenti sampai di sini. Masih banyak pengujian yang harus dilakukan agar produk semakin matang. Kami juga ingin terus mengembangkan riset ini dan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak,” tuturnya.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas disiplin ilmu mampu melahirkan inovasi yang tidak hanya berdaya saing di tingkat internasional, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera. (Fika/Humas)

Editor: Unaise Albunayya

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seni sebagai Dakwah, UMS Tegaskan Pandangan Muhammadiyah terhadap Kesenian

    Seni sebagai Dakwah, UMS Tegaskan Pandangan Muhammadiyah terhadap Kesenian

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 66
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Tarjih secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa (17/6). Kajian pada kesmapatan kali ini mengangkat tema “Seni dalam Perspektif Muhammadiyah”, merujuk pada hasil Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih ke-23 yang dilaksanakan di Banda Aceh pada tahun 1995. Narasumber utama dalam kajian ini adalah Yayuli, S.Ag., M.P.I., […]

  • UMS Dampingi MIM PK Tegalampel Kembangkan Branding dan Promosi Sekolah

    UMS Dampingi MIM PK Tegalampel Kembangkan Branding dan Promosi Sekolah

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 30
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Workshop Pengembangan Branding dan Promosi di MIM PK Tegalampel. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat citra sekolah dan meningkatkan daya saing di tengah dinamika persaingan dunia pendidikan yang kian kompetitif. Workshop yang diikuti oleh 15 guru dan […]

  • Musyawarah Kerja PK IMM Buya Hamka UMP 2026/2027: Rekonstruksi Gerakan Intelektual dan Peluncuran Pena Hamka

    Musyawarah Kerja PK IMM Buya Hamka UMP 2026/2027: Rekonstruksi Gerakan Intelektual dan Peluncuran Pena Hamka

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 84
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; PURWOKERTO – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Buya Hamka Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sukses menyelenggarakan Musyawarah Kerja (Musyker) periode 2026/2027 pada Sabtu, 26 September 2026. Mengusung tema “Rekonstruksi Gerakan Intelektual: Dari Pikiran HAMKA untuk Aksi IMM” , forum ini menjadi momentum strategis untuk merumuskan arah gerak organisasi sekaligus meresmikan program literasi digital […]

  • Menjaga Tradisi Ilmu dan Akhlak: Launching Buku “Falsafah Pendidikan Akhlak Ibnu Miskawaih”

    Menjaga Tradisi Ilmu dan Akhlak: Launching Buku “Falsafah Pendidikan Akhlak Ibnu Miskawaih”

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Wonogiri,—12 Oktober 2025, Acara Launching buku “Falsafah Pendidikan Akhlak Ibnu Miskawaih” karya Fahrul Rozi yang diselenggarakan di PPM Qursains Wonogiri berlangsung dengan lancar dan penuh makna. Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua PCM Ngadirojo Ustadz Narto, S.Ag serta Direktur Pondok Pesantren Muhammadiyah Qursains, Ustadz Rahmat Balaroa, S.Ag, selaku tuan rumah acara. Dalam sambutannya, Ustadz Rahmat […]

  • Tebar Spirit Al-Maun, HW Balikpapan Berbagi di Panti Jompo Bhakti Abadi

    Tebar Spirit Al-Maun, HW Balikpapan Berbagi di Panti Jompo Bhakti Abadi

    • calendar_month Selasa, 2 Apr 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 283
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (GKHW) Kota Balikpapan melaksanakan agenda bakti sosial, berbagi buka puasa dan pemberian sembako untuk Panti Jompo Bhakti Abadi Balikpapan. Agenda ini dilaksanakan bersama Akraja (Pasukan Khusus GKHW Mujahidin Balikpapan), Selasa (2/3/2024). Lutfan Dzaki, selaku Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa ini adalah bentuk rasa kebersamaan dan kepeduliaan […]

  • Bangun Kemandirian Umat, Pondok Shabran UMS Gencarkan Program Santripreneur

    Bangun Kemandirian Umat, Pondok Shabran UMS Gencarkan Program Santripreneur

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Langkah awal membangkitkan ekonomi pesantren, Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Kuliah Umum perdana bertemakan “Santripreneur dan Kemandirian Umat: Membangun Jiwa Wirausaha Berbasis Nilai Keislaman.” Kuliah Umum ini berlangsung pada Sabtu, (29/11) bertempat di Ruang Seminar Gedung Pascasarjana Lt.5 Kampus 2 UMS. Tema ini sejalan dengan Program prioritas kepemimpinan […]

expand_less