Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tim UMS Raih Gold Award Internasional Berkat Inovasi MoriFresh untuk Luka Diabetes

Tim UMS Raih Gold Award Internasional Berkat Inovasi MoriFresh untuk Luka Diabetes

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Tim mahasiswa lintas program studi berhasil meraih Gold Award dalam kompetisi inovasi internasional di Malaysia melalui pengembangan MoriFresh (Moringa and Neem Nano Spray), sebuah inovasi nanospray berbahan ekstrak daun kelor dan daun mimba yang dirancang untuk membantu perawatan luka diabetes.

Tim ini diketuai oleh mahasiswa Program Studi Psikologi, Muhammad Raihan Arrasyid. Ia bersama rekannya dari berbagai disiplin ilmu, yakni Taqiyyah Nurul ‘Azzah (Fisioterapi), Irfan Malik Tamroini (Pendidikan Agama Islam), Hanin Shohwati Muthi’ah dan Sri Kusuma Dewi (Farmasi), serta Alfa Utami (Psikologi) mengembangkan inovasi tersebut hingga mendapatkan juara.

Muhammad Raihan Arrasyid atau Rasyid akrabnya, menjelaskan bahwa MoriFresh lahir dari kepedulian terhadap tingginya kasus luka diabetes yang kerap berujung pada komplikasi serius. Menurutnya, infeksi pada luka diabetes masih menjadi salah satu penyebab utama disabilitas yang sebenarnya dapat dicegah.

“Daun mimba berfungsi mempercepat penutupan luka, sedangkan daun kelor berperan sebagai antibakteri. Jadi selain membantu membersihkan bakteri, produk ini juga berupaya mempercepat proses penyembuhan luka diabetes,” jelasnya, Jumat (19/6/2026).

Produk MoriFresh (Moringa and Neem Nano Spray) dari Tim UMS

Ia menerangkan bahwa teknologi nanospray dipilih karena ukuran partikelnya yang sangat kecil sehingga lebih mudah diserap kulit dan mampu menjangkau pori-pori secara lebih efektif dibandingkan sediaan konvensional.

“Ukuran partikel nano lebih kecil sehingga penyerapannya lebih optimal. Sejauh yang kami ketahui, nanospray berbahan daun kelor dan daun mimba untuk luka diabetes masih sangat jarang bahkan belum kami temukan produk serupa,” tambahnya.

Melalui kajian literatur yang dilakukan tim, perawatan luka diabetes saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari infeksi berulang akibat bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa, efek samping antiseptik kimia yang berlebihan, tingginya biaya perawatan jangka panjang, keterbatasan akses layanan luka modern di negara berkembang, hingga meningkatnya resistensi antimikroba. Kondisi tersebut mendorong tim untuk menghadirkan alternatif berbasis bahan alami yang lebih aman dan terjangkau.

Daun kelor (Moringa oleifera) diketahui mengandung senyawa fenolik, flavonoid, dan tanin yang memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri. Sementara daun mimba (Azadirachta indica) mengandung terpenoid, limonoid, saponin, serta senyawa aktif seperti azadirachtin dan nimbin yang berpotensi membantu proses penyembuhan luka serta menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab infeksi.

Menariknya, pengembangan MoriFresh juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Tim menggunakan platform pemodelan molekuler Boltz-2 untuk memetakan interaksi senyawa bioaktif daun kelor terhadap protein target bakteri penyebab infeksi luka.

Pendekatan ini membantu memvalidasi potensi efektivitas bahan aktif sebelum memasuki tahapan pengujian laboratorium dan klinis.

Perjalanan lahirnya inovasi tersebut tidak berlangsung mulus. Awalnya, tim berencana mengembangkan produk berbahan ekstrak umbi gadung sebagai penangkal nyamuk Aedes aegypti. Namun berbagai kendala dalam proses pengujian membuat mereka harus mencari alternatif inovasi yang lebih memungkinkan untuk direalisasikan.

Kehadiran mahasiswa Farmasi dalam tim kemudian menjadi titik terang yang mengarahkan mereka pada pemanfaatan daun kelor dan daun mimba sebagai bahan utama inovasi.

Dalam pembagian tugas, setiap anggota tim memiliki peran sesuai bidang keahlian masing-masing. Mahasiswa Psikologi dan Fisioterapi bertanggung jawab pada administrasi, penyusunan proposal, pengelolaan sponsor, serta koordinasi kegiatan lomba. Mahasiswa PAI berkontribusi dalam bidang desain, dokumentasi, presentasi, dan komunikasi berbahasa Inggris. Sementara mahasiswa Farmasi menangani aspek teknis, mulai dari riset, formulasi, pengujian laboratorium, hingga pengembangan produk.

Meski berasal dari latar belakang yang berbeda dan belum saling mengenal dekat sebelumnya, Rasyid mengaku proses kolaborasi justru menjadi pengalaman berharga bagi seluruh anggota tim.

“Awalnya kami belum akrab satu sama lain. Bahkan ada beberapa anggota yang baru pertama kali bertemu saat membentuk tim. Namun karena memiliki tujuan yang sama, kami bisa saling percaya dan menyelesaikan semua tantangan hingga akhirnya meraih Gold Award,” ungkapnya.

Saat ini, MoriFresh masih berada pada tahap prototipe dan memerlukan serangkaian pengujian lanjutan sebelum dapat diproduksi secara massal. Tim menargetkan ukuran partikel produk berada di bawah 100 nanometer agar penyerapan pada jaringan kulit semakin optimal dan mampu mendukung proses penyembuhan luka secara lebih efektif.

Ke depan, tim telah menyusun peta jalan pengembangan produk. Dalam jangka pendek, mereka akan melakukan uji antimikroba in vitro, pengujian keamanan produk, optimalisasi formulasi, serta studi stabilitas produk. Tahap berikutnya meliputi pengujian praklinis, standardisasi senyawa bioaktif, hingga produksi skala pilot. Dalam jangka panjang, MoriFresh ditargetkan dapat menjalani validasi klinis dan diproduksi secara luas untuk mendukung perawatan luka diabetes yang lebih terjangkau, khususnya di negara berkembang.

Rasyid juga mengungkapkan bahwa saat mengikuti kompetisi di Malaysia, timnya mendapat perhatian dari perusahaan kosmetik asal Malaysia, Kursani Technology, yang menunjukkan minat untuk menjalin kerja sama pengembangan dan komersialisasi produk.

“Harapan kami tentu inovasi ini tidak berhenti sampai di sini. Masih banyak pengujian yang harus dilakukan agar produk semakin matang. Kami juga ingin terus mengembangkan riset ini dan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak,” tuturnya.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas disiplin ilmu mampu melahirkan inovasi yang tidak hanya berdaya saing di tingkat internasional, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera. (Fika/Humas)

Editor: Unaise Albunayya

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Azman Latif: Tanamkan Jiwa takwa dalam kehidupan

    Azman Latif: Tanamkan Jiwa takwa dalam kehidupan

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 170
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Dalam ceramah tarawih malam ke-14 pengisi ceramah disampaikan oleh Ir. Azman Latif yang mengawali ceramahnya dengan firman Allah dalam surat Asy-Syams ayat 8: فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ “Lalu Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya” Tujuh ayat sebelumnya itu dituliskan tentang sumpah-sumpah Allah mulai dari ayat pertama sampai seterusnya hal ini menunjukkan bahwa […]

  • 1Win en Argentina – aplicación móvil

    1Win en Argentina – aplicación móvil

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 13
    • 0Komentar

    1Win en Argentina – aplicación móvil ▶️ JUGAR Содержимое Características y funcionalidades de la aplicación móvil 1Win Guía paso a paso para descargar e instalar la aplicación 1Win 1Win https://rayoalcobendas.com/ Casino Online es una plataforma de juego líder en Argentina, ofreciendo una amplia gama de juegos de azar y entretenimiento. La aplicación 1Win es la […]

  • Ultimatum Lembaga Pendidikan  Aman: Dari Jeritan Korban Perundungan ke Agenda Prioritas yang Tak Boleh Ditunda

    Ultimatum Lembaga Pendidikan  Aman: Dari Jeritan Korban Perundungan ke Agenda Prioritas yang Tak Boleh Ditunda

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Fahdhi Fauzi Akbar (Mahasiswa Progam Doktor Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka Jakarta) Melihat kabar berita beberapa pekan belakang Indonesia sedang tidak baik, seperti politik ,kriminal, korupsi dan masih lain lain. Pendidikan pun tidak lepas dari isu isu atau berita yang negatif mulai dari kasus pegawai negeri sipil yang diberhentikan oleh pemerintah karena membantu guru honor […]

  • Guru Muhammadiyah Lebong Ikuti Workshop Pembelajaran Inovatif Berbasis Deep Learning dan AI

    Guru Muhammadiyah Lebong Ikuti Workshop Pembelajaran Inovatif Berbasis Deep Learning dan AI

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lebong – Dalam upaya meningkatkan kualitas guru di era digital, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lebong menyelenggarakan Workshop Pembelajaran Inovatif dengan Deep Learning dan Coding AI pada Sabtu (18/10/2025). Kegiatan ini berlangsung di aula SMK Muhammadiyah 6 Lebong Utara dengan mengusung tema “Meningkatkan Kompetensi Guru Muhammadiyah Era Digital.” Ketua panitia pelaksana, Drs. Jufri, M.Pd, dalam sambutannya […]

  • Ketika Mahasiswa Mulai Jauh dari Organisasi, Sudah Saatnya Organisasi Mahasiswa Link and Match dengan Dunia Kerja

    Ketika Mahasiswa Mulai Jauh dari Organisasi, Sudah Saatnya Organisasi Mahasiswa Link and Match dengan Dunia Kerja

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Oleh: Najib Haidi Lutfillah (Ketua Umum PK IMM Psikologi UM Lampung Periode 2022-2023 & Human Resources Development F & B Industry) Ada sebuah ironi yang begitu menyedihkan, bahkan lebih sedih daripada nasib IPK jeblok di semester akhir: mahasiswa hari ini sudah tidak peduli lagi dengan organisasi.Mereka lebih memilih menghabiskan malam mereka di depan laptop, mengejar […]

  • PPK Ormawa IMM FKIP UMS Siapkan SOP Sistem Peringatan Dini Banjir Terintegrasi di Desa Carikan

    PPK Ormawa IMM FKIP UMS Siapkan SOP Sistem Peringatan Dini Banjir Terintegrasi di Desa Carikan

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 37
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mempersiapkan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) sistem peringatan dini banjir yang terintegrasi dengan Flood Early Warning System (FEWS) di Desa Carikan, Klaten. Kegiatan tersebut […]

expand_less