Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bermedia Sosial dengan Akal dan Adab

Bermedia Sosial dengan Akal dan Adab

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Fathan Faris Saputro (Koordinator Divisi Pustaka dan Informasi MPID PDM Lamongan)

Sekitar dua ratus juta orang Indonesia kini hidup di dalam jaringan. Data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa 196,71 juta orang—atau 73,7 persen dari total penduduk—telah terhubung dengan internet pada tahun 2019–2020. Angka itu tentu kian membengkak hari ini, menjadikan internet sebagai rumah baru tempat manusia berbicara, mencari, dan menampilkan dirinya. Di dalam rumah itu, media sosial menjadi ruang tamu terbesar, tempat setiap orang bebas mengekspresikan gagasan tanpa perlu benar-benar hadir secara fisik.

Namun di balik gemerlapnya koneksi, ada sesuatu yang perlahan terkikis: adab. Media sosial yang seharusnya menjadi sarana berbagi pengetahuan dan mempererat hubungan, sering kali berubah menjadi arena saling serang dan adu kebencian. Kita hidup di masa ketika jari-jemari bisa lebih tajam dari pedang, dan komentar lebih menyakitkan dari fitnah. Islam sebenarnya telah memberi panduan jauh sebelum manusia mengenal istilah internet, ajaran yang berbicara tentang bagaimana menjadi manusia yang beradab di segala ruang kehidupan.

Dalam pandangan Islam, media sosial seharusnya digunakan untuk mencari informasi yang bermanfaat. Di tengah derasnya arus berita, banyak yang menenggak informasi tanpa berpikir, tanpa memeriksa apakah itu benar atau sekadar gosip belaka. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa mendaki satu jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah akan memudahkannya jalan menuju surga.” (HR.Muslim). Jalan menuju ilmu bukanlah jalan pintas yang berisi rumor, melainkan perjalanan yang menimbang dan menyaring kebenaran.

Di sisi lain, Islam menuntun umatnya untuk berdoa tabayyun sebelum mempercayai berita. Kita hidup di zaman ketika kebenaran janji demi klik dan perhatian, padahal Allah telah mengingatkan dalam QS. Al-Hujurat ayat 6 agar kita teliti dengan teliti setiap kabar yang datang. Namun sering kali, kita justru menjadi pemantik api dengan membagikan informasi yang belum pasti, menambah bara dalam ruang digital yang sudah panas. Setiap kali kita menekan tombol bagikan tanpa berpikir panjang, mungkin ada hati yang terbakar dan nama yang tercemar.

Kita pun sering lupa bahwa dosa tidak selalu lahir dari mulut, melainkan juga dari jari yang menulis. Ujaran kebencian dan hoaks tumbuh subur di balik anonimitas, membuat banyak orang merasa aman untuk menyakiti tanpa rasa bersalah. Allah telah berfirman, “Sesungguhnya yang mengada-adakan hanyalah cuplikan orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan merekalah orang-orang pendusta.” (QS. An-Nahl : 105). Menyebar kebencian bukan sekadar pelanggaran etika digital, tetapi juga menghina nilai-nilai keimanan.

Jika di dunia nyata kita diajarkan menjaga lisan, maka di dunia maya kita seharusnya menjaga tulisan. Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah engkau lebih banyak diam, karena diam dapat menyingkirkan setan dan membantumu terhadap urusan agamamu.” (HR.Ahmad). Namun di media sosial, diam sering dianggap kalah, membuat orang berlomba untuk bersuara paling keras dan merasa paling benar. Kita mengutuk tanpa empati, mengulangi kesalahan orang lain, dan lupa bahwa di balik setiap akun ada manusia yang punya perasaan.

Padahal media sosial juga bisa menjadi ladang pahala jika digunakan untuk menyampaikan kebaikan. Kebaikan tidak selalu berarti ceramah yang panjang, ia bisa hadir dalam bentuk kata yang menenangkan, informasi yang mencerahkan, atau konten yang menginspirasi. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menunjuk pada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR.Muslim). Sayangnya, di antara lautan konten yang viral, kebaikan sering tenggelam karena dianggap menarik.

Media sosial pada akhirnya adalah cermin yang menampilkan wajah masyarakat kita. Ia menjelaskan apakah kita bangsa yang beradab atau sekadar kumpulan pengguna yang sibuk menatap layar tanpa peduli makna. Adab bukan hanya soal sopan santun, tetapi tentang kesadaran bahwa setiap tindakan, bahkan sekecil apa pun menulis komentar, akan dimintai pertanggungjawaban. Ketika adab hilang, maka kecanggihan teknologi tak lagi berarti, sebab manusia kehilangan arah dan kemanusiaannya di balik cahaya layar yang memabukkan.

Redaksi : Al Fadhlil Raihan Yunan

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menyalakan Nurani, Meneguhkan Kebangsaan

    Menyalakan Nurani, Meneguhkan Kebangsaan

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Oleh: Riyan Betra Delza (Ketua Umum DPP IMM) Bangsa ini kembali diguncang oleh sebuah tragedi yang mengoyak hati nurani. Seorang anak muda, Affan Kurniawan, pengemudi ojek daring, meregang nyawa dalam sebuah aksi massa di Jakarta pada 28 Agustus lalu. Affan tidak sedang berdiri di panggung kekuasaan, ia tidak memegang senjata, tidak pula bersenjata kata-kata di […]

  • Inilah Titik Lokasi Sholat Idul Fitri 1446 H Muhammadiyah Lebong

    Inilah Titik Lokasi Sholat Idul Fitri 1446 H Muhammadiyah Lebong

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lebong – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lebong, Bengkulu, telah mengumumkan lokasi dan petugas yang akan memimpin pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1446 H pada hari Senin, 31 Maret 2025. Sesuai dengan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, hari Senin, tanggal 1 Syawal 1446 H tersebut jatuh pada 31 Maret 2025. Sebagai bagian dari tradisi Muhammadiyah, […]

  • Uzlah Ilmiah PBSI UMS Tingkatkan Luaran Artikel Ilmiah

    Uzlah Ilmiah PBSI UMS Tingkatkan Luaran Artikel Ilmiah

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 19
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Dalam rangka pengembangan akademik, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan Uzlah Ilmiah di Anaya Azana Boutique Hotel Tawangmangu, pada 20-22 Mei 2025. Kegiatan uzlah Ilmiah ini bertajuk Workshop Scopus Writing Bootcamp: Pemanfaatan AI dalam Penulisan Artikel Ilmiah. Seluruh dosen PBSI […]

  • UMS Gelar Gala Dinner Bersama Kementerian Pertanian RI, Perkuat Sinergi Inovasi dan Kekayaan Intelektual PTMA

    UMS Gelar Gala Dinner Bersama Kementerian Pertanian RI, Perkuat Sinergi Inovasi dan Kekayaan Intelektual PTMA

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 7
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tuan rumah Gala Dinner bersama Rektor dan Ketua Sentra Kekayaan Intelektual (KI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), serta Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian RI. Acara ini berlangsung di Hall Lantai 2 Gedung Induk Siti Walidah UMS, Selasa (28/10) malam. […]

  • Perkuat Kepemimpinan Organisasi, Anggota Pimpinan PP ‘Aisyiyah Antusias Ikuti Baitul Arqam

    Perkuat Kepemimpinan Organisasi, Anggota Pimpinan PP ‘Aisyiyah Antusias Ikuti Baitul Arqam

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Depok – Perkuat ideologi dan kepemimpinan kader, Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah menggelar Baitul Arqam di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen – Depok, pada 22-24 Agustus 2025. Dengan mengangkat tema ‘Reaktualisasi Gerakan Perempuan Islam Berkemajuan untuk Mencerahkan Peradaban Bangsa’, ‘Aisyiyah melalui Baitul Arqam berupaya mencetak kader-kader yang tidak hanya militan secara ideologis, tetapi […]

  • Ustadz Sugiyono Ajak Jamaah Terapkan Takwa, Kejujuran, dan Kesederhanaan

    Ustadz Sugiyono Ajak Jamaah Terapkan Takwa, Kejujuran, dan Kesederhanaan

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Pelaksanaan Sholat Jumat di Masjid Mujahiddin, Kompleks Perguruan Muhammadiyah Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (16/1/2026), berlangsung khidmat dengan khutbah yang menekankan pentingnya nilai-nilai dasar Islam dalam kehidupan sehari-hari. Khatib Jumat, Ustadz Sugiyono, menyampaikan pesan moral bertajuk Tiga Hal yang Menyelamatkan di hadapan jamaah. Ustadz Sugiyono yang merupakan anggota Korps Muballigh Muhammadiyah PCM Anggana menegaskan bahwa […]

expand_less