Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bermedia Sosial dengan Akal dan Adab

Bermedia Sosial dengan Akal dan Adab

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 66
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Fathan Faris Saputro (Koordinator Divisi Pustaka dan Informasi MPID PDM Lamongan)

Sekitar dua ratus juta orang Indonesia kini hidup di dalam jaringan. Data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa 196,71 juta orang—atau 73,7 persen dari total penduduk—telah terhubung dengan internet pada tahun 2019–2020. Angka itu tentu kian membengkak hari ini, menjadikan internet sebagai rumah baru tempat manusia berbicara, mencari, dan menampilkan dirinya. Di dalam rumah itu, media sosial menjadi ruang tamu terbesar, tempat setiap orang bebas mengekspresikan gagasan tanpa perlu benar-benar hadir secara fisik.

Namun di balik gemerlapnya koneksi, ada sesuatu yang perlahan terkikis: adab. Media sosial yang seharusnya menjadi sarana berbagi pengetahuan dan mempererat hubungan, sering kali berubah menjadi arena saling serang dan adu kebencian. Kita hidup di masa ketika jari-jemari bisa lebih tajam dari pedang, dan komentar lebih menyakitkan dari fitnah. Islam sebenarnya telah memberi panduan jauh sebelum manusia mengenal istilah internet, ajaran yang berbicara tentang bagaimana menjadi manusia yang beradab di segala ruang kehidupan.

Dalam pandangan Islam, media sosial seharusnya digunakan untuk mencari informasi yang bermanfaat. Di tengah derasnya arus berita, banyak yang menenggak informasi tanpa berpikir, tanpa memeriksa apakah itu benar atau sekadar gosip belaka. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa mendaki satu jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah akan memudahkannya jalan menuju surga.” (HR.Muslim). Jalan menuju ilmu bukanlah jalan pintas yang berisi rumor, melainkan perjalanan yang menimbang dan menyaring kebenaran.

Di sisi lain, Islam menuntun umatnya untuk berdoa tabayyun sebelum mempercayai berita. Kita hidup di zaman ketika kebenaran janji demi klik dan perhatian, padahal Allah telah mengingatkan dalam QS. Al-Hujurat ayat 6 agar kita teliti dengan teliti setiap kabar yang datang. Namun sering kali, kita justru menjadi pemantik api dengan membagikan informasi yang belum pasti, menambah bara dalam ruang digital yang sudah panas. Setiap kali kita menekan tombol bagikan tanpa berpikir panjang, mungkin ada hati yang terbakar dan nama yang tercemar.

Kita pun sering lupa bahwa dosa tidak selalu lahir dari mulut, melainkan juga dari jari yang menulis. Ujaran kebencian dan hoaks tumbuh subur di balik anonimitas, membuat banyak orang merasa aman untuk menyakiti tanpa rasa bersalah. Allah telah berfirman, “Sesungguhnya yang mengada-adakan hanyalah cuplikan orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan merekalah orang-orang pendusta.” (QS. An-Nahl : 105). Menyebar kebencian bukan sekadar pelanggaran etika digital, tetapi juga menghina nilai-nilai keimanan.

Jika di dunia nyata kita diajarkan menjaga lisan, maka di dunia maya kita seharusnya menjaga tulisan. Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah engkau lebih banyak diam, karena diam dapat menyingkirkan setan dan membantumu terhadap urusan agamamu.” (HR.Ahmad). Namun di media sosial, diam sering dianggap kalah, membuat orang berlomba untuk bersuara paling keras dan merasa paling benar. Kita mengutuk tanpa empati, mengulangi kesalahan orang lain, dan lupa bahwa di balik setiap akun ada manusia yang punya perasaan.

Padahal media sosial juga bisa menjadi ladang pahala jika digunakan untuk menyampaikan kebaikan. Kebaikan tidak selalu berarti ceramah yang panjang, ia bisa hadir dalam bentuk kata yang menenangkan, informasi yang mencerahkan, atau konten yang menginspirasi. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menunjuk pada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR.Muslim). Sayangnya, di antara lautan konten yang viral, kebaikan sering tenggelam karena dianggap menarik.

Media sosial pada akhirnya adalah cermin yang menampilkan wajah masyarakat kita. Ia menjelaskan apakah kita bangsa yang beradab atau sekadar kumpulan pengguna yang sibuk menatap layar tanpa peduli makna. Adab bukan hanya soal sopan santun, tetapi tentang kesadaran bahwa setiap tindakan, bahkan sekecil apa pun menulis komentar, akan dimintai pertanggungjawaban. Ketika adab hilang, maka kecanggihan teknologi tak lagi berarti, sebab manusia kehilangan arah dan kemanusiaannya di balik cahaya layar yang memabukkan.

Redaksi : Al Fadhlil Raihan Yunan

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FAI UMS Kirim Mubaligh Internasional ke Kamboja, Jalin Kolaborasi dengan SEPAMA

    FAI UMS Kirim Mubaligh Internasional ke Kamboja, Jalin Kolaborasi dengan SEPAMA

    • calendar_month Jumat, 29 Jul 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 242
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta– Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (FAI UMS) mencetak sejarah dengan mengirimkan mubaligh internasional untuk pertama kalinya ke Kamboja. Program ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara FAI UMS dan Southeast Asia Preachers and Academicians (SEPAMA), sebuah organisasi yang bergerak dalam pengembangan dakwah dan pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara. Mubaligh dikirim […]

  • Pengajian Jumat Kliwon PCM Bumiayu di Al-Kautsar Jadi Momentum Penguatan Gerakan Filantropi Muhammadiyah

    Pengajian Jumat Kliwon PCM Bumiayu di Al-Kautsar Jadi Momentum Penguatan Gerakan Filantropi Muhammadiyah

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 66
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Ribuan jamaah dari 25 ranting Muhammadiyah se-Cabang Bumiayu memadati kompleks Pondok Pesantren Al-Kautsar Muhammadiyah Bumiayu dalam Pengajian Rutin Jum’at Kliwon yang diselenggarakan Majelis Tabligh dan Pembinaan Masjid-Mushola Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bumiayu, Jumat (8/5/2026). Sejak ba’da Sholat Jumat hingga menjelang Ashar, kawasan pesantren dipenuhi jamaah dari berbagai desa di wilayah Bumiayu dan […]

  • MPKSDI PP Muhammadiyah Salurkan Beasiswa Modal Usaha bagi 50 Kader Entrepreneur

    MPKSDI PP Muhammadiyah Salurkan Beasiswa Modal Usaha bagi 50 Kader Entrepreneur

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 92
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat (PP) menggelar acara Pentasyarufan Beasiswa Kader Sarjana Wirausaha Muhammadiyah 2025 di Ruang Sidang Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (29/7/26). Sebanyak 50 kader yang memiliki talenta entrepreneur di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah terpilih untuk menerima beasiswa berupa modal usaha. […]

  • Tim PPO LEPMA FEB UMS Berdayakan Masyarakat Jetis, Tingkatkan Potensi Budidaya Jamur

    Tim PPO LEPMA FEB UMS Berdayakan Masyarakat Jetis, Tingkatkan Potensi Budidaya Jamur

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Program Pengabdian ORMAWA (PPO) dari Lembaga Pengembangan Mahasiswa (LEPMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta ( FEB UMS) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Gedong Jetis, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini berfokus pada pengembangan potensi lokal melalui pemberdayaan masyarakat dalam budidaya jamur tiram serta pengenalan konsep eduwisata berbasis pertanian. […]

  • Teknik Sipil UMS Perkuat Sinergi Mitigasi Bencana melalui Seminar Nasional XV

    Teknik Sipil UMS Perkuat Sinergi Mitigasi Bencana melalui Seminar Nasional XV

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 109
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Seminar Nasional XV di Ruang Seminar Lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah. Seminar tahunan tersebut menjadi forum ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, pemerintah, hingga praktisi untuk membahas tantangan pembangunan infrastruktur di tengah ancaman bencana dan perubahan iklim. Ketua panitia, Agus […]

  • OPTIMALISASI DETEKSI DAN INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK DI TPA IT, KB IT & RA/TK IT ALAM MIFTAHUL JANNAH SURAKARTA 

    OPTIMALISASI DETEKSI DAN INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK DI TPA IT, KB IT & RA/TK IT ALAM MIFTAHUL JANNAH SURAKARTA 

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 189
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Hari Jumat, 20 September pukul 13.00 s/d 16.00 telah dilakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan judul “Optimalisasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di TPA IT, KB IT & RA/TK IT Alam Miftahul Jannah Surakarta”. Kegiatan dilakukan di sekolah TPA IT, KB IT & RA/TK IT Alam Miftahul Jannah Surakarta. […]

expand_less