Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bermedia Sosial dengan Akal dan Adab

Bermedia Sosial dengan Akal dan Adab

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Fathan Faris Saputro (Koordinator Divisi Pustaka dan Informasi MPID PDM Lamongan)

Sekitar dua ratus juta orang Indonesia kini hidup di dalam jaringan. Data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa 196,71 juta orang—atau 73,7 persen dari total penduduk—telah terhubung dengan internet pada tahun 2019–2020. Angka itu tentu kian membengkak hari ini, menjadikan internet sebagai rumah baru tempat manusia berbicara, mencari, dan menampilkan dirinya. Di dalam rumah itu, media sosial menjadi ruang tamu terbesar, tempat setiap orang bebas mengekspresikan gagasan tanpa perlu benar-benar hadir secara fisik.

Namun di balik gemerlapnya koneksi, ada sesuatu yang perlahan terkikis: adab. Media sosial yang seharusnya menjadi sarana berbagi pengetahuan dan mempererat hubungan, sering kali berubah menjadi arena saling serang dan adu kebencian. Kita hidup di masa ketika jari-jemari bisa lebih tajam dari pedang, dan komentar lebih menyakitkan dari fitnah. Islam sebenarnya telah memberi panduan jauh sebelum manusia mengenal istilah internet, ajaran yang berbicara tentang bagaimana menjadi manusia yang beradab di segala ruang kehidupan.

Dalam pandangan Islam, media sosial seharusnya digunakan untuk mencari informasi yang bermanfaat. Di tengah derasnya arus berita, banyak yang menenggak informasi tanpa berpikir, tanpa memeriksa apakah itu benar atau sekadar gosip belaka. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa mendaki satu jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah akan memudahkannya jalan menuju surga.” (HR.Muslim). Jalan menuju ilmu bukanlah jalan pintas yang berisi rumor, melainkan perjalanan yang menimbang dan menyaring kebenaran.

Di sisi lain, Islam menuntun umatnya untuk berdoa tabayyun sebelum mempercayai berita. Kita hidup di zaman ketika kebenaran janji demi klik dan perhatian, padahal Allah telah mengingatkan dalam QS. Al-Hujurat ayat 6 agar kita teliti dengan teliti setiap kabar yang datang. Namun sering kali, kita justru menjadi pemantik api dengan membagikan informasi yang belum pasti, menambah bara dalam ruang digital yang sudah panas. Setiap kali kita menekan tombol bagikan tanpa berpikir panjang, mungkin ada hati yang terbakar dan nama yang tercemar.

Kita pun sering lupa bahwa dosa tidak selalu lahir dari mulut, melainkan juga dari jari yang menulis. Ujaran kebencian dan hoaks tumbuh subur di balik anonimitas, membuat banyak orang merasa aman untuk menyakiti tanpa rasa bersalah. Allah telah berfirman, “Sesungguhnya yang mengada-adakan hanyalah cuplikan orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan merekalah orang-orang pendusta.” (QS. An-Nahl : 105). Menyebar kebencian bukan sekadar pelanggaran etika digital, tetapi juga menghina nilai-nilai keimanan.

Jika di dunia nyata kita diajarkan menjaga lisan, maka di dunia maya kita seharusnya menjaga tulisan. Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah engkau lebih banyak diam, karena diam dapat menyingkirkan setan dan membantumu terhadap urusan agamamu.” (HR.Ahmad). Namun di media sosial, diam sering dianggap kalah, membuat orang berlomba untuk bersuara paling keras dan merasa paling benar. Kita mengutuk tanpa empati, mengulangi kesalahan orang lain, dan lupa bahwa di balik setiap akun ada manusia yang punya perasaan.

Padahal media sosial juga bisa menjadi ladang pahala jika digunakan untuk menyampaikan kebaikan. Kebaikan tidak selalu berarti ceramah yang panjang, ia bisa hadir dalam bentuk kata yang menenangkan, informasi yang mencerahkan, atau konten yang menginspirasi. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menunjuk pada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR.Muslim). Sayangnya, di antara lautan konten yang viral, kebaikan sering tenggelam karena dianggap menarik.

Media sosial pada akhirnya adalah cermin yang menampilkan wajah masyarakat kita. Ia menjelaskan apakah kita bangsa yang beradab atau sekadar kumpulan pengguna yang sibuk menatap layar tanpa peduli makna. Adab bukan hanya soal sopan santun, tetapi tentang kesadaran bahwa setiap tindakan, bahkan sekecil apa pun menulis komentar, akan dimintai pertanggungjawaban. Ketika adab hilang, maka kecanggihan teknologi tak lagi berarti, sebab manusia kehilangan arah dan kemanusiaannya di balik cahaya layar yang memabukkan.

Redaksi : Al Fadhlil Raihan Yunan

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fastabiqul Khairat Ditengah Pandemi: Fungsi Ortom Dimaksimalkan

    Fastabiqul Khairat Ditengah Pandemi: Fungsi Ortom Dimaksimalkan

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 884
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM – Sebagai salah satu organisasi otonom (Ortom) resmi Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah diberi hak dan kewajiban untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Urusan tersebut diantaranya adalah melakukan kegiatan pengumpulan dana sesama anggotanya, lalu disalurkan kepada warga yang terdampak pandemi virus Corona sebagai amal usaha berlomba dalam kebaikan (Fastabiqul Khairaat). Sejak pertama kali wabah viral tersebut menggerogoti […]

  • Gransino Casino – Ponieważ Rozrywka Zasługuje na Sprawiedliwość w Polsce

    Gransino Casino – Ponieważ Rozrywka Zasługuje na Sprawiedliwość w Polsce

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Zapraszamy w świecie, gdzie przeżycia łączą się z rzetelnością, a każda sekunda rozgrywki jest przepełniona respektem dla graczy https://gransinocasino.eu.com/pl-pl/. Reprezentujemy Gransino Casino i jesteśmy przekonani, że prawdziwa rozrywka może rozkwitać tylko na fundamencie transparentności i jednakowego podejścia. Nasze zadanie w Polsce jest jasna: dostarczać wyjątkowych doznań w otoczeniu, które stawia bezpieczeństwo i uczciwość na pierwszym […]

  • “Pelepasan Touring BikersMu Chapter Surabaya : Semangat Milad Muhammadiyah ke-113 Menggetarkan Jalanan Menuju Malang!”

    “Pelepasan Touring BikersMu Chapter Surabaya : Semangat Milad Muhammadiyah ke-113 Menggetarkan Jalanan Menuju Malang!”

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 7
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURABAYA – Pada tanggal 5 Oktober 2025 Dalam rangka Semarak Milad Muhammadiyah ke-113 dan Launching BikersMu Chapter Surabaya, para anggota BikersMu diberangkatkan dalam sebuah touring yang penuh semangat dan kebersamaan dari Gedung Dakwah Muhammadiyah PDM Surabaya menuju Taman Rekreasi Sengkaling Malang, pada Ahad pagi. Pelepasan para bikers dilakukan dengan penuh khidmat oleh Ketua Pimpinan Daerah […]

  • Muhammadiyah Lebong Umumkan Daftar Khatib dan Imam Salat Idulfitri 1447 H

    Muhammadiyah Lebong Umumkan Daftar Khatib dan Imam Salat Idulfitri 1447 H

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 8
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lebong – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lebong resmi mengumumkan daftar khatib dan imam yang akan memimpin pelaksanaan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di berbagai lokasi di wilayah Kabupaten Lebong. Penetapan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menyambut hari kemenangan sekaligus memastikan pelaksanaan ibadah berjalan tertib dan khidmat. Salat Idulfitri yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah di […]

  • Bimtek Dai LDK PWM Sulsel, KH Saad Ibrahim : Dakwah Perlu Strategi!

    Bimtek Dai LDK PWM Sulsel, KH Saad Ibrahim : Dakwah Perlu Strategi!

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 331
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Makassar – Dr. Saad Ibrahim, MA membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) da’i komunitas Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan pada Senin September 2024, di Pusdiklat Unismuh Makassar, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa. Bimtek yang rencananya akan berlangsung dari tanggal 23 hingga 25 September 2024 di Pusdiklat Unismuh Makassar, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten […]

  • Salat Iduladha 1446 H di Edutorium UMS: Meriah, Khidmat, dan Penuh Kebersamaan

    Salat Iduladha 1446 H di Edutorium UMS: Meriah, Khidmat, dan Penuh Kebersamaan

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Suasana semarak dan penuh semangat mewarnai pelaksanaan Salat Iduladha 1446 Hijriah di halaman Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Jumat pagi, (6/6). Sejak sebelum matahari terbit, ribuan jemaah mulai berdatangan. Mulai dari mahasiswa dan mahasiswi UMS, civitas academica, warga sekitar kampus, hingga mahasiswa asing dari berbagai negara. Momentum penuh makna ini menjadi […]

expand_less