Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Akademisi UMS: Infrastruktur Jangan Hanya di Jawa, Kebijakan Publik Harus Bijak dan Bertanggung Jawab

Akademisi UMS: Infrastruktur Jangan Hanya di Jawa, Kebijakan Publik Harus Bijak dan Bertanggung Jawab

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
  • visibility 44
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID., SURAKARTA – Pembangunan yang berkeadilan, bukan pembangunan yang mengulang ketimpangan. Begitu pesan tegas Assoc. Prof. Zilhardi Idris, Ir., MT., DR., akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), ketika menyoroti arah kebijakan transportasi nasional yang menurutnya masih berpusat di Pulau Jawa.

“Indonesia ini bukan hanya Jawa. Kalau infrastruktur terus dibangun di satu pulau, maka yang terjadi bukan kemajuan, tapi ketimpangan,” ujarnya, membuka percakapan dengan nada serius.

Menurut Dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu, pemerataan pembangunan transportasi adalah fondasi mobilitas ekonomi bangsa. Namun data berbicara lain. Indeks aksesibilitas Indonesia masih rendah, bahkan rasio panjang jalan terhadap luas wilayah masih berkisar 250 m per-kilometer persegi. “Bayangkan, 1 km² wilayah kita bahkan belum punya seperempat kilometer jalan. Itu artinya ada daerah-daerah yang nyaris tidak tersentuh roda pembangunan,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (17/10).

Assoc. Prof. Zilhardi Idris, Ir., MT., DR., akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)

Zilhardi menyebut, angka indeks mobilitas nasional sangat rendah hal ini pertanda bahwa warga masih sulit bergerak, sementara konektivitas antar wilayah timpang. “Kalau aksesnya tertutup, ekonomi tidak jalan. Mobilitas rendah adalah sinyal stagnasi, bukan pembangunan,” katanya.

Ia mengkritik keras pola kebijakan pembangunan yang lebih berorientasi pada keinginan politik “transaksional” ketimbang kebutuhan publik.

“Kebijakan publik seharusnya menjawab kebutuhan rakyat, bukan ambisi kekuasaan. Kita sering membangun tanpa arah, dengan analisis kelayakan yang dangkal, tanpa memperhitungkan aspek sosial dan budaya,” ujarnya.

Kritik Zilhardi bukan tanpa dasar. Ia menilai proyek-proyek raksasa seperti Kereta Cepat Indonesia – China (KCIC) justru memperlihatkan bagaimana kebijakan bisa kehilangan arah. “Badan usaha milik negara itu milik rakyat. Tapi sekarang justru jadi beban rakyat. Kalau BUMN terus disuntik APBN, artinya ada yang gagal dalam perencanaan,” katanya.

Lebih jauh, ia menyoroti lemahnya koordinasi antar lembaga negara. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Perhubungan disebutnya berjalan sendiri-sendiri tanpa arah sinergis. “Kalau Bappenas diam, DPR pasif, dan data BPS tidak akurat, maka perencanaan nasional kehilangan nalar. Semua instrumen pemerintahan seharusnya bekerja kritis dan analis, bukan sekadar menyetujui,” ujarnya dengan nada tajam.

Dosen Teknik Sipil UMS itu juga menyinggung soal rendahnya daya kritis akademisi di ruang publik. Ia menilai banyak suara akademik yang memilih diam. “Kita ini sering takut bersuara. Padahal tugas intelektual bukan menyenangkan penguasa, tapi menjaga nalar publik,” katanya.

Zilhardi menegaskan, arah pembangunan nasional semestinya berpijak pada tiga prioritas utama: pendidikan, kesehatan, dan transportasi yang adil dan terjangkau. Ketiganya, kata dia, adalah tanggung jawab negara yang tak boleh diserahkan pada pasar. “Biaya transportasi kita mahal, mobilitas kita rendah, dan banyak wilayah terisolir. Maka pembangunan harus menjawab kebutuhan rakyat, bukan keinginan pemerintah yang sedang berkuasa,” tegasnya.

Ia menutup dengan kalimat yang menggema seperti peringatan moral bagi pengambil kebijakan “Yang memaksakan kebijakan yang tidak bijak harus bertanggung jawab. Kebijakan publik bukan eksperimen politik, tapi amanah rakyat,” tegasnya. (Alvian/Humas)

Editor: Muhammad Farhan

 

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Camping AMM-Aisyiyah Jawa Barat Meneguhkan Kader melalui Empat Orientasi Ma’rifah

    Camping AMM-Aisyiyah Jawa Barat Meneguhkan Kader melalui Empat Orientasi Ma’rifah

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 66
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, BANDUNG — Menyongsong semangat kolaborasi untuk memperkuat gerakan kepemudaan, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Jawa Barat berkolaborasi dengan unsur MTK, MPK, serta Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga (LBSO) ‘Aisyiyah Jawa Barat menggelar Camping Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Jawa Barat 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Bersama – Berkemajuan – Berkontribusi” ini diselenggarakan pada Sabtu–Ahad (15–16/8/2026) bertempat […]

  • UMS Gaungkan Internasionalisasi Kampus Lewat Pertukaran Budaya Mahasiswa

    UMS Gaungkan Internasionalisasi Kampus Lewat Pertukaran Budaya Mahasiswa

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 65
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Biro Kerjasama dan Urusan Internasional (BKUI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Intercultural Sharing Session, yang menghadirkan mahasiswa internasional dari Uzbekistan, serta mahasiswa UMS dari berbagai program studi. Acara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini menjadi wadah pertukaran pengalaman akademik dan budaya antar mahasiswa lintas negara. UMS mengadakan Program Inbound Mobility […]

  • Kembali ke Sekolah Asal, Mahasiswa Pondok Shabran UMS Motivasi Siswa Baru Lewat FORTASI

    Kembali ke Sekolah Asal, Mahasiswa Pondok Shabran UMS Motivasi Siswa Baru Lewat FORTASI

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 75
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, KOTABARU — Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMP Muhammadiyah Kotabaru menggelar Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) pada Jumat (17/7/2026) di Aula SMP Muhammadiyah Kotabaru. Kegiatan yang diikuti sekitar 63 peserta didik baru tersebut menghadirkan sejumlah alumni sebagai narasumber, salah satunya Akhmad Insan Kamil, alumni Program I’dad Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas […]

  • Akhwat Zaman Now: Tetap Keren, Tetap Prinsipil, Tetap Muslimah

    Akhwat Zaman Now: Tetap Keren, Tetap Prinsipil, Tetap Muslimah

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 36
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Di tengah derasnya arus modernitas dan gempuran tren viral yang sering kali menjauhkan dari nilai-nilai Islam, para akhwat tetap bisa tampil tangguh tanpa kehilangan jati diri. Itulah semangat yang diusung dalam kajian bertema “Tetap Keren Tanpa Kehilangan Prinsip” yang digelar oleh HMP IQT UMS, baru-baru ini. Dalam sesi yang penuh semangat dan […]

  • Diklat Lanjutan dan Diklat Instruktur HW UMS Jadi Wadah Penguatan Karakter dan Loyalitas Kader

    Diklat Lanjutan dan Diklat Instruktur HW UMS Jadi Wadah Penguatan Karakter dan Loyalitas Kader

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 48
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA — Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (HW UMS) sukses menyelenggarakan kegiatan Diklat Lanjutan dan Diklat Instruktur pada tanggal 9–16 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses kaderisasi dalam membentuk pandu Hizbul Wathan yang tangguh, berkarakter, serta memiliki kompetensi kepemimpinan dan kepanduan yang kuat. Mengusung tema “Mengasah Potensi, Mencetak Kader Tangguh […]

  • Dari Pondok Asy-Syifa’ ke Pondok Shabran UMS, Hammam Alghazy Kembali Berbagi Inspirasi Kepada Para Santri

    Dari Pondok Asy-Syifa’ ke Pondok Shabran UMS, Hammam Alghazy Kembali Berbagi Inspirasi Kepada Para Santri

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 71
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, JEPARA- Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa’ Muhammadiyah Blimbingrejo , Nalumsari, Jepara terus membuka ruang bagi para santri untuk memperluas wawasan keislaman, membangun pola pikir, dan mempersiapkan arah kehidupan. Salah satunya melalui Kajian Tsaqofah Islamiyah yang rutin dilaksanakan setiap Jumat malam selepas Maghrib ( 28/08/2026 M/ 16 Rabiul Awal 1448 H) Kajian kali ini terasa lebih […]

expand_less