Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kajian UMS Bahas Hukum Perceraian dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah

Kajian UMS Bahas Hukum Perceraian dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
  • visibility 93
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali hadir menyelenggarakan Kajian Tarjih Online. Pada kesempatan ini Yayuli, S.Ag., M.Pd., hadir menjadi narasumber dengan mengangkat tema “Gugatan Cerai Istri atas Suami Tanpa Adanya Udzur Syar’i” pada Selasa, (18/11).

Kajian kali ini membahas tentang fikih munakahat (fiqih nikah), terkhusus dalam pembahasan gugatan cerai/talak. Karena persoalan gugatan cerai ini menjadi persoalan yang paling tinggi pada majelis pengadilan agama.

Narasumber Kajian Tarjih Online UMS, Yayuli, S.Ag., M.Pd

Yayuli mengawali kajian dengan mengutip pertanyaan yang diajukan pada Majelis Tarjih & Tajdid mengenai “Hukum istri meminta cerai tanpa alasan yang syari atau atas dasar tidak ada rasa cinta terhadap sang suami, padahal pernikahan sudah berjalan selama 7 tahun dan dikarunia 3 anak”.

Menanggapi hal itu, ia membawa hadits Rasulullah SAW dari Anas bin Malik RA.

“Jika seorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah kepada Allah pada separuh yang lainnya.”

Yayuli menerangkan bahwa pernikahan merupakan ibadah yang menyempurnakan separuh agama. Dalam menjalankan kehidupan pernikahan harus dilandasi dengan rasa cinta dan kasih sayang.

Kemudian, ia menyebutkan ciri-ciri pasangan yang baik untuk menemani kehidupan dalam berumah tangga, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah. Ada 4 ciri-ciri wanita yang baik , diantaranya adalah:

1. Wanita yang berpotensi memberikan keturunan yang banyak lagi menyayanginya;

2. Jika dilihat bisa membuat bahagia;

3. Jika diperintah dia menurutinya;

4. Jika suaminya tidak ada, dia menjaga harta suaminya dan menjaga dirinya.

Yayuli mengulas kembali masalah mengenai istri tidak bisa mencintai suaminya. Hal itu perlu dikaji kembali, apakah penyebab ketiadaan cinta istri terhadap suami disebabkan karena selingkuh, atau ketiadaan rasa cinta terhadap suami disebabkan atas dasar tidak adanya perhatian seorang suami.

Jika memahami surat Al-Baqarah: 233, terdapat kewajiban seorang suami memberikan kelayakan rumah tangga.

وَعَلَى الْمَوْلُوْدِ لَهٗ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِۗ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ اِلَّا وُسْعَهَاۚ

Artinya: Kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.

“Maka, jika suami tidak bisa memberi kelayakan rumah tangga akan ada ketimpangan antara suami dan istri, sehingga menyebabkan terkikisnya kecintaan istri terhadap suami.” tuturnya.

Yayuli juga menceritakan, bahwa masalah gugatan perceraian sudah pernah terjadi pada zaman Nabi Muhammad SAW. Kisah Zainab binti Jahsu yang mengadu kepada Rasulullah ingin menceraikan suaminya.

Dalam kesempatan itu juga, Yayuli mengutip sabda Rasulullah SAW dari Ahmad bin Yunus terkait dibolehkannya cerai. Namun Allah tidak menyukai perceraian.

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا مُعَرِّفٌ عَنْ مُحَارِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَحَلَّ اللهُ شَيْئًا أَبْغَضَ إِلَيْهِ مِنْ الطَّلَاقِ

“Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dari Ahmad bin Yunus, bahwa cerai dalam islam itu dibolehkan, namun, Allah membenci hal tersebut” ungkapnya.

Selanjutnya, Yayuli menerangkan ketika tumbuh rasa ketidak cocokan sampai menimbulkan perselisihan antara suami dan istri. Sebelum mengambil jalan perceraian, hendaknya mengadakan islah atau perdamaian antara kedua belah pihak.

“Sebelum mengambil keputusan untuk bercerai, hendaknya mengadakan islah atau perdamaian antara kedua belah pihak dengan menunjuk juru damai dari masing-masing keluarga” terangnya.

Menutup kajian kali ini, ia memberikan pandangan Majelis Tarjih & Tajdid Muhammadiyah atas masalah ini. Majelis Tarjih & Tajdid berpendapat bahwa proses perceraian harus melalui proses sidang pengadilan agama.

“Hal itu, sejalan dengan pasal 39 UUD 1 1974 tentang perkawinan dan pasal 65 UU 9 1989 tentang keadilan agama, bahwa perceraian hanya bisa dilakukan di sidang pengadilan agama,” pungkasnya. (Affiq/Humas)

Editor: Hammam Alghazy

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMS Raih Predikat Unggul SIMKATMAWA 2025, Bukti Tata Kelola Kemahasiswaan Berkualitas

    UMS Raih Predikat Unggul SIMKATMAWA 2025, Bukti Tata Kelola Kemahasiswaan Berkualitas

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menegaskan komitmennya dalam peningkatan mutu kemahasiswaan dengan diraihnya predikat Unggul dalam penilaian SIMKATMAWA (Sistem Informasi Kinerja dan Tata Kelola Kemahasiswaan Perguruan Tinggi) pada capaian tahun 2025. Capaian ini berdasarkan Surat Pengumuman Kemendikti Saintek nomor: 4774/B2/DT.01.01/2025 yang menjadi indikator bahwa UMS berhasil menjalankan tata kelola kemahasiswaan yang terstruktur, […]

  • PDA ‘Aisyiyah Kabupaten Banjar Gelar Musypimda I, Evaluasi Program dan Perkuat Peran Perempuan

    PDA ‘Aisyiyah Kabupaten Banjar Gelar Musypimda I, Evaluasi Program dan Perkuat Peran Perempuan

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 102
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, BANJAR – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Banjar menggelar Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) I pada Jumat (3/4) di Gedung Islamic Center Martapura. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi program kerja sekaligus merumuskan langkah strategis organisasi ke depan. Musypimda kali ini juga mengangkat tema yang menitikberatkan pada penguatan peran organisasi dalam mendukung pembangunan […]

  • Perdana! Diklatsar Kokam Sukses Digelar di Ibu Kota Negara Baru

    Perdana! Diklatsar Kokam Sukses Digelar di Ibu Kota Negara Baru

    • calendar_month Sabtu, 10 Apr 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 2.170
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, Sepaku – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Sepaku sukses menggelar Diklatsar Kokam untuk pertama kalinya. Meski di tengah suasana rintik hujan, serangkaian acara tetap berjalan sebagaimana mestinya. Sekretaris PDPM Kabupaten Penajam Paser Utara Didik Maryanto menuturkan bahwa tema yang diangkat kali ini berkaitan dengan Bela Negara. “Seperti yang kita ketahui bersama, sejarah awal didirikannya Kokam […]

  • MPAI UMS Hadirkan Seminar Strategi Magister: Studi Cepat dan Beasiswa Bergengsi

    MPAI UMS Hadirkan Seminar Strategi Magister: Studi Cepat dan Beasiswa Bergengsi

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 124
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI)  Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menyelenggarakan seminar “S2 Tanpa Beban: Cara Pintar Atur Waktu Kuliah Cepat, Kerja Lancar, & Beasiswa Didapat” pada 6 Juni 2026 di Ruang Amphitheater Fakultas Agama Islam. Seminar ini bertujuan membekali mahasiswa pascasarjana dengan strategi manajemen studi efektif dan akses beasiswa unggulan. […]

  • Fenomena Curhat ke ChatGPT, Psikolog UMS: AI Tidak Bisa Gantikan Empati Manusia

    Fenomena Curhat ke ChatGPT, Psikolog UMS: AI Tidak Bisa Gantikan Empati Manusia

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 85
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin masif turut mempengaruhi perilaku masyarakat, termasuk dalam ranah psikologis seperti mencurahkan isi hati atau mencari solusi masalah pribadi melalui ChatGPT. Fenomena ini disoroti oleh dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prilya Shanty Andrianie, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Menurutnya, kemajuan teknologi seperti AI adalah hal yang tidak […]

  • Kelompok 143 KKN Universitas Muhammadiyah Riau Desa Buluh Rampai Hadir di SMA Muhammadiyah Seberida, Menginspirasi Generasi Muda untuk Berprestasi dan Mengabdi

    Kelompok 143 KKN Universitas Muhammadiyah Riau Desa Buluh Rampai Hadir di SMA Muhammadiyah Seberida, Menginspirasi Generasi Muda untuk Berprestasi dan Mengabdi

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 90
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Buluh Rampai, 30 Juli 2026 – Komitmen mencetak generasi muda yang berilmu, berkarakter, dan berdaya saing terus diwujudkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 143 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Desa Buluh Rampai melalui kegiatan kunjungan edukatif ke SMA Muhammadiyah Seberida, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu. Sekolah ini merupakan salah satu SMA swasta Muhammadiyah […]

expand_less