Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » SEHAT-SAKIT DALAM RUANG PENALARAN

SEHAT-SAKIT DALAM RUANG PENALARAN

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 17 Des 2022
  • visibility 512
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

*Oleh : Naufal Febrian

Di masa lalu, persoalan sehat-sakit acap orang pandang dalam dimensi hitam-putih. Bahwa kesehatan adalah lawan dari penyakit, atau kondisi yang terbebas dari penyakit. Dan hal ini memang dapat kita terapkan secara lebih mudah. Namun, ia mengabaikan adanya rentang sehat-sakit.

Secara prinsip, pembangunan kesehatan adalah satu dari sekian banyak pembangunan berskala nasional maupun internasional. Ia diarahkan guna mencapai kesadaran, kemauan, serta kemampuan untuk hidup sehat bagi masyarakat.

Memang, konsep sehat-sakit tidaklah mutlak dan universal. Ada faktor lain di luar kenyataan klinis yang memengaruhinya, yakni faktor sosial budaya. Menurut banyak ahli, terutama dalam pemikiran filsafat, masalah sehat dan sakit adalah proses yang sangat berkaitan dengan kemampuan atau ketidakmampuan seseorang beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Baik secara biologis, psikologis, maupun sosial budaya.

Teori klasik H. L. Bloom menyatakan bahwa ada 4 faktor yang memengaruhi derajat kesehatan secara berturut-turut, yaitu gaya hidup, lingkungan, pelayanan kesehatan, dan faktor genetik.

Menurut WHO (1947), kondisi sehat dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang sempurna, baik secara fisik, mental, dan sosial. Hematnya, kondisi sehat tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.

Dari definisi di atas, dapat disimpulkan beberapa karakteristik di mana ia mampu meningkatkan konsep sehat yang positif (Edelman dan Mandle, 1994). Beberapa di antaranya adalah memperhatikan individu sebagai sebuah sistem yang menyeluruh, memandang sehat secara internal dan eksternal, serta penghargaan terhadap pentingnya peran individu dalam hidup.

UU No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dari pengertian ini, maka kesehatan harus kita lihat dari satu kesatuan utuh, yang terdiri dari unsur-unsur fisik, mental, dan sosial. Di dalamnya pun termasuk kesehatan jiwa sebagai bagian integral daripada kesehatan.

Di zaman klasik, ilmu kesehatan berdasarkan filsafat alam. Sebagai contoh, ilmu kedokteran Cina mendasarkan fenomena sehat-sakit pada filsafat pergerakan unsur di alam. Namun demikian, cukup banyak pula penemuan berdasarkan pengalaman dan percobaan yang banyak manfaatnya dalam ilmu pengobatan.

Menurut ajaran filsafat dari Cina (Taoisme), sehat adalah gejala ketidakseimbangan unsur yin dan yang, baik antara manusia dengan alam semesta, maupun unsur-unsur yang ada pada kehidupan di dalam tubuh manusia itu sendiri.

Bahwa sifat yin dan yang itu memang saling berlawanan. Namun, keduanya saling menghidupkan, saling mengendalikan, saling mempengaruhi, serta membentuk sebuah kesatuan yang dinamis.

Lebih luas lagi, perkembangan pengetahuan di bidang fisika dan biologi di akhir abad 20 telah ikut memengaruhi paradigma keilmuan ini. Dalam hal ini di wilayah kedokteran, pandangan terhadap manusia yang terlalu mekanistik dan dikotomik, yang memisahkan antara fisik dan psikis, telah bergeser menjadi lebih bersifat spritual dan memandang manusia secara holistik dan seimbang. Hal ini jelas berpengaruh, terutama di wilayah bioetika.

Kecenderungan bioetika sebelumnya yang lebih bersifat sekuler, otonom, dan pluralistik, hari ini, lebih disesuaikan dengan prinsip etika yang memperhatikan perspektif spiritualitas.

Dalam filsafat islam sendiri, berkembang sebuah aliran yang kita sebut teosofi. Dalam aliran ini, holisme kembali ditegaskan karena gagasannya tentang sifat ambigu eksistensi dan gerak substansial.

Yakni, bahwa keberadaan manusia senantiasa berada di antara satu tingkat dan tingkat lainnya dalam tangga keberadaan bergerak dari yang sepenuhnya bersifat fisik dan material hingga ke yang sepenuhnya bersifat fisik dan material hingga bersifat ruhaniah. Dan bahwa sesungguhnya tak ada batas yang memisahkan keberadaan fisikal dengan yang bersifat mental, psikologis, maupun spritual.

Pembedaan sehat-sakit senantiasa berubah sejalan dengan pengalaman manusia tentang nilai, peran, penghargaan, dan pemahamannya terhadap kesehatan. Hal ini bermula dari dulu bahwa sesuatu yang kita banggakan sedang sakit adalah yang tidak bermanfaat.

Demikianlah sedikit seluk beluk kesehatan dalam ruang penalaran. Semoga dapat memberikan wawasan sebagai acuan untuk menelaah lebih lanjut paham terhadap sehat-sakit.

Nun Walqolami Wamaa Yasthurun.

*penulis merupakan alumni ponpes Al-Mujahidin Balikpapan dan aktif di IMM FKIK UMY

red : ARM | ed : ARM

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kokohkan Identitas Dakwah: LDM-PM UMS Sukses Gelar Daurah Islamiyah 

    Kokohkan Identitas Dakwah: LDM-PM UMS Sukses Gelar Daurah Islamiyah 

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA  – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah dan Pengabdian Masyarakat ( LDM-PM ) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil menyelenggarakan acara Daurah Islamiyah 1 pada Sabtu-Minggu, (6-7/12). Acara ini bertempat di Gedung Double Degree UMS dan diikuti oleh 12 peserta.  Acara ini dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars […]

  • Demi Masa Depan Kota Sehat, Mahasiswa UMS Dorong Efektivitas Perda Kawasan Tanpa Rokok

    Demi Masa Depan Kota Sehat, Mahasiswa UMS Dorong Efektivitas Perda Kawasan Tanpa Rokok

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sebanyak 36 mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menunjukkan keberanian bersuara demi udara bersih dan kota yang lebih sehat dengan melakukan advokasi legislatif langsung ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik advokasi kebijakan yang mereka jalani sebagai mahasiswa dengan peminatan Administrasi dan […]

  • UMS Lanjutkan Program Peningkatan Kapasitas dengan Pelatihan Alat Bantu Produksi bagi Pengrajin Batik Difabel

    UMS Lanjutkan Program Peningkatan Kapasitas dengan Pelatihan Alat Bantu Produksi bagi Pengrajin Batik Difabel

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sebagai rangkaian dari program peningkatan kapasitas pengrajin batik difabel, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerjasama dengan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Klaten (PPDK), kembali menyelenggarakan kegiatan lanjutan berupa Workshop Pemanfaatan Alat Bantu Pendukung Produksi bagi Pengrajin Batik Disabilitas Klaten pada Sabtu, (22,11) dan bertempat di Kantor PPDK Klaten. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Workshop, […]

  • Alfin Nur Ridwan Nahkoda Baru dan Semangat Api Perjuangan IMM Shabran

    Alfin Nur Ridwan Nahkoda Baru dan Semangat Api Perjuangan IMM Shabran

    • calendar_month Minggu, 14 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 217
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Alfin Nur Ridwan terpilih sebagai Ketua Umum dalam Musyawarah Komisariat (Musykom) Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Hajjah Nuriyah Shabran ke XXXIX, yang berlangsung di Komisariat IMM Shabran, Rabu-Sabtu, 10-13 Januari 2024. Alfin akan menahkodai PK IMM Shabran untuk masa Periode 2024. Dalam Musykom ini terdapat sembilan formatur terpilih. Selanjutnya, penentuan […]

  • Hadiri Resepsi Milad Muhammadiyah ke 112 di Dua Cabang Muhammadiyah, Wamendikdasmen Fajar Tegaskan Komitmen Muhammadiyah Cerdaskan Bangsa

    Hadiri Resepsi Milad Muhammadiyah ke 112 di Dua Cabang Muhammadiyah, Wamendikdasmen Fajar Tegaskan Komitmen Muhammadiyah Cerdaskan Bangsa

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 87
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Depok – Beberapa Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di Kota Depok serentak mengadakan Resepsi Milad Muhammadiyah ke-122 pada Sabtu (23/11). Dua resepsi Milad Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh PCM Sukmajaya dan PCM Limo dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ulhaq. Dalam sambutannya,  Wamendikdasmen Fajar mengapresiasi pengurus Muhammadiyah di level cabang […]

  • BEM Berdampak UMS Resmi Luncurkan Program Sewu Santun, Dorong Edukasi Bencana, Cegah Stunting, dan Perkuat UMKM Lokal

    BEM Berdampak UMS Resmi Luncurkan Program Sewu Santun, Dorong Edukasi Bencana, Cegah Stunting, dan Perkuat UMKM Lokal

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – BEM Berdampak Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi meluncurkan program unggulan bertajuk Sewu Santun, sebuah program kolaboratif berbasis pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan edukasi mitigasi bencana, pencegahan stunting, serta penguatan UMKM lokal berbasis kearifan sejarah Kampung Sewu, Kota Surakarta. Peluncuran program ini menjadi implementasi nyata dari skema BEM Berdampak yang menekankan peran […]

expand_less