Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » SEHAT-SAKIT DALAM RUANG PENALARAN

SEHAT-SAKIT DALAM RUANG PENALARAN

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 17 Des 2022
  • visibility 586
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

*Oleh : Naufal Febrian

Di masa lalu, persoalan sehat-sakit acap orang pandang dalam dimensi hitam-putih. Bahwa kesehatan adalah lawan dari penyakit, atau kondisi yang terbebas dari penyakit. Dan hal ini memang dapat kita terapkan secara lebih mudah. Namun, ia mengabaikan adanya rentang sehat-sakit.

Secara prinsip, pembangunan kesehatan adalah satu dari sekian banyak pembangunan berskala nasional maupun internasional. Ia diarahkan guna mencapai kesadaran, kemauan, serta kemampuan untuk hidup sehat bagi masyarakat.

Memang, konsep sehat-sakit tidaklah mutlak dan universal. Ada faktor lain di luar kenyataan klinis yang memengaruhinya, yakni faktor sosial budaya. Menurut banyak ahli, terutama dalam pemikiran filsafat, masalah sehat dan sakit adalah proses yang sangat berkaitan dengan kemampuan atau ketidakmampuan seseorang beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Baik secara biologis, psikologis, maupun sosial budaya.

Teori klasik H. L. Bloom menyatakan bahwa ada 4 faktor yang memengaruhi derajat kesehatan secara berturut-turut, yaitu gaya hidup, lingkungan, pelayanan kesehatan, dan faktor genetik.

Menurut WHO (1947), kondisi sehat dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang sempurna, baik secara fisik, mental, dan sosial. Hematnya, kondisi sehat tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.

Dari definisi di atas, dapat disimpulkan beberapa karakteristik di mana ia mampu meningkatkan konsep sehat yang positif (Edelman dan Mandle, 1994). Beberapa di antaranya adalah memperhatikan individu sebagai sebuah sistem yang menyeluruh, memandang sehat secara internal dan eksternal, serta penghargaan terhadap pentingnya peran individu dalam hidup.

UU No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dari pengertian ini, maka kesehatan harus kita lihat dari satu kesatuan utuh, yang terdiri dari unsur-unsur fisik, mental, dan sosial. Di dalamnya pun termasuk kesehatan jiwa sebagai bagian integral daripada kesehatan.

Di zaman klasik, ilmu kesehatan berdasarkan filsafat alam. Sebagai contoh, ilmu kedokteran Cina mendasarkan fenomena sehat-sakit pada filsafat pergerakan unsur di alam. Namun demikian, cukup banyak pula penemuan berdasarkan pengalaman dan percobaan yang banyak manfaatnya dalam ilmu pengobatan.

Menurut ajaran filsafat dari Cina (Taoisme), sehat adalah gejala ketidakseimbangan unsur yin dan yang, baik antara manusia dengan alam semesta, maupun unsur-unsur yang ada pada kehidupan di dalam tubuh manusia itu sendiri.

Bahwa sifat yin dan yang itu memang saling berlawanan. Namun, keduanya saling menghidupkan, saling mengendalikan, saling mempengaruhi, serta membentuk sebuah kesatuan yang dinamis.

Lebih luas lagi, perkembangan pengetahuan di bidang fisika dan biologi di akhir abad 20 telah ikut memengaruhi paradigma keilmuan ini. Dalam hal ini di wilayah kedokteran, pandangan terhadap manusia yang terlalu mekanistik dan dikotomik, yang memisahkan antara fisik dan psikis, telah bergeser menjadi lebih bersifat spritual dan memandang manusia secara holistik dan seimbang. Hal ini jelas berpengaruh, terutama di wilayah bioetika.

Kecenderungan bioetika sebelumnya yang lebih bersifat sekuler, otonom, dan pluralistik, hari ini, lebih disesuaikan dengan prinsip etika yang memperhatikan perspektif spiritualitas.

Dalam filsafat islam sendiri, berkembang sebuah aliran yang kita sebut teosofi. Dalam aliran ini, holisme kembali ditegaskan karena gagasannya tentang sifat ambigu eksistensi dan gerak substansial.

Yakni, bahwa keberadaan manusia senantiasa berada di antara satu tingkat dan tingkat lainnya dalam tangga keberadaan bergerak dari yang sepenuhnya bersifat fisik dan material hingga ke yang sepenuhnya bersifat fisik dan material hingga bersifat ruhaniah. Dan bahwa sesungguhnya tak ada batas yang memisahkan keberadaan fisikal dengan yang bersifat mental, psikologis, maupun spritual.

Pembedaan sehat-sakit senantiasa berubah sejalan dengan pengalaman manusia tentang nilai, peran, penghargaan, dan pemahamannya terhadap kesehatan. Hal ini bermula dari dulu bahwa sesuatu yang kita banggakan sedang sakit adalah yang tidak bermanfaat.

Demikianlah sedikit seluk beluk kesehatan dalam ruang penalaran. Semoga dapat memberikan wawasan sebagai acuan untuk menelaah lebih lanjut paham terhadap sehat-sakit.

Nun Walqolami Wamaa Yasthurun.

*penulis merupakan alumni ponpes Al-Mujahidin Balikpapan dan aktif di IMM FKIK UMY

red : ARM | ed : ARM

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SRI SULTAN HAMENGKUBOWONO X: MUHAMMADIYAH MEMBANGUN PERADABAN

    SRI SULTAN HAMENGKUBOWONO X: MUHAMMADIYAH MEMBANGUN PERADABAN

    • calendar_month Jumat, 29 Des 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 354
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X menyampaikan apresiasi atas kiprah Muhammadiyah di DIY dalam usaha peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam berbagai bidang terutama pendidikan, sosial, kesehatan dan kebudayaan. Hal ini disampaikan pada saat menerima audiensi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) (28/12). Pertemuan yang berlangsung dengan akrab dan penuh […]

  • Hidayah Allah Mengantarkan Mastu Bersyahadat di Masjid Ar-Rahim Patikalain

    Hidayah Allah Mengantarkan Mastu Bersyahadat di Masjid Ar-Rahim Patikalain

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 142
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Patikalain – Pada Jumat, 24 Januari 2025, bertepatan dengan 24 Rajab 1446 H, Masjid Ar-Rahim, Kampung Mualaf Cabai Patikalain, menjadi saksi momen sakral saat Saudara Mastu mengucapkan ikrar syahadat. Dalam prosesi yang penuh haru ini, Ustadz Risdi, S.Pd., Dai Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, bertindak sebagai pembimbing, dan ada dua saksi, […]

  • Irwan Akib: Gelar Guru Besar Bukan Sekadar Hadiah, Melainkan Mandat Akademik Tertinggi

    Irwan Akib: Gelar Guru Besar Bukan Sekadar Hadiah, Melainkan Mandat Akademik Tertinggi

    • calendar_month Senin, 19 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 324
    • 2Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menambah jumlah guru besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), pada Sabtu (17/2). Ketiga guru besar tersebut antara lain Prof. M. Farid Wajdi, S.E., M. Ph.D, Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen, Prof. Dr. Zulfikar, S.E., M.Si., Guru Besar Bidang Akuntansi, dan Prof. Dr. Ihwan Susila, S.E., M.Si., […]

  • Tingkatkan Mutu Pendidikan Dasar, UMS Gelar Pelatihan STEAM Project Based Learning

    Tingkatkan Mutu Pendidikan Dasar, UMS Gelar Pelatihan STEAM Project Based Learning

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar “Penerapan Pembelajaran STEAM-Project Based Learning untuk Pembelajaran Matematika dan IPA Sekolah Dasar yang Menyenangkan” yang diselenggarakan di SD Birrul Walidain Muhammadiyah Tanon, Sragen. Kegiatan ini melibatkan guru-guru dari SD Muhammadiyah Sragen, SD Birrul Walidain Muhammadiyah Tanon, serta Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Taraman. […]

  • UMS Dibidik Jadi Mitra IAIC dan AI Talent Factory Komdigi RI

    UMS Dibidik Jadi Mitra IAIC dan AI Talent Factory Komdigi RI

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 75
    • 0Komentar

    KABARMUH, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat posisinya sebagai kampus berorientasi inovasi dengan menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) bertema “Artificial Intelligence Talent Factory” pada Senin (24/11) di Ruang Rapat BPH Gedung Induk Siti Walidah. Kegiatan ini menjadi momentum penting UMS dalam mempersiapkan pengembangan talenta dan inovasi kecerdasan artifisial di lingkungan kampus. FGD dihadiri jajaran […]

  • UMS Mantapkan Diri Menuju World Class University Lewat Akreditasi Internasional FIBAA

    UMS Mantapkan Diri Menuju World Class University Lewat Akreditasi Internasional FIBAA

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 92
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi kampus berkelas dunia. Melalui proses akreditasi internasional FIBAA (Foundation for International Business Administration Accreditation), UMS menyiapkan lima program studi unggulan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebagai garda terdepan internasionalisasi mutu pendidikan. “FIBAA ini bukan hanya proses penilaian, tapi cerminan dari kultur […]

expand_less